Beranda blog Halaman 980

Anggota DPRD Provinsi Riau Misliadi Serap Aspirasi Masyarakat Rupat

RUPAT, Tribunriau- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Misliadi, S.H.I menggelar reses di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (27/3).

Anggota DPRD Fraksi PKB itu menyerap aspirasi dari 300an warga di Desa Darul Aman, acara digelar sesuai dengan protokol kesehatan.

Salah seorang peserta reses yang juga menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Desa Darul Aman, Fitria mengungkapkan keinginan masyarakat Rupat, yaitu pembangunan akses jalan.

“Yang paling utama akses jalan, karena di belakang desa kita masih banyak kebun-kebun yang belum tersentuh oleh masyarakat, karena ekonomi masyarakat kita bangkit dari perkebunan kelapa sawit,” ujar Fitria.

“Mudah-mudahan dengan ini terbuka, bisa memberi semangat mereka untuk membuka kebun dan mudah-mudahan untuk kedepannya hasilnya bisa keluar dan harapan kami ketika jalan-jalan itu jadi, ketika beliau hari ini memperjuangkan dan entah itu 3 atau 5 tahun kedepan bisa wujud, ya mudah-mudahan nanti begitu juga akses sawit kita bisa keluar dengan jalan yang beliau bangun,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Fitria, harapannya untuk kelompok nelayan juga mendapat bantuan berupa proposal, jika itu masih ada lagi di program pemerintah baik itu di kabupaten atau provinsi. “Mudah-mudahan programnya masih ada jadi masyarakat kita mungkin masih ada yang mengajukan proposal bantuan jaring, bantuan pengerih gumbang dan sebagainya, atau juga pompong, jadi harapan kita itu,” jelas Fitria.

Dilanjutkan Fitria, untuk sektor pertanian, masyarakat hingga kini masih membutuhkan bantuan bibit dan lainnya.

Warga sangat antusias mengikuti rangkaian acara
Warga sangat antusias mengikuti rangkaian acara

Menanggapi aspirasi dari masyarakat, Misliadi, SH mengungkapkan bahwa masalah infrastruktur memang masih menjadi persoalan penting, terlebih soal akses jalan.

“Karena memang kondisi infrastruktur jalan di Pulau Rupat ini sangat memprihatinkan dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang ada di Riau, oleh karena itu apapun aspirasi masyarakat ini akan saya perjuangkan dan saya juga minta kepada pemerintah Provinsi Riau untuk memprioritaskan infrastruktur, terutama infrastruktur jalan di pulau rupat ini,” ujar Misliadi.

“Karena pulau rupat ini terkhusus Rupat Utara itu juga sudah ditetapkan oleh Menteri Pariwisata sebagai KSPN (kawasan Pariwisata Nasional),” tambahnya.

Misliadi berharap bahwa pemerintah atau Gubernur Provinsi Riau memprioritaskan pembangunan infrastruktur akses jalan agar petumbuhan pariwisatanya dapat meningkat secara signifikan.

Selain infrastruktur jalan, lanjut Misliadi, tentunya pemberdayaan ekonomi sangat penting, karena memang di Rupat banyak persoalan harga produksi pertanian yang murah, produksi perkebunan juga murah, sehingga hal tersebut mengganggu perekonomian masyarakat.

“Persoalannya selain infrastruktur jalan juga persoalan bahwa wilayah kita adalah wilayah pulau, sehingga RoRo juga menjadi persoalan yang penting yang memang harus diprioritaskan oleh gubernur kita,” jelas Misliadi.

“Solusi dalam jangka pendek tentu saja perbaikan-perbaikan, itu saja sementara, tapi kan kita ingin bahwa ini menjadi sesuatu yang prioritas bagi gubernur, karena potensi wisata yang ada di Pulau Rupat ini bukan hanya di Rupat Utara, tapi menyebar di beberapa titik antara kecamatan Rupat dan Rupat Utara, jadi bukan hanya Rupat Utara saja yang banyak wilayah atau desa-desa yang potensi wisatanya sama bagusnya dengan yang ada di Rupat Utara,” tambah Misliadi.

