Beranda blog Halaman 884

Cerita Senangnya Warga soal Ragunan Dibuka Lagi Usai PPKM Level 2

Jakarta

Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, kembali dibuka usai DKI Jakarta menerapkan PPKM level 2. Warga sambut bahagia Ragunan dibuka lagi.

Pantauan detikcom di lokasi, pukul 09.15 WIB, Minggu (24/10/2021) tampak di pintu masuk sejumlah pengunjung antre dengan rapi. Mereka tampak antre secara bergiliran tanpa saling mendahului.

Sebelum masuk, para pengujung akan diminta untuk melakukan scan QR code aplikasi PeduliLindungi. Petugas keamanan akan mengarahkan pengujung untuk melakukan scan terlebih dahulu.

“Silahkan Pak discan dulu sebelum pengecekan tiket,” ujar seorang petugas keamanan.

Setelahnya, para pengujung akan diminta untuk mencuci tangan. Tampak ada tempat cuci tangan yang sudah disediakan di depan pintu masuk Ragunan.

Terpantau banyak warga yang tengah bersantai di bawah pepohonan rindang sambil menggelar tikar. Selain itu, tampak pula warga yang tengah asyik berfoto.

Keramaian tampak terjadi di area kandang gajah Ragunan. Terlihat sejumlah anak-anak riang memandangi gajah tersebut. Tampak pula sejumlah warga tengah berbelanja souvenir di salah satu gerai di dalam kawasan Ragunan.

Ragunan ramai dikunjungi warga usai dibuka lagi pasca PPKM level 2 (Rakha Arlyanto Dharmawan/detikcom)Foto: Ragunan ramai dikunjungi warga usai dibuka lagi pasca PPKM level 2 (Rakha Arlyanto Dharmawan/detikcom)

Terlihat pula, sejumlah warga yang sedang berolahraga dengan menggunakan sepeda. Para pengunjung di Ragunan semuanya sudah mengenakan masker dan tidak berkerumun.

Seorang warga bernama David menyambut bahagia Ragunan diperbolehkan buka kembali. Kini, dirinya bisa bertamasya bersama anaknya tanpa harus jauh-jauh pergi keluar Jakarta.

“Saya dari Jakarta Selatan. Ya seneng lah pasti Ragunan udah dibuka. Bisa bawa anak saya liburan. Nggak mesti jauh-jauh,” ujar David saat ditemui detikcom di lokasi, Minggu (24/10/2021).

Selengkapnya di halaman berikutnya

Sumber: DetikNews

Aturan Naik Pesawat Jawa Bali Wajib PCR Berlaku Mulai Hari Ini

Jakarta

Pemerintah Indonesia mulai memberlakukan aturan baru soal transportasi udara. Mulai hari ini, penumpang pesawat perjalanan dari atau ke bandara di Jawa dan Bali wajib menunjukkan hasil tes PCR.

Aturan itu diatur dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 88 tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi udara. Aturan itu efektif berlaku mulai 24 Oktober 2021 atau hari ini.

Dalam SE Kemenhub tersebut diatur hal-hal berikut, yaitu:
1) Untuk perjalanan dari atau ke bandar udara di wilayah Jawa dan Bali, antar kota di Jawa dan Bali, serta wilayah yang memberlakukan PPKM level 3 dan 4 sesuai Inmendagri terbaru, wajib melampirkan:
– Kartu vaksin (minimal dosis pertama)
– Surat keterangan hasil negatif PCR maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

2) Untuk perjalanan dari dan ke bandar udara di luar wilayah Jawa dan Bali yang ditetapkan masuk kategori PPKM level 1 dan 2, wajib menunjukkan:
– Surat keterangan hasil negatif PCR maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif antigen maksimal 1×24 jam.

3) Kewajiban hasil vaksin diatur untuk:
– Pelaku perjalanan di bawah usia 12 tahun
– Pelaku perjalanan yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin. Untuk penggantinya, wajib menyertakan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang berisi pernyataan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan tes PCR digunakan karena merupakan metode testing yang paling sensitif.

“PCR sebagai metode testing yang lebih sensitif dapat mendeteksi orang terinfeksi lebih baik daripada rapid antigen, sehingga potensi orang terdeteksi untuk lolos dan menulari orang lain dalam setting kapasitas yang padat dapat diminimalisir,” ujar Wiku kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Wiku mengatakan syarat tes PCR diberlakukan mengingat tidak lagi diterapkannya seat distancing di dalam pesawat, sehingga diperlukan adanya screening test yang lebih akurat.

“Kapasitasnya dinaikkan dari 70 persen menjadi 100 persen. Maka, untuk memastikan mereka yang bepergian dalam keadaan sehat, dipastikan dengan screening test yang lebih akurat,” kata Wiku.

