Beranda blog Halaman 1141

Pertemuan Jokowi dan Freeport, Begini Cerita Sudirman Said

JAKARTA, Tribunriau – Eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menceritakan kronologi saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Jim Moffett pada 6 Oktober 2015 silam. Saat itu, Jim Moffett masih menjabat sebagai Executive Chairman Freeport McMoran, induk PT Freeport Indonesia (PTFI).

Sudirman Said yang mengaku menjadi saksi dalam pertemuan ‘rahasia’ itu mengatakan dipanggil Jokowi ke Istana Presiden pada 6 Oktober 2015 sekitar pukul 08.30 pagi. Saat itu, dia mengaku kaget bila di ruang kerja Jokowi telah ada Jim Moffett.

“Saya dipanggil pagi-pagi, seperti biasa diminta ajudan datang ke Istana kemudian saya datang jam 08.30 pagi dan diminta ketemu. Akhirnya saya dibawa ke ruang kerja,” kata Sudirman dalam blak-blakan bersama detikFinance, Jakarta, akhir pekan lalu.

“Saya ingat pada waktu itu sebetulnya Freeport sedang dalam keadaan apa Saya sebut cemas kali ya atau bertanya-tanya, ini pemerintah mau ngambil keputusan kapan. Dan saya sangat menjaga untuk tidak bertemu langsung karena biarkan struktur saya bekerja. Maka itu ketika tanggal 6 saya diundang kemudian masuk ke ruangan ada Freeport itu, saya betul-betul kaget,” sambungnya.

Saat itu, Sudirman mengatakan bahwa seorang staf Istana mengatakan padanya bahwa pertemuan Presiden Jokowi dengan petinggi Freeport itu ‘tidak ada’. Sudirman sendiri mengaku tak jelas maksud dari pertemuan ‘tidak ada’ tersebut.

“Nah itu yang menjadi di heboh sekarang itu kan, saya menjelaskan ya memang ada yang menyampaikan ‘Pak Menteri pertemuannya tidak ada’ begitu. Dan saya tidak pernah menyebut pertemuan rahasia ya. Presiden boleh memanggil siapa saja, kapan saja,” ujarnya.

Sudirman sendiri mengaku tak lama berada di ruangan Jokowi, hanya 10 menit. Kemudian, kata Sudirman, dirinya diminta membuat sebuah surat oleh Jokowi. Setelah itu Sudirman pergi bersama Jim Moffett untuk membahas surat yang diminta oleh Jokowi.

“Tapi kemudian saya diberitahu ini sudah bicara dan minta tolong dibuatkan surat seperti yang dibutuhkan dia dan silakan dibicarakan suratnya. Nggak sampai 10 menit. Jadi saya lebih menerima instruksi untuk menyiapkan surat saja, tidak ada diskusi, tidak ada dialog, dan sesudah itu saya bersama Pak Moffett duduk hampir seharian di satu tempat untuk menegosiasikan draft itu,” cerita Sudirman.

Sudirman mengatakan, surat yang diminta oleh Jokowi itu berisikan tentang keberlangsungan investasi Freeport di Indonesia. Namun dalam surat itu tidak ada satu kalimat pun yang menyatakan bahwa kontrak Freeport di Indonesia diperpanjang.

Saat membahas surat tersebut, Sudirman Said mengaku ditemani oleh staf ahli. Sementara Jim Moffett ditemani pengacaranya.

“Dan dengan itu maka saya menyusun satu konsep yang oleh banyak pihak sebenarnya normatif saja, misalnya kata-kata, barangkali nanti bisa dicari di internet juga, bahwa Indonesia menjamin kelangsungan investasi, karena investasi dibutuhkan. Itu kan statement yang normatif,” katanya.

“Kedua, kita sedang menata regulasi di bidang Minerba. Dan itu bukan hal yang salah karena memang waktu itu kita sedang menata regulasi. Ada rencana perbaikan PP, ada rencana revisi UU Minerba, segala macam. Kemudian poin ketiga kurang lebih, sambil menunggu ini silakan bersiap-siap melanjutkan rencana investasi,” sambung dia.

Setelah membuat surat tersebut bersama Jim Moffett, pada hari yang sama Sudirman kembali menemui Jokowi.

