Beranda blog Halaman 1159

DKPP Rohul Ajak Masyarakat Kembangkan Pangan di Lahan Pekarangan Rumah

Sekretaris DKPP Rohul Samsul Kamar, sosialisasi pengemanamgan tanaman pangan pekarangan rumah
Sekretaris DKPP Rohul Samsul Kamar, sosialisasi pengemanamgan tanaman pangan pekarangan rumah

ROKAN HULU, Tribun Riau- Dinas Ketahanan Pengan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kini terus mengajak masyarakat di 16 kecamatan agar bisa manfaatkan lahan pekarangan rumah, sebagai lokasi pengembangan pangan keluarga.

Kegiatan yang dilakukan DKPP Rohul, yakni dengan menggelar sosialisasi pengembangan pangan dengan sasaran kelompok masyarakat, baik dana yang bersumber dari APBD Rohul maupun bantuan APBN dari pemerintah pusat tahun anggaran 2018.

Dikatakan Kepala DKPP Kabupaten Rohul Ir. Sri Hardono MM melalui Sekretaris DKPP Rohul Samsul Kamar S.Hut, M.Si, bahwa kegiatan Sosialis‎asi Pemanfaatan Pekarangan Untuk Pengembangan Pangan bersumber dari APBD Rohul 2018 sudah dilakukan dengan sasaran kelompok tersebar di lima desa/ kelurahan.

Pada sosialisasi tahun ini, kata Samsul Kamar, sudah digelar di Kelurahan Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam, Desa Rambah Samo Barat Kecamatan Rambah Samo, Desa Rambah Baru Kecamatan Rambah, Desa Payung Sekaki Kecamatan Tambusai Utara, dan Desa Kepenuhan Raya Kecamatan Kepenuhan.

Lalu, selain kegiatan sosialisasi, DKPP Rohul juga menyerahkan masing-masing 50 bibit madu per kelompok, bibit cabe, jagung, sawi, dan bibit tanaman pangan lainnya. Kegiatan tersebut, juga intruksi dari Bupati Rohul, H Sukiman, sehingga diharapkan Bupati melalui DKPP Rohul nantinya masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman ketahan pangan bagi keluarganya.

Ungkap Samsul menambahkan, selain memberikan kebutuhan pokok, DKPP Rohul juga berikan pembinaan semacam bimbingan teknis (Bimtek) kepada kelompok, seperti tata cara bercocok tanam, beternak, menanam cabe, membuat pupuk kompos, dan lainnya.

“Tujuan kegiatan ini, untuk tingkatkan kapabilitas masyarakat. Berharap nantinya jika tidak ada lagi bantuan dari pemerintah, maka mereka bisa melaksanakan sendiri atau mandiri, tanpa bantuan lagi dari pemerintah,” harap Samsul.

“Kemudian, saat ini kita baru serahkan bibit jambu madu sebanyak 250 bibit jambu madu ke lima kelompok di lima desa maupun kelurahan,” tambah Samsul, yang pernah menjabat sebagai‎ Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa Setdakab Rohul.

Kemudian ditambahkan Samsul pula, terkait Sosialisasi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) bersumber dari APBN 2018, dilaksanakan DKPP Rohul di 10 desa masuk kategori stunting.

Dimana 10 desa kategori stunting yang menjadi sasaran program,‎ yakni Desa Suka Maju, Desa Menaming, Desa Teluk Aur, Desa Rambah Samo Barat, Desa Kepayang, Desa Kepenuhan Hilir, Desa Ulak Patian, Desa Tambusai Timur, Desa Bangun Purba Barat, dan Desa Marga Mulya.

“Bantuan ini dari APBN, upaya mengoptimalkan pekarangan rumah agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan harian masyarakat. Selain dibantu bibit sayur-sayuran, ada juga bibit buah-buahan, dan kolam terpal untuk peternakan ikan lele,” terang alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Samsul juga mengakui, dalam kegiatannya, kelompok masyarakat didampingi penyuluh sehingga tingkat keberhasilan tercapai dan tata cara menggunakan lahan pekarangan dengan baik untuk keseimbangan gizi keluarga.