Terkait masalah roro yang sekarang ini banyak mengantri, lanjut Misliadi, karena persoalan tonase ini adalah persoalan yang harus ditaati, karena menyangkut tentang keselamatan.

“Tetapi kita juga ingin ada solusi dari pemerintah bahwa persoalan tonase ini bisa teratasi, misalnya dengan membangun roro yang baru, yang tonasenya mungkin lebih tinggi dari hari ini, dan itu juga menambah yang lama, bisa difungsikan dan yang baru juga bisa difungsikan, tentu ini bisa memperlancar bisnis masyarakat kita, memperlancar hasil perkebunan masyarakat Rupat ke Sumatera,” jelasnya.

Solusi dalam jangka pendek, masih kata Misliadi, bisa dilakukan penambahan trip, hal itu juga sudah dilakukan dan diminta kepada pemprov Riau untuk mempertimbangkan.

“Jadi tripnya sudah kita desak supaya ditambah sampai malam, kita sudah mendesak pemerintah provinsi Riau untuk menambah trip pelayaran roro dari Dumai ke Rupat hingga malam hari, bukan hanya sampai jam 6 sore, karena terus terang saja produksi pertanian dan perkebunan masyarakat Rupat ini luar biasa, tidak tercover dengan trip roro yang terbatas,” pungkasnya.

Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Zulkarnain

Pengurus DPC PBB Kota Dumai Masa Bhakti 2020-2025 Dikukuhkan

DUMAI – Bertempat di Ballroom Hotel Comforta, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Batak Bersatu (DPP PBB) Lambok F Sihombing S.Pd mengukukan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB Kota Dumai Masa Bhakti 2020-2025, (27/3).

Acara ini turut dihadiri oleh, Walikota Kota Dumai H.Paisal SKM MARS yang diwakili oleh Staff Ahli Fauzan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Komisi II DPRD Kota Dumai Gusri Effendi.

Ketua dan Perwakilan DPC PBB se Provinsi Riau, Organisasi Kepemudaan Kota Dumai, Organisasi Kesukuan Kota Dumai.

Lambok F Sihombing S.Pd pada kesempatan ini mengatakan bahwa, Hadirnya PBB di Kota Dumai harus memberikan kontribusi yang nyata untuk masyarakat dan juga bisa menjadi mitra yang baik untuk pemerintah dan forkopimda.

Ia juga turut menyampaikan bahwa, seluruh pengurus PBB yang ada harus bisa terus bersinergi demi terwujudnya visi dan misi organisasi serta, Lambok juga meminta agar roda-roda organisasi bisa dijalankan dengan baik.

Terkhusus kepada ketua DPC PBB Kota Dumai, ia berpesan agar bisa selalu bijaksana dalam mengambil keputusan agar organisasi tetap bisa solid berjalan.

“PBB hadir di setiap daerah untuk bisa memberi kontribusi nyata untuk masyarakat, PBB juga harus menjadi mitra yang baik untuk pemerintah dan forkopimda, untuk Ketua dan Pengurus DPC PBB Kota Dumai, mari sama-sama kita jalankan roda-roda organisasi dengan baik, hal ini tentu saja demi menjaga nama baik dan kesolidan organisasi,” Ujarnya.

Selaku Ketua DPC PBB Kota Dumai, Sahad Hutagalung pada kata sambutannya menyampaikan, PBB mempunyai visi dan misi untuk menyatukan dan mempererat tali silaturahmi antar sesama orang Batak.

Serta juga bertujuan untuk menciptakan Pemuda Batak Bersatu menjadi kader-kader pemimpin bangsa yang dapat berkontribusi bagi bangsa dan Negara.

Terakhir Pemuda Batak Bersatu dapat menjadi sosial kontrol bagi negara untuk menciptakan good government (pemerintahan yang baik) bagi pejabat negara di mana pun mereka berada.

