Tribunriau- Video lama wawancara Almarhum Gus Dur terkait terorisme di Indonesia kembali viral.
Hidayat Nur Wahid (HNW) dalam twitnya mempertanyakan apakah benar video tersebut dikatakan oleh Kiyai yang pernah menjadi orang nomor 1 di Indonesia.
“Gus @na_dirs, benarkah ini dari Gus Dur? Bagaimana sebenarnya? Dari Australia mungkin bisa meneropong lebih jernih. Nuwun,” twit @hnurwahid, Senin (29/3).
Dari twit tersebut, tampak HNW mempertanyakan hal tersebut kepada @na_dirs.
Dalam kolom komentar, salah seorang netizen, Budi Handoyo menyampaikan agar HNW tidak meminjam nama Gus Dur untuk menyampaikan pendapat.
“Pak Dayat..,
Gus Dur boleh salah, n Anda boleh mencaci Gus Dur karena hal itu (kalau berani).
Kalau Anda mau anggap pernyataan Gus Dur adalah sesuatu yg benar dan Anda sependapat.., nayatakan aja sendiri (kalau berani)..
Jangan minjam nama Gus Dur utk menyampaikan pendapat Anda..,” tulis Budi Handoyo.
Di kolom komentar lainnya, ada juga yang sepaham dengan maksud postingan HNW tersebut.
“Karenanya sudahilah tudingan terar teror, rodikal radikul kekelompok tertentu, sdh berapa banyak program mengangkat nama baik sampai dibuatkan program kusus di televisi dengan menghabiskan dana yg tdk sedikit, hasilnya DISTRUST dari masyarakat,” tulis akun @ErjigoShiroi40.
Penulis: Iskandar Zulkarnain
Gus @na_dirs, benarkah ini dari Gus Dur? Bagaimana sebenarnya? Dari Australia mungkin bisa meneropong lebih jernih. Nuwun. https://t.co/5STpUKChyC
Jakarta, Tribunriau – Telusur siapa pelaku bom bunuh diri yang tewas di depan halaman Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/03/21) kemarin, kini sudah mulai terungkap.
Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, bahwa pelaku bom bunuh diri terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan. Dari data yang diperoleh keduanya adalah pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan.
“Betul pelaku pasangam suami istri baru menikah enam bulan,” ujar Argo, Senin (29/3/2021).
Seperti diketahui, pasca bom bunuh diri beredar foto seorang laki-laki mengendarai sepeda motor matic berboncengan dengan seorang wanita. Sepedamotor dengan nopol DD 5984 MD tersebut, tampak hancur.
Ditambahkan Kadiv Humas, identitas laki-laki tersebut diketahui L sementara yang wanita YSF pekerjaaan swasta. “Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelaku lainnya,” sebut Argo.
Sejumlah tempat, sambungnya, sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya. Termasuk rumah pelaku. “Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dah kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,”kata Argo.
Diungkapkannya lagi, pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina. “Pelaku berafiliasi dengan JAD,” terang Argo.
Sementara itu, diteruskannya, jumlah korban luka akibat bom bunuh diri yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 15 orang. 13 diantaranya di rawat di RS Bhayangkari Makassar dan 2 lainnya di RS Siloam.
“Dari 19 korban luka saat ini tinggal 15 orang. 4 lainnya diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan,” tutup Argo.(hms)
Bengkalis, Tribunriau – Sepertinya Bupati Bengkalis Kasmarni senang dan apresiasi kinerja Pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bengkalis. Karena sudah banyak berperan dalam membangun dan memajukan Negeri Junjungan.
Khususnya, disektor perbankan dengan menghimpun maupun menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
Disampaikan Bupati Kasmarni saat menerima Pimpinan Cabang BRI Bengkalis Kurniadi, Asisten Manager Adita Sadira, dan staf Rahmat.
