Beranda blog Halaman 914

Legislator PKB Usul Letjen Dudung-Gatot Ngopi Bareng Bahas Patung Soeharto

Jakarta

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo membandingkan keberadaan patung Proklamator Sukarno dan Presiden RI ke-2n Soeharto usai patung Soeharto dkk di Markas Kostrad, Gambir, dibongkar. Legislator PKB berharap Gatot bertemu dengan Pangkostrad, Letjen Dudung Abdurachman, untuk berdiskusi mengenai masalah patung itu.

“Pak Gatot dan Pak Dudung sesama satria sapta marga perlu duduk ngopi bareng,” kata Anggota DPR dari Fraksi PKB, Daniel Johan, kepada wartawan, Kamis (30/9/2021) malam.

Daniel mengatakan semua pihak menaruh hormat kepada Sukarno dan Soeharto. Dia mengingatkan Sukarno-Hatta merupakan proklamator dan posisi keduanya tak akan pernah bisa digantikan.

“Kita hormat kepada segenap Presiden termasuk Bung Karno dan Pak Harto, tapi karena Sukarno-Hatta adalah juga proklamator Republik Indonesia sehingga memiliki kekhususan dan tidak bisa dibandingkan karena Indonesia akan terus memiliki Presiden yang baru sementara proklamator kita sampai kapan pun ya hanya Sukarno-Hatta,” ujarnya.

Daniel menganggap pernyataan Gatot Nurmantyo mengenai patung Sukarno ada di mana-mana, namun patung Soeharto tak ada harus dinilai sebagai masukan. Dia berharap TNI makin solid.

“Tapi apa yang dirasakan Pak Gatot anggap saja sebagai masukan, apalagi sesama jenderal penegak sapta marga, apalagi kita selalu membutuhkan institusi TNI yang solid, satria, dan terdepan dalam melindungi rakyat bangsa dan negara, hal ini yang harus selalu diwujudkan,” jelasnya.

Gatot Soroti Patung Sukarno-Soeharto

Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo sebelumnya menyoroti keberadaan patung Presiden RI ke-2 Soeharto yang seakan-akan hilang dari peredaran. Hal itu disampaikan Gatot dalam acara Karni Ilyas yang disiarkan Karni di akun YouTube-nya. Gatot menyoroti itu ketika ditanya tentang harapan Gatot usai peristiwa hilangnya hilangnya patung Soeharto dkk di Markas Kostrad.

“Ya saya tetap berpikir positif bahwa karena Kostrad itu adalah tulang punggung, pada saat 65 (1965) dan seterusnya, untuk menjaga. Karena justru museum itu ada di Kostrad itu adalah bentuk pewarisan sejarah, agar semua prajurit Kostrad itu tahu dan sadar, bahwa panglimanya seperti itu, kemudian Kostrad seperti itu, sehingga suatu saat operasi pasti dia paling depan Kostrad,” kata Gatot dalam YouTube Karni Ilyas seperti dilihat, Kamis (30/9).

Sumber: DetikNews

Anak Nia Daniaty Bakal Polisikan Balik Pelapor Dugaan Penipuan CPNS

Jakarta

Kasus dugaan penipuan tes CPNS anak Nia Daniaty, Olivia Nathania, semakin meruncing. Kini, pihak Olivia mengaku membuka peluang untuk melaporkan balik pelapor.

Olivia yang akrab disapa Oi itu mengaku tengah menyiapkan bukti-bukti untuk melaporkan balik para pelapor tersebut.

“Kita lihat nanti ya untuk mengenai itu (laporan balik). Yang jelas saya di sini ngomong tidak akan ke mana-mana. Saya akan meluruskan ini dulu, ngumpulin berkas, bukti-bukti yang ada. Insyaallah akan kita laporkan,” kata Oi dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2021).

Oi membantah tuduhan soal dugaan penipuan tes CPNS. Oi mengaku dirinya hanya menawarkan jasa les CPNS.