Tonton video Viral tentang rumah hantu drive thru di MOI Kelapa Gading di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]

(aik/imk)

Sumber: DetikNews

Satu per Satu Polisi Pelanggar Ditindak Pasca Perintah Tegas Kapolri

Jakarta

Perintah tegas dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung memberikan efek. Satu demi satu personel kepolisian yang melakukan pelanggaran dipecat dan diusut secara pidana. Begitu juga dengan yang masih dalam proses pembuktian etik, langsung dicopot dari jabatannya. Diapresiasi Kompolnas.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk tak ragu memberikan sanksi kepada oknum polisi yang melanggar aturan.

Arahan ini sebelumnya disampaikan Kapolri Sigit dalam arahannya kepada jajaran melalui video conference di Mabes Polri, Jakarta Selatan (19/10). Ia juga minta tindakan tegas harus dijalankan secara cepat.

“Perlu tindakan tegas. Jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada kasatwil yang ragu. Bila ragu, saya ambil alih,” kata Sigit.

Menurut mantan Kapolda Banten ini, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. Hal itu juga telah mencederai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja secara maksimal untuk masyarakat.

Usai arahan diberikan, kini oknum polisi yang melakukan pelanggaran diberikan tindakan tegas. Terbaru, pemecatan dilakukan terhadap Kapolsek Parigi Iptu IDGN, yang diduga menjadi pelaku pemerkosaan terhadap anak tersangka.

Tindakan tegas berupa pemecatan ini mendapatkan pujian dari Kompolnas. Kompolnas mengapresiasi atas ketegasan Kapolri dan langsung dilaksanakan Kapolda Sulteng, terkait pemecatan dan kasus yang terus berjalan.

“Kami mengapresiasi ketegasan Kapolri yang langsung dilaksanakan Kapolda Sulteng secara sigap,” Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Sabtu (23/10/2021).

Poengky mengatakan proses pidana harus terus berjalan. Dia juga mengaku Kompolnas akan mengawal proses hukum tersebut.

“Setelah Iptu IDGN dipecat, kasus pidananya tetap diteruskan prosesnya. Kompolnas akan mengawal kasus ini,” tuturnya.

Sumber: DetikNews

Tawuran Warga Makassar, 1 Orang Terluka Terkena Anak Panah

Jakarta

Tawuran antara dua warga kembali terjadi di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibat tawuran ini, satu orang warga terluka terkena tembakan anak panah busur.

Peristiwa ini diketahui terjadi di sekitar Jalan Maccini Kidul, pada Minggu (24/10) dini hari. Bentrokan ini diduga dipicu oleh penyerangan beberapa kelompok pemuda yang membawa anak panah, kemudian memancing musuhnya untuk terlibat bentrok.

“Jadi menurut warga, anak dari belakang Polsek menyerang ke belakang kuburan. Awalnya ini pelaku tawuran empat kali mondar-mandir tapi tidak dilayani, setelah itu karena dilihat gerak gerik nya ada dia kasih keluar anak panah busur maka warga belakang kuburan menahan busurnya tetapi ada anggotanya di belakang jadi terjadi tawuran,” ujar Ketua RT, Salim, pada Minggu (24/10/2021).

Penyerangan ini disebut telah terjadi untuk kedua kalinya. Para pelaku tidak hanya menggunakan anak panah, melainkan juga menggunakan petasan.

“Ini dua kali tawuran pakai petasan kemudian menyerang lagi anak di belakang Polsek,” kata Salim.

Lanjut Salim, salah satu warganya yang menjadi korban di lokasi.”Ada satu kena busur panah,” lanjut dia.

(aik/aik)

Sumber: DetikNews

Orang Minang Menjawab Keraguan soal Pancasila

Jakarta

Mantan Kepala BPIP (Badan Pemnbinaan Ideologi Pancasila) Prof Yudi Latief menyatakan bahwa Pancasila dan masyarakat Minang tak bisa dipisahkan. Menurutnya, masyarakat Minang telah mempraktekkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan Pancasila yang mana lagi hendak kalian dustakan,” kata Yudi Latif dalam seminar bertema Bagaimana Orang Minang Mempraktekkan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari, seperti dalam keterangan yang detikcom terima, Sabtu (23/10/2021).

Yudi mengatakan, akar ada tiga akar Pancasila. Pertama keagamaan, kedua kebangsaan atau nasionalisme, dan ketiga sosial ekonomi.

“Nah, ketiga akar ini sudah terwakili oleh tokoh-tokoh Minangkabu di sepanjang sejarah bangsa Indonesia ini,” ujar Yudi.

Yudi Latief menyebutkan beberapa tokoh minang yang mewakili akan pancasila. Ada Agus Salim, Buya Hamka, Sutan Mansyur di sisi keagamaan. Syafruddin Prawiranegara di sisi nasionalisme kebangsaan. Kemudian ada Mohammad Hatta, Tan Malaka di sisi ekonomi sosial.

Kemudian, Ketua Fraksi PKS MPR RI, Tifatul Sembiring mengungkit polemik ungkapan politikus PDIP Puan Maharani. Saat mengumumkan cagub dan cawagub PDIP di Sumatera Barat (Sumbar), Puan berharap Sumatera Barat menjadi Provinsi yang mendukung Pancasila.