“Visi dan Misi kita jelas, untuk mewujudkannya tentu saja kita perlu kerjasama yang baik, oleh sebab itu PBB harus bisa menjadi salah satu lentera di tengah-tengah masyarakat,” Jelasnya.

Walikota Kota Dumai, H Paisal SKM MARS yang diwakili Staff Ahli Fauzan mengapresiasi hadirnya PBB di Kota Dumai.

Fauzan juga turut mengajak PBB untuk menjadi salah satu pengontrol dan pemberi kritik dan saran demi kemajuan Kota Dumai.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran PBB di Kota Dumai. Untuk mewujudkan keinginan dalam mensejahterakan masyarakat, pemerintah butuh pengontrol dan pemberi kritik serta saran, kami harapkan PBB bisa menjadi salah satunya,” Ujar Fauzan.

Pada kegiatan ini juga, turut serta dilantik Pimpinan Anak Cabang (PAC) PBB se Kota Dumai, yang mana dilantik secara langsung oleh Sahad Hutagalung selaku Ketua DPC PBB Kota Dumai.

Pelantikan pengurus PBB ini juga turut dimeriahkan dengan penampilan tarian tor-tor anak-anak serta tarian lima sub Etnis Batak.

Tak lupa juga, di hari yang sama, Ketua Umum DPP PBB Lambok F Sihombing S.Pd turut meresmikan sekretariat PBB Kota Dumai yang beralamat di Jalan Ombak. (rilis)

Akibat Lakalantas Pejalan Kaki Dan Pengendara Tewas Ditempat

Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Malang memang nasib seorang pejalan kaki, meninggal ditempat akibat ditabrak oleh seorang pengendara sepedamotor, di seputar Jl. Jendral Sudirman, tepatnya didepan Rumah Makan Bunga Raya Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin solapan, Kabupaten Bengkalis, Jum’at ( 26/03/21) sekitar pukul 19.45 wib.

Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP. Hairul Hidayat, SIK, Sabtu (27/03/21), bahwa kronologis kejadiannya yaitu, semula 1 unit sepedamotor Honda Verza BM 2383 DQ yang dikendarai oleh WA, datang dari arah Dumai menuju arah Duri, sesampainya di TKP tepatnya di depan Rumah Makan Bunga Raya, adanya pejalan kaki atas nama L, yang hendak menyeberang dari sebelah kiri hendak kekanan jalan dari arah kedatangan pengendara.

“Dikarenakan jarak yang sudah sangat dekat dan tidak dapat dihindarkan lagi, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas. Yang mana akibat dari kejadian tersebut, pengendara sepeda motor Honda Verza BM 2383 DQ atas nama WA dan Pejalan Kaki atas nama L meninggal dunia di tempat kejadian, serta kendaraan mengalami kerusakan,”terang Hairul.

Untuk Kasus laka ini, pihak Satlantas masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaaan saksi saksi terkait laka lantas tersebut, perkembangan akan kami laporkan kembali terima kasih,”pungkas Hairul.(jlr).

Jika Melewati Batas Akhir Pelaporan SPT Dikenakan Sanksi

Bengkalis, Tribunriau – Untuk sekedar mengingatkan, Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Duri, Frans Jhon Sukses Tarigan mengimbau masyarakat yang memiliki NPWP, segera melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) tahun 2020.

Karena menurutnya, pelaporan SPT wajib dilakukan oleh pemilik NPWP untuk orang pribadi sebelum tanggal 31 Maret 2021.

“Batas akhir pelaporan tanggal 31 Maret, jika melewati batas akhir wajib pajak akan dikenakan sanksi sebesar Rp.100.000, karena itu segera lapor agar tak kena sanksi,”kata Frans, Jumat (26/03/21).