“Perlu saya luruskan di sini, adapun saya menyelenggarakan les untuk masuk CPNS, les ya kita bicaranya, bisa dicek nanti tempatnya ada, pengajarnya pun ada,” kata Oi.

Olivia mengaku mematok harga dari layanan les tersebut. Namun, dia menyebut tarif itu sebagai hal yang wajar.

“Memang saya terima uang dari situ senilai Rp 25 juta per orang. Tetapi dengan nilai Rp 25 juta itu, digunakan untuk apa? Wajar saya punya untung dari situ, tetapi Rp 25 juta ini digunakan untuk les, untuk pengajar, sewa tempat,” terang Olivia.

Oi sendiri mengaku kaget setelah mengetahui dirinya dilaporkan atas dugaan penipuan. Apalagi hal itu sampai menyeret nama sang ibu dan anaknya.

“Cukup sekali ini saja saya berbicara karena saya juga harus healing. Saya juga banyak terganggu bahkan. Jadi saya minta tolong jangan kaitkan ini dengan ibu saya, suami, dan anak saya, apalagi yang menampilkan muka anak saya,” ucap Olivia.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Sumber: DetikNews

Kepsek di Minahasa Sulut Dilantik Tapi Sekolahnya Tak Ada, Ini Kata Pemkab

Manado

Unggahan Instagram seseorang yang mengaku ibunya dilantik sebagai kepala sekolah (Kepsek), di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) tapi sekolahnya tidak ada, viral di media sosial. Pemkab setempat menyebut surat keputusan (SK) itu ada kesalahan pengetikan.

Unggahan tersebut diunggah oleh akun Instagram asamwongo. Dalam unggahan itu diceritakan ibunya yang berinisial RDBA diundang hadir dalam kegiatan pelantikan ke JG Center Kantor Bupati Minut, Senin (27/9) sekitar pukul 22.00 Wita.

RDBA tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 Wita. Kemudian, diminta segera bersiap-siap karena pelantikan akan dimulai pada pukul 21.00 Wita.

“Pada malam itu (Senin 27/9/2021) sebelum mendapat panggilan untuk pelantikan, ibu saya diberitahukan untuk memasukkan berkas sebagai syarat untuk menjadi kepala sekolah. Namun, sementara pelantikan berlangsung nama ibu saya dibaca sebagai kepala sekolah di SD Negeri Kecil Warukapas,” kata akun tersebut,

“Yang menjadi masalah di sini, sekolah tersebut tidak ada sama sekali di daerah Warukapas Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minut. Sudah dikonfirmasi langsung ke hukum tua (kepala desa, red) Warukapas,” lanjutnya.

Kemudian, ibunya pergi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minut untuk mengkonfirmasi hal tersebut. BKD juga mengatakan tida mengetahui keberadaan sekolahnya.

“Namun jawabannya sangat miris, mereka mengatakan bahwa mereka saja baru mengetahui bahwa sekolah itu tidak ada keberadaannya,” tambah dia.

Menyikapi unggahan viral itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKKP) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Styvi Watupongoh ikut buka suara. Dia mengakui ada kesalahan pengetikan.

“Itu kesalahan pengetikan. Sebenarnya yang kami rencanakan itu, dia menjadi kepala sekolah di SD Kecil Mapanget. Tapi karena terjadi salah pengetikan, makanya menjadi kepala sekolah di SD Kecil Warukapas,” tuturnya.

Meski begitu, Styvi menjelaskan sebelum kisah viral itu diunggah di media sosial, BKD telah melakukan klarifikasi.

“Keterkaitan dengan masalah tersebut sebelum itu terangkat ke media, kami sudah panggil yang bersangkutan sudah jelaskan. Sudah klarifikasi pada yang bersangkutan,” tuturnya.