Tanaman di pekarangan rumah juga tidak menggunakan pupuk kimia lagi. Kelompok masyarakat diajarkan cara membuat pestisida nabati sendiri, dengan memanfaatkan buah mengkudu yang sudah tua, bawang putih, kencur, jengkol maupun tembakau. (mad)

BPBD Rohul Gelar Sosialisasi dan Simulasi Evakuasi Korban Banjir

BPBD Rohul gelar simulasi penanganagan korban bencana banjir
BPBD Rohul gelar simulasi penanganagan korban bencana banjir

ROKAN HULU, Tribun Riau- Mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana banjir besar di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Rohul, Selasa (13/11/2018), gelar simulasi penangananan banjir ke warga.

Simulasi dimaksudkan, untuk memberikan edukasi kepada warga dalam menyikapi terjadinya musibah banjir. Sosialisasi dan Simulasi penanganan banjir, dilakukan di Shelter milik BPBD Rohul di tepian Sungai Batang Lubuh kawasan Pujasera, Kelurahan Pasir Pangaraian.

Kegiatan sosialisasi dan simulasi tersebut, diikuti puluhan relawan dari beberapa desa yang berstatus rawan banjir, seperti desa Pematang Berangan, Rambah Tengah Utara, dan Desa Babusalam.

Selain materi penanganan bencana banjir, dalam sosialisasi dan simulasi, para relawan juga diajarkan bagaiamana teknik mengoperasikan perahu karet yang nantinya digunakan untuk mengevakuasi warga. Selain itu, dalam simulasi relawan juga diajarkan bagaiamana cara melakukan penyelamatan, ketika ada korban hanhyut di sungai saat banjir.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Rohul, Jhon Feri mengatakan, kegiatan sosialisasi dan simulasi ini, merupakan antisipasi yang dilakukan BPBD Rohul, untuk mempersiapkan warga, siap menghadapi bencana banjir, yang bisa datang kapan saja.

“Apalagi curah hujan di hulu sungai dan di Rohul terjadi hingga tahun baru 2019 mendatang, kemudian diprediksi masih akan terus tinggi jadi kita berikan edukasi. Kemudian, melalui kegiatan agar masyarakat siap menghadapi bencana dan menjadi pepanjangan tangan BPBD Rohul paling tidak jelang petugas BPBD Rohul sampai di Lokasi bencana,” harapnya.

Tambah Jhon feri, BPBD Rohul memperkirakan, curah hujan masih akan tinggi hingga bulan Januari 2019 mendatang. Karena itu, BPBD Rohul hingga saat ini, belum mencabut status siaga banjir di seluruh wilayah kabupaten Rohul.

“Melalui simulasi ini, kita harapkan dapat mempercepat pertolongan korban banjir, sehingga menimalisir jatuhnya korban jiwa ketika musibah banjir terjadi,“ tegasnya. (mad)

Agenda Tahunan, Disos P3A Rohul Salurkan Bantuan Penyandang Disabilitas

ROKAN HULU, Tribun Riau- Melalui Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial (RPS) pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dosis P3A) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), setiap tahunnya salurkan bantuan bagi penyandang disabilitas usulan dari pemerintah desa.

Disebutkan Kepala Disos P3A Rohul, M.Ruslan.M.Si melalui Sekretarisnya April Liyadi SE.M.Si, Rabu (14/11/2018) menyatakan, pihaknya melalui APBD Rohul 2018 anggarkan bantuan kepada penyandang disablitas 4 unit kaki palsu, 15 unit alat bantu dengar, 10 unit kursi roda serta 8 unit tongkat penyangga.

“Kaki palsu sudah kita salurkan ke 4 penyandang disablitas, sedangkan bantuan alat bantu dengar, tongkat penyangga dan kursi roda menunggu pencairan dana. Keempat warga penerima bantuan kaki palsu, mereka langsung antar dan dampingi ke UPT tempat pembuatan kaki palsu di bawah Kementrian Sosial RI di Solo,” katanya.

