Beranda blog Halaman 1088

Usai Pelantikan Presiden, Tuntutan Perppu KPK Kembali Menguat

Aksi demonstrasi Mahasiswa yang memajang poster bertuliskan kalimat sindiran terhadap Jokowi
Aksi demonstrasi Mahasiswa yang memajang poster bertuliskan kalimat sindiran terhadap Jokowi

JAKARTA, Tribunriau- Setelah ‘dilarang’ demonstrasi pada hari Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia serta kelompok masyarakat kembali menggelar aksi demo di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Demo tersebut menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menerbitkan Perppu KPK setelah berlakunya RUU KPK.

Polisi mengerahkan 9.000 personel bersama TNI untuk mengamankan jalannya demo.

“(Disiapkan) 9.000 personel,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Senin (28/10) dilansir Kumparan.

Meski begitu, belum diketahui mekanisme pengamanan demo mahasiswa kali ini dan apakah boleh mendekat ke arah Istana Kepresidenan.

Sebelumnya, Ketua BEM Universitas Indonesia Manik Marganamahendra menyampaikan mahasiswa akan kembali aksi di depan Istana Merdeka. Mereka menyebut nama gerakannya adalah Gerakan Indonesia Memanggil.

Tuntutan mereka masih sama dengan aksi sebelumnya, yakni mendesak Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang KPK. Selain itu, aksi kali ini juga menuntut pemerintah bertanggung jawab atas korban tewas demonstrasi mahasiswa akhir September lalu.

“Kami juga menuntut pemerintah, negara bertanggung jawab atas jatuhnya korban aksi demo yang lalu. Dan kami meminta teman-teman kami yang masih ditahan dibebaskan,” kata Manik saat dikonfirmasi, Minggu (27/10) dilansir Kumparan.

Para mahasiswa akan melakukan long march dari Dukuh Atas ke Patung Kuda. Dan akan melanjutkan hingga ke Istana Merdeka jika diperbolehkan. (red)

Ini Jumlah Korban Tewas dalam Demonstrasi Selama 2019

Aksi demonstrasi Mahasiswa di Kendari
Aksi demonstrasi Mahasiswa di Kendari

Tribunriau- Selama tahun 2019, berbagai aksi yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia sudah menelan korban 51 orang.

Hal tersebut berdasarkan catatan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dilansir RMOL, hanya tujuh orang yang diketahui penyebab kematian. Sementara sisanya atau 44 orang tidak diketahui penyebab kematiannya.

“Dalam konteks HAM, ini sebenarnya sangat bahaya,” ujar Ketua bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2019) dilansir RMOL.

Isnur menguraikan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 33 orang meninggal terjadi di Wamena, Papua beberapa waktu lalu. Selain itu juga 4 orang korban meninggal dunia di Jayapura dalam aksi solidaritas yang berujung pada kerusuhan tersebut.

Menurutnya, aparat keamanan tidak menjelaskan secara resmi penyebab 37 korban tewas itu meninggal di Papua.

“Tapi keluarga menemukan luka tembak,” ujarnya. (red)

Din Dituduh Teroris, Ini Kata Fahri Hamzah

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

Tribunriau- Viral di media sosial yang menyebutkan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin masuk dalam daftar terorisme, hal tersebut membuat mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah angkat bicara.

Isu yang dilekatkan kepada Din tersebut dinilai tidak lepas dari berbagai kritikan yang dilakukan Din terhadap pemerintah, terutama soal ‘kompaknya’ beberapa menteri ‘memainkan’ isu radikalisme.

Bagi Din, isu radikalisme cenderung menyudutkan dan menyakiti masyarakat Islam yang menjadi mayoritas di Indonesia.

Menurut Fahri lagi, isu Din Syamsuddin terlibat dalam terorisme merupakan isu yang disebarkan oleh mereka-mereka yang sudah sakit dalam berpikir. Sebab, mantan ketua umum PP Muhammadiyah dua periode itu adalah tokoh dunia yang sudah mendapat banyak penghargaan dari banyak negara.

“Gara-gara Pak Din Syamsudin kritik pemerintah, lalu dia dituduh membiaya teroris. Ini permainan orang sakit. Kalau dia disebut teroris, terus kita gimana?” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Minggu (27/10) dilansir RMOL.

Atas alasan itu, Fahri berharap Menko Polhukam Mahfud MD segera mengakhiri narasi-narasi anti radikalisme yang terus didengungkan sejumlah pihak.

“Inilah tugas berat menteri kita yang baru. Mengakhiri bisnis orang-bisnis yang tidak menghendaki ada persaudaraan dan perdamaian sejati,” tegasnya.

Din Syamsuddin sendiri menanggapi santai berita lama dari media yang seolah disebut berasal dari Yaman. Menurutnya, isu yang viral itu adalah bagian dari permainan elite politik. (red)

Jumlah Wamen Bertambah Empat Kali Lipat, Jokowi Banjir Kritikan

Presiden dan Wakil Presiden RI foto bersama dengan sejumlah Wakil Menteri
Presiden dan Wakil Presiden RI foto bersama dengan sejumlah Wakil Menteri

Tribunriau- Kabinet Jokowi-Ma’ruf periode 2019-2024 ini diisi dengan wakil menteri (Wamen) yang berjumlah empat kali lipat dari periode sebelumnya. Akibatnya, Jokowi banjir kritikan dari sejumlah politisi.

Salah satu kritikan tersebut datang dari Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Desmon J Mahesa.

“Sebelum ada Wamen, saya lihat Pak Jokowi ini agak serius kali ini. Sesudah ada Wamen, saya lihat kayak bagi-bagi kekuasaan saja. Jadi Indonesia Kerja cuma berubah jadi Indonesia Maju, harapan itu berbanding terbalik,” kata Desmond di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (25/10) dilansir Kumparan.

Tak hanya jumlah, Desmon juga mengkritisi pemilihan Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono yang tidak tepat. Sebab, Trenggono bukan berasal dari kalangan militer.

“Minimal dia itu paham militer dan strategi pertahanan. Harusnya kan bersama-sama dengan Pak Prabowo membenahi kekurangan-kekurangan persoalan pertahanan nasional kita. Tapi kalau orang ditaruh di situ karena waktu kampanye membantu Pak Jokowi, kesannya, saya pikir kasihan Pak Prabowo, ya,” tambah Desmond.

Selain dari Gerindra, kritikan juga datang dari partai yang mantap oposisi, PAN. Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay menyindir pernyataan Jokowi saat pidato pelantikan 20 Oktober, yang ingin memangkas jabatan eselon III dan IV di setiap kementerian dan lembaga.

“Tetapi pada sisi yang lain kita mendengar ada 12 yang sedang diperkenalkan di Istana untuk menjadi wakil menteri. pertanyaannya, apakah ini tidak bertentangan atau kontradiktif dengan gagasan presiden untuk memangkas birokrasi di pemerintahan itu tadi,” kata Saleh.

Begitu pula dengan pernyataan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Dia mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam membentuk posisi Wamen.

“Keberadaan Wamen perlu hati-hati. Bukan hanya tidak sesuai dengan reformasi birokrasi tapi juga berpeluang mengganggu harmoni karena ada dua matahari kembar. Plus membuat atmosfir tidak sehat,” kata Mardani.

Kritikan-kritikan tersebut sudah ditanggapi Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Ia menjelaskan, Jokowi hanya ingin pemerintahannya bisa bekerja lebih cepat.

“Jadi perintah presiden harus kerja keras, kerja cepat maka memang perlu ada back up dengan kapasitas yang ada ini ditambah lagi. Sehingga nanti capaian yang diharapkan mungkin bisa lebih cepat,” kata Moeldoko.

Penentuan para wamen tersebut, kata Moeldoko, dengan pertimbangan para tokoh yang berasal dari berbagai latar belakang. Sehingga, ada unsur-unsur keterwakilan di dalam masyarakat Indonesia.