(eva/eva)

Sumber: DetikNews

Musrenbang Desa Muara Basung dan Tengganau Aman dan Mengikuti Prokes Covid-19

Bengkalis (Duri), Tribunriau – Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) 2 desa tahun 2021 berjalan dengan aman dan lancar dengan mengikuti prosedur kesehatan (prokes) covid-19, dilaksanakan di ruang pertemuan desa masing-masing, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Kamis (30/09/21).

Musrenbang di Desa Muara Basung dimulai sekira pukul 09.00 WIB, dihadiri oleh Camat Pnggir Azuar, Kepala Desa Akhyar Mukmin, Al Azmi, Ka.UPT Persampahan Syafruddin, Perkimtan Khairul, Ka.UPT Damkar Zampi Hairi, Korwilcam Pendidikan Pinggir Zulkifli, Ketua BPD Mardiansah, Kepsek SMKN 2 Pinggir Elmi Suhaimi, Kepsek SMPN 3 Pinggir Eka Salawaty, Bhabinkamtibmas Wawan S, PPL Obed V.Harianja, UPT Pertanian Marzuki, Direktur Bumdes H.Mukhlis, Kepala Dusun (Kadus), RT, RW, tokoh masyarakat, pengurus PKK dan segenap perangkat desa.

Kepala Desa Akhyar Mukmin mengatakan, mengucapkan terimakasih atas kedatangan Camat Azuar para Kepala UPT atau yang mewakili, para Kepala Sekolah beserta guru, Kepala Dusun, BPD, Direktur Bumdes, RT, RW dan segenap yang hadir.Bahwa musrenbang ini diadakan untuk menampung usulan masyarakat dan menyatukan persepsi demi terwujudnya pembangunan di Desa Muara Basung.

“Semua usulan yang sudah direkap sebanyak 35 item, kita usahakan akan dipilih mana yang prioritas dan menjadi 10 item, seperti peningkatan jalan poros desa adalah yang paling diprioritaskan,” kata Akhyar.

Selanjutnya sekira pukul 14.30 WIB, musrenbang dilaksanakan di Desa Tengganau.  Selaku Kepala Desa Rumbin Sitio dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa musrenbang ini diadakan adalah untuk menampung usulan dari masyarakat.” Jadi kepada bapak/ibu dipersilahkan mengajukan apa usulannya dan mana yang prioritas untuk pembangunan dan perbaikan desa kita,” kata R. Sitio.

Sementara mewakili Camat Pinggir Kasi Kessos Juliyasdi Tanjung menyampaikan, permohonanmaaf dari Camat Azuar yang tidak bisa hadir, karena berada di desa lain yang juga menghadiri acara yang sama/ musrenbang.

“Beliau titip salam kepada bapak/ibu sekalian.” katanya.

Ia menyinggung dengan banyaknya usulan-usulan yang sudah mencapai 50 item.Menurutnya, usulan itu harusnya dirampingkan menjadi 10 skala prioritas  yang akan disampaikan pada acara musrenbang tingkat kecamatan nantinya.

“Mengenai usulan untuk rehab rumah ibadah, baik itu gereja dan mesjid, dibuat saja proposalnya dan ditujukan ke dinas sosial, akan cepat prosesnya.Dan yang terkait dengan perikanan, kelautan, penddikan, dan pertanian, lebih bagus bapak/ibu mengajukan dalam bentuk proposal ditujukan ke dinas terkait melalui uptnya.Karena kalau bapak/ibu menunggu hasil musrenbang, akan lama waktunya,” ujarnya.

Acara selanjutnya diskusi dan tanya jawab mengenai 50 usulan yang akan memilih mana yang paling prioritas untuk dibawa ke musrenbang tingkat kecamatan.

Acara musrenbang dihadiri juga oleh Ketua BPD Verdinan Panggabean beserta anggota, perwakilan UPT Pertanian, UPT Perikanan dan Kelautan Riamos, pengurus Gapoktan, Kadus, RT, RW, pengurus PKK dan segenap perangkat desa.(jlr).