“Penyandang disabilitas tersebut, selama 4 hari juga diberi pelatihan penggunaan kaki palsu, dan bantuan ini gratis baik pembuatan kaki palsu hingga ke pelatihan di Solo selama 4 hari. Termasuk kita datangkan langsung tim pengukur kaki palsu ke Rohul, dan semuanya dianggarkan melalui APBD Rohul 2018,” sebut April, di kantornya.

April juga menyatakan, kegiatan rutin setiap tahunnya disalurkan berdasarkan proposal dari desa. Seperti pendanaan bantuan kaki palsu, sudah dianggarkan satu paketnya mulai pengukuran, pembuatan kaki palsu hingga training atau dilatih menyesuaikan kaki ke penerima bantuan.

“Bantuan diberikan terbatas, karena kuota kita seperti bantuan kaki palsu tahun ini hanya bisa 4 orang. Termasuk kursi roda, alat bantu dengar dan tongkat Pegangan. Selain itu juga kita sebagai fasiltasi melaksanakan kegiatan untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kita bawa ODGJ ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) pekanbaru berkerjasama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul yang merupakan tenaga teknis. Sedangka Disos P3A Rohul hanya mengantarnya,” kata April.

Di tempat tepisah PPTK Disos P3A Rohul Barita Jaya Hasibuan, juga mengakui untuk kegiatan bantuan kaki palsu kepada 4 penerima sudah disalurkan. Dianggarkan untuk 1 unit kaki palsu karena sudah bekerjasama dengan UPT di bawah Kemensos RI yakni Rp8 juta. Sementara, bila kaki palsu yang dibeli secara pribadi di Pekanbaru bisa capai Rp15 juta per unitnya.

“Tiga item bantaun lagi, kursi roda, tongkat penyangga dan alat bantu dengar masih menunggu pencairan dana. Bantuan diberikan, sesuai proposal yang diusulkan dari desa ke kita, namun karena terbatasnya anggaran APBD Rohul maka belum seluruhnya kita bisa akomodir namun bertahap dan dilaksanakan setiap tahunnya,” ucap Barita.

Barita juga berpesan ke masyarakat Rohul, siapa saja bisa mengusulkan bantuan bagi penyandang disablitas melalui proposal yang disampaikan desa. Karena, setiap tahunnya dananya dianggarkan Disos P3A khusus bagi penyandang disabilitas. (mad)

Satpol PP-Damkar Rohul Amankan Ribuan Botol Bir

Bir yang diamankan Satpol ketika operasi miras di Tambusai dan Tambusai Utara
Bir yang diamankan Satpol ketika operasi miras di Tambusai dan Tambusai Utara

ROKAN HULU, Tribun Riau- Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menjelang akhir tahun 2018, gencar menggelar operasi penertiban minuman keras (miras) di 16 Kecamatan.

Operasi penertiban miras dilakukan satpol PP Rohul, sesuai instruksi Bupati Rohul,H. Sukiman, untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat) menjelang perayaan tahun baru 2019.

Setelah berhasil mengamankan miras di Ujung Batu beberapa waktu lalu, kini Satpol PP Damkar Rohul, Selasa (13/11/2018), kembali operasi miras di Kecamatan Tambusai dan Tambusai Utara, dilakukan sejak sore hingga malam hari yang melibatkan puluhan personel Satpol PP Damkar Rohul.

Kali ini, operasi miras di dua kecamatan personel Satpol PP Damkar Rohul, berhasil menyita 1000 botol bir lebih, dari sejumlah toko di 2 kecamatan tersebut.

Operasi penertiban minuman keras ini yang dilakukan Satpol PP Damkar Rohul, dapat apresiasi dari Camat Tambusai Utara Mastur. Menurutnya, masyarakat Tambusai Utara memang sudah sangat resah terhadap peredaran miras di daerah yang menjadi jalur lintas antara Rohul dengan kabupaten tetangga.

“Karena peredaran miras di Tambusai Utara sudah sangat meresahkan warga, apalagi jual beli miras menyebabkan berkembangnya tempat warung remang-remang di wilayah Tambusai Utara. Warung remang-remang tersebut, juga kerap dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba dan maksiat,” sebut Mastur.