“Surat itu yang disebut normatif itu sorenya saya tunjukkan ke Pak Presiden kan. Kalau nggak salah tanggal 6 juga. Karena suratnya kan besoknya. Nah, ini sebetulnya cerita ini sudah pernah diungkapkan berbagai media pada waktu itu. Jadi tidak ada yang kurang tidak ada yang lebih, itu lah kejadiannya,” ujarnya.

“Jadi setelah selesai, draft itu dikirim ke Amerika segala macam untuk direview, dan mereka terjemahkan dalam bahasa Inggris. Jadi ketika saya berangkat ke, bahkan sebelum saya berangkat ke presiden, saya kembali ke kantor untuk meminta pandangan dari biro hukum, dari Sekjen, mereka mengatakan semuanya aman, nggak ada masalah. Baru saya ketemu presiden sorenya,” tutur Sudirman Said. (detik/red)

2 Pengedar Shabu Ditangkap Polisi di Pondok dalam Areal Kebun Sawit

 

KAMPA -(TR8BUNRIAU.COM) Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar amankan dua pelaku narkoba di wilayah Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa, pada Minggu siang (24/2/2019) sekira pukul 13.30 Wib.

Kedua tersangka kasus penyalahgunaan narkotika yang diamankan Aparat Kepolisian ini adalah HZ alias G (Lk 34) dan DG alias D (Lk 32), keduanya warga Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar.

Bersama pelaku turut diamankan barang bukti 27 paket narkotika jenis shabu dengan berat 8,25 gram, 2 unit Hp dan uang tunai sebesar Rp 279 ribu.

Pengungkapan kasus ini berawal pada Minggu siang (24/2/2019) sekira pukul 13.30 Wib, saat itu Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar mendapat informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi transaksi Narkotika di sebuah pondok diareal Kebun Sawit wilayah Dusun Perambahan Desa Koto Perambanan Kecamatan Kampa.

Menindaklanjuti informasi tersebut Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar dipimpin Kasat Narkoba Iptu Asdisyah Mursid SH langsung mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan penyelidikan.

Tim yang dipimpin Kasat Narkoba ini mendatangi lokasi dengan cara mengendap disemak-semak, tepat
disebuah pondok yang berada ditengah kebun sawit terlihat oleh petugas dua orang yang dicurigai sebagai pelaku.

Selanjutnya Anggota Polisi ini mengepung lokasi untuk menangkap pelaku, saat melihat kedatangan petugas kedua pelaku berupaya melarikan diri dengan berpencar sehingga terjadi kejar-kejaran dengan petugas.

Akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan, namun sebelum ditangkap terlihat salahsatu pelaku membuang sesuatu, selanjutnya didampingi aparat desa setempat dilakukan penyisiran disekitar TKP.

Petugas berhasil menemukan barang yang dibuang tersangka ini yang setelah dicek ternyata 27 paket shabu yang dibungkus plastik bening, selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH melalui Kasat Narkoba Iptu Asdisyah Mursid SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Asdi bahwa kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelasnya.(haim)

Jokowi: Kita Tidak Ingin Bergantung Terus Pada Energi Fosil

CILACAP, Tribunriau- Sumber energi fosil batubara dan minyak sangat melimpah di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya ke Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2/2019) untuk meresmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1 x 660 Mega Watt mengatakan jika tidak ingin terus bergantung pada energi fosil.

“Kita juga tidak ingin terus bergantung pada energi fosil, kita juga sudah memulai setahun yang lalu yang namanya pembangkit listrik tenaga bayu dan energi listrik tenaga air, sudah kita mulai di Sidrap Sulawesi Selatan, Geneponto, dan ini akan kita buat di tempat tempat lain yang anginnya besar,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa Tengah Ekspansi 1 x 660 Mega Watt di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Cilacap.

Dia menjelaskan pemerintah sangat menghargai adanya pembangkit listrik tenaga uap yang ada di Cilacap. Meskipun demikian pihaknya akan terus mengembangkan potensi sumber energi lain untuk menambah kapasitas energi listrik di Indonesia.

