Tribunriau – Berawal dari tahun 2018, keprihatinan kondisibmasyarakat Sei Plunggut, Batam, yang tidak memiliki fasilitas kesehatan, warga terpaksa berobat ke Puskesmas Sungai Langkai.
Dikarenakan puskesmas tersebut menampung 3 kelurahan, alhasil, pelayanan terhadap masyarakat dinilai kurang optimal.
Pada akhirnya, saat kepemimpinan H M. Rudi, berkat kerjasama dan usaha beberapa tokoh masyarakat serta RT dan RW, Kelurahan Sei Plunggut mendapatkan lahan untuk pembangunan puskesmas, kantor KUA dan Kantor LPM.
Demikian dikisahkan Tokoh Masyarakat dan mantan ketua LPM Kelurahan Sei Plunggut, Muazzin yang didampingi beberapa tokoh Masyarakat Sei Plunggut di samping kantor LPM Sei Plunggut, Senin (19/1 2026).
“Kita juga ketika itu meminta pemerintah untuk menganggarkan ketiga lahan tersebut, sehingga sekarang tahun 2026 Puskesmas telah siap dibangun, dan kami meminta kepada pemerintah agar Puskesmas ini segera difungsikan,” pinta Muazzin.
Permintaan itu, lanjut Muazzin, pihaknya melihat kondisi puskesmas yang sudah berdiri megah namun belum difungsikan, sementara itu, masyarakat saat ini sangat membutuhkan.
“Kita lihat sekarang puskesmas yang sudah siap dibangun belum juga difungsikan, sementara masyarakat sudah sangat memerlukan pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Dikatakan Muazzin, jika tahun ini ia terpiliy kembali sebagai ketua LPM, ia mengungkapkan sejumlah program yang akan dijalankannya.
“Dan apabila saya terpilih lagi tahun ini sebagai Ketua LPM, melalui pemilihan yang tak lama lagi, kita sudah punya program untuk pelebaran jalan,” ungkapnya.
Program tersebut, lanjut Muazzin, dikarenakan kondisi jalan sudah tidak bisa menampung kendaraan lagi, apalagi kalau jam sibuk seperti anak sekolah, para pekerja galangan kapal dan masyarakat setempat melintas di jalan yang sama.
“Karena ini juga program yang sudah saya canangkan, semua ini saya lakukan atas dorongan masyarakat Plunggut, Tokoh Masyarakat, kedepanya lagi kita harus merangkul RT/RW, supaya kita mudah bergerak, karena tanpa beliau semua, kita tak bisa berbuat apa-apa, dan program kita tak bisa terealisasi, karena sei Plunggut ini milik kita semua,” jelasnya.
“Saya juga berterima kasih kepada kawan-kawan semua, ketika itu kita sama-sama berjuang,;RT/RW teman-teman di LPM, teman di BKM,btokoh masyarakat yang ketika itu dapat bekerjasama mewujudkan Plunggut saat ini, tanpa mereka, yang kita lihat sekarang ini tak mungkin terealisasi,” pungkasnya.
Penulis: Pilian