Sebagai tindak lanjut dari operasi penertiban itu kata Mastur, pihaknya akan membetuk tim pengawasan kecamatan guna memamatau peredaran miras di wilayah kecamatan Tambusai Utara.

Kasi Trantibun dan Pengamanan Satpol PP Damkar Rohul Eko Karya Pramono mengatakan, bahwa operasi penertiban minuman beralkohol atau miras, akan dilakukan hingga akhir tahun 2018, di seluruh kecamatan se Rohul. Operasi tersebut dilakukan, untuk menjamin tidak adanya pesta miras saat perayaan pergantian tahun baru 2019.

“Kita pastikan tidak ada pilih kasih dalam penertiban miras ini, hingga akhir tahun nanti seluruh kecamatan di Rohul akan kita sisir, dengan harapan tidak adalahi pesta miras saat perayaan tahun baru,” tegasnya.

Terkait minuman beralkohol jenis bir yang diamankan petugas Satpol PP Damkar Rohul, Eko mengaku, sesuai perintah pimpinan seluruh barang bukti yang sudah diamankan akan disidangkan di Pengadilan Negeri dalam kasus pelanggaran Perda nomor 1 tahun 2009, tentang pelarangan dan penertiban penyakit masyarakat (Pekat).

“Bila nantinya Pengadilan Negeri memutuskan untuk dimusnahkan, maka miras yang kita sita dan amankan akan dimusnahkan,” tegasnya. (mad)

Dua Pelaku Diduga Sindikat Pencuri Pakaian Antar Provinsi Ditangkap Warga

Dua Pelaku Diduga Sindikat Pencuri Pakaian Antar Provinsi Ditangkap Warga
Dua Pelaku Diduga Sindikat Pencuri Pakaian Antar Provinsi Ditangkap Warga

ROKAN HULU, Tribun Riau- Seorang pria EP alias Pr (30) dan teman wanitanya AL (43) warga asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut), diduga komplotan sindikat pencuri pakaian antar Provinsi, ditangkap warga setelah kepergok mencuri pakaian di Toko Bandung Fashion Desa Babussalam, Kecamatan Rambah.

Awalnya sesuai laporan pemilik toko Bandung Fashion Wella Novyana ke kepolisian, pada Jumat (26/11/2018) sekitar pukul 15.13 Wib, EP alias Pr warga Dusun XIV KR Nongko I Bandar Klippa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumut dan rekannya AL warga Jalan Asrama Widuri Blok Utop No 54 Medan, Sumut serta dua rekan lainnya turun dari mobil Toyota Avanza, lalu belanja ke Toko Bandung Fashion, sedangkan seorang lain berada dalam mobil.

Keempatnya saat itu, dua wanita dan dua lelaki masuk ke toko untuk mencari baju dan celana. Kemudian, pelangan lelaki memilih baju dan celana yang tidak biasa dibeli pelanggan. Kemudian, sekitar sejam di toko dan membeli baju dan celana seharga kurang lebih sekitar Rp100.000.

“Karena pemilik dan karyawan toko curiga terhadap keempat pelanggannya, saat itu pelapor (Wella Novyana) dan karywannya Isma, mengecek rekaman CCTV. Di rekaman CCTV terlihat pelanggan perempuan mencuri pakaian berupa baju dan celana, lalu karyawan tersebut lakukan pendataan akurat,” ujarnya.

“Ternyata, celana panjang 14 potong, celana pendek 11 potong, baju kaos 35 potong, kemeja 8 potong dan baju koko 13 potong sudah hilang di tempat pajangan toko,” kata Kapolres Rohul AKBP M.Hasyim Risahondua, melalui Paur Humas Polres Rokan Hulu Ipda Nanang Pujiono,SH, Rabu (14/11/2018)

Saat itu, setelah adanya informasi diduga adanya pencurian pakaian di Toko Bandung Fashion oleh 4 pelaku yang berpura pura membeli pakaian, lalu disampaikan ke warga. Kemudian, warga berhasil mengamankan dua pelaku pencuri pakaian, EP dan AL. Sedangkan tiga rekan mereka berhasil kabur dengan mobil Avanza.