Ditambahkannya, bahwa sistem pelaporan SPT bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu, secara online dengan mengunjungi laman www.pajak.go.id atau langsung mendatangi KP2KP Duri, di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

“Kami akan memberikan pelayanan maksimal, kantor buka setiap hari mulai pukul 8.00-16-00 Wib. Wajib pajak harus tau bahwa pelaporan SPT ini hanya bersifat rekap, jadi tidak dikenakan biaya alias gratis. Segera lapor sesuai tag line kami, mengapa pulak besok, lapor SPT sekarang,” ujar Frans.

“Hingga saat ini masih banyak yang belum lapor SPT. Pelaporan bersifat gratis jika ada oknum petugas yang nakal, laporkan saja,” tegas Frans.

Diteruskannya, meskipun pelayanan diberikan secara maksimal dan mempersilakan masyarakat datang ke kantor.

“KP2KP Duri tetap menerapkan protokol kesehatan, kepada seluruh wajib pajak agar mengenakan masker,”pungkas Frans.(jlr/disk).

Sumariono :Berdirinya PKS PT.GMS Sangat Mengurangi Pengangguran di Desa Harapan Baru

Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Persoalan tenagakerja acapkali menjadi momok disetiap daerah, apalagi banyak tenagakerja yang tidak bisa bekerja lagi alias menganggur, hal ini dapat mempengaruhi perekonomian didaerah tersebut.Dan bila banyaknya tempat kerja di daerah tersebut, maka perkembangannyapun akan pesat.

Seperti di Jl.KUD Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, sudah berdiri satu PKS (pakbrik kelapa sawit) dengan nama perusahaan PT.Gora Mandau Sawit (GMS), ini sangat membantu mengurangi pengangguran, apalagi di situasi Pandemi Covid-19, peluang mencari tempat kerja itu sangat terbatas.

Bahwasanya PT.GMS yang mulai didirikan tahun 2020, berdiri atas prakarsa dari dukungan masyarakat, tokoh masyarakat T.Siregar dan S.Tampubolon (als Cantik Manis),  tokoh pengusaha Wangsit Cs, Kepala Desa Harapan Baru Tarmin bersama Sumariono selaku Ketua BPD, dan Sukir selaku Direktur Bundes, serta Bhabinkamtibmas Polsek Mandau Bripka Trismon dan Babinsa Koramil 04 Mandau Sertu Ristio.

“Perjuangan kami sejak akhir 2019 untuk bisa membawa investor, guna membuka suatu perusahaan di desa kami ini, tujuannya agar meningkatkan perekonomian masyarakat.Dan akhirnya Investor datang dari Medan yang berencana mau mendirikan PKS.Akhirnya kami sepakati, mulai tahun 2020 dilakukan pembangunannya hingga sekarang mulai uji coba beroperasi,” terang Sumariono, Jumat (26/03/21) sore.

Dilanjutkannya, kemudian tenagakerja berasal dari lingkup Desa Harapan Baru, tetapi untuk tenaga skil bawaan dari pengusaha Medan (pemilik PT.Gora Mandau Sawit) dari daerah Medan.

“Harapan kami selaku Humas di PT.GMS ini,  bilamana berjalannya operasional peusahaan ini kedepannya,  perlu kami minta bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, terutana rekan wartawan,” ujar Sumariono.

“Sayapun baru aktif selaku Humas disini sekitar satu bulan,  pas tadi baru dari dalam masih duduk disini gabung sama security dan jumpa sama bapak wartawan disini.Kafasitas produksi PKS 15 ton, hanya sekarang masih sekitar 5 dan 6 ton, maklum masih dalam uji coba.Masalah ijin sudah rampung.Termasuk karyawan masih banyak dirumahkan, karena pekerjaan belum memadai, mudah-mudahan beroperasinya/ hasil produksinya bisa ditingkatkan nantinya setelah diresmikan pemerintah,’ jelas Sumariono.(jlr).

