Komika McDanny dikecam usai video penghinaan Habib Rizieq Syihab viral. McDanny meminta maaf kepada umat Islam, terutama kepada keluarga Habib Rizieq.
Video permintaan maaf McDanny diunggah si komika di akun Instagram-nya seperti dilihat Selasa (19/10/2021). McDanny beristigfar, mengucap syahadat, istigfar lagi, lalu menyampaikan permohonan maafnya.
“Saya McDanny ingin mengucapkan maaf sebesar-besarnya kepada umat muslim, seluruh umat muslim, kepada ormas-ormas Islam terutama kepada para ulama, para habaib, dan keluarga besar Habib Rizieq karena atas apa yang saya katakan, saya ucapkan, tidak pantas untuk saya katakan,” kata McDanny.
McDanny mengaku sadar permintaan maafnya ini tidak cukup. Dia menyebut belum sempurna sebagai umat muslim.
“Dan… kata maaf pun sepertinya tak pantas keluar dari mulut saya, tapi saya masih jauh dari kesempurnaan sebagai orang Islam, sebagai muslim,” katanya dengan suara lirih dan bergetar.
Sekali lagi McDanny meminta maaf karena telah menyakiti banyak pihak. “Saya hanya ingin minta maaf, minta maaf yang besar sebesar-besarnya karena telah menyakiti semuanya, termasuk keluarga saya, teman-teman saya,” imbuhnya.
Lebih jauh McDanny menyampaikan harapan bisa bertemu keluarga Habib Rizieq untuk meminta maaf secara langsung. DIa mengaku lupa diri saat berada di panggung.
“Dan untuk keluarga Habib Rizieq saya berharap bisa bertemu dengan mereka, meminta maaf secara langsung. Sekali lagi saya minta maaf sebesar-besarnya. Saya lupa diri, saya euforia, euforia di panggung. Maafkan saya, maafkan saya, maafkan saya,” ujar McDanny.
Seorang pria di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), TV (35), ditangkap karena melakukan sodomi kepada anak tetangganya yang berusia 14 tahun. Pria ini beralasan melakukan sodomi karena suka sesama jenis sejak SMA.
“Perbuatan tersebut dilakukan tersangka sebagai pemuas hawa nafsu. Ketika sekolah di SMA, tersangka menyukai teman sejenis,” kata Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin, Selasa (19/10/2021).
Sormin mengatakan tersangka melakukan aksinya sudah beberapa kali sejak bulan Oktober 2020. Awalnya, tersangka yang melihat korban sedang bermain game online mengajaknya untuk datang ke kos.
“Di situ korban disodomi pertama sekali,” ucap Sormin.
Tersangka terakhir kali melakukan aksinya pada September 2021. Tersangka mengaku dia memberikan sejumlah uang kepada korban setelah melakukan aksinya.
“Setelah melakukan perbuatan tersangka memberi imbalan berupa uang kepada korban sekitar Rp 2000 atau Rp 5000,” kata Sormin.
Setelah mengetahui perbuatan tersangka, ibu korban melaporkan peristiwa ini ke kepolisian. Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian menangkap tersangka pada 8 Oktober 2021.
“Tersangka ditahan di Polres Sibolga. Tersangka dikenakan pasal tentang pencabulan terhadap anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun,” jelas Sormin.
Ganjar Pranowo memberikan reaksi yang tak terduga usai mendapat serangan dari Rocky Gerung. Alih-alih marah lantaran disebut dianggap bodoh oleh kaum milenial, Gubernur Jawa Tengah itu malah memuji Rocky Gerung.
Serangan ke Ganjar itu dilontarkan Rocky Gerung dalam diskusi ‘Memprediksi Kemunculan Capres Ala Pembagian Wilayah Penanganan Covid (Jawa Bali – Non Jawa Bali)’ yang digelar KedaiKOPI pada Jumat (15/10) lalu.
Rocky Gerung menyebut Ganjar dianggap bodoh oleh kaum milenial. Tak hanya ke Ganjar, serangan itu juga dilontarkan Rocky Gerung ke Ketua DPR RI Puan Maharani.
“Jadi konyol kita berupaya menaikkan elektabilitas Ganjar, padahal bagi milenial itu orang bodoh. Demikian juga Puan. Sama, mereka anggap ini orang nggak ngerti new grammar of world’s politic adalah gender equality, democracy, human rights,” ujar Rocky Gerung.
Rocky Gerung mengungkapkan, anggapan kaum milenial terhadap kedua politikus PDIP itu disampaikan saat berdiskusi dengannya beberapa waktu lalu. Menurut Rocky Gerung, hal itu salah satunya lantaran dipicu isu banteng vs celeng yang dinilai sebagai kekonyolan politik.
“Padahal kami milenial yang 2024 nanti akan memilih mau lihat pertengkaran akademis di dunia politik Indonesia sama seperti pertengkaran di luar negeri. Soal gender equality, new kind of economy. Kok kita nggak denger ya Puan ngomong itu. Om yang rambutnya kayak bintang film putih itu, Ganjar Pranowo, ngomong itu. Kok kita nggak lihat Kang Emil ngomong itu,” tutur Rocky Gerung.
Menurut Rocky Gerung, kaum milenial ingin agar tokoh-tokoh politik menunjukkan perdebatan akademis. Misalnya terkait dengan society 5.0 yang membahas gender equality hingga human rights. Bukan malah menunjukkan kekonyolan politik.
“Society 5.0 isinya intellectuality, human right, gender equality. Mereka nggak dapet itu,” imbuh dia.
Polisi menangkap pelaku pembunuhan seorang ibu rumah tangga, yang terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut). Sebelum membunuh, tersangka ternyata terlebih dahulu memperkosa korban.
Peristiwa pembunuhan ini terjadi di perumahan karyawan milik perusahaan perkebunan sawit, Bilah Hilir, pada Kamis (14/10) lalu. Korban tewas bernama Susia alias Suryani merupakan istri seorang karyawan perusahaan perkebunan sawit tersebut.
“Tersangka mulanya diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi pada hari Sabtu (16/10) siang, saat sedang bekerja sebagai pemanen buah kelapa sawit. Kemudian setelah dimintai keterangan, dia mengakui perbuatannya,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/20/2021).
Deni mengatakan tersangka berinisial AN alias Analisa (30), juga merupakan pekerja di perusahaan sawit tersebut. Karena itu tersangka dan korban tinggal berdekatan di perumahan perkebunan yang hanya berjarak 4 rumah.
Sebelum melakukan pembunuhan tersangka sebenarnya hendak mencuri di rumah korban. Namun saat dipergoki, dia malah memperkosa korbannya yang berlanjut dengan pembunuhan.
Kalah Judi
Deni menceritakan peristiwa ini bermula dari niat tersangka untuk mencuri uang setelah uangnya habis karena kalah judi. Dia kemudian mengamati rumah tetangganya mencari kemungkinan untuk mencuri.
“Jadi pada Rabu (13/10) malam, dia main judi bersama kawannya. Uangnya Rp 700 Ribu habis, ditambah lagi berhutang Rp 1 Juta, karena kalah. Padahal itu untuk bayar angsuran sepeda motornya,” kata Deni.
“Lalu pada Kamis (14/10) pagi, dengan membawa kapak, dia kemudian memperhatikan beberapa rumah tetangganya. Saat itu dia melihat pintu warung di rumah korban tidak terkunci. Lalu masuk untuk mencuri di rumah korban,” sambungnya.
Ketika sedang menggeledah lemari, korban yang baru dari kamar mandi memergoki tersangka di kamarnya. Korban yang kaget kemudian menegur tersangka, dengan berkata, “Analisa, mau ngapain kau di sini?”
Tersangka kemudian membalas dengan hardikan.
“Diam kau, jangan banyak kali kau cakap,” kata tersangka.
Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sakit ditutup saja. Menurut Puan, meski banyak mendapat dukungan modal dari APBN dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN), perusahaan pelat merah yang sakit itu tetap sulit ‘sembuh’ dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“BUMN-BUMN yang tidak berdaya guna dan cenderung menghabiskan uang rakyat memang lebih baik ditutup karena hanya menjadi beban negara,” kata Puan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/10/2021).
Puan setuju dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal rencana pembubaran BUMN yang tidak sehat. Puan lantas menyoroti perusahaan pelat merah yang mendapat suntikan PMN, tapi tidak berbenah memperbaiki kondisi perusahaan.
“Harus ada langkah tegas untuk menghentikan Penyertaan Modal Negara (PMN) terhadap BUMN yang tak bisa lagi berkembang. Percuma bertahan, tapi tak bisa maju akibat buruknya tata kelola perusahaan dan rendahnya profesionalisme para pengurusnya,” tuturnya.
Puan mengingatkan, salah satu tujuan didirikannya BUMN adalah untuk menyelenggarakan kemanfaatan umum bagi masyarakat. Namun jika tujuan tersebut tak dapat tercapai, penyelamatan yang dilakukan pemerintah akan sia-sia.
“PMN yang berasal dari APBN yang merupakan uang rakyat itu seharusnya digunakan BUMN untuk membantu ekonomi nasional dan ikut meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan malah ‘lenyap’ oleh pengelolaan yang buruk,” tegas Puan.
Puan menilai buruknya tata kelola perusahaan salah satunya diduga karena ada banyak ‘permainan’ di tubuh BUMN itu sendiri. Dia meminta persoalan-persoalan seperti ini yang harus dituntaskan hingga ke akar.
“Adanya permainan-permainan ini diakui sendiri oleh Kementerian BUMN, termasuk di antaranya ada pada sektor industri gula dalam negeri. Maka kami mendukung berbagai upaya efisiensi yang dilakukan Kementerian BUMN terhadap perusahaan-perusahaan milik negara yang buruk,” ujarnya.
Mengenai PMN untuk sejumlah BUMN, Puan meminta agar pemerintah memastikan suntikan dana tersebut tepat guna. Dia mengingatkan, jangan sampai BUMN-BUMN terlena karena mendapat kemudahan modal.
“BUMN yang mendapat bantuan dana harus bisa inovatif agar perusahaannya mendatangkan keuntungan bagi negara, yang berujung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Puan mengatakan, DPR RI juga akan terus mengawasi tata kelola BUMN, khususnya yang mendapat PMN dari APBN. “APBN itu uang rakyat yang harus kita kawal pemanfaatnnya, termasuk oleh BUMN. Agar uang rakyat itu kembali manfaatnya ke rakyat, bukan lenyap oleh tata kelola perusahaan negara yang buruk,”tutupnya.
Polisi menyalurkan bantuan berupa beras kepada pengurus Pondok Pesantren Nurul Bahri di Muara Angke, Jakarta Utara. Penyaluran itu dilakukan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional.
“Penyaluran paket sembako berupa beras (dari) Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polsek kawasan Sunda Kelapa kepada pengurus Pondok Pesantren Nurul Bahri Muara Angke dalam rangka menyambut Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2021,” ujar Kapolsek Sunda Kelapa AKP Seto Handoko Putra melalui keterangan tertulis, Senin (18/10/2021).
Adapun pondok pesantren Nurul Bahri Muara Angke menjadi salah satu yang terdampak pandemi COVID-19. Polisi menyalurkan 300 kantong beras yang masing-masing berisi 5 kg. Penyaluran itu diterima langsung oleh Ketua Pondok Pesantren Ustadz H Ade Asrudin.
Lebih lanjut, Seto menyampaikan bantuan diberikan sebagai bentuk empathy building di masa PPKM. Penyaluran bantuan dilakukan dengan tetap disiplin protokol kesehatan (prokes).
“Bantuan paket sembako tersebut diberikan dalam rangka empathy building dalam masa PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) level 3 bertujuan agar terjaga ketahanan panganan dalam masa pandemi COVID-19. Pada saat pembagian sembako telah dilakukan himbauan supaya tetap disiplin mentaati protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19,” tuturnya.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh AKP Seto, Kasat Binmas Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Wellem S Nitalessy, Kanit Intelkam Iptu Yuyun Suryana, Panit Binmas Iptu Sudarto, Kapolsubsektor Muara Angke Ipda Giyono, Bhabinkamtibmas Aiptu Moh Sutiyono, dan personil Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bripka Tri Hari.
Kantor pinjaman online (pinjol) ilegal, PT ANT Information Consulting di Kelapa Gading, Jakarta Utara, kedapatan ‘mengoleksi’ foto porno. Rupanya, foto porno itu digunakan untuk mengancam korban saat melakukan penagihan utang.
“Mungkin teman-teman semua sudah lihat di komputer mereka masing-masing, dengan cara-cara penagihannya di situ ada pornografi, ada pengancaman dan kemudian akan kita kembangkan terkait juga akses dari mana mereka mendapatkan nomor telepon di ponsel nasabah,” jelas Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah kepada wartawan di lokasi, Senin (18/10/2021).
Kantor pinjol ini digerebek polisi pada Senin (18/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan 4 orang karyawan.
“Malam ini kita mendapatkan 4 orang, ada 2 tugasnya sebagai supervisor telemarketing dan satunya ada supervisor sebagai debt collector,” kata Auliansyah.
Keempat karyawan tersebut dibawa ke Polda Metro Jaya. Polisi akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap keempat karyawan tersebut.