“Kita juga tidak ingin bergantung terus terhadap energi fosil dan saya akan menghargai pembangkit listrik tenaga uap yang ada di Cilacap ini. besar ini, 660 MW, sehingga menambah suplai yang cukup besar terutama yang ada di Jawa baik itu untuk industri maupun kekurangan yang ada di rumah tangga, masih ada kekurangan 1000mw yang akan diselesaikan akhir tahun ini,” jelasnya.

Selain energi listrik tenaga angin, di Indonesia juga terdapat banyak sungai sungai yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi pembangkit-pembangkit baru. Ke depannya diharapkan dapat mengganti energi listrik dari sumber batubara.

“Kita juga ingin mengembangkan tenaga listrik tenaga air karena Indonesia memiliki sungai yang sangat banyak sekali maka perlu kita manfaatkan agar kita tidak bergantungan kepada batu bara,” jelasnya. (detik)

Pidato Jokowi di Sentul, Begini Tanggapan RR

JAKARTA, Tribunriau – Ekonom senior Rizal Ramli mengkritik tajam pidato Presiden sekaligus Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) kemarin di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).

Ekonom senior itu menyebut pidato Jokowi kurang jujur karena tidak mau mengakui kegagalannya dan hanya mengklaim sejumlah prestasi yang telah dicapai.

“Pidato Presiden Widodo di Sentul kurang jujur karena tidak mengakui kegagalan yang terjadi,” kata pria yang akrab disapa RR itu dalam pernyataan pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Menurut RR, alangkah baiknya jika Jokowi mau mengakui kegagalannya selama memimpin Indonesia 4 tahun terakhir.

“Harusnya Jokowi berani minta maaf kepada rakyat Indonesia dan mengganti strategi pencapaian. Kalau itu dilakukan baru akan ada harapan baru, optimisme baru. Tapi kalau Presiden Widodo nggak mau minta maaf dan ganti strategi, sehingga kegagalannya justru menebar pesimisme,” paparnya.

Dia menilai, jika Jokowi mau mengakui kegagalannya dan bersedia mengubah strategi, itu bisa membuat rakyat melihat ada optimisme baru di tangan Jokowi.

“Padahal inti kepemimpinan adalah menumbuhkan harapan dan optimisme. Untuk itu pemimpin harus mampu melakukan refleksi, introspeksi dan kejujuran mengakui kekurangan dan kegagalan untuk segera diubah sehingga memberi harapan dan optimisme baru,” jelasnya.

RR mencontohkan soal kebijakan impor yang dianggap gagal karena Jokowi pernah mencanangkan swasembada pangan.

“Contoh impor pangan maunya swasembada tapi personal yang diangkat orang doyan impor. Jadi ini kegagalan strategi, dan harusnya Jokowi berani minta maaf, rakyat akan simpati. Tapi ini ya berani ngeles mulu. Kalau ngeles terus tidak ada optimisme yang ditawarkan,” tambahnya. (detik/red)

Catur Sugeng Sampaikan Terima Kasih Pada Wan Thamrin dan Selamat Bertugas Pada Syamsuar

 

Pekanbaru -(TRIBUNRIAU.COM) Ucapan terimakasih kepada Wan Tamrin Hasyim yang telah memimpin Provinsi Riau selama lebih kurang tiga bulan dalam melanjutkan kepemimpinan sebelumnya Arsyadjuliandi Rachman.

Kemudian juga ucapan selamat kepada H Syamsuar,M.Si dan Edy Natar N yang telah secara resmi diamanahkan masyarakat Riau untuk memimpin Riau lima tahun kedepannya.

Ucapan tersebut disampaikan Bupati Kampar Catur Sugeg Susanto,SH saat menghadiri acara Serah Terima Jabatan Gubernur Riau dari Wan Thamrin Hasym kepada Gubernur terpiluh Drs Syamsuar,M.Si di Balai Serindit Gubernur Riau Pekanbaru, senin (25/2/19.

Lebih lanjut Catur menyampaikan agar dalam kepemimpinan Syamsuar dan Edy Natar, semoga Riau bisa lebih maju. Hal ini sesuai degan Visi Misi beliau untuk lima tahun kedepan dalam pemerataan pembangunan disetiap Kabupaten Kota khususnya bidang infrastruktur.