Jalinan silaturahmi penuh keakraban dan kekeluargaan itu, dilaksanakan di Wisma Daerah Sri Mahkota, Senin (29/03/21).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami ucapkan terimakasih kepada BRI, sebab dari sekian banyak bank konvensional, BRI menjadi salah satu bank yang paling banyak bersentuhan dengan masyarakat,” ucap Kasmarni.
Disebutkan Kasmarni, kedepannya, sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin baik agar bisa ditingkatkan lagi.
Kemudian Kurniadi menanggapi, bahwa Bank BRI tidak hanya fokus disektor keuangan saja, tapi ada beberapa program unggulan yang bersentuhan dengan masyarakat, salah satunya Program Desa BriLian.
“BriLian yang diselenggarakan oleh BRI bertujuan untuk mengawal perekonomian desa selama masa pandemi Covid-19. Alhamdulillah, salah satu desa yang kita bina, berhasil menjadi desa BriLian, yakni Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis,”ucapnya.(jlr/disk).
Bengkalis, Tribunriau – Hari ini dilakukan acara audiensi dan panen buah semangka di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Desa Pematang Duku Kecamatan Bengkalis, Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat mendukung.
Seperti diungkapkan Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Wakil Bupati H Bagus Santoso ketika temu ramah dan panen semangka, Senin (29/03/21).
Dikatakan Wakil Bupati, Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat mendukung dengan dilaksanakannya acara audiensi dan panen semangka ini, sehingga kedepan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Kedepan akan kita laksanakan perekrutan 1 Desa 1 Penyuluh lapangan yang nantinya akan dilaksanakan perekrutan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD),” sebut Bagus.
Ditambahkan Wakil Bupati, PMD akan bekerja sama dan berkolaborasi bersama Balai Penyuluh Pertanian, sehingga perekrutan dapat berjalan dengan maksimal.
“Untuk penganggaran kita akan menggunakan dana desa yakni 1 Desa 1 Miliar tersebut, sehingga penyuluh pertanian dapat bekerja dengan maksimal tanpa harus memikirkan gaji,” tutur Bagus.
Wakil Bupati juga mengingatkan, bahwa keberadaan penyuluh lapangan nantinya dapat memberikan contoh kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur.
“Kami harapkan juga nanti 1 Desa dapat menonjolkan usaha perkebunannya, minimal 1 desa dapat menciptakan ciri khas baru, seperti, kangkung, cabe, timun dan lainnya,”ujar Bagus.
Wakil Bupati juga menekankan, agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan tidur karena terdapat beberapa desa yang masih memiliki lahan tidur yang sangat banyak, kedepan agar bisa dimanfaatkan dengan baik.
“Dinas terkait diharapkan dapat membuat varietas seperti padi unggulan, mengingat daerah lain sudah memiliki produk unggulan yang dapat dikembangkan di Kabupaten Bengkalis,”pungkas Bagus.
Acara itu dihadiri juga oleh, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Yuhelmi, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Tarmizi, Camat Bengkalis Ade Suwirman, dan sejumlah pejabat terkait dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.(jlr/disk).
RUPAT, Tribunriau – Dua orang warga Bengkalis A dan M berhasil diamankan Polsek Rupat karena kedapatan mengantongi serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu.
Kapolsek Rupat ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Untung Julius Silitonga SH, menjelaskan awalnya ada pemukulan di RoRo.
“Atas informasi tersebut, kita ambil tindakan untuk mencari pelaku. Petugas mendatangi TKP, pelaku langsung lari,” ujar Kanit, Senin (29/3/2021).
Ada dua orang yang masih di TKP, lanjut Kanit, tapi mereka tidak terkait dengan pemukulan.
“Ketika diperiksa petugas menemukan serbuk kristal dan diduga barang narkotika jenis sabu 1 paket kecil di kantong terduga A. Kemudian kami bawa ke kantor untuk diamankan,” terang Kanit.
Dari informasi terduga, barang tersebut milik pelaku pemukulan yang lari atas nama NA yang dititipkan kepada terduga.