Polisi: Vaksinasi Merdeka Aglomerasi di Pondok Gede Sudah 85 Persen

Jakarta

Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Vaksinasi Merdeka, di Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Tujuannya, guna mempercepat herd immunity di wilayah aglomerasi.

“Untuk meningkatkan herd immunity Polda Metro Jaya melaksanakan Vaksinasi merdeka di wilayah aglomerasi,” ujar Direktur pada Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Metro Jaya, Kombes Sri Satyatama dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (30/9/2021).

Diketahui, vaksinasi tersebut dilaksanakan dari tanggal 22 September 2021 hingga tanggal 1 Oktober 2021. Sejauh ini, sudah 85% warga di Kecamatan Pondok Gede sudah tervaksinasi.

“Untuk di wilayah Kecamatan Pondok Gede sudah 85 persen,” terang Sri.

Dirinya berharap, jumlah warga yang tervaksinasi dapat bertambah hingga akhir pelaksanaan kegiatan tersebut. Tak lupa, Sri menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan (nakes) yang sudah turut serta membantu memvaksinasi warga Pondok Gede.

“Masih ada beberapa hari lagi semoga bisa naik di atas 85 %. Pada kesempatan ini diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tenaga kesehatan dan relawan yang telah bergabung dalam tim vaksinasi merdeka yang telah bekerja keras atas capaian jumlah masyarakat yang di vaksin di wilayah Kecamatan Pondok Gede,” pungkasnya.

(mea/mea)

Sumber: DetikNews

Bupati dan wabup Rohil Kunjungi Rumah Korban Dimangsa Buaya Sungai Rokan

ROHIL, tribunriau – Disela kesibukan nya, Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong didampingi Ketua PKK Sanimar Afrizal bersama Wakil Bupati H Sulaiman menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah istri korban yang dimangsa buaya sungai Rokan beberapa waktu lalu.

Afrizal Sintong datang ke kediaman istri almarhum Chandra (33) di Batu Delapan, Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir Kecamatan Bangko, Kamis (30/9/2021) sore.

Bupati Rohil merasa prihatin karena korban yang kedelapan dimangsa buaya muara sungai Rokan itu meninggalkan tiga anak-anak yang masih kecil.

Pada kesempatan itu, bupati Rohil menyerahkan bantuan sejumlah uang tunai kepada keluarga korban dan membagikan sebanyak 100 paket sembako kepada masyarakat Labuhan Tangga Hilir yang dibagikan secara simbolis oleh Ketua GRMB Rohil Nalladia Ayu Rokan.

Atas kejadian itu, Bupati mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya korban yang meninggal dimangsa buaya.

“Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengungkapkan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Dan kami juga ada sedikit memberikan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar sini, semoga ini dapat membantu masyarakat,” jelas Afrizal Sintong.

Selain itu lanjut Afrizal, Pemda Rohil saat ini tengah mengurus administrasi bantuan di Dinas Sosial agar keluarga korban mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 Juta.

Sehubungan dengan banyaknya korban meninggal akibat dimakan buaya, Bupati mengingatkan kepada masyarakat maupun nelayan yang beraktivitas di sepanjang sungai Rokan untuk tetap waspada dan berhati-hati.

“Kami menghimbau jaga keselamatan dan tetap waspada karena buaya semakin ganas dan buaya di muara sungai Rokan ini juga semakin banyak tentu ini harus hati hati kerjanya,” pinta Afrizal Sintong.

Untuk diketahui, korban Chandra diterkam buaya saat sedang istirahat di tepi alur Sungai Rokan di Batu 6 – Bagansiapiapi, Kamis (23/9/2021) siang sekitar pukul 11:30 wib.

Sempat dilakukan pencarian secara intens oleh tim Basarnas, TNI dan masyarakat, namun yang ditemukan hanya hati dan jantung korban di tepi sungai Rokan.

(RLS)

Gempa M 3,2 Terjadi di Lombok Utara NTB

Jakarta

Gempa dengan magnitudo (M) 3,2 terjadi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa dirasakan hingga ke Lombok Barat.