“Presiden juga, pertama mempertimbangkan kapasitas organisasi yang harus ditingkatkan. Kedua dalam rangka pencapaian target, menjaga keseimbangan antar satu etnis agama dan seterusnya,” ujarnya.

“Itu juga menjadi pertimbangan tapi pertimbangan utamanya adalah itu tadi meningkatkan kapasitas organisasi,” lanjutnya. (red)

Massa Bersajam Serang Kantor Ormas di Tanah Abang

Ilustrasi
Ilustrasi

Tribunriau- Salah satu kantor organisasi masyarakat (Ormas) di Tanah Abang, Jakarta Pusat diserbu massa bersenjata tajam (bersajam), Jumat (25/10/2019). Dua orang mengalami luka bacok.

“Korban Triyaso, luka bacok di paha kiri dan Kliwon, luka di lengan bacok di tangan kiri, luka sobek perut sebelah kanan),” ujar Kapolsek Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono, dalam keterangan tertulis yang dilansir Kumparan.

Peristiwa itu berawal saat kantor ormas itu didatangi dua pria yang membawa pedang dan menanyakan keberadaan salah satu anggota ormas. Mereka lalu mencari anggota tersebut dan mengobrak-abrik isi kantor.

Tak berapa lama, ada sepuluh orang berdatangan membawa senjata tajam ikut merusak kantor. Melihat penggerudukan ini, saksi melaporkan kepada Triyaso dan Kliwon yang sedang rapat di Polsek Tanah Abang.

“Pukul 16.30 WIB, teman-teman dari anggota ormas (Triyaso dan Kliwon) tiba di lokasi dan terjadi bentrok (pembacokan)” ungkap Lukman.

Polisi belum menjelaskan lebih rinci terkait motif di balik penyerangan tersebut. Saat ini, Triyaso dan Kliwon sudah dibawa ke RS Tarakan. (red)

PNS Tewas Dicor, Ini Pengakuan Mengejutkan dari Pelaku

Ilustrasi
Ilustrasi

Tribunriau- Pengakuan mengejutkan datang dari salah seorang pelaku pembunuhan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Apriyanita (50) yang bertugas di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah V, Sumatera Selatan.

Salah seorang pelaku itu Ilyas Kuniawan (26) alias IL. Ia menceritakan bagaimana awal keterlibatannya dalam aksi keji tersebut.

“Saya awalnya tidak mau dan gugup. Tapi YT dan Nopi memaksa, jadi saya ikut menjerat leher korban bersama Nopi hingga akhirnya tewas,” katanya, Jumat (25/10) dilansir Kumparan.

Sebelumnya, Ilyas mengaku diajak oleh pelaku Novi alias NV. “Saat ketemu, saya langsung diajak masuk ke mobil,” katanya.

Ilyas yang duduk di kursi penumpang, kemudian diberi seutas tali oleh YT (41 tahun), dan diminta untuk membantu menjerat leher korban yang saat itu kondisinya sudah lemas dan tidak berdaya di kursi depan penumpang.

Dilanjutkan Ilyas, setelah korban tewas, YT dan Nopi lalu mengantarkannya pulang di kawasan Jalan Ariodila, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang. Saat itu, ia diberi uang oleh Nopi sebesar Rp 4 juta, karena sudah membantu membunuh korban. Setelahnya, YT dan Nopi pergi dengan membawa jasad korban.

“Saya tidak tahu mereka pergi ke mana. Uang yang diberikan itu habis untuk foya-foya dan mabuk-mabukan. Tidak ada yang saya berikan kepada keluarga. Saya pasrah dan menyesal,” katanya.

Ilyas mengatakan sudah cukup lama mengenal Nopi, hal itu dikarenakan Nopi sering datang ke tempat nongkrong di sekitar TPU Kandang Kawat, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Selain itu, Nopi juga diketahui sebagai seorang tukang gali kubur di area pemakaman itu.