Masih kata Kanit kejadian tersebut terjadi pada Minggu (21/03/2021) sekira pukul 20:30 WIB.
Dijjelaskan Kanit, dua pemuda tersebut yang diamankan berinisial A (19) warga Jalan Hangtuah RT 15 Kelurahan Batu Panjang dan M (25) penduduk Tanjung Kapal RT 4 RW 02.
“Keduanya sudah kami koordinasikan dengan BNN untuk melimpahkan mereka ke rehabilitasi namun tidak bisa karena anggaran BNN tidak ada. Jadi kita menunggu keputusan dari pengadilan nantinya akan menunjukkan kemana akan direhab,” rincinya.
“Barang buktinya dibawah 0,5 gram, jadi menunggu keputusan hakim saja. Sementara pelaku pemukulan sekaligus pemilik barang NA masih DPO yang merupakan pekerja Dishub di Rupat,” tambah Kanit.
“Menurut informasi, dari terduga pelaku pemukulan dan pemilik barang tersebut juga seorang pengedar,” pungkasnya.
Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Zulkarnain
RUPAT, Tribunriau- Sempat sehari jadi buronan, AT yang telah melakukan aksi pembacokan di area PT SRL berhasil diamankan Polsek Rupat, Sabtu (27/03) sekitar pukul 16:40 WIB kemarin.
Demikian disampaikan Kapolsek Rupat melalui Kanit Reskrim Polsek Rupat, IPDA Untung Julius Silitonga, SH, Senin (29/3).
Berawal dari laporan korban yang juga ketua rombongan orang Nias berinisial Fauzu Soki Ulu, kejadian pembacokan itu dikarenakan kesalah pahaman antara pelaku dengan korban.
“Ketua rombongan menegur salah satu anggotanya yaitu si pelaku, namun pelaku kurang terima atas teguran ketua rombongan, karena tersinggung pelaku langsung mengambil parang dan membacok parangnya ke arah pelapor,” ujar Kanit menjelaskan kronologi pembacokan.
“Sempat mengelak dari layangan parang, namun bahu korban terkena bacokan, belum diketahui berapa jahitan karena korban masih dirawat di Rumah Sakit Daerah Kerinci,” tambah Kanit.
Usai laporan diterima, atas perintah Kanit Reskrim Polsek Rupat, Kepala Tim Buser Polsek Rupat Bripka Rio Maradona turun ke lapangan untuk mencari pelaku.
“Pelaku kami amankan pada hari Sabtu (27/03) sekitar pukul 16:40 WIB, sempat menghilang satu hari, akhirnya kami amankan pelaku di wilayah PT SRL, dibantu oleh security PT SRL bersama anggota Reskrim Polsek Rupat, tidak ada perlawanan saat penangkapan, namun alat bukti belum dapat kami amankan karena belum ditemukan, kemungkinan dibuang oleh pelaku, dan sore ini kita akan bawa pelaku ke TKP kembali untuk mencari barang bukti parang tersebut,” jelas Kanit.
Untuk informasi tambahan, diketahui korban dan pelaku ternyata adalah besan.
“Pelaku dikenakan pasal 354 ayat 1 penganiayaan berat dengan hukuman maksimal 8 tahun penjara,” ungkap Ipda Untung Julius Dilitonga, SH.
Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Zulkarnain
Jakarta, Tribunriau – Gerak cepat dalam menangani masalah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mengambil sikap, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik pasca-terjadinya aksi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pagi tadi.
Dengan tegas Kapolri mengatakan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk mendalami pelaku dari aksi teror tersebut. Korps Bhayangkara menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) usai aksi tersebut.
“Kami sedang dalami dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan untuk masyarakat tidak usah terlalu panik, kami sedang dalami pelakunya,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Minggu (28/3/2021).
Disebutkan Kapolri, pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, sejauh ini akan terus melakukan penindakan terhadap para kelompok teroris. Hal itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara untuk memberangus para jaringan-jaringan tersebut. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir. Mengingat, negara hadir dan tidak akan kalah dengan aksi ataupun serangan teror apapun.
