DKPP Rohul Ajak Masyarakat Kembangkan Pangan di Lahan Pekarangan Rumah

Sekretaris DKPP Rohul Samsul Kamar, sosialisasi pengemanamgan tanaman pangan pekarangan rumah
Sekretaris DKPP Rohul Samsul Kamar, sosialisasi pengemanamgan tanaman pangan pekarangan rumah

ROKAN HULU, Tribun Riau- Dinas Ketahanan Pengan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kini terus mengajak masyarakat di 16 kecamatan agar bisa manfaatkan lahan pekarangan rumah, sebagai lokasi pengembangan pangan keluarga.

Kegiatan yang dilakukan DKPP Rohul, yakni dengan menggelar sosialisasi pengembangan pangan dengan sasaran kelompok masyarakat, baik dana yang bersumber dari APBD Rohul maupun bantuan APBN dari pemerintah pusat tahun anggaran 2018.

Dikatakan Kepala DKPP Kabupaten Rohul Ir. Sri Hardono MM melalui Sekretaris DKPP Rohul Samsul Kamar S.Hut, M.Si, bahwa kegiatan Sosialis‎asi Pemanfaatan Pekarangan Untuk Pengembangan Pangan bersumber dari APBD Rohul 2018 sudah dilakukan dengan sasaran kelompok tersebar di lima desa/ kelurahan.

Pada sosialisasi tahun ini, kata Samsul Kamar, sudah digelar di Kelurahan Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam, Desa Rambah Samo Barat Kecamatan Rambah Samo, Desa Rambah Baru Kecamatan Rambah, Desa Payung Sekaki Kecamatan Tambusai Utara, dan Desa Kepenuhan Raya Kecamatan Kepenuhan.

Lalu, selain kegiatan sosialisasi, DKPP Rohul juga menyerahkan masing-masing 50 bibit madu per kelompok, bibit cabe, jagung, sawi, dan bibit tanaman pangan lainnya. Kegiatan tersebut, juga intruksi dari Bupati Rohul, H Sukiman, sehingga diharapkan Bupati melalui DKPP Rohul nantinya masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman ketahan pangan bagi keluarganya.

Ungkap Samsul menambahkan, selain memberikan kebutuhan pokok, DKPP Rohul juga berikan pembinaan semacam bimbingan teknis (Bimtek) kepada kelompok, seperti tata cara bercocok tanam, beternak, menanam cabe, membuat pupuk kompos, dan lainnya.

“Tujuan kegiatan ini, untuk tingkatkan kapabilitas masyarakat. Berharap nantinya jika tidak ada lagi bantuan dari pemerintah, maka mereka bisa melaksanakan sendiri atau mandiri, tanpa bantuan lagi dari pemerintah,” harap Samsul.

“Kemudian, saat ini kita baru serahkan bibit jambu madu sebanyak 250 bibit jambu madu ke lima kelompok di lima desa maupun kelurahan,” tambah Samsul, yang pernah menjabat sebagai‎ Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa Setdakab Rohul.

Kemudian ditambahkan Samsul pula, terkait Sosialisasi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) bersumber dari APBN 2018, dilaksanakan DKPP Rohul di 10 desa masuk kategori stunting.

Dimana 10 desa kategori stunting yang menjadi sasaran program,‎ yakni Desa Suka Maju, Desa Menaming, Desa Teluk Aur, Desa Rambah Samo Barat, Desa Kepayang, Desa Kepenuhan Hilir, Desa Ulak Patian, Desa Tambusai Timur, Desa Bangun Purba Barat, dan Desa Marga Mulya.

“Bantuan ini dari APBN, upaya mengoptimalkan pekarangan rumah agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan harian masyarakat. Selain dibantu bibit sayur-sayuran, ada juga bibit buah-buahan, dan kolam terpal untuk peternakan ikan lele,” terang alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Samsul juga mengakui, dalam kegiatannya, kelompok masyarakat didampingi penyuluh sehingga tingkat keberhasilan tercapai dan tata cara menggunakan lahan pekarangan dengan baik untuk keseimbangan gizi keluarga.

Tanaman di pekarangan rumah juga tidak menggunakan pupuk kimia lagi. Kelompok masyarakat diajarkan cara membuat pestisida nabati sendiri, dengan memanfaatkan buah mengkudu yang sudah tua, bawang putih, kencur, jengkol maupun tembakau. (mad)