Dalam visi misi ini semoga Syamsur juga bisa memajukan Riau melalui dengan melanjutkan atau menjalankan program Gubri sebelumnya seperti pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai dan Tol Pekanbaru – Sumatra Barat serta terwjudnya Embar Kasi Riau di Pekanbaru. (Haim)

Diduga Sedang Gunakan Shabu, 2 Pelaku Ditangkap Polisi di Desa Tanjung

 

KOTO KAMPAR HULU – (TRiBUNRIAU.COM) Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar amankan dua tersangka kasus penyalahgunaan narkotika, disebuah Ruko di Dusun V Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu pada Jumat siang (22/2/2019).

Kedua pelaku narkoba yang diciduk Aparat Kepolisian ini adalah FA alias UD (Lk 47) warga Desa Tanjung Kec. Koto Kampar Hulu dan HW alias DW (Lk 50) warga Desa Gunung Bungsu Kec. XIII Koto Kampar.

Dari keduanya didapati barang bukti 2 paket narkotika jenis shabu yang dibungkus plastik bening, dan beberapa peralatan penggunaan shabu serta sebuah Hp yang digunakan pelaku.

Pengungkapan kasus ini berawal pada Jumat (22/2/2019) sekira pukul 11.00 Wib, saat itu Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar mendapat informasi dari masyarakat bahwa disalahsatu Ruko di Desa Tanjung sering terjadi penyalagunaan Narkotika jenis Shabu.

Menindaklanjuti informasi tersebut Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan, setelah memastikan keberadaan target selanjutnya dilakukan penggerebekan.

Petugas berhasil mengamankan FA dilantai 2 Ruko diduga sedang menggunakan narkotika jenis shabu, turut diamankan seorang lainnya yaitu HW yang berada di Ruko ini, kedua tersangka dan barang bukti kemudian dibawa petugas ke Polres Kampar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH melalui Kasatres Narkoba Iptu Asdisyah Mursid SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Asdi bahwa kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelasnya.(haim)

Bupati Rohil Terima kunjungan Kerja kepala Staf kepresidenan Moeldoko

ROHIL – Tribunriau – Bupati H. Suyatno. Amp menerima kunjungan kerja Kepala Staf kepresidenan Jendral TNI (purn) Moeldoko di Bagan Batu kecamatan Bagan Sinembah kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Sabtu (23/2/19).

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka acara peremajaan sawit rakyat (PSR) dan Penyerahan bantuan program keluarga harapan (pkh) Serta penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat (ptsl) 2019.

Rokan Hilir merupakan Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Bengkalis, yang memiliki luas 8.881,59 Km, dengan jumlah penduduk mencapai 477.919 Jiwa, yang terkosentrasi pada dua kawasan, yaitu di Kawasan pesisir pantai Pulau Sumatera bermata pencaharian sebagai nelayan, dikawasan lintas Tran Sumatera berkata pencaharian sebagai petani (Petani Palawija, Sawit dan Karet Rakyat). Riau sebagai salah satu Provinsi yang memiliki komoditas perkebunan yang cukup potensial, terutama Kelapa Sawit dan Karet Rakyat.

Dari 2.424.525 Ha kebun kelapa sawit yang ada di Provinsi Riau, 11,62 % atau 281.793 Ha berada di Kabupaten Rokan Hilir. luas keseluruhan tanaman sawit rakyat yang mencapai 168.544 Ha, terdapat kurang lebih 10.500 Ha yang merupakan Ex Perkebunan Inti Rakyat (PIR) yang umur tanamnya diatas 25 tahun dan perlu dilakukan peremajaannya.

Dengan adanya program Peremajaan Sawit Rakyat yang dilaksanakan KUD SUBUR MAKMUR berlokasi di Kepenghuluan Suka Maju dan Kepenghuluan Pelita, yang Penanaman Perdanya seluas 266 Ha (105 KK) telah di Lounching oleh Bapak Presiden Jokowi pada bulan Mei 2018 yang lalu.