“Pusat gempa berada di laut 16 Km Barat Daya Lombok Utara,” tulis BMKG di akun Twitter-nya, Kamis (30/9/2021).

Gempa terjadi pada pukul 21.56 WIB dengan titik koordinat 8,39 Lintang Selatan dan 116,01 Bujur Timur. Gempa berada di kedalaman 17 Km.

Gempa dirasakan dalam skala III MMI di Lombok Barat. Skala III MMI artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Belum diketahui ada tidaknya kerusakan dan korban jiwa dari gempa di Lombok Utara, NTB ini. Tak ada peringatan tsunami akibat gempa.

(rfs/haf)

Sumber: DetikNews

Maksimalkan Capaian Vaksinasi, Dinkes Dumai Lakukan Berbagai Terobosan

Kegiatan vaksinasi juga dilakukan di beberapa Perusahaan yang ada di Kota Dumai.
Kegiatan vaksinasi juga dilakukan di beberapa Perusahaan yang ada di Kota Dumai.

DUMAI – Demi maksimalnya capaian vaksinasi di Kota Dumai, berbagai terobosan dilakukan oleh pemerintah bersama instansi lainnya, saat ini Pemko DUmai melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan kegiatan vaksinasi massal kepada masyarakat umum.

Guna memaksimalkan kegiatan vaksinasi, Pemerintah Dumai melalui gugus tugas dan Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa ketersediaan vaksin di Dumai masih aman. Tiga jenis vaksin masih tersedia untuk masyarakat.

Tiga jenis vaksin yang dimaksud adalah, sinovac, moderna dan coronovac. Ketiga vaksin itu diperuntukkan bagi masyarakat yang hendak melakukan vaksin pertama, dan kedua.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Dr Syaiful, MKM menjelaskan bahwa capaian vaksin di Dumai cukup tinggi, disamping berbagai kegiatan dan dukungan dari berbagai pihak guna memaksimalkan capaian vaksinasi hingga saat ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh komponen yang dari awal masih aktif dan memberikan dukungan secara maksimal dalam penanganan covid khususnya masalah vaksinasi, ” sebutnya.

Melalui vaksinasi, diharapkan angka kasus covid-19 di Dumai bisa turun dan memutus rantai penyebaran kedepannya.

Dia harap melalui vaksinasi massal ini, Angka Covid dapat menurun serta dapat teratasi. Pada kegiatan tersebut juga menyediakan paket sembako bagi peserta yang beruntung.*

Di Depan Ganjar, Megawati Bicara Sanksi Pemecatan Kader PDIP

Jakarta

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berbicara perihal sanksi pemecatan bagi kader yang sudah kelewatan tidak patuh perintah partai. Megawati menyebut lebih baik mundur daripada dipecat.

Peringatan itu disampaikan dalam kegiatan virtual bertajuk, ‘Penyampaian tali Asih Kader Partai Meninggal Dunia Terpapar COVID-19’, Kamis (30/9/202021). Rekaman kegiatan itu di kanal YouTube PDIP.

Di awal acara, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memandu penyampaian tali kasih, yang dilakukan simbolis kepada keluarga seorang pengurus DPD PDIP Jawa Timur, Emiyati Febrianti. Setelah itu, Megawati menyampaikan pidatonya.

Megawati menyebutkan acara tali kasih virtual itu dihadiri para kader PDIP, termasuk dari DPC. Ada dua kader yang disapa Megawati, yakni Ganjar Pranowo dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu.

Megawati sempat mengingatkan soal penerapan protokol kesehatan COVID-19 pada awal sambutannya, yang menurutnya sederhana, tapi masih ada kader yang lalai.

“Kita harus ingat kita harus pakai masker, cuci tangan, membuat jarak, itu sebenarnya, menurut saya, sebuah disiplin yang sederhana saja, tidak disuruh macam-macam, tetapi kita masih lalai,” kata Megawati dalam sambutannya.

Megawati meminta kader PDIP membaca AD/ART, sebab perihal sanksi diatur di dalamnya. AD/ART PDIP mengatur 3 tingkatan sanksi, paling tinggi pemecatan bagi kader yang tidak loyal kepada partai.

“Sanksi itu tolong dilihat, di AD/ART kita ada tiga. Awal mulanya teguran. Tetapi kalau tidak mau mendengarkan ditingkatkan sanksi peringatan. Kalau sudah diberikan peringatan tetap saja tidak mau disiplin partai, akhirnya dinaikkan, yaitu dinonaktifkan dari penugasannya,” papar Megawati.

“Yang paling tinggi adalah pemecatan. Itu sudah pasti dilakukan bagi mereka yang tidak loyal kepada partai,” imbuhnya.

Namun, Megawati mengaku selalu mengingatkan kepada kader yang pelanggarannya kelewatan lebih baik mundur. Sebab kalau tidak, pasti dipecat.

“Saya selalu (bicara), baik dalam rapat, pertemuan, kalau tidak cocok ikut PDIP sebaiknya segera saja mundur, menyerahkan KTA-nya, karena kalau tidak sanksi terberat adalah pemecatan,” tegas Megawati.

“Jadi lebih baik pikir begitu, mundur lebih baik daripada dipecat,” sambung dia.

(zak/tor)

Sumber: DetikNews

Bersama MarkPlus, Pemkab Musi Luncurkan Buku Musi Banyuasin 2030

Jakarta

Guna mengoptimalkan potensi masyarakat lokal di sektor kelapa sawit sebagai bahan baku energi baru terbarukan (EBT), Pemerintah Musi Banyuasin mencanangkan visi Musi Banyuasin 2030. Dengan kekayaan alam dan potensi sumber daya yang ada, pemerintah melihat adanya prospek ke depan bagi wilayah Musi Banyuasin mampu meraih predikat Ibu Kota Energi Berkelanjutan.

Mendukung Indonesia menjadi bangsa yang mandiri merupakan salah satu objektif Musi Banyuasin 2030. Bersama dengan MarkPlus, Inc., Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mengulas potensi kelapa sawit dalam gelaran acara peluncuran buku ‘Musi Banyuasin 2030, World Capital of Sustainable Energy BOP (Based on Palm Oil)’ di Hotel Santika Premiere Bandara, Palembang.

“Saya menggandeng para petani ini untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri, mereka dalam tahun ini akan groundbreaking, pabrik kelapa sawit pertama milik petani. Sekarang tidak hanya PTPN yang punya pabrik kelapa sawit, prediksi kami satu tahun setengah ke depan saat kelapa sawit yang sudah diremajakan itu panen, siapa offtaker-nya? Adalah pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh rakyat,” ujar Dodi dalam keterangan tertulis, Kamis (30/9/2021).

Lebih lanjut Dodi mengungkapkan sejak 2017, gerakan peremajaan kelapa sawit sudah dijalankan oleh Pemerintah Musi Banyuasin yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Lahan kelapa sawit seluas 4.465 hektare berhasil dipanen setelah satu tahun gerakan ini dijalankan. Dodi memiliki target 50.000 lebih hektare milik rakyat dan seluruh petani yang hadir di sini akan diremajakan.

“Setelah berhasil diremajakan, what’s next? yang harus dilakukan adalah meluncurkan gerakan hilirisasi komoditas kelapa sawit. Kami hilirisasi menjadi Industrial Vegetable Oil (IVO), bahan dari biofuel bensin sawit, bioavtur untuk pesawat terbang, maupun biodiesel untuk solar. Berdasarkan Keppres tahun 2020, Kabupaten MuBa sebagai proyek strategis nasional,” tambah Dodi.

Dengan roadmap yang jelas ke depannya, Dodi meyakini hal ini mampu menjadi katalisator kesejahteraan petani di Musi Banyuasin.

“Dari hulu sampai hilir kita punya roadmap yang jelas, visi yang jelas, 2030 insyaallah Musi Banyuasin akan menjadi The World Capital of Renewable Energy Based on Palm Oil, atau ibu kota dunia dari energi terbarukan yang berasal dari kelapa sawit,” tutur Dodi.

Lebih lanjut, Dodi menjelaskan hasil panen dari kelapa sawit ini akan diproduksi menjadi Crude Palm Oil (CPO), Industrial Vegetable Oil (IVO), bensin sawit dengan proses katalis, Food Grade Oil, dan fiber.

Menjawab kekhawatiran yang ada, Dodi menyatakan pihaknya memberikan contoh bahwa ada satu daerah perkebunan kelapa sawit di Musi Banyuasin yang mengedepankan asas lingkungan.

“Memberikan lingkungan yang ramah bagi para pekerja, tidak membakar hutan, dan memberikan ilmu pemberdayaan seperti leadership dan marketing ke para petani. Kita educate petani supaya mereka bisa menjadi suatu korporasi,” tegas Dodi.

Sementara itu, tokoh penerbitan buku Musi Banyuasin 2030, Hermawan Kartajaya mengaku bangga atas penghargaan yang baru saja diraihnya sebagai penulis buku Marketing 5.0, bersama dengan Philip Kotler dan Iwan Setiawan selaku CEO MarkPlus, Inc. yang meraih predikat The Best 30 Business Book in The World oleh Soundview.

Buku Marketing 5.0. yang telah diterjemahkan ke lebih dari 14 bahasa ini bertemakan Technology for Humanity. Sejalan dengan proyek Musi Banyuasin 2030.

“Technology for humanity adalah sebuah keniscayaan. Modal 4 pilar komoditi kalau tanpa implementasi teknologi akan percuma. Petani harus diberi teknologi, tapi pada akhirnya perlu SDM. Apabila teknologinya tidak diterapkan dengan baik namun SDM-nya ada maka tidak akan tercapai pilar sustainability,” ucap Hermawan.

Hermawan juga memaparkan Strategic Roadmap Indonesia 2030, harapannya di tahun 2030 dengan visi yang jelas, seluruh lapisan masyarakat bisa bangkit dari pandemi, termasuk para petani yang mampu berdikari, mandiri, dan melek teknologi.

Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas Kementerian Investasi/BKPM, Aries Indanarto, mengatakan buku tersebut mengemas cita-cita serta langkah yang diambil stakeholder Musi Banyuasin dalam menggagas visi bersama, didukung oleh Kementerian Investasi Indonesia. Ia menambahkan Kementerian Investasi siap untuk mendukung Pemerintah Daerah kaitannya dengan investasi asing di Musi Banyuasin, baik dari segi perizinan maupun fasilitas.

“Maksimal yang diberikan kepada investor asing adalah 100.000 hektare. Investor harus terintegrasi dengan perkebunannya, minimalnya bagi asing adalah 6.000 hektare dengan nilai investasi di atas Rp 10 miliar,” ujar Aries.

Dengan jumlah tersebut, Aries menegaskan kepemilikan petani terhadap lahan investasi akan tetap memegang kendali. Menurutnya, dari 6.000 hektare tersebut, asing minimal bisa mengelola 20%, sisanya menjadi kepemilikan petani. Investor hanya datang membawa uang, teknologi, dan market.

Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Achmad Maulizal Sutawijaya, mengungkap peran BPDPKS dalam membangun SDM dan petani yang berkapasitas dengan penyuluhan dan pelatihan.

“Kita membuat kerja sama dengan koperasi petani dengan BUMD. Tidak hanya sekadar menyampaikan program pemberdayaan ini, kita punya pengembangan roadmap dari SDM sawit. Target kami di 2030 kapasitas produksinya kalau bisa di 60.000.000 ton,” ujar Achmad.

(Content Promotion/MarkPlus)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer