Hukrim Tergugat Tak Hadir, Sidang Sengketa Tanah Terhadap Pemkab Rohil Ditunda

Tergugat Tak Hadir, Sidang Sengketa Tanah Terhadap Pemkab Rohil Ditunda

31
BERBAGI

ROHIL, Tribunriau- Pengadilan Negeri Rokan Hilir (PN Rohil) kembali menggelar sidang Perdata dengan agenda mediasi, Ruslan San Munawar (69) warga Kelurahan Lembah Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru Riau menggugat Bupati Rokan Hilir atas lahan seluas 159,5 Hektare yang diklaim penggugat adalah miliknya. Sidang yang kedua (2) ini ditunda karena tergugat tidak hadir, Kamis (18/05/

2017).

Adapun tergugat yang tidak hadir pada sidang kedua ini yaitu, tergugat 1.Suhartono Wijaya, warga Medan, Sumut. 2. Rosina, warga Medan Sumut dan tergugat 3.Anas Maamun, mantan Bupati Rohil yang juga mantan Gubernur Riau.

Majelis hakim dipimpin oleh Ketua PN Rohil, Aswir SH dan hakim anggota Lukman Nulhakim SH MH dan M. Hanafi SH serta panitra pengganti Marlinen Gresli Siregar SH serta kuasa hukum dari Bupati Rohil M.Nuh SH dan Irwan SH dan tergugat lima (5) Julita Tambusai.

“Gugatan perkara perdata perbuatan melawan hukum ini ditujukan kepada Bupati Rohil, dalam hal ini sebagai tergugat I, Suhartono Wijaya warga Medan (Sumut) dalam hal ini sebagai Tergugat II, Rosina warga Medan (Sumut) sebagai Tergugat III dan H.Annas Maamun sebagai Tergugat IV dan Jelita Tambusai sebagai Tergugat V,” jelas Mahmud Irsad Lubis SH selaku Kuasa Hukum Penggugat kepada beberapa awak media di Ujung Tanjung.

Mahmud Irsad SH dan rekan yang berkantor di jalan TB.Simatupang Jakarta Selatan ini menjelaskan, lahan seluas 159.5 hektare yang terletak di belakang jalan Salang Meranti Rt.09 Rw.04 Kelurahan Banjar XII Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir adalah lahan sah milik Penggugat, Ruslan San Menawar sebagai Ahli waris dari Almarhum Mayor Ponidi (ayah kandung Penggugat) berdasarkan surat jual beli pada tahun 1965.

Dijelaskannya lagi, tahun 2010, Penggugat mengetahui tanah tersebut telah diklaim kepemilikannya oleh Pemerintah kabupaten Rohil berdasarkan Berita Acara pembayaran ganti rugi tanah pada tanggal 26 Desember 2001 kepada Suhartono Wijaya sebagai Tergugat II untuk kepentingan lahan Perkantoran dan perumahan DPRD Rohil seluas 168 hektare, yang saat ini berbatasan dengan Kampus IPDN Riau, sedangkan pemilik lahan Almarhum Ponidi atau Ahli waris sebagai Penggugat tidak pernah melakukan transaksi jual beli atas lahan tersebut kepada pihak lain.

Kemudian, sebagai akibat atas perbuatan melawan hukum itu, penggugat mengalami kerugian baik secara materil dan moril. “Oleh karena itu dalam gugatan, kami menyampaikan kepada majelis Hakim kerugian materil bila dihargakan tanah objek sengketa 1 Milliar/ hektare x 159,5 haktare, penggugat mengalami kerugian 159,5 milliar dan kerugian Moril sebesar 1 milliar,” jelasnya di hadapan majelis hakim.

Mahmud Irsad Lubis juga menjelaskan, pihaknya juga menggugat Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Rohil ke Pengadilan Tata Usaha Negara di Pekanbaru atas diterbitkannya Sertifikat Hak Pakai nomor 07 tahun 2016 diatas objek lahan sengketa adalah cacat hukum dan bertentangan dengan azas kepastian hukum dan azas kecermatan. (to)