Teddy : Diduga Kuat PT.PSJ Sebagai Penampung TBS Dari Koperasi Bermasalah

Pekanbaru, Tribunriau – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau terus melakukan penyidikan kasus dugaan pemalsuan surat atau penggelapan hak atas tanah, yang menjerat Pengurus Koperasi Gondai Raya dan Pengurus Koperasi Sri Gumala Sakti di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Menurut keterangan Dirreskrimum Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan SIK, MH mengatakan, pihaknya telah mendapatkan bukti awal keterlibatan PT.PSJ dalam permasalahan yang menjerat pengurus koperasi.

“Bukti awal keterlibatan PT.PSJ yang menjerat pengurus koperasi dalam kasus ini sudah kita dapatkan,”ujar Teddy, Kamis (25/3/2021) Sore.

Diungkapkannya, berawal dari saat diamankan sebuah truk No Pol BM 8339 KA yang mengangkut 3.000 kg sawit milik Kelompok Tani Maju, yang merupakan binaan plasma Koperasi Sri Gumala Sakti dilokasi PKS PT.PSJ.

“Setelah mengamankn truk, kita melakukan penggeledahan dikantor PKS PT.PSJ, dan mendapati dokumen laporan rekap penerimaan tandan buah sawit (TBS), bukti bukti timbangan dari Kelompok Tani Maju. Begitu juga dengan dokumen yang kita dapatkan dari kantor perusahaan PT.PSJ di Pekanbaru, kita juga temukan dokumen terkait perjanjian kerjasama perusahaan dengan koperasi dan addendumnya. Sudah kami sita. Inikan mengindikasikan bahwa PT. PSJ ini memiliki keterkaitan dengan lingkaran kasus ini,” beber Teddy.

Berdasarkan temuan tersebut, Teddy menyebutkan pihaknya akan mendalaminya dan akan mengejar aliran dananya ke pihak mana saja. 

“Iya, kami akan intensif memeriksa dan tidak menutup kemungkinan nanti akan kita terapkan TPPU nya,” terangnya.

Teddy mengakui pihaknya telah mengantongi bukti-bukti yang mendukung atas dugaan adanya keterlibatan PT PSJ dalam kasus yang ditangani tersebut.

Dimana sebelumnya, Pengurus Koperasi Gondai Raya dan Pengurus Koperasi Sri Gumala Sakti, dilaporkan oleh pihak PT.NWR atas penguasaan lahan yang telah memperoleh ketetapan Mahkamah Agung.(jlr).

Dirreskrimum Janji Serius Tangani Kasus Pengurus Koperasi Gondai Raya dan Sri Gumala Sakti

Pekanbaru, Tribunriau – Terkait kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan atau penggelapan hak atas tanah di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, dengan terlapor Pengurus Koperasi Gondai Raya dan Pengurus Koperasi Sri Gumala Sakti, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan SIK, MH, menggelar konferensi pers didampingi Kabid Humas Kombes Narto, di sebuah kafe Jalan Sumatera Pekanbaru, Riau, Kamis (25/03/21).

Dirreskrimum menegaskan, bahwa pihaknya tetap komit dalam memproses kasus ini. 

“Terkait permasalahan ini sesungguhnya sudah ada mendapatkan kepastian hukum tetap, melalui putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No. 1087.K/Pidsus.LH/2018 tanggal 17 Desember 2018, jelas bunyi putusannya yakni, dirampas untuk dikembalikan kepada negara melalui Dinas Kehutanan Provinsi Riau cq. PT NWR,”ungkap Teddy.

Dimana, sambungnya, permasalahan sengketa lahan antara PT Nusa Wana Raya dengan PT PSJ, sudah terbit putusan yang menyatakan bahwa PT PSJ harus mengembalikan kepada negara, dan membayar sejumlah denda karena lahan tersebut merupakan kawasan hutan.

Eksekusi terhadap putusan diatas lahan seluas 3.323 hektar, baru terealisasi seluas 2000 hektar dan sisanya masih digarap oleh dua Koperasi yakni, Gondai Raya dan  Sri Gumala Sakti.

