Politik Disomasi Nasdem, Begini Tanggapan Rizal Ramli

Disomasi Nasdem, Begini Tanggapan Rizal Ramli

2492
BERBAGI
Pengurus DPP Partai Nasdem mensomasi mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, atas pernyataannya pada acara Indonesia Business Forum yang ditayangkan stasiun TV One pada 6 September 2018
Pengurus DPP Partai Nasdem mensomasi mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, atas pernyataannya pada acara Indonesia Business Forum yang ditayangkan stasiun TV One pada 6 September 2018

JAKARTA, Tribun Riau- Rizal Ramli belum mau menanggapi somasi dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem yang meminta bekas Menko Kemaritiman itu mencabut pernyataannya di acara ‘Indonesia Business Forum’ yang ditayangkan stasiun TV One pada 6 September 2018.

Dalam acara itu, Rizal Ramli menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak berani menegur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita karena takut kepada Ketua Umum NasDem Surya Paloh.
“Maaf belum terima dan baca (somasi). Pada waktunya akan direspons,” ujar Rizal dilansir Tempo, Selasa, (11/9/2018).

Ketua DPP Nasdem Bidang Advokasi dan Hukum, Hermawi Taslim mengatakan, dirinya akan menyampaikan somasi tersebut kepada Rizal pada besok, hari Rabu, 12 September 2018.

“Jika dalam 3×24 jam tidak direspons, maka kami akan lanjutkan ke jalur hukum,” ujar Hermawi Taslim di kantor DPP Nasdem, Jakarta pada Senin, 11 September 2018.

Berikut pernyataan Rizal Ramli yang menurut Nasdem yang ditayangkan di TV One.

Sebetulnya biang keroknya ini menteri perdagangan saudara Engar, ya. Misalnya impor dari garam dia lebihkan 1,5 juta ton, petani garam marah, yang kedua impor gula dia tambahkan 2 juta ton, impor beras dia tambahin 1 juta ton, termasuk yang Faisal katakan tadi soal ban.

Jadi biang keroknya sebetulnya saudara Enggar, ya, cuma Presiden Jokowi gak berani negur, takut sama Surya Paloh, ya. Saya katakan Pak Jokowi panggil saya saja biar saya yang tekan Surya Paloh, karena ini brengsek. Impor naik tinggi sekali, petani itu dirugikan, petambak dirugikan dan akibatnya elektabilitas Pak Jokowi juga merosot digerogoti mereka ini, pada main dari komisi, dari importir yang sedemikian besarnya. (red)