Sejumlah warga mengaku, pelaku sempat diamankan di rumah warga, dan kala itu masyarakat banyak berbondong ingin melihat pelaku pencurian. Kemudian, warga melaporkannya ke Polres Rohul. Mendapat informasi, Kanit Reskrim dan anggotanya langsung mendatangi Toko Bandung Fashion kemudian langsung mengamankan 2 pelaku.

“Setelah diamankan terhadap kedua pelaku, lalu dilakukan introgasi. Hasil introgasi kedua Pelaku mengakui perbuatannya, dan sudah mencuri pakaian di Toko Bandung Fashion 6 kali bersama 3 temannya yang berhasil melarikan diri,” katanya.

“Ketiga pelaku yang berhasil melarikan diri dan jadi DPO yakni, SA, Iw dan An. Setelah mendengar pengakuan dari kedua pelaku, keduanya langsung dibawa kepolsek Rambah untuk diproses sesuai dengan hukum yg berlaku,” tambah Nanang.

Dari barang bukti yang diamankan sebut Nanang, Kepolisian hanya berhasil mengamankan 1 helai baju warna putih merk Country Pasta. Sedangkan pakaian hasil jarahan lainnya, berhasil dibawa kabur tiga pelaku lainnya.

Akibat kejadian itu, pemilik toko (korban) mengalami kerugian sekitar Rp11 juta lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rambah, guna penyelidikan lebih lanjut. (mad)

Ops Muara Takus 2018 di Rohil, Satlantas Polres Rohil Tilang 1.020 Pengendara

ROKAN HILIR, Tribun Riau- Kasatlantas Polres Rokan Hilir Akp.Jusli SH beserta jajaran Satlantas Polres Rohil menilang pengendara sebanyak 1.020 Pengendara sejak tanggal 30 Oktober hingga tanggal 12 November dalam Operasi Zebra Muara Takus Tahun 2018, Selasa (14/11/2018).

Kasatlantas Polres Rokan Hilir Akp.Jusli SH saat dikonfirmasi mengatakan, Operasi Zebra Muara Takus Tahun 2018 dilaksanakan di seluruh wilayah Polres Rohil, dengan system Statsioner maupun Hunting, mengedepankan kegiatan penegakan hukum disertai kegiatan premtif dan preventif secara selektif prioritas.

“Untuk mewujudkan kamseltibcarlantas serta meningkatkan ketertiban dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, dalam upaya menurunkan kecelakaan fatalitas dan lakalantas serta kemacetan lalulintas,” terang Akp.Jusli SH.

“Adapun jumlah gakkum e-tilang selama Ops Zebra Muara Takus Tahun 2018 yaitu sebanyak 1.020, yaitu sepeda motor sebanyak 832 kendaraan, mobil pribadi sebanyak 67 kendaraan, Bus sebanyak 2 kendaraan, Pick Up sebanyak 33 kendaraan, penumpang umum sebanyak 14 kendaraan, Truck sebanyak 68 kendaraan, Tronton sebanyak 4 kendaraan,” terang Akp Jusli SH.

Ditambahkannya, untuk jenis-jenis pelanggaran selama Operasi Zebra Muara Takus Tahun 2018 ini yaitu, pelanggaran Helm sebanyak 328 pelanggaran, melawan arus sebanyak 71 pelanggaran, berkendara dibawah umur sebanyak 102 pelanggaran, menggunakan Hp saat berkendara sebanyak 25 pelanggaran, melebihi batas kecepatan sebanyak 12 pelanggaran, tidak pakai safety belt sebanyak 36 pelanggaran, surat-sirat Tnkb, Spion dan kelengkapan lainnya sebanyak 446 pelanggaran.

Akp Jusli SH berpesan kepada semua masyarakat khususnya masyarakat Rokan Hilir, baik pengendara roda Dua maupun roda Empat, untuk tetap mengutamakan keselamatan dari pada kecepatan. “Kalau bukan kita yang mengupayakan tertib berlalu lintas, siapa lagi,” ujarnya.

“Harapan saya, walaupun Operasi Zebra Muara Takus Tahun 2018 telah selesai, namun kita berharap kepada semua pengendara, khususnya semua masyarakat Rokan Hilir, agar tetap menjaga tata tertib dan kepatuhan dalam berkendara, tidak hanya sampai di Operasi ini saja, tetapi dalam menyongsong Operasi Lilin dan Operasi Natal yang akan datang,” harap Akp.Jusli SH. (toni)

KPUD Rohul Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPTHP 1 dan Penetapan DPTHP 2

ROKAN HULU, Tribun Riau- Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD) kabupaten Rokan Hulu (Rohul), gelar‎ rapat peleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP 1) dan penetapan DPTHP 2.

Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP 1) dan penetapan DPTHP 2, ini dilaksanakan di hotel Sapadia, Senin (12/11/2018), dihadiri Kepala kesbang Pol Musri, Kepala Disdukcapil, Syaiful Bahri, ketua Bawaslu Rohul, Pajrul Islami, Pabung Rohul, mayor Inf. R. Jhon, perwakilan polres Rohul, dan perwakilan 16 Partai politik (Parpol), dan tamu undangan lainnya.

Rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP 1) dan penetapan DPTHP 2, dipimpin Ketua KPUD Rohul, Fahrizal didampingi Komisioner KPUD Rohul, Sri Wahyudi, elfendri, ‎Novrizer, dan Fitri IS.

‎Dalam rapat tersebut, ditetapkan ketua KPUD Rohul, Fahrizal, bahwa Jumlah DPT hasil perbaiakan DPTHP 2, berjumlah 314903 dengan jumlah DPT laki-laki 159563 dan DPT perempuan sebanyak 155340. Rapat pleno, dihadiri sejumlah Partai politik, namun perwkilan dari Partai Nasdem, PBB dan PKPI tidak hadir dalam rapat tersebut. (mad)

Pelaku Curanmor di Rambah Ditangkap Polisi di Tambusai‎, 3 DPO

Pelaku Curanmor Vixion di Rambah Ditangkap Polisi Rohul di Tambusai
Pelaku Curanmor Vixion di Rambah Ditangkap Polisi Rohul di Tambusai

ROKAN HULU, Tribun Riau- Pria berinisial RG alias AM (23) warga Dusun Hubugoti Desa Mondang Kumango, Kecamatan Tambusai, ditangkap anggota Satuan Reskrim Polres Rokan Hulu (Rohul).

Pria berprofesi sebagai petani, ditangkap anggota Satuan Reskrim Polres Rohul, Sabtu (10/11/2018) sekitar pukul 20.00 Wib, atas tuduhan sebagai pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor (Curanmor). Sementara tiga rekannya, berinisial As, Mu, dan Re ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang alias DPO.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/ 73/ VIII/ 2018/ Riau/ Res Rohul/Sek Rambah tanggal 08 Agustus 2018, RG diduga curi Yamaha Vixion milik pelapor Rikardo Sitohang (33) yang tengah dipanaskan di depan rumahnya, di Kilometer Batang Samo Hilir RT 01/ RW 03 Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah pada Rabu (8/11/2018) sekitar pukul 10.00 Wib.

Diakui ‎Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono, selain menangkap terlapor RG alias AM, Tim Opsnal Satuan Reskrim juga menyita barang bukti Yamaha Vixion warna merah hitam tanpa nomor polisi.

RG ditangkap setelah polisi menerima laporan, ada seorang pria yang menawarkan motor Yamaha Vixion tanpa dokumen di Desa Mondang Kumango Kecamatan Tambusai.