“Patut diduga kedua Koperasi ini tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut Undang Undang, sebagaimana dimaksud pada pasal 263 dan atau pasal 385 dan atau pasal 216 KUHP, dan masih berjalan kegiatan mengambil hasil kebun di atas objek lahan tersebut dan menjadi sumber penghasilan / penerimaan uang bagi pihak Koperasi dan PT.PSJ,” urai Teddy. 

Ditambahkan Dirreskrimum lagi, kasus ini sendiri sudah diterima laporannya oleh penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Riau dengan Laporan Polisi No. LP/112/III/2021/SPKT/RIAU, tanggal 16 Maret 2021, dan sudah memeriksa 23 orang saksi, mengamankan 1 unit truk BM 8349 KA, yang membawa buah sawit serta menyita beberapa dokumen dari perusahaan dan Koperasi.

“Penyidik kami di Direktorat Reserse Kriminal Umum, serius memproses kasus ini termasuk aliran dananya, dan kami tetap concern dalam penanganan kasus-kasus tanah warga, karena memang menjadi bagian penting dalam Program Presisi yang dicanangkan oleh Kapolri,”terang Teddy.(jlr).

PT Pelindo 1 Cabang Dumai Dukung Rencana Pembangunan Alun-alun sebagai Ikon Kota Dumai

Dumai – Pemerintah Kota Dumai melakukan road show bersama organisasi perangkat daerah dan team pengurus TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) ke perusahaan di Kawasan Pelindo 1, dengan titik pertemuan di ruang rapat Cipta PT Pelindo1 (Persero) Cabang Dumai pada sekitar pukul 09:00 wib Rabu 24 Maret 2021.

Pertemuan dan silaturahmi tersebut dalam rangka mewujudkan pembangunan dua icon penting di Dumai, yakni pembangunan Islamic center dan alun-alun Kota Dumai.

Walikota Dumai H Paisal SKM MARS dalam kata sambutannya mengucapkan terimakasih kepada PT. Pelindo Cabang I Dumai yang telah memfasilitasi pertemuan dan silaturahmi bersama perusahan yang berada kawasan pelabuhan Pelindo.

PT. Pelindo 1 Cabang Dumai sangat mendukung kegiatan pembangunan 2 icon Kota Dumai, untuk mengkordinir teknis kegiatan lanjutannya Walikota Dumai langsung menunjuk General Manager PT Pelindo 1 (Persero) Cabang Dumai Jonedi Ramli sebagai kordinator khusus untuk pembangunan icon alun-alun Dumai.

Menurut Walikota Dumai , pembangunan alun-alun Kota Dumai diperkirakan menelan dana sebesar 3.4 miliar. Untuk mewujudkan cita-cita besar ini perlu dukungan semua pihak termasuk semua perusahaan yang berada di Kota Dumai.

Melihat kondisi rapat yang berjalan lancar walaupun setiap perusahaan hanya yang hadir sebagai perwakilan menajemen, namun sebelumnya mereka sudah menyampaikan ide cemerlang ini kepada menajemen pada pertemuan sebelumnya di Hotel Grand Zury.

Dan intinya semua perusahaan yang hadir sangat mendukung kegiatan pembangunan icon ini dan secara teknis akan diadakan pertemuan lagi dibawah kordinasi PT Pelindo 1 Cabang Dumai.

” Untuk menjadikan yang lebih baik kami siap mewujudkan pembangunan alun-alun sebagai sumbangsih PT Pelindo untuk pembangunan Kota Dumai,” tegas General Manager ( GM) PT Pelindo 1 (Persero) Cabang Dumai Jonedi Ramli, SE.

Jonedi Ramli berharap TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) dimanfaatkan maksimal untuk membantu pemerintah merealisasi pembangunan alun-alun Kota Dumai.