Selanjutnya Peremajaan dan Penanaman Perdana Sawit Rakyat tahap II seluas 420 Ha (167 KK) yang akan dilaksanakan oleh Kepala Staf Kepresidenan Bapak Jend. TNI (Purn) Moeldoko, persoalan Kebun Sawit Rakyat yang kurang produktif (10.500 Ha) secara bertahap, Bapak Presiden Jokowi telah memberikan solusinya melalui Kebijakan PSR (686 Ha).

Selain dari itu, yang membanggakan masyarakat Kabupaten rokan Hilir, khususnya masyarakat Petani Kelapa Sawit, di 2019 ini, melalui Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian, Bapak Presiden Jokowi telah memprogramkan Peremajaan dan Penanaman Perdana Sawit Rakyat seluas 2.677 Ha, yang direncanakan pada 4 Kecamatan, yaitu : Kecamatan Balai Jaya, seluas 500 Ha, Bagan Sinembah 327 Ha, Tanah Putih 1.250 Ha dan Kecamatan Sinaboi seluas 600 Ha.

Dapat di informasikan terkait dengan pelaksanaan Kebijakan Percepatan Pengentasan Kemiskinan melalui Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Rokan Hilir.

Bahwa sejak diluncurkannya Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Bapak Presiden Jokowi pada tahun 2014 hingga 2019 ini, Di Kabupaten Rokan Hilir telah tersalur dana Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp.204.347.375.000,- (Dua ratus empat Milyar tiga ratus empat puluh tujuh juta tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) yang tersalur pada 16.534 Keluarga Penerima Manfaat.

Dengan adanya Kebijakan Pemerintah pada 4 tahun Kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi saat ini, sangat dirasakan manfaatnya dengan meningkatnya perekonomiam rakyat, mengurangi angka kemiskinan yang dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, serta meningkatnya kualitas sumberdaya manusia, khususnya sumberdaya manusia masyarakat kami di Kabupaten Rokan Hilir..

Selain dari kegiatan Peremajaan dan Penanaman Perdana Sawit Rakyat (PSR) dan Penyerahan Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), juga dilaksanakan Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat dari kegiatan Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL).

Dengan diluncurkannya kegiatan PTSL pada tahun 2017 yang lalu, program Strategis nasional Bapak Presiden Jokowi, sejak 4 tahun lalu hingga saat ini 2019, Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Rokan Hilir, telah melakukan pengukuran dan penerbitan 20.135 Persil dan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Kabupaten Rokan Hilir.

Manfaat dari Kebijakan Bapak Presiden Jokowi dibidang Performa Pertanahan ini, telah banyak dirasakan manfaatnya, baik terhadap Pemerintah Daerah maupun bagi masyarakat Rokan Hilir.

Selain memberikan Kepastian dan Perlindungan Hukum Hak Atas Tanah Rakyat, juga dapat dijadikan Agunan dalam memperoleh bantuan modal usaha.

Dengan disertifikatkan, nilai ekonomi tanah rakyat menjadi meningkat. Dengan terpetakan seluruh bidang-bidang tanah secara sistimatis lengkap seperti yang sudah dilaksanakan di Kepenghuluan Bagan Batu Barat tahun 2018, secara langsung dirasakan manfaatnya, yang mana data yang dimiliki oleh Badan Pertanahan Nasional menjadi sumber untuk memperbaharui data secara real time pada dinas terkait, dalam hal ini Bapenda seperti bertambahnya wajib pajak baru untuk Bumi dan Bangunan (PBB) maupun dari penerimaan BPHTB.

Adapun Sertifikat Tanah Untuk Rakyat yang akan diserah secara simbolis pada kesempatan acara ini adalah sebanyak 996 Sertifikat.

Dikesempatan ini, atas nama masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menyampaikan terimakasih, kepada Bapak Presiden Jokowidodo, yang mana melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, telah merealisasikan Perbaikan dan Peningkatan Ruas Jalan Nasional dari Simpang Ujung Tanjung menuju Bagan Siapiapi, yang merupakan urat nadi transportasi ke pusat pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir, yang juga satu-satu aksesbilitas Even Wisata Nasional Bakar Tongkang, yang setiap tahun pengunjungnya terus meningkat dan mencapai angka 70-an ribu Wisatawan Lokal maupn Manca Negara.