Lalu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menerangkan, bahwa Kapolri juga langsung memerintahkan Kadensus 88 untuk ke Makassar, untuk melakukan pendalaman terhadap aksi tersebut.
“Kemudian berkaitan ini kegiatan teorisme atau bukan, tentunya perintah pak Kapolri siang ini Kadensus berangkat ke Makassar, dan tentunya di Makassar sudah ada Korwil Densus dibantu serse Polda dan Polrestabes untuk olah TKP. Kami sudah gelar police line disana dan kami juga sudah menyisir benda apa saja sekecil apapun kami olah TKP,”tutur Irjen Argo.
Disamping itu, Irjen Argo memastikan bahwa aparat kepolisian menjamin keamanan dari keberlangsungan momentum peringatan Wafat Isa Almasih 2 April 2021, dan perayaan Paskah 4 April 2021 mendatang.
Disebutkannya, Asops Kapolri nantinya akan memberikan petunjuk ke seluruh wilayah, terkait melakukan penjagaan dengan melakukan operasi rutin jajaran kepolisian di gereja-gereja.
“Tentunya ada operasi rutin kami tingkatkan, dari Asops Kapolri berikan petunjuk ke wilayah terutama berkaitan kegiatan wafatnya Isa Al Masih, dan kegiatan paskah ini bagian pengamanan yang kami lakukan, kami serentak kerjakan sama-sama kami ajak seluruh elemen masyarakat ikut amankan memelihara Kamtibmas,” harap Irjen Argo.
“Masyarakat tetap tenang serahkan ke kepolisian untuk lidik, penyidikan dan identifikasi terkait kasus ini,” ujar Irjen Argo.
Dimana peristiwa diduga bom bunuh diri terjadi di Jalan Kartini, Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 10.20 Wita.
Diduga pelaku berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Mereka diduga langsung meninggal dunia setelah melancarkan aksinya. Saat ini, polisi masih terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi.(jlr/hms).
Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Pagi subuh Tim Opsnal Reskrim Polsek Mandau, Polres Bengkalis, telah berhasil menangkap dua orang pria berperan sebagai kurir Narkotika jenis shabu-shabu, pada saat sedang membawa benda haram perusak generasi penerus Bangsa Indonesia itu, dari Pekanbaru ke wilayah hukumnya.
Seperti dikatakan Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, SIK melalui Kasubag Humas, AKP Buha Purba SH saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penangkapan kedua tersangka yang diduga sebagai kurir Narkotika sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/82/III/2021/SPKT/RIAU/BKS/SEK-MANDAU, Tanggal 28 Maret 2021.
“Tersangka berhasil diamankan oleh Tim Opsnal Reskrim pada hari Minggu, tanggal 28 Maret 2021, sekitar Pukul 02.30 Wib yang mengaku berinisial AS (35) dan NA (18),” ujar Purba, Minggu (28/03/21).
Dilanjutkannya, kronologis penangkapan kedua tersangka yaitu, pada hari Minggu, tanggal 28 Maret 2021, sekitar pukul 00.01 Wib, Tim Opsnal Reskrim Polsek Mandau, melakukan penyelidikan terhadap diduga pelaku kurir Narkotika jenis Shabu.Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Opsnal, diduga tersangka ada membawa Narkotika jenis Shabu sepulang dari Pekanbaru, dan Tim pun melakukan pengintaian, dimana diduga tersangka akan turun dari Bus yang ia tumpangi.
Lalu sekitar pukul 02.30 Wib, Tim Opsnal berhasil menangkap tersangka berinisial AS alias Aan pas turun dari Bus yang ia tumpangi di Jl Sudirman, tepatnya di Simpang Jl. Jawa Ujung, Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
“Pada saat penangkapan tersangka AS, Tim Opsnal langsung melakukan introgasi, tersangka mengakui bahwa ia berperan sebagai kurir Narkotika jenis Shabu milik I yang saat ini sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan Shabu tersebut dijemputnya di wilayah Marpoyan Pekanbaru,” beber Purba.
