Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis dari Fraksi PKS H.Adri, mengadakan kegiatan Reses di RW 14 Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Rabu (30/03/22) sore.
Sambutan Lurah Talang Mandi diwakili Kasi Tapem Ultra mengatakan, kalau Lurah sebenarnya ingin sekali hadir diacara itu, tetapi karena ada urusan kerja ke Pekanbaru, terpaksa ia mewakilinya.
“Kepada bapak/ibu disampaikan saja semua unek-uneknya yang betay maupun ringan, mudah-mudahan bisa ditampung oleh pak dewan kita, semoga terealisasi tahun ini atau tahun depan,” ujar Ultra.
Dalam kata penyampaiannya H.Adri mengucapkan terimakasih atas kedatangan Kasi Tapem beserta jajaran, Bhabinkamtibmas, Babinsa, RT/RW dan tokoh masyarakat.
Menurutnya, melalui reses itu masyarakat perlu mengetahui bahwa usulan masyarakat yang bisa diperjuangkannya melalui Pokir Dewan dalam bentuk KUBE (kelompok usaha bersama).Masyarakat Talang Mandi diharapkannya membentuk kelompok usaha bersama untuk peningkatan perekonomian keluarga, dibidang pertanian, perikanan, dan peternakan serta UMKM.Dengan mendaftarkan ke kantor Lurah dan dibuatkan proposalnya, agar bisa dibantu.
“Kalau mau bangun jalan, drainase yang menyangkut infrastruktur tidak perlu pakai proposal, karena sudah merupakan program yang jelas dari pemerintah daerah melalui dinas yang ada.Saya mengharapkan saran atau kritikan mengenai pelayanan pendidikan, kesehatan dan lainnya, sehingga bisa bersinergi antara pihak pemerintah dan dewan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkalis,” ujar Adri.
Pada sesi dialog, seorang ibu mengusulkan agar diadakan pelatihan menjahit.Kemudian seorang bapak bernama Munthe memiliki sekolah pesantren yang sudah tidak aktif lagi, karena sudah ditutup pemerintah, dan ada warga mengusulkan Tenda dan Vacuum pengisap debu untuk mushalla.

H.Adri menjawab,” mengenai pelatihan menjahit biasanya langsung dari Bengkalis dan diadakan di Mandau, sudah pernah diadakan tahun 2021 di Hotel Surya.Boleh dilaksanakan di Mandau termasuk bentuk pelatihan yang lain untuk anak yang sudah tamat sekolah, seperti, pelatihan welder, komputer dan lainnya,” terang Adri.
“Kalau mengenai sekolah pesantren yang ditutup pemerintah, sayapun kaget mendengarnya, nanti kita jumpa lagi pak untuk membicarakannya.Selanjutnya, mengenai tenda dan vacuum untuk mengisap debu keperluan mushalla, akan saya perjuangkan melalui program bantuan rumah ibadah, atau sumbangan pribadi saya,” ujar Adri.
Dilanjutkannya menerangkan, mengenai KUBE, pokir saya sudah saya berikan sebanyak 16 kelompok untuk thn 2022 ini, baik itu dibidang pertanian, perikanan dan lainnya, kecuali perkebunan karena paling tidak memerlukan 20 hektar, dan juga akan terbentur dengan lahan hijau.
“Untuk mengatasi banjir, Pemkab sudah menganggarkan 9 miliar tahun ini, kemudian untuk tahun 2023 sebesar 10 miliar, digunakan untuk normalisasi sungai dan parit,” pungkas Adri.
Selesai acara, masyarakat yang mau pulang diberikan minyak goreng dan lainnya,dengan syarat, ditukar dengan kertas undangan acara reses.
Hadir dalam acara, Lurah Talang Mandi diwakili Kasi Tapem Ultra, Ketua RW 10 Zulkifli, Ketua RW 14 Adang, tokoh masyarakat/Ketua LPMK Talang Mandi Datuk Dafrison, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.(jlr)