Pada kesempatan ini Bupati H Suyatno menyampaikan semoga dengan kondisi jalan yang telah diperbaiki di 2019 ini, Program NAWACITA Bapak Presiden Jokowi dibidang Kepariwisataan lebih dapat kita tingkatkan dan dapat pula menggerakan sektor lain, terutama sektor jasa dan dapat pula meningkatkan taraf perekonomian rakyat pada kawasan Destinasi maupun Even Wisata yang telah ada. Pungkasnya

Hadir pada kesempatan ini Bapak Gubernur Riau H. Syamsuar Msi, Mayjend (purn) Erro Kusnara, Supirman, Fajar, Forkopimda Kabupaten Rokan Hilir serta para Opd dilingkungan Pemerintah Daerah Rohil. (Rls Hms)

Muslimawati Catur Hadiri Rakornas PAUD dan HIMPAUDI.

 

Jakarta ; (TRIBUNRIAU.COM) Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) menyelenggarakan rapat koordinasi nasional (Rakornas) dengan tema Sinergi dan Kolaborasi Gerakan PAUD Berkualitas. Kegiatan ini dibuka oleh istri Mendikbud, Wida Muhadjir Effendy sekaligus mewakili Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK).

Bunda PAUD kampar Muslimawati Catur yang mengahadiri Rapat koordinasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan HIMPAUDI dalam rangka peningkatan pendidikan dan wawasan terhadap anak yang dimulai dari usia dini yang diadakan di Hotel Grand Cempaka Jakarta pada hari Sabtu, 23/02.

Wida mengatakan, OASE KK memiliki berbagai program untuk dilakukan tahun ini terkait pelatihan untuk guru atau murid PAUD. “Saat ini membentuk dua bidang lagi yaitu tentang kebersihan lingkungan utamanya untuk memerangi sampah, dan tentang lingkungan hidup yaitu gerakan menanam pohon,” kata Wida Muhadjir

Sementara Sementara itu, Ketua Umum Himpaudi, Netti Herawati mengatakan pendidikan anak usia dini harus dijadikan poros utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia pun mendorong agar guru PAUD yang hadir dapat terus semangat dalam memberikan pendidikan terbaik untuk anak bangsa.

“Hal yang penting dari pembangunan PAUD adalah guru yang berkualitas,” kata dia.

Bunda PAUD Kampar menyatakan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD merupakan pelaku penting dalam menumbuhkan kolaborasi, wawasan kebangsaan dan cinta budaya bangsa kepada anak usia dini” Kata Muslimawati Catur yang didampingi wakil ketua Juli Mastuti Yusri dan 4 orang pendidik PAUD dan Himpaudi kampar Kampar yakni Hj. Nur Asma. BA , Atni Prawati. M. Ed, Mardiyah. S. Pd, dan Aida wisri lilla. S. Pd

Dikatakan Muslimawati Catur, PAUD dan Himpaudi telah melakukan berbagai kegiatan dalam mendorong terlaksananya pendidikan anak usia dini di Kabupaten kampar ini tak terlepas dari dukungan Pemkab Kampar dan pelaku pendidikan di Kabupaten kampar.

Semoga dengan kegiatan Rakornas ini Makin meningkatkan kompetensi para pendidik dalam meningkatkan sumber daya Kampar yang dimulai sejak usia dini.(haim)

Bupati Kampar Silaturahmi dengan Kepala Staf Kepresidenan

 

Moeldoko ingat pernah ditemani Catur makan Durian

Pekanbaru – (TRIBUNRIAU.COM) Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto menghadiri silaturahmi dengan kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI Jend TNI (Purn) DR. Moeldoko, S.IP bersama seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi, Forkopimda, Tokoh Masyarakat Riau di Balai serindit Pekanbaru, Jumat (22/2)

Gubernur Riau Samsuar dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur sebelumnya Wan Thamrin Hasyim yang pada 19 Febuari menetapkan status siaga mempercepat penanganan kebakaran lahan, karena sebelumnya Samsuar dan Moeldoko sempat mengunjungi Dumai melihat langsung dan tidak menemui kendala yang berarti namun langkah – langkah penanganan akan terus dilakukan.

“Tadi siang kami melihat langsung ke Dumai dan perjalanan kami lancar dan tidak begitu berarti kabut asap namun penanganan terus dilakukan agar kedepannya tidak meluas” ungkap Samsuar

Selanjutnya Samsuar meminta kepada KSP untuk menyampaikan kepada presiden bahwa ada 4 pulau di Provinsi Riau yang saat ini butuh penanganan agar terhindar dari abrasi, selain itu juga meminta agar Insfratruktur terus dilakukan dan digesa khususnya di Riau seperti akses tol yang akan mempermudah akses distribusi barang, jasa maupun transportasi.

Sementara itu Moeldoko dalam sambutannya mengatakan ketika menuju Dumai melihat langit di Riau masih bersih bahkan lebih bersih dari langit Halim Perdanakusuma, selain itu Moeldoko juga memuji pejabat di Riau termasuk aktif untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat yang sangat baik untuk sinergisitas pembangunan.

“Setiap aspirasi akan saya sampaikan kepada Presiden, pejabat di Riau sangat aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat ini sangat baik, tadi ketika kami berkunjung ke Dumai langit di Riau bersih bahkan lebih bersih dari Halim.” Ungkap Moeldoko

Disaat sesi foto bersama seluruh unsur pimpinan KSP Moeldoko sempat bercengkrama dan berjabat erat dengan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto dan mengingat memorinya beberapa tahun yang lalu pernah ditemani catur menikmati buah durian dan kehangatan itu masih teringat jelas terang Moeldoko tersenyum ramah.(haim)

Drs. Yusri ; Pemkab Kampar Komit Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (good governance)

Balik Papan : (TRUBUNRIAU.COM)Bahwa dalam rangka mempercepat tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik maka dipandang perlu dilakukan reformasi birokrasi diseluruh pemerintah daerah, untuk itu perlu adanya peningkatan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, maka untuk mewujudkan hal tersebut antara lain perlu diselenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Implementasi Reformasi Birokrasi Tahun 2019.

Hal ini merupakan salah satu tanggung jawab dan amanah yang harus diemban setiap Sekretaris Daerah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Melalui Rapat Koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan-rumusan kebijakan yang dapat ditindaklanjuti dalam penyelenggaraan Pemerintahan pada umumnya dan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah pada khususnya dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Demikian disampaikan Bupati Kampar pada acara Rapat Koordinasi Nasional Implementasi Reformasi Birokrasi Tahun 2019 di Balikpapan dengan tema Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Guna Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Kelas Dunia 2025 Melalui Inovasi Pelayanan Publik Dan Pencegahan Korupsi, pada hari Jumat, 22/2 di Hotel Gran Senyiur Balik Papan Kalimantan Timur, kegiatan yang dihadiri oleh para sekretarsi Daerah seluruh Indonesia tersebut.

ditambahkan Yusri, mengingat reformasi birokrasi merupakan salah satu kebijakan Pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 dalam upaya mengatasi berbagai persoalan bangsa, sehingga diharapkan melalui Rapat Koordinasi ini dapat mengidentifikasi permasalahan aktual yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan memberikan masukan untuk solusi pemecahannya.

Selain itu kata Sekda Kampar Rapat Koordinasi Nasional Implementasi Reformasi Birokrasi Tahun 2019 yang digelar dari tanggal 20 s/d 22 Februari 2019 tersebut bertujuan Agar berpartisipasi aktif mendukung penyelenggaraan Pemerintahan dan penyelenggaraan Otonomi daerah melalui pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara yang professional, berintegritas dan berkinerja tinggi untuk mewujudkan cita-cita Reformasi Birokrasi yaitu Pemerintahan Berkelas Dunia 2025, Memberikan arah pelaksanaan reformasi birokrasi di pemerintah daerah agar berjalan secara efektif, efisien, terukur, konsisten, terintegrasi, melembaga dan berkelanjutan sert mewujudkan kebersamaan dan solidaritas untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” Kata Yusri.

“Pemkab Kampar dibawah kepemimpinan Catur sugeng Susanto komit terhadap terciptanya tata pengelolaan pemerintahan yang baik (Good Governance), dan kita terus mendorong untuk peningkatan sember daya Aparatur di Kabupaten Kampar” Tutup Sekda.(haim)

Terbaru

Populer