Sementara itu H. Johannes M.P. Tetelepta, S.H, M.M dari perwakilan Komisi III DPRD Kota Dumai yang akrab di panggil bang Achi mengapresiasi jalannya rapat yang lancar, mulus dan seluruh perusahaan yang hadir mendukung gagasan Pemerintah Kota Dumai untuk pembangunan dua icon Islamic center dan alun-alun.

Beberapa perwakilan perusahaan yang hadir diantaranya PT Naga Mas, PT Dumai Bulking, PT KLK, PT DPA, PT Ivomas, PT Sarana Tempa Perkasa, PT SAN, PT Bangun Solusi Indonesia.

“Alhamdulillah respon perusahaan luar biasa , komiten untuk bangun alun-alun sebagai icon Kota Dumai. Hasil pertemuan ini akan dilaporkan ke DPRD,” sebut H. Paisal, SKM, MARS Walikota Dumai. (rls)

Aniaya Pemilik Toko di Rupat, Pria Ini Diamankan Polisi

RUPAT, Tribunriau- Seorang pria berinisial SP (47) diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Rupat Kabupaten Bengkalis, Rabu (24/3).

SP diamankan karena diduga telah menganiaya pemilik toko sebut saja Ami, pada Senin (22/3) pukul 23.00 WIB yang beralamat di RT 06 RW 03 Dusun 02 Desa Pangkalan Nyirih Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Demikian disampaikan Kapolsek Rupat melalui Kanit Reskrim, Ipda Untung Silitonga, SH, Rabu (24/3).

Dijelaskannya, sebelum masuk ke rumah korban, pelaku mematikan sekring listrik di depan rumah sambil berteriak menyebut “PLN PLN PLN”.

Mendengar suara pelaku, korban ke luar dari rumah dan melihat pelaku sedang memegang senjata tajam berupa pisau, melihat hal tersebut, pelaku mencoba mengambil pisau tersebut dan terjadilah tarik menarik antara pelaku dengan korban.

Barang bukti sebilah pisau dan lainnya
Barang bukti sebilah pisau dan lainnya

Namun, naas menimpa korban, tangannya terluka koyak oleh pisau yang dipegang korban, tak lama kemudian, ibu korban juga keluar rumah dan juga berusaha mengambil senjata yang dipegang pelaku.

Sembari berteriak, ibu korban juga tak berdaya dan akhirnya tersungkur oleh pelaku, namun tidak ada luka pada ibu korban.

Karena ibu korban berteriak, pelaku akhirnya kalap dan langsung meninggalkan rumah / toko korban tanpa mengambil barang apapun.

Keesokannya, Selasa (23/3), korban melapor ke Polsek Rupat guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami terima (laporan dari korban, red) langsung sorenya (Selasa, 23/3) kami berangkat ke tkp,” ujar Kanit Reskrim, Ipda Untung Silitonga, SH.

“Barang bukti yang ditemukan di tkp lengkap dengan ciri ciri topinya, pisaunya dan dengan pakaiannya,” tambahnya.

Dijelaskannya, pihaknya memeriksa saksi-saksi, setelah barang bukti terkumpul, langsung mendatangi terduga di rumahnya.

“Awalnya dia tidak mengakui, dengan kegigihan kami mencari selahnya dimana, akhirnya dia mengakui jam 03 dini hari Rabu 24/3,” jelasnya.

“Tidak ada perlawanan pada pihak polisi, kini pelaku sudah diamankan di Polsek Rupat, pelaku hanya satu orang berjenis kelamin laki-laki, umur 47 tahun dan belum pernah terpidana,” pungkasnya.

Tidak ada kerugian materi, namun korban mengalami luka koyak di tangan dan dijahit sebanyak 80 jahitan, sedangkan pelaku dikenakan pasal 351 ayat 2 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penulis: Johanes Mangunsong

Polda Riau Musnahkan 80,24 KG Shabu Dan 68.636 Ekstasi

Pekanbaru, Tribunriau – “Tidak ada  tempat untuk bersembunyi bagi para pelaku narkoba di Riau ini !,” tegas Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi,SIK, Msi pada Konperensi Pers pemusnahan Barang Bukti Narkoba (80,24 kg shabu dan 68.636 butir Ekstasi dari 12 tersangka), di halaman parkir Markas Komando Polda Riau, jalan Pattimura no 13 Kota Pekanbaru, Riau, Rabu pagi (24/03/21).