Setelah dilaporkan ke pimpinan, Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto langsung memerintahkan Tim Opsnal turun ke TKP memastikan kebenaran informasi. Ketika sampai di TKP, Tim Opsnal berhasil amankan RG. Hasil interogasi, terlapor mengakui pernah curi sepeda motor Yamaha Vixion merah hitam BM 2294 UU milik pelapor Rikardo Sihotang bersama temannya inisial As kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pelaku bersama rekannya berinisial Mu kini DPO, RG juga pernah mencuri sepeda motor Yamaha Vixion warna putih biru pada Juli 2018 silam, di Tandikat Kecamatan Rokan IV Koto, dimana perkara ini masih proses pengembangan.

“Kemudian, bersama teman lainnya berinisial Re yang kini DPO, terlapor RG alias AM juga pernah melakukan pencurian sepeda motor Honda Supra dan Honda Revo di Murini Tambusai (pengembangan),” pungkas Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono. (mad)

Operasi Zebra Muara Takus 2018 di Rohul, Pelanggaran Meningkat 14,35 Persen

Anggota Salantas Polres Rohul, ikut gelar Operasi Zebra Muara Takus 2018 terakhir, di depan Polres Rohul, Tahun ini, yang ditilang hasil operasi Zebra meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu.
Anggota Salantas Polres Rohul, ikut gelar Operasi Zebra Muara Takus 2018 terakhir, di depan Polres Rohul, Tahun ini, yang ditilang hasil operasi Zebra meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu.

ROKAN HULU, Tribun Riau- Usai digelarnya Oprasi (Ops) Zebra Muara Takus 2018 dari 30 Oktober sampai dengan 12 November 2018, jumlah pelanggaran yang dilakukan tilang meningkat 14,35 persen dibanding 2017 lalu.

Diakui Kapolres Rohul, AKBP M. Hasyim Risahondua melalui Kasat Lantas Polres Rohul, AKP Irnanda Oktora menyatakan, pelanggaran di Ops Zebra ‎tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan dengan Ops Zebra 2017.

Ditambahkannya, pelanggaran yang dilakukan tilang sebanyak 765 di 2018, sementara di 2017 ada 669 tilang sehingga di 2018 ada kenaikan 14, 35 persen jumlah tilang, untuk teguran ada 434 di 2018 dan di tahun 2017 hanya 68 teguran.

“Dilihat dari data Ops zebra 2018, pelanggaran ‎meningkat. Sehingga kesadaran masyarakat berlalu lintas masih bisa dibilang rendah,” sebut Kasat Lantas AKP Irnanda Oktora, Selasa (13/11/2018).

AKP Irnanda juga mengaku, untuk jenis pelanggaran lalu lintas masih didominasi oleh sepeda motor, dengan jumlah pelanggan 526 pelanggaran. Pelanggarannya antara lain, tidak menggunakan helm sebanyak, 314 ‎, melawan arus ada 5 kasus, anak di bawah umur 39 dan menggunakan hp ada 2 kasus.

Sedangkan untuk pelanggaran lalu lintas yang melibatkan kendaraan mobil jelas Kasat Lantas, ‎239 dengan rincian mobil penumpang sebanayak 119 dan mobil barang 120.

“Dimana profesi pelanggaran masih didominasi oleh karyawan yakni capai 328 kasus, sedangkan PNS ada 33 pelanggaran, pelajar/mahasiswa 201 kemudian pengemudi berjumlah 78 pelanggaran,” ungkapnya.

Jelasnya lagi, untuk usia pelanggar masih didominasi usia 16 hingga 20 tahun dengan jumlah pelanggar ‎sebanyak 219, selanjutnya usia 21 hingga 25 berjumlah 209, sedangkan umur 0 hingga 15 tahun ada 63 pelanggar.

Kemudian, dengan adanya peningkatan pelanggaran, tentunya ini menjadi PR baginya kedepan untuk melakukan langkah Preventif kepada masyarakat, dan menanamkan rasa untuk terus taat terhadap peraturan lalu lintas jika berkendaraan.

Dimana, langkah Preventif yang telah dilakukan pihaknya, yakni mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman dalam berkendara, selanjutnya memasang himbauan-himbuan di spanduk.

“Kita juga sudah canangkan desa Babaussalam Kecamatan Rambah, sebagai desa taat lalu lintas, agar masyarakat termotivasi untuk mematuhi lalu lintas,” ucapnya.