“Nanti ini orang per orang akan kita dalami setelah kita melakukan pemeriksaan di kantor,” tutur Auliansyah.
Kejaksaan Agung (Kejagung) baru menyetorkan uang Rp 11,69 miliar ke kas negara hasil rampasan dari 6 terpidana kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Kejagung mengatakan aset lainnya terkait kasus korupsi Jiwasraya masih dalam proses lelang.
“Kami sampaikan masih dalam proses lelang dan sedang berjalan appraisal dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL),” kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer, dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/10/2021).
Kejagung mengatakan proses lelang terhadap aset terkait kasus Jiwasraya masih dalam proses. Sebab aset tersebut tersebar di berbagai daerah.
“Mengingat jumlah barang yang dilelang sangat banyak kurang lebih 1.200 item yang terletak di berbagai daerah di seluruh Indonesia dan juga terkait waktu dan anggaran pelaksanaan eksekusi,” imbuhnya.
Sementara itu Kejagung juga memastikan proses eksekusi uang pengganti Rp 1,3 triliun terkait kasus korupsi Indosat dan IM2 masih berproses. Diketahui Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) mantan Dirut IM2 Indar Atmanto. Alhasil, Indar tetap dihukum 8 tahun penjara dan IM2 harus mengembalikan kerugian negara Rp 1,3 triliun.
“Saat ini, pelaksanaan eksekusi terhadap uang pengganti sebesar Rp 1,3 Triliun pada kasus dimaksud, oleh Tim Jaksa Eksekutor telah diproses sejak perkara dimaksud inkrach pada tahun 2014 sesuai dengan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) yang dikeluarkan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sejak tahun 2014,” ungkap Leonard.
Meski begitu, Leonard mengatakan proses eksekusi masih terkendala adanya gugatan di PTUN.
“Kendala pelaksanaan eksekusi karena adanya gugatan Tata Usaha Negara (TUN) hingga sampai dengan Putusan PK, dan saat ini gugatan TUN telah berkekuatan hukum tetap (inkrach), dan selanjutnya proses pelaksanaan eksekusi sedang diproses oleh Tim Jaksa Eksekutor,” kata Leonard.
Sebelumnya, Putusan pengadilan terhadap enam terpidana kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Namun, jaksa eksekutor baru menyetor uang hasil rampasan dari para terpidana itu senilai Rp 11,69 miliar ke kas negara.
Berdasarkan data dari Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejagung), proses eksekusi sudah dilakukan sejak Selasa (7/9) lalu. Eksekusi dilakukan dari uang yang disita sedari proses penyidikan para terpidana.
“Ya, yang disita pada saat penyidikan,” Kepala PPA Elan Suherlan kepada detikcom, Jumat (15/10/2021).
Pertama, jaksa mengeksekusi mata uang rupiah dari enam terpidana dengan total Rp 10,794 miliar. Diketahui enam terpidana itu ialah Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.
Eksekusi uang dari terpidana Syahmirwan menempati posisi tertinggi di antara lima terpidana lainnya yaitu dengan nilai Rp 6,2 miliar. Kemudian eksekusi uang terhadap Heru Hidayat sebesar Rp 3,7 miliar. Untuk empat terpidana lainnya eksekusi uang di angka ratusan juta. Paling rendah dari Hary Prasetyo dengan jumlah Rp 18,3 juta.
Kemudian pada Selasa (21/9), jaksa juga mengeksekusi pecahan mata uang asing dari Heru Hidayat dan Benny Tjokro. Dari Heru, jaksa menyetor ke kas negara sebesar Rp 762,361 juta. Sedangkan dari Benny, jaksa menyetor Rp 140,450 juta.
Diketahui, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat. Alhasil, keduanya tetap harus menjalani hukuman penjara seumur hidup. Selain itu, para terpidana kasus Jiwasraya harus mengembalikan uang yang dikorupsi sebesar Rp 16 triliun.
Polisi menangkap pria di Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel) bernama Samsu Sulaiman (68) yang diduga membunuh istrinya, W (63). Samsu membunuh saat korban tidur.
“Korban dibunuh dengan cara dijerat leher pada saat korban terlelap tidur,” kata Kapolres Pagaralam, AKBP Arif Harsono, dikonfirmasi detikcom, Senin (18/10/2021).
Arif mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku, dia nekat membunuh korban karena ingin menguasai surat tanah milik korban. Pelaku, kata Arif, mengakui perbuatannya tersebut.
“Pelaku mengakui membunuh korban, dia membunuh korban karena mau menguasai tanah milik korban. Ada surat tanah yang kita amankan,” jelas Kapolres.
Polisi menjelaskan, kejadian pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (9/10) malam lalu di kediaman tersangka. Pelaku sengaja menyiapkan tali tambang panjang sekitar 2 meter di bawah tempat tidur.
“Sekira pukul 22.00 WIB, pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara menjerat leher korban dari belakang ketika korban terlelap tidur, kemudian karena korban meronta tali tambang tersebut putus dan korban berteriak meminta tolong,” kata Kasat Reskrim Polres Pagar Alam, AKP Najamudin.
Selanjutnya, kata Najam, sisa dari tali tambang yang putus tersebut dijeratkan pelaku kembali ke leher korban. Pelaku kembali mengejar korban.
Korban akhirnya meninggal dunia setelah lehernya kembali dijerat pelaku.
Setelah korban tewas, pelaku mengikat kaki dan tangan korban menggunakan tali tambang hingga memasukkan korban ke dalam karung plastik.
“Pada hari Minggu, tanggal 10 Oktober 2021 pagi, korban dibuang oleh pelaku di siring air betung, jarak sekira 20 meter dari rumah pelaku. Pelaku melarikan diri ke Prabumulih,” jelasnya.
Atas perbuatannya, pelaku kini ditahan dijerat dengan tindak pidana pembunuhan berencana pasal 340 juncto Pasal 348 KUHP dan terancam hukuman mati. Pelaku dan korban baru menikah 1,5 bulan.
Ibu inisial RS yang 3 anaknya diduga diperkosa oleh ayahnya sendiri buka suara setelah dipolisikan terduga pelaku atas tuduhan pencemaran nama baik. RS mengingatkan mantan suaminya inisial S itu untuk segera bertobat ketimbang menutupi tuduhan pemerkosaan ke anak.
“Taubat nasuha saja biar otaknya semakin dingin, biar bisa berpikir sehat, bisa tau mana benar mana salah,” ucap RS kepada kepada wartawan, Senin (18/10/2021).
RS mengaku tidak habis pikir karena S sebagai terlapor di kasus dugaan pemerkosaan anak tersebut selalu saja berbuat ulah. Dia juga menilai S kerap mengarang cerita.
“Saya saja nggak habis pikir, asli sifatnya (terduga pelaku) semua terbuka sejak kasus ini, kuat memfitnah saya sampai-sampai apa yang nggak ada dalam story hidup saja dia bisa loh ada-adain gitu ceritanya,” kata RS tanpa merinci soal cerita yang dikarang tersebut.
“Kalau cerita tuh haruslah berdasarkan fakta, dosa tau bikin skenario, perbuatannya banyak diliput di media,” sambung RS.
Kendati telah dipolisikan balik, RS mengaku tak terlalu ambil pusing. Dia mengaku hanya fokus mencari keadilan untuk anak-anaknya.
“Kalau dari saya mah tenang-tenang saja, biar semua berjalan dengan sendirinya. Kalau kita benar Inshaallah Tuhan selalu bersama orang-orang yang benar,” kata RS.
Dia pun mengaku tak begitu masalah dengan mantan suaminya yang justru membuat laporan balik yang kemudian disebut oleh RS sebagai skenario pencemaran nama baik.
“Biarkan Tuhan yang mainkan skenario kehidupan ini, yang jelas kebenaran dan keadilan akan terungkap dengan sendirinya,” kata RS.
“Inshaallah saya harus selalu bertanggung jawab atas ketiga amanah yang langsung diberikan ke saya dan saya akan pasang dada di depan sebagai ibu yang bertanggung jawab atas ketiga anak-anak saya,” pungkas RS.
Diberitakan sebelumnya, S selaku terlapor di kasus pemerkosaan tiga anak kandung itu melaporkan balik ibu korban atau mantan istrinya ke Polda Sulsel pada Minggu (10/10) lalu. S menganggap RS telah mencemarkan nama baiknya karena telah mengungkap kasus pemerkosaan itu ke media massa hingga viral di media sosial.
Terhadap laporan dugaan pencemaran nama baik tersebut, polisi mengaku akan tetap memprosesnya sebagai memproses laporan dugaan pemerkosaan 3 anak sebelumnya.
“Diproses dua-duanya, tinggal nanti dilihat mana yang benar gitu kan. Misalnya kasus dugaan pencabulan itu betul, kan laporan Pak S ini tidak benar,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada detikcom, Senin (18/10).