 Kapolda Riau Irjen Agung yang didampingi Danlanal Dumai Kolonel Himawan, Kepala Bea Cukai Roni, Kabid Berantas BNNP Kombes Berliando, Dir Resnarkoba Kombes Victor, Kabid Humas Kombes Narto serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri mengatakan tentang tehnik dan taktis Polda Riau.

“Polda Riau melakukan pemberantasan Narkoba ini dengan strategi yang jitu dan smart. Sinergitas dengan berbagai instansi, seperti TNI-AL dari Lanal Dumai, BNNP Kota Pekanbaru dan Bea Cukai menjadi hal penting dalam pemberantasan Narkoba. Jika satu lubang ditutup maka para pengedar Narkoba akan buat lubang lain. Jika satu kader tertangkap maka dia akan merekrut kader baru untuk pengedar narkoba selanjutnya,” ungkap Kapolda.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Danlanal Dumai, Bea cukai Riau, BNNP Riau dan pihak lain yang bersama Polda Riau ikut bersinergi memberantas Narkoba.

“Dengan adanya sinergitas ini optimis akan memenangkan perang melawan gembong Narkoba. Kita paham bahwa hal Ini tidak mudah namun dengan sinergitas yang tepat ia sangat optimis dan mampu mengeksekusi dengan tepat. Para bandar dan para pengedar Narkoba selalu berusaha untuk lepas dari upaya hukum, namun  Polda Riau dan Polres jajaran juga tau cara yang tepat untuk melumpuhkan mereka,”ujar Kapolda. 

Para pelaku Narkoba yang terjerat hukum dengan cepat dan singkat mereka sudah mendapatkan pengacara. 

“Artinya mereka melawan dengan menyiapkan cara legal yang diakui oleh negara. Polda Riau juga akan antisipasi agar tidak ada kelemahan dalam penyidikan dan penegakan hukum agar tidak ada celah yang dimanfaarkan kubu pengedar Narkoba sehingga bisa bebas demi hukum. Semangat untuk pemberantasan Narkoba akan selalu kita gelorakan,”tegas Kapolda.

Kemudian Danlanal Dumai Kolonel (P) Himawan mengatakan, bahwa TNI-AL hadir sebagai bukti kepedulian, peran serta dalam pemberantasan Narkoba. 

“Ini adalah bentuk komitmen Lanal Dumai dengan Polda Riau. Beberapa waktu lalu Kapolri datang ke Mabesal juga banyak berbicara soal Sinergitas. Untuk itulah TNI-AL, khususnya Lanal Dumai ingin ikut mengurangi peredaran Narkoba bahkan TNI AL memiliki target untuk mampu menekan angka peredaran Narkoba lebih maksimal lagi. Dalam prakteknya kami dari Angkatan Laut bisa bekerja sendiri, namun juga bisa menjalin sinergitas dan kerjasama dengan cara share informasi. Misalnya karena cuaca buruk tidak bisa melaut. Maka saat target pelaku Narkoba sampai di darat, TNI AL sudah tidak lagi berwenang. Dengan seperti itu kami akan share info ke Polda Riau . Dan akhirnya di tangkap oleh Polda Riau,” tutur Himawan.

 Selanjutnya Ronny Rosfyandi selaku Kepala Kantor wilayah Bea Cukai Riau mengatakan, bahwa Bea Cukai ikut hadir bersama sama untuk ikut mencoba menahan laju masuknya Narkoba ke indonesia.

 “Kami berharap agar kedepan kerjasama dan sinergitas ini lebih efektif,” ucap Ronny singkat.(jlr)

Terbaru

Populer