“Nopi memang tukang gali kubur di sana (TPU Kandang Kawat),” katanya.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, AKBP Yudi Suharyadi, mengatakan pihaknya sudah mengamankan 2 pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan yakni berinisial yakni YT dan Ilyas. Selain itu, satu pelaku yakni Nopi alias Aci masih dalam pengejaran petugas.

“Hasil pemeriksaan sementara motif pembunuhan ini karena pelaku YT kesal kepada korban yang selalu menagih utang kepadanya,” katanya. (red)

Rayakan Hari Indonesia Menabung, OJK Kepri Resmikan Kawasan Terpadu dan Unggul

OJK Kepri Resmikan Kawasan Terpadu dan Unggul
OJK Kepri Resmikan Kawasan Terpadu dan Unggul

BATAM, Tribunriau- Dalam rangka Hari Indonesia Menabung, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Seminar dan Peresmian Kampung Inklusi Keuangan sebagai pilot Project di Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (25/10/2019).

Acara tersebut bertujuan menanamkan budaya menabung sejak dini yang akan memberikan manfaat dan salah satu tujuannya membantu anak-anak untuk belajar disiplin, menghargai nilai uang dan menghindari perilaku konsumtif, sehingga diperoleh generasi Indonesia yang memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan dan memaksimalkan potensi keuangan yang dimiliki sehingga mencapai kesejahteraan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kepri, Iwan M Ridwan di sela-sela acara mengatakan, dengan adanya pilot project di Kecamatan Sagulung ini, diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat.

“Tujuannya masyarakat lebih sejahtera, karena sekarang pertumbuhan Ekonomi Kepri sudah mulai naik lagi dari 2% sekarang hampir mendekat 5%,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengharapkan adanya sinergitas antar lembaga yang ada agar keberhasilan pilot project ini bisa ditularkan ke daerah yang lain.

“Kita juga mengharapkan sinergitas antara lembaga yang ada, seperti BI, Pemerintah Daerah dari kabupaten sampai pemerintah Provinsi Kepri, untuk mendukung ekonomi Provinsi Kepulauan Riau, kita berkontribusi terhadap daerah untuk perkembanqan daerah demi kesejahteraan masyarakat, kalau pilot projeck ini berhasil, tahun depan kita adakan di daerah lain di Provinsi Kepri,” jelasnya.

Acara tersebut juga dihadiri dari seluruh perwakilan bank swasta, Ketua 3 DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Asisten 2 Pemprov Kepri Samsul Bahrum dan Camat Sagulung.

Tampak antusias ratusan masyarakat serta Pelajar yang turut hadir dalam menyimak paparan petugas OJK serta timbul minat untuk membuka tabungan agar lebih memudahkan transaksi keuangan. (pilian)

Suyatno : Tahun 2020 Jalan Ujung Tanjung – Bagansiapiapi Dapat Anggaran 119 Milyar dari Pusat

ROHIL, Tribunriau – Jalan Ujung tanjung – Bagansiapiapi kabupaten Rokan Hilir (Riau), Tahun 2019 sebagian sudah selesai dikerjakan, tahun 2020 mendapat anggaran lagi dari pemerintah pusat sebesar 119 Miliyar.

Demikian dikatakan Bupati Rohil H.Suyatno.AMp, kamis (24/10/19) digedung H.Misran Rais Bagansiapiapi pada acara pengambilan sumpah dan pelantikan camat Bangko.

Ia menjelaskan, jalan ujung tanjung – Bagansiapiapi adalah ruas jalan Nasional , jadi tanggung jawabnya bukan pemerintah kabupaten Rokan Hilir tapi tanggung jawabnya pusat melalui Dana APBN.

Pada Tahun 2020 tidak ada lagi persoalan jalan ujung tanjung – Bagansiapiapi , sudah tuntas semuanya ,” kata suyatno.(hen)

Camat Bangko Beserta Istrinya Resmi Dilantik

ROHIL, Tribunriau – Bupati Rokan Hilir H.Suyatno.AMp secara resmi melantik camat Bangko Rijalul Fikri.SE sedangkan istrinya dilantik sebagai ketua TIM pengerak PKK kecamatan Bangko oleh ketua PKK Rohil Hj.Wan Mardiana Suyatno di gedung H.Misran Rais Bagansiapiapi, kamis (24/10/19).

Pada acara pelantikan tersebut dihadiri Forkopimda, pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dilingkungan pemerintah kabupaten Rokan Hilir , kepala kantor kementerian agama Rohil , unsur pimpinanan kecamatan Bangko, lurah dan datuk penghulu se kecamatan Bangko, pembuka agama, pembuka adat , masyarakat dan undangan lainya.

Bupati Rokan Hilir H.Suyatno mengucapkan Tahniah dan selamat kepada camat bangko yang baru dilantik beserta istrinya.

” Kita berharap kepada camat Bangko yang baru dilantik tingkatkan koordinasi antara internal didalam, kelurahan dan desa dibawah naungan pemerintahan kecamatan Bangko, juga tokoh masyarakatnya . Apa yang terbaik untuk kecamatan Bangko silahkan diprogram,” kata suyatno.

Lanjutnya, Sekarang musim hujan sudah banjir dimana – mana diminta kepada camat untuk koordinasi dengan dinas yang terkait, mungkin Bisa Dinas PUTR atau Dinas lingkungan Hidup .

” saya minta Semua parit – parit yang tersumbat di bongkar, termasuk juga sungai pabrik harus dibersihkan, apapun itu yang telah dilakukan dengan baik dan itu nanti tentunya membawa nama baik camat bangko yang baru dilantik.

Bila nanti dilapangan ada hal – hal yang mungkin tidak tuntas, itu nanti bisa dikoordinasikan dengan saya sebagai Bupati.

” Saya yakin dan percaya kepemimpinan camat Bangko yang baru ini tingkat koordinasinya jalan,” ujar suyatno.

Usai pelantikan Camat Bangko Rijalul Fikri mengatakan, siap menjalankan tugas dengan amanah, apa yang diharapkan bupati kami siap berkoordinasi dengan lurah, penghulu , masyarakat maupun dinas terkait untuk mengatasi Banjir di kecamatan Bangko Bagansiapiapi. (hen)

Menag Diarahkan Atasi Radikalisme, Ini Tanggapan Din Syamsudin

Din Syamsudin
Din Syamsudin

Tribunriau- Adanya arahan Presiden RI Joko Widodo kepada Menteri Agama (Menag) untuk mengatasi radikalisme, lalu bagaimana tanggapan Din Syamsudin atas arahan tersebut?

“Tadi diberitakan dewan pertimbangan MUI mengkritisi kalau menteri agama baru memberantas radikalisme, waduh sebut saja itu kementerian antiradikalisme,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsudin di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Rabu (23/10/2019) dilansir SangPencerah.

Dikatakannya, seharusnya, tugas Kementerian Agama (Kemenag), bukan memberantas hal semacam itu. Namun, Kemenag memiliki peranan untuk membangun bangsa.

“Kementerian Agama itu membangun moralitas bangsa, mengembangkan keberagamaan ke arah yang positif konstruktif bagi bangsa menjaga kerukunan meningkatkan kerukunan kualitas keagamaan, itu fungsi – fungsinya sudah ada sejak kelahirannya,” ujarnya.

Din meminta Kemenag jangan disalahfungsikan, sebab radikalisme tidak hanya di seputaran keagamaan. Maka, jangan dibelokkan karena antiradikalisme tidak hanya radikalisme keagamaan.

“Kenapa tidak boleh sebut radikalisme ekonomi, yang melakukan kekerasan pemodal, yang menimbulkan kesenjangan, itu namanya radikalisme ekonomi, kenapa tidak radikalisme politik,” ujarnya. (red)

Terbaru

Populer