Tim Opsnal, sambungnya, juga berhasil mengamankan temannya yaitu berinisial NA, yang saat itu sedang menunggu atau menjemput AS dengan menggunakan 1 unit Sepeda Motor merek Honda Beat No. Pol. BM 5528 EL, warna Putih sebagai sarana transportasi mereka.
Serta juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti (BB) yaitu; 1 paket Narkotika jenis Shabu dengan berat kotor 150,80 Gram, 1 unit Handphone Nokia 105 warna Biru, 1 unit Handphone Oppo A3s warna Merah, 1 unit Handphone Samsung J6 warna Hitam, 1 unit Sepeda Motor Beat warna Biru Putih No. Pol. BM 5528 EL dan 1 buah Jaket warna Hitam.
“Saat ini kedua tersangka beserta BB sudah dibawa oleh Tim Opsnal Reskrim ke Mapolsek Mandau, guna untuk dilakukan penyelidikan maupun proses hukum lebih lanjut,” jelas Purba.(jlr).
Makasar, Tribunriau – Sungguh biadap tidak berprikemanusiaan, teroris kembali mengganggu ketenangan bangsa Indonesia, khususnya di Makasar.Telah terjadi ledakan yang diduga bom bunuh diri didepan Gereja Catedral Jl.Kajaolalido Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/03/21) sekitar pukul 10.20 Wita.
Kronologis kejadiannya yaitu, menurut keterangan Akbar (23), alamat Jl.Bulurokeng, selaku Security di Master Place menjelaskan, bahwa awalnya ia jaga warung depan Gereja Katedral, kemudian melihat orang berkerumun di depan Gereja.
“Lalu, tiba-tiba mendengar suara ledakan dan melihat potongan badan berserakan di Jalan,”ungkapnya.
Demikian juga ditimpali Laele (56), selaku Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Mamajang, bersama istrinya Naima (39), pekerjaan IRT, warga Jl. Veteran Selatan Lr. 8 No. 3B Kecamatan Mamajang, Makassar mengatakan, bahwa mereka pada saat itu mau pulang ke rumah dan melewati Jl. Kajalalido.
“Dan sebelum kami tiba di depan Geraja Katedral, tiba-tiba ada mendengar 1 kali ledakan besar, kemudian kami melihat asap besar dan tubuh manusia berserakan seperti rambut,” terang pasutri tersebut.
Pukul 10.25 Wita, Personel Sat Intelkam yang standby di Mako tiba dan langsung mengamankan TKP.Pukul 10.35 Wita Kapolrestabes Makassar tiba di TKP.Pukul 10.50 Wita, Kasat Intelkam Polrestabes Makassar tiba di TKP, dan Pukul 11.00 Wita, Kapolda Sulsel tiba di TKP.
Adapun yang ditemukan di TKP, potongan badan yang berserakan di Jl.Kajaolalido, Paku dan lempengan Plat yang diduga dari Bom, 1 (satu) unit motor terbakar di pintu pagar Gereja Katedral.
Akibat dari kejadian itu satu unit Mobil Honda Mobilio Nopol DD 1799 UK, dan satu unit Taxi Nopol DP 1901 rusak kacanya.
Berita ledakan tersebut dengan cepat tersiar ke seluruh pelosok negeri. Dikabarkan saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah dan melakukan Misa di lokasi.
Selain potongan tubuh manusia, di lokasi kejadian saat ini tampak sejumlah korban luka dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.
Informasi yang diterima Groop Redaksi, dentuman bom tersebut terdengar hingga jarak kiloan meter.
Hingga berita ini dinaikkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian soal ledakan tersebut.
Sementara, Kepala Biro Penerangan Umum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebutkan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.(jlr/hms).
