
DUMAI, Tribun Riau- Calon gubernur Riau, Syamsuar yang melakukan kampanye dialogis di Bandar Bakau Nelayan Laut, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Sabtu (5/5/2018) lalu ‘disoraki’ salah seorang pedagang.
Sorakan pedagang tersebut bukan untuk menjatuhkan calon gubernur tersebut, namun sorakan yang mendoakan Syamsuar agar menang dalam pemilihan gubernur 2018 yang bakal digelar pada bulan Juni 2018 mendatang.
“Oi pak Syamsuar, semoga menjadi gubernur Riau,” sorak seorang ibu penjual tanjak yang langsung menyalami Syamsuar yang melintas di depan lapak daganganya.
Calon gubernur Riau nomor urut 1 itu datang bersama ketua DPD NasDem Dumai, Zulkifli AS yang juga menjabat Walikota Dumai. Mulanya rombongan disambut dengan penari kuda lumping serta dua reog Ponorogo dari suku Jawa yang kemudian dilanjutkan atraksi barongsai dari suku Tionghoa dan tari persembahan hingga penyajian petak sirih yang biasa dilakukan dalam penyambutan tamu adat melayu.
Hingga menuju tempat duduk yang disediakan panitia, Syamsuar yang terlihat didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Sunaryo, Amin Latif serta tokoh masyarakat Kota Dumai lainnya diburu masyarakat yang ingin bersalaman dan mendokan agar terpilih menjadi gubernur Riau.
Raut wajah bahagia Syamsuar tak dapat disembunyikan melihat banyaknya masyarakat yang hadir untuk bersilaturrahmi dengannya. Dan berkali-kali, Syamsuar menjawab Amin setiap doa yang disampaikan untuknya dari masyarakat.
Sebelum acara dimulai, Cagub Riau nomor 1 ini kembali disuguhkan sebuah lagu yang dibawakan oleh penyanyi dari suku Batak. Lagu itu diciptakan oleh mereka sendiri dalam bentuk mengkampanyekan Syamsuar – Edy Nasution menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.
“Paslon lain boleh klaim pendukungnya di Dumai dari semua lintas suku. Tapi bagi kami pak Syamsuar lah gubernur Riau. Tadinya kami masih ragu, tapi saat debat di tv nampak dia pemimpin yang cerdas. Setiap pertanyaan itu dijawab spontan dan tepat, tidak sibuk membuka catatan. Mari ganti gubernur Riau,” kata Wisnu kepada wartawan.
Begitu juga disampaikan pemilih pemula yang ikut meramaikan kampanye itu, mereka hadir karena miris melihat politik yang kejam seolah menzholimi pasangan calon nomor urut 1 Syamsuar – Edy Nasution.
“Kami sedih melihat banyak baliho paslon nomor 1 yang hilang. Kami awalnya tidak peduli. Tapi lama-lama tentang Pilkada ini juga dibahas di warung-warung hingga ke dalam rumah. Makanya kami penasaran dengan nomor 1 dan cari tahu dari internet. Memang luar biasa beliau, salut untuk nomor 1,” sebut Al Zaky dari salah saty pemilih pemula ini. (grc/red)