“Husnuzhon saya, sebenarnya maksud Ibu Puan bukan itu, mungkin, berharap kualitas pemahaman Pancasila orang Minang semakin ditingkatkan”, jelas Tifatul.

Sementara itu, budayawan Minang Datuk Parpatih mengungkapkan bahwa pancasila adalah merupakan saripati ajaran Islam. “Dan orang Minangkabau punya prinsip adat basandi syarak dan syarak beasandi kitabullah,” katanya.

Artinya orang Minang itu berpedoman kepada syariat Islam, berakidah tauhid, monoteisme dan jelas ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Bagi kami orang Minang, agama itu yang diadatkan, bukan adat yang diagamakan,” tegasnya.

Datuk Parpatih kemudian menyingung orang yang meragukan ke-Pancasila-an orang Mnang. “Maaf, dengan meminjam motto Semen Padang: “Kami telah berbuat sebelum orang lain memikirkannya,” ujarnya.

(aik/aik)

Sumber: DetikNews

Airlangga Maulidan di DPP Golkar Bareng Habib Syech dan Ust Yusuf Mansur

Jakarta

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto pagi tadi menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Majelis Ahlul Hidayah (Majelis AH) di DPP Partai Golkar. Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dan Ustad Yusuf Mansur hadir.

Dalam peringatan maulid itu, Airlangga juga meresmikan Masjid Ainul Hikmah di Kantor DPP Partai Golkar. Ketua Majelis AH, Nusron Wahid mengungkapkan, peringatan Maulid yang diselenggarakan tahun ini menumbuhkan spirit menjalankan ketauladanan Nabi Muhammad SAW.

Nusron menyebut, Airlangga yang juga Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanggulangan Covid-19 dan Percepatan Ekonomi nasional (KPC PEN), menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk menguatkan optimisme di tengah pandemi COVID-19.

“Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW memberikan banyak teladan yang akan selalu relevan untuk diterapkan dalam konteks berbangsa dan bernegara sekarang ini. Seperti keberhasilan Fathul Mekah, yang itu didapatkan dari rangkaian kerja keras perjuangan kepemimpinan Nabi Muhammad semenjak di Mekah yang penuh tantangan dan rintangan, lalu hijrah ke Madinah, dan kembali ke Mekah untuk meraih kemenangan,” kata Nusron Wahid, Minggu (24/10/2021).

Menurut Nusron, Airlangga yang juga merupakan Mustasyar ‘Am Majelis AH, menyadari betul bahwa hanya melalui ikhtiar kerja keras lah, maka Tuhan YME akan memberikan jalan.

“Tagline ‘Kerja untuk Indonesia’ yang melekat pada sosok Pak Airlangga, adalah identitas politik dan semangat yang terus diejawantahkan dalam berbagai program dan kebijakan sesuai dengan tupoksi dan kewenangannya,” ungkap Nusron.

Kehadiran Habib Syech dan Ustad Yusuf Mansur serta alim ulama se-Jabodetabek dengan tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan akan menjadi media dalam menggelorakan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan bermunajat kepada Allah SWT. Sehingga, diberikan kemudahan dan keberkahan pada bangsa Indonesia.

“Kita akan bersama-sama melantunkan selawat bareng Habib Syech, mendengar mauidoh hasanah, dan ada sambutan dari Pak Airlangga,” terang anggota Komisi VI DPR ini.

(aik/idh)

Sumber: DetikNews

Anak Buah Dianiaya Anggota TNI, Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum

Jakarta

Seorang oknum TNI berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) di duga menganiaya anggota Satpol PP Kota Mojokerto. Penganiayaan terjadi di pos jaga pintu masuk Kantor Wali Kota Mojokerto, Jalan Gajah Nomor 145 Kota Mojokerto.

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan pihaknya mendapat laporan terkait anggotanya mengalami penganiayaan dari foto kaos berceceran darah.

“Kami langsung menghubungi dan melaporkan kejadian penganiayaan ini pada Satreskrim Polresta Mojokerto,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/10/2021).

Laporan itu ditindaklanjuti anggota Satreskrim Polresta Mojokerto dengan mendatangi korban di lokasi terjadinya penganiayaan tersebut.

Berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi bahwa pelaku penganiayaan diduga dilakukan oleh oknum TNI.

“Setelah didatangi ke TKP melihat beberapa foto ternyata memang penganiayaan itu dilakukan oleh oknum TNI sehingga Kepolisian menyerahkan pada Garnisun,” ucap Dodik.

Setelah kejadian itu, korban dan pelaku penganiayaan oknum TNI dibawa ke Garnisun. Esoknya, korban merasakan kesehatannya menurun sehingga dilarikan ke RSUD Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto.

“Ada luka yang perlu dijahit sehingga tadi dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Korban dan pelaku sempat berdamai akan menyelesaikan dengan cara kekeluargaan dan membubuhkan tanda tangan di kertas tanpa materai di kantor Garnisun.

Meski begitu, pihaknya menegaskan penganiayaan hingga melukai anak buahnya ini agar diusut tuntas sesuai hukum. Pasalnya, kejadian penganiayaan terjadi di pos penjagaan Satpol PP yang berada di kantