screenshot video amatir pipa diduga milik chevron yang meledak
Tribun Riau- Sebuah video amatir merekam kejadian ledaknya salah satu pipa yang diduga milik PT Checvron Pacific Indonesia (CPI) di Balairaja, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (16/9/2018).
Video tersebut tersebar luas di media sosial facebook, salahsatunya dari akun Eska Fumiyaki.
Dalam postingannya yang menyertakan video, dikatakannya kejadian tersebut berada di Balairaja, untuk sementara, akses ke Pekanbaru dari arah Duri ditutup hingga keadaan membaik.
Hingga saat ini, belum dapat diketahui apa yang menjadi penyebab meledaknya pipa tersebut, serta belum diketahui apa yang dialiri oleh pipa tersebut. (red)
ROHIL, Tribun Riau- Direktur Kampus II Perguruan Tinggi Agama (PTA) Islam Dar Aswaja Kasang Bangsawan Pujud, KH.Safril SE MSi memberikan beasiswa kepada calon mahasiwa sebanyak 30 orang, dengan jurusan Ekonomi, dan jurusan Pendidikan, Kepenghuluan Kasang Bangsawan, Kecamatan Pujud, Minggu (16/09/2018) Pukul 14.30 Wib.
KH.Syafril SE MSi dalam kata sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Rektor, Usman Saufi SAg MPd, panitia pengurus, orang tua Calon Mahasiswa Kampus II Perguruan Tinggi Agama Islam Dar Aswaja Kasang Bangsawan.
“Untuk pembangunan Kampus II Perguruan Tinggi Agama Islam Dar Aswaja Kasang Bangsawan, Kecamatan Pujud ini saya hibahkan kepada semua masyarakat Kepenghuluan Kasang Bangsawan, Kecamatan Pujud untuk kemaslahatan umat dan amal zariah saya. Setelah Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam ini tamat, Mahasiswa ini akan mengajar di Pesantren yang akan saya bangun nantinya,” ujarnya.
Dilanjutkannya Penerimaan Mahasiswa untuk tahap awal Tahun 2018 ini diistimewakan, karena semua calon mahasiswa Perguruan Agama Islam Dar Aswaja Kasang Bangsawan ini digratiskan selama Empat 4 Tahun. “Karena dibiayai dari usaha dagang SP tunggal HKBS Kasang Bangsawan Pujud,” tambahnya.
Penerimaan Mahasiswa Kampus II Perguruan Tinggi Agama Islam Dar Aswaja tahap ke Dua tahun 2018 ini, tambah KH Safril, dibuka untuk umum dilaksanakan melalui jalur Mandiri, dengan penerimaan Mahasiswa sebanyak 100 mahasiswa, dengan Dua 2 jurusan, jurusan pendidikan sebanyak 50 mahasiswa dan jurusan ekonomi sebanyak 50 mahasiswa.
“Kampus II Perguruan Tinggi Agama Islam Dar Aswaja Kasang Bangsawan Pujud ini cabang dari Kampus I Perguruan Tinggi Agama Islam Kecamatan Kubu yang dikelola oleh Rektor Usman Saufi SAg MPd yang sudah ada izin dan legalitasnya serta sudah terakreditasi C,” jelas KH Safril.
KH.Safril SE MSi juga berharap, kedepannya bisa membantu mahasiswa yang kurang mampu, jauh dari orang tua dan bisa merekrut tamatan-tamatan siswa dari SLTA, siswa dari Madrasah Aliyah, serta siswa dari SMK khusunya di wilayah Kecamatan Pujud dan Kecamatan Tanjung Medan.
Rektor Kampus I Perguruan Tinggi Agama Islam Dar Aswaja Kubu Usman Saufi SAg MPd dalam kata sambutannya juga mengucapkan terima kasih kepada Direktur Kampus II Perguruan Tinggi Agama Islam Dar Aswaja Kasang Bangsawan KH.Safril SE MSi, panitia pengurus, orang tua Mahasiswa dan calon Mahasiswa.
“Bersyukur sekali kepada calon Mahasiswa Kampus II Perguruan Agama Islam Dar Aswaja, Kepenghuluan Kasang Bangsawan, karena untuk mendapatkan gelar S1 tidaklah mudah, harus betul-betul disiplin, berkomitmen dan serius dalam belajar, supaya Mahasiswa mempunyai ilmu, bisa mengajar dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat,” terangnya. (toni)
Tribun Riau- Pakta Integritas yang disodorkan GNPF Ulama pada Ijtima Ulama II ke calon presiden Prabowo Subianto sudah ditandatangani, apa saja isi pakta integritas tersebut?
Dalam berkas Pakta integritas yang didapati Tribunriau.com dari akun Twitter milik Intelijen FPI @Intel_FPI, Minggu (16/9/2018), terdapat 17 poin, salah satunya menjamin kepulangan serta memulihkan hak-hak Habib Riziek Shihab sebagai warga negara Indonesia.
Masih dalam berkas tersebut, terdapat surat keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional II, selain menetapkan dukungan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo-Sandi, ketetapan tersebut juga bersifat mengikat bagi seluruh peserta ijtima ulama dan tokoh nasional II.
Berikut 17 poin pakta integritas dari Tweet @Intel_FPI:
JAKARTA, Tribun Riau- Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada Ijtima Ulama II atas dukungan yang diberikan untuk pertarungan Pilpres 2019 mendatang.
Hal tersebut diketahui dari Video Live yang disiarkan akun media sosial Facebook milik Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, Minggu (16/9/2018).
Sebelumnya, GNPF-Ulama telah menyodorkan sekitar 15 point Pakta Integritas yang harus ditandatangani oleh pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga Uno.
Dikutip dari cnnindonesia, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak yakin Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno akan mendapat banyak dukungan dari umat Islam dan ulama jika menandatangani Pakta Integritas yang disodorkan Ijtimak Ulama II.
Namun bila Prabowo tidak menandatangi, maka GNPF Ulama tidak akan mengalirkan dukungan kepada Prabowo. Prabowo pun tidak akan diberikan kesempatan untuk menawar isi dalam Pakta Integritas.
Hingga kini, belum didapati keterangan poin apa saja yang sudah disepakati antara Ijtima Ulama dengan Capres Prabowo Subianto. (red)
Berikut video yang didapatkan Tribunriau.com dari akun Facebook milik Zulkifli Hasan:
Tribun Riau- Merasa istrinya dihina oleh netizen, Ustadz Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter resminya @ustadtengkuzul mengecam postingan tersebut seraya mendoakan netizen tersebut mendapat adzab dari Allah SWT jika postingan tersebut tidak benar, Minggu (16/9/2018).
“Ya Allah Jika Isteriku Wanita Sholihah yg Ku Nikahi 26 Tahun Ini, maka Jadikanlah Mulut Manusia yg Menghinanya Ini Engkau Adzab dgn Adzab yg Pedih,” tulis tokoh agama yang saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ditambahkan juga oleh Tengku Zulkarnain, jika tuduhan tersebut tidak benar, maka ia berharap tuduhan tersebut kembali ke si penuduh.
“Jika Isteriku Bukan Spt yg Dituduhnya, Jadikanlah TUDUHANNYA Itu Menimpa Diri dan Keluarga Orang yg Menghina Isteriku Itu.
Amin,” tambah Tengku Zulkarnain dalam Tweet yang sama.
Dalam Tweet tersebut, Ustad Tengku Zulkarnain juga melampirkan screenshot postingan akun netizen @JENDRAL_KARDUSS yang bertagar #2019TetapPancasila yang berisi kata-kata yang tidak pantas.
Tweet Ustad Tengku Zulkarnain tersebut hingga kini sudah dikomentari oleh ribuan netizen, ada yang mengaminkan doa tersebut, namun juga ada yang menyarankan agar Ustad Tengku untuk intropeksi diri. (red)
Foto bersama Tim Ditjen PKTL KLHK RI dengan aparatur desa Karya Indah
TAPUNG,Tribun Riau – Tim Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan (PPKH) dalam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia berkunjung ke Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Jumat siang (14/09/2018).
Rombongan ini diantaranya Diah Ernawati SHut selaku pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Ahli, Oto Djuarsa AMd pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Pelaksana, beserta 3 (tiga) orang rekan kerja rombongan Ditjen PKTL Dir. PPKH Kemen-LHK RI sebagai kameramen.
Pantauan wartawan (14/09), Tim ini berkunjung langsung ke pedesaan yang berada diwilayah daerah se-Provinsi Riau, salah satunya di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar.
Kedatangan Tim ini disambut langsung oleh Kepala Desa diwakili Muhammad Nur SEI sebagai Sekretaris Desa Karya Indah bersama para Kepala Urusan Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar.
“Tim liputan dan dokumentasi dari Ditjen PKTL Direktorat PPKH Kementerian LHK-RI ini tiba secara mendadak tanpa ada pemberitahuan jauh hari sebelum kunjungan ini dilaksanakan di desa ini,” ujar M Nur membisikkan kepada wartawan.
“Namun demikian, kunjungan mereka tentunya berdasarkan program dan tugas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia,” tambahnya.
Walau tanpa persiapan atas kunjungan Tim Liputan dari pihak Kemen LHK ini, dirinya (sebagai Sekdes) mengakui sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai abdi masyarakat diperangkat desa yang senantiasa siap siaga selalu dalam melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat desa maupun kunjungan dari petinggi serta pimpinan dalam bidang administrasi pemerintahan sekalipun.
Di tempat yang sama, ketika ditemui di Kantor Desa Karya Indah, Diah Ernawati SHut mengatakan kepada wartawan, bahwa mereka diutus langsung oleh KLHK RI melalui Direktorat Jenderal PKTL Dir. PPKH.
“KLHK RI melalui Direktorat Jenderal PKTL Dir.PPKH mengutus kami untuk langsung terjun ke pedesaan guna liputan lapangan untuk dokumentasi TORA dalam kawasan hutan di Provinsi Riau,” ujar pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Ahli.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan dari tanggal 3 sampai 17 September 2018 selama 15 hari masa kerja sesuai surat tugas yang ditandatangani Direktur Ir.Irmansyah Rachman di Jakarta,” tambah Diah Erna didampingi rombongannya.
Ditutup oleh Kepala Desa diwakili Sekretaris Desa Karya Indah, Muhammad Nur SEI mengatakan, dengan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang ditugaskan dan dibawa Tim Liputan ini tentang Fungsional Pengendali Kawasan Hutan Ahli dan Fingsional Pelaksana Ekosistem Kawasan Hutan di Desa Karya Indah, khususnya dihimbau harapan Pemerintahan Desa bersama masyarakatnya. “Tentang reformasi agraria ini agar terciptanyan iklim yang kondusif, sehingga tidak adanya ketimpangan lahan di Desa Karya Indah wilayah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar ini,” ajak Sekdes.
“Selama ini, konflik agraria di desa dirasakan cukup padat. Semoga dengan program ini dapat mengurangi konflik agraria di Desa ini tentunya untuk mewujudkan status lahan yang jelas di lingkungan masing-masing sewilayah pedesaan karya indah,” ucapnya.
Sekdes Karya Indah, M Nur menambahkan, diharapkan terciptanya sumber daya dan kemakmuran serta pemberdayaan sumber ekonomi lainnya untuk masyarakat desa ini pada umumnya.
Kunjungan Tim Liputan dari Ditjen PKTL Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan di Desa Karya Indah ini, memantau beberapa titik di Desa Karya Indah yang termasuk kedalam Kawasan Ekosistem Hutan. Kunjungan ini usai hingga Pukul 17.15 WIB. (hbi)
Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono
JAKARTA- Menanggapi isu yang beredar baik di media mainstream maupun media sosial yang seolah-olah SBY, Presiden RI Ke-6 dan kini Ketua Umum Partai Demokrat melakukan pencucian uang yang sangat besar (Rp 177 triliun) berkaitan dengan bailout Bank Century 10 tahun yang lalu, SBY menyampaikan tanggapannya di Jakarta kemarin, (14/9)
SBY dengan tenang namun tegas, meskipun kelihatan kalau menahan emosinya, mengatakan “Tangkap dan penjarakan saya kalau fitnah itu benar. Kalau tidak benar, saya tuntut yang mengeluarkan dan menyebarluaskan fitnah itu sebesar Rp 177 triliun (sama dengan angka yang dimuat dalam berita Harian Rakyat Merdeka 14 September 2018).
“Uang itu selanjutnya semuanya akan saya serahkan kepada saudara-saudara saya rakyat Indonesia yang kurang mampu. Kalau memang ksatria dan bertanggung jawab, yang menuduh saya melakukan pencucian uang dengan jumlah yang sulit saya bayangkan itu, apakah orang asing atau sesama bangsa Indonesia, politisi, intel atau Jenderal, termasuk yang ada di barisan penguasa, mari kita selesaikan urusan ini. Jangan lempar batu sembunyi tangan. Jangan memancing di air keruh.”
Di samping itu SBY juga mengatakan “Apa politik itu harus begini? Apakah fitnah yang keji dan pembunuhan karakter terhadap saya ini dikaitkan dengan pemilihan umum 2019 ini? Apakah memang saya dianggap sebagai orang yang mengganggu kepentingan pihak-pihak tertentu di negeri ini? Apakah sebagai warga negara, saya tidak boleh menyampaikan pandangan dan pilihan politik saya? Apakah saya harus mengasingkan diri di sebuah pulau terpencil, seperti di era penjajahan dulu, supaya saya tidak bisa berbicara dan melakukan kegiatan politik?”
Selanjutnya, SBY mengatakan “Dugaan penyimpangan dan korupsi dalam bail-out Bank Century ketika Indonesia terdampak oleh krisis global 2008 dulu, sebenarnya sudah dilakukan berbagai langkah penanganan, baik yang bersifat politik maupun hukum. Yang bersifat politik, DPR RI telah membentuk Pansus dan melakukan langkah-langkah investigasi berskala besar dan telah menghasilkan sejumlah rekomendasi, bahkan dilanjutkan dengan pengawasan.
“Sementara itu, KPK juga telah melakukan tugasnya, guna menindaklanjuti rekomendasi DPR RI, dan hasilnya juga sudah diketahui oleh publik. Meskipun itu bukan domain Presiden, dan bukan saya pribadi yang mengambil keputusan, berkali-kali saya katakan bahwa bailout Bank Century yang diambil oleh BI dan pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Keuangan, benar-benar untuk menyelamatkan perekonomian kita dari krisis ekonomi global. Tidak ada konspirasi jahat apapun di pihak negara, termasuk pemerintah. Gubernur BI Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani juga punya niat dan tujuan yang baik. Sesuai dengan kewenangan yang diberikan Undang-Undang, mereka mesti mengambil keputusan dan kebijakan cepat agar tidak terjadi krisis di bidang perbankan, seperti yang terjadi di tahun 1998 dulu. Semuanya sah. Saya sangat yakin, tak ada penyimpangan hukum, apalagi korupsi, yang dilakukan Pak Boediono dan Ibu Sri Mulyani. Pak Boediono, Ibu Sri Mulyani, Para mantan Menteri KIB dulu hampir semuanya masih ada. Bicaralah. Sampaikan kebenaran. Jangan takut.”
SBY juga membandingkan dengan penanganan kasus-kasus besar yang lain.
“Coba bandingkan apa yang dilakukan DPR RI dan penegak hukum terhadap Bank Century dengan kasus-kasus besar yang lain, misalnya kasus BLBI. Dugaan penyimpangan BLBI jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Bank Century. Namun, masyarakat menilai sepertinya kasus ini mengendap atau menghilang. Padahal, yang diinginkan rakyat adalah keadilan, termasuk keadilan dalam penegakan hukum.”
SBY juga mengatakan dirinya tak mau latah mengatakan bahwa dimunculkannya isu Bank Century ini sebuah pengalihan isu.
“Tak baik menuduh ini sebagai pengalihan isu. Namun, sebagian masyarakat memang mengatakan ketika ada penegakan hukum yang tengah dilakukan KPK, dan menyebut nama-nama tokoh besar beserta sejumlah partai politik, SBY dan Demokrat diserang lagi.”
SBY juga mengenang ketika Pilkada Jakarta 2017 berlangsung, dan dirinya dihajar bertubi-tubi lantaran dia berseberangan dengan pilihan penguasa.
“Yang saya alami sekarang ini sama dengan ketika Pilkada Jakarta 2017 lalu. Saya dihajar bertubi-tubi. Dari satu fitnah ke fitnah yang lain. Ketika saya datangi orang-orang penting di negeri ini untuk saya lakukan klarifikasi, semuanya menyangkal dan cuci tangan. Tapi, saya ini, bukan anak kecil.”
Menutup responsnya SBY mengatakan “Sampai sekarang masih saja ada yang menuduh SBY, Tim Sukses SBY dalam Pilpres 2009 dan Partai Demokrat, terima aliran dana yang besar dari Bank Century. Seratus persen itu fitnah. Yang memfitnah juga telah dijatuhi hukuman karena secara hukum tidak terbukti. Kenyataanya memang tidak ada aliran dana seperti itu.”
Tribun Riau- Tidak seperti yang banyak dituduhkan, justru Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghentikan sejenak pidatonya ketika sayup2 terdengar suara azan.
Hal tersebut diketahui dari video yang di-retweet oleh @lukmansaifuddin milik Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, Sabtu (15/9/2018).
Dalam retwwetnya, ia juga mengatakan bagaimana orang seperti itu (Jokowi, red) bisa dituduh membenci azan.
“Lha wong akhlaknya seperti itu saat mendengar suara azan, kok dituduh membenci azan?,” tulisnya meretwwet akun @kangdede78.
Lha wong akhlaknya seperti itu saat mendengar suara azan, kok dituduh membenci azan? https://t.co/qF4yQNNXHn
Tribun Riau- Bakal calon presiden (capres), Prabowo Subianto pada Kamis (13/9), bersilaturahim ke kediaman keluarga almarhum Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta.
Dilansir Republika, terjadi dialog antara Prabowo dan keluarga Gus Dur dalam pertemuan tersebut soal kondisi negara, demokrasi, dan dunia Islam.
“Kami tadi diskusi tentang demokrasi, kondisi negara dan juga Islam, kami saling bertanya dan saya menyatakan merasa nyaman dengan NU dan Islam yang moderat,” kata Prabowo seusai pertemuan.
Prabowo menjelaskan, dalam pertemuan yang berlangsung 1,5 jam lebih itu, dirinya mendapatkan pertanyaan apakah dirinya mendukung gerakan yang akan mengubah Pancasila dan mendukung sistem khilafah. Prabowo pun menegaskan, bahwa dirinya sebagai prajurit TNI, sumpahnya adalah membela Tanah Air berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dia menilai, propaganda yang menyebutkan dirinya pro terhadap sistem khilafah merupakan isu yang picik dan berbahaya. Karena, menurutnya, rakyat bisa terhasut dengan propaganda itu.
Prabowo mengatakan, dirinya ingin menegakkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, bukan Pancasila dan UUD 1945 dipakai sebagai mantra, tapi dijalankan. Prabowo yakin, jika Pancasila dan UUD 1945 dijalankan dengan benar maka ekonomi Indonesia akan kuat.
Prabowo menjelaskan, setelah keluar dari tentara, dirinya melanjutkan perjuangan dan pengabdian melalui partai politik. Partai Gerindra tempat dia bernaung pun memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) berasaskan Pancasila dan sumpah kader untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945.
“Jadi saya sudah berkali-kali mempertaruhkan nyawa untuk Pancasila dan NKRI, tidak mungkin saya akan keluar dari sistem Pancasila dan NKRI,” ujarnya, tegas.
Bakal capres yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu juga menegaskan, bahwa dirinya nyaman dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan kelompok Islam moderat yang berdiri di atas tradisi Indonesia. NU dan kalangan Islam moderat, juga dinilainya dan menghormati semua agama, ras, suku, dan budaya.
Prabowo mendapatkan hadiah dua buku dari keluarga Gus Dur, salah satunya terkait pemikiran Gus Dur. Dua buku itu berjudul “Menyoal Status Agama Pra Islam, kajian tafsir Alquran atas keabsahan agama Yahudi dan Nasrani setelah kedatangan Islam” karya Sa’dullah Affandy, dan buku Biografi Gus Dur karya Greg Barton.
“Satu adalah biografinya Gus Dur dalam bahasa Inggris. Abdurrachman Wahid, A Moslem Democrat, Indonesian President, A View From The Inside, kemudian yang satu adalah Menyoal Status Agama-Agama Pra Islam, jadi saya rasa di sini kajian tentang hubungan antara agama Yahudi, Nasrani, dan Islam,” ujar Prabowo.
Dia mengatakan terkait buku “Menyoal Status Agama-Agama Pra Islam”, terkait kajian tentang hubungan antara agama Yahudi, Nasrani dan Islam. Menurut dia, rakyat Indonesia harus menghindari tafsiran-tafsiran yang mengarah ke arah permusuhan, karena ternyata tidak ada permusuhan di Islam terhadap agama-agama lain.
Istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid berpesan agar Pemilu 2019 dijadikan ajang kerukunan bagi semua anak bangsa, bukan sebagai ajang saling hujat atau menjelek-jelekan dan mencaci maki sesama anak bangsa. Sinta menilai, tujuan pemilu adalah membangun NKRI dan merekatkan tali persaudaraan.
“Kalau ditanya pesan politik saya, ya itu pesannya,” ucapnya.
Selain itu, Sinta mengatakan keluarga Prabowo dengan keluarga Gus Dur sangat dekat dan kedekatan itu sudah terjalin sejak lama. Dia menceritakan, orang tua Prabowo sangat mengagumi sosok Wahid Hasyim sehingga memberi nama Hasyim kepada salah satu anaknya, yaitu adik Prabowo diberi nama Hasjim Djojohadikusumo.
Komentar Yenny Wahid
Seperti diketahui, silaturahim Prabowo ke keluarga almarhum Gus Dur salah satu tujuannya adalah untuk mengajak putri kedua Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid, bergabung ke koalisi Prabowo-Sandiaga. Seusai silaturahim, Yenny mengatakan, barisan kader Gus Dur akan menggelar Silaturahim Nasional setelah mengetahui visi dan misi pasangan capres-cawapres. Silaturahim itu untuk menentukan sikap kepada siapa dukungan akan diberikan.
“Di NU (Nahdlatul Ulama) itu sudah pasti ada beberapa mekanisme sebelum kita membuat keputusan. Kita dengarkan dulu seperti apa visi-misi dari para calon,” kata Yenny.
Masa kampanye akan dimulai pada 23 September 2018. Saat itu, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menyampaikan visi dan misi lima tahun ke depan kepada publik. Yenny tak menampik sebagian masyarakat NU ada yang mendukung Prabowo-Sandi dan sebagian lagi mendukung pejawat.
Yenny mengatakan, bahwa dia tak sendirian karena lapisan kader NU, khususnya Gusdurian, sangat banyak. Oleh karena itu, usai mendengarkan visi dan misi pasangan, pihaknya segera menggelar silaturahim nasional. Forum tersebut ditujukan untuk mendengarkan aspirasi dan pendapat dari para kader NU, termasuk Gusdurian.
“Lalu, keputusan akan kita keluarkan setelah pertemuan itu. Pertemuannya setelah tanggal 23 September,” ujarnya menjelaskan.
Visi dan misi merupakan janji dari calon pemimpin yang harus ditunaikan ketika terpilih. Hal itu menjadi pokok penting yang perlu didengar NU dan Gusdurian. Khusus Prabowo, kata Yenny, telah menyatakan dan meyakinkan keluarga Gus Dur untuk menjaga demokrasi berjalan dengan secara sehat.
Selain itu, kata Yenny, Prabowo telah menyatakan bahwa Islam patut menjadi inspirasi, tetapi tidak mesti dijalankan menjadi sebuah hukum di negara Indonesia. Meski demikian, bukan berarti komitmen Prabowo tersebut menjadi dasar bahwa Gusdurian akan mendukung sepenuhnya.