RUPAT, Tribunriau- Ratusan Warga Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis hadir dalam acara reses Anggota DPRD Provinsi Riau, Misliadi, S.H.I, Sabtu (27/3).
Salah seorang tokoh masyarakat yang hadir, Sunarya ketika dimintai tanggapan terkait reses tersebut berharap anggota DPRD Provinsi Riau Fraksi PKB itu bisa memperjuangkan pembangunan infrastruktur, khususnya masalah akses jalan dan rumah layak huni untuk suku asli akit di Rupat.
“Harapan yang paling utama yaitu masalah infrastruktur, terutama di jalan Ekasakti dan juga rumah layak huni serta pemukiman, terutama untuk suku asli akit yang jauh tertinggal,” ujar berharap aspirasi yang mewakili masyarakat ini bisa segera terealisasi.
Sementara itu, masih di tempat yang sama, salah seorang ketua LSM, Herman menyampaikan bahwasanya Misliadi adalah putra daerah Rupat. Dirinya merasa bangga dan berharap banyak terhadap Misliadi untuk pembangunan infrasruktur di Rupat.
“Kami berharap infrastruktur, tentunya yang sangat kita perlukan karena akses jalan di kelurahan Tanjung Kapal ini sangat memprihatikan sekali, tentunya ini salah satu PR baginya, bagaimana menanggapi aspirasi masyarakat, bagaimana supaya keluhan-keluhan masyarakat ini bisa terakomodir,” ujar Herman.
Menanggapi aspirasi dari warga yang hadir, Misliadi, S.H.I menyatakan siap untuk memperjuangkannya, tak hanya soal infrastruktur, Misliadi juga mengungkapkan bahwa di Rupat banyak potensi pertanian dan perkebunan yang bisa dikembangkan.
“Sudah kita catat dan akan kita perjuangkan di DPRD Provinsi Riau, mudah-mudahan pemerintah provinsi tidak keberatan dengan ini, karena memang potensinya luar biasa di bandingkan dengan desa-desa lainnya,” ujar Misliadi.
Terkait banyaknya permintaan bantuan alat pertanian atau perkebunan, Misliadi menyadari bahwa kebutuhan tersebut dirasa sangat bermanfaat dan tentunya itu permintaan yang wajar.
“Wajar saja mereka membutuhkan peralatan yang teknologinya juga lebih canggih, karena alat yang sudah ada tidak lagi layak dipakai,” jelasnya.
“Karena memang pertanian besar terutama sawah di Pulau Rupat ini yang terbesar masih di Tanjung Kapal,” tambah Misliadi.
Kemudian, lanjut Misliadi, karena memang pertanian, khususnya tani sawah ini, selama ini mengandalkan sumber air tadah hujan, jadi wajar para petani menyampaikan aspirasinya terkait sumber air.
“Karena memang persoalan irigasi khususnya saat ini, biasanya sangat bisa kita berharap ada dana APBD Provinsi yang turun kemari,” jelas Misliadi.
Terkait tanah yang belum dilegalitas, Misliadi menanggapi hal tersebut jiha jadi persoalan di Tanjung Kapal,
“Dii kampung banyak kawasan-kawasan pemukiman masuk dalam kawasan gambut, ini yang akan kita desak Pemerintah Provinsi Riau untuk mengeluarkan kawasan pemukiman dari kawasan gambut, karena memang sertifikat atau legalitas kepemilikan oleh masyarakat tidak di-akui lagi ketika henda di-komersilkan,”kata Misliadi.
Kedepan, lanjut Misliadi, pihaknya berharap pemerintah provinsi Riau membantu pemerintah kabupaten Bngkalis untuk mengeluarkan kawasan-kawasan pemukiman ini dari kawasan gambut.
Untuk proposal bantuan, Misliadi menyatakan siap untuk mengusahakannya.
Pantauan awak media di lokasi acara, tampak seluruh masyarakat menggunakan masker dan berjaga jarak, tenrunya ini sesuai dengan protokol kesehatan.
Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Zulkarnain