AKP Irnanda juga mengakui, pihaknya tidak bangga melihat peningkatan tilang pada Ops Zebra 2018, dirinya lebih bangga jika pelanggaran itu sedikit ditemui, hal itu menandakan bahwa kesadaran masyarakat masih rendah.

“Berharap, kesadaran masyarakat bisa meningkat untuk mematuhi lalu lintas, sehingga dampak yang ditimbulkan bisa berkurang akibat kesadaran masyarakat meningkat,” ucapnya. (Mad)

Jelang Akreditasi, Kars Lakukan Survey Simulasi di RSUD Rohul

Tim Kars, disambut Sekda Rohul Abdul Haris serta kepala OPD di Pemkab Rohul, yang akan survey simulasi dalam rangka Akreditasi RSUD Rohul, sebagai salah satu bagian menentukan kesiapan RSUD Rohul dalam mendapatkan predikat akreditasi seperti yang diwajibkan pemerintah pusat.
Tim Kars, disambut Sekda Rohul Abdul Haris serta kepala OPD di Pemkab Rohul, yang akan survey simulasi dalam rangka Akreditasi RSUD Rohul, sebagai salah satu bagian menentukan kesiapan RSUD Rohul dalam mendapatkan predikat akreditasi seperti yang diwajibkan pemerintah pusat.

ROKAN HULU, Tribun Riau- Tim Komite Akreditasi Rumah Sakit (kars), akan survey simulasi dalam rangka Akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu (Rohul), sebagai salah satu bagian menentukan kesiapan RSUD Rohul dalam mendapatkan predikat akreditasi seperti yang diwajibkan pemerintah pusat.

Tim Komite Akreditasi Rumah Sakit tiba di Rohul, disambut Sekda Rohul, H.Abdul Haris Lubis.S.Sos,M.Si beserta para Kepala dinas badan dan kantor, serta direktur RSUD, di Hotel Sapadia Pasir Pangaraian, Pelaksanaan Survey Akreditasi sendiri rencananya akan dilakukan dari tanggal 13 November hingga 16 November 2018.

Di kegiatan jamuan tersebut, Sekda mempaparkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Rohil dalam mendorong tercapainya Akreditasi RSUD Rohul. Kemudian jelas Sekda, terkait akreditasi, RSUD Rohul diharapkan mampu memenuhi standar layanan terbaik secara berkisinambungan, bukan hanya pada saat dilaksanakanya Akreditasi saja.

Diakui Sekda, Pemkab Rohul jauh-jauh hari sudah memberikan supoort, baik dari sisi anggaran APBD, APBD Provinsi dan pusat, serta dana Blud RSUD sendiri.

“Terpenting saat ini, dalam mencapai Akreditasi RSUD adalah adanya komitmen bersama, dari seluruh Sthekholder untuk menjadikan RSUD Rohul sebagai rumah sakit paripurna dan rumah sakit pendidikan,” kata Sekda Abdul Haris.

Sementara itu, dikatakan ketua tim Kars RSUD Rohul dr. Nugroho Tjandra Wibisiono, mengatakan, pelaksanan simulasi survey adalah pra akreditasi, dalam survey simulasi ini nantinya akan dilihat siap tidaknya rumah sakit dalam dijalankan regulasi.

Kemudian, selain menilai kesiapan tim kars juga akan berikan rekomendasi kepada rumah sakit, tentang hal hal yang harus diperbaiki jelang Akreditasi dilakukan.

dr. Nugroho Tjandra Wibisiono yang menjadi Ketua tim Kars RSUD Rohul mengakui, sesuai peraturan Mentri Kesehatan No 34 tahun 2017, pada tahun 2018 ini, Pemerintah pusat, mewajibkan seluruh rumah sakit di Indonesia untuk sudah terAkreditasi.

“Hal itu bertujuan untuk memastikan seluruh rumah sakit, telah menerapkan standar standar pelayanan kesehatan yang bermutu,” sebut Nugroho. (mad)

Terbaru

Populer