“Kita telaah lagi, dari situ mungkin insya Allah akan ditentukan,” kata Yenny.(red)
Pramuka Kwartir Tapung Serahkan 69 Juta dan 10 Kardus Pakaian Untuk Lombok
PEKANBARU, Tribun Riau- Penyerahan bantuan dari Gerakan Pramuka Tapung Peduli Bencana Lombok, Kamis (13/09/2018) di Aula Kwartir Daerah Riau. bantuan Bencana Lombok diterima langsung oleh Ketua Kwarda Riau H Azaly Johan SH didampingi Wakil Ketua Abdimas Gana Kwarda Riau Priyo Anggoro.
Dari Gerakan Pramuka Tapung, diserahkan oleh Mahbub SPd dengan total bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 69.071.000 (enam puluh sembilan juta tujuh puluh satu ribu rupiah), 10 (sepuluh) kardus pakaian layak pakai.
“Ini merupakan hasil pengalangan bantuan peduli bencana lombok yang dilaksanakan di Gugus Depan Pangkalan dan sekolah yang ada di wilayah kerja Kwaran Tapung, dari tingkat TK (taman kanak-kanak) sampai SMA sederajat,” ujar Mahbub.
Ditambahnya, penggalangan dana juga dilakukan di jalan hingga turun ke pasar-pasar se-wilayah kerja Pramuka Kwartir Tapung, yang dilakukan bersama Dewan Kerja Ranting Tapung serta anggota Saka.
Pantauan wartawan (13/09), bantuan Peduli Lombok diserahkan langsung oleh rombongan Mabiran, Pengurus, Andalan dan Staff Kwartir Ranting Tapung kepada pengurus Kwartir Daerah Riau dengan disambut penuh keharuan. Kemudian, usai penyerahan bantuan, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan bantuan dari Mahbub SPd selaku Ketua Unit Satgas Pramuka Peduli Tapung kepada Ketua Kwarda Riau, H Azaly Johan SH.
Pengurus Pramuka Kwaran Tapung melalui Mahbub SPd mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut bersumbangsih guna diperuntukkan kepada saudara-saudari se-tanah air di Lombok, NTB yang mengalami musibah bencana alam beberapa waktu lalu.
“Serta rasa bangga yang teramat sangat kepada seluruh Siaga, Penggalang, Penegak, Pembina dan Mabigus Kwartir Ranting Tapung yang telah berpartisipasi dalam kegiatan mengumpulkan sumbangan dalam jumlah yang terbilang fantastis untuk setingkat Kwartir Ranting,” imbuh Ketua Satgas Pramuka Tapung.
“Semoga apa yang telah kita berikan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Lombok dan pramuka tapung tetap peduli seperti bunyi Dasa Dharma ke 5, rela menolong dan Tabah, dan mengemban tugasnya dengan baik sebagai Pramuka Perekat NKRI, Salam Pramuka !!,” kata Mahbub SPd.
Hal senada juga dikatakan Ketua Kwarda Riau, H Azaly Johan SH, bahwa aksi satgas Pramuka untuk daerah Riau terus bergerak menggalang bantuan peduli Lombok dengan memaksimalkan gerakan. Sehingga, dapat membantu dan meringankan beban derita saudara di Lombok yang terkena musibah bencana alam gempa bumi beberapa waktu lalu.
“kita apresiasi kepada Gudep Kwartir dan Kwarcab dalam gerak tanggap cepat dalam penggalangan bantuan peduli Lombok.” ucap Azaly Johan.
Dilanjutnya, bahwa dana dan sumbangan dari Kwartir Tapung ini akan disalurkan pada tahap kedua oleh Satgas Pramuka Peduli Kwarda.
“Ini bukti bahwa Pramuka sangat perhatian, peduli, dan dipercaya masyarakat untuk menyalurkan bamtuan kepada saudara kita yang terkena musibah di manapun dan kapanpun itu. Baik dalam negeri maupun di luar negeri.” tutup Ketua Pramuka Kwarda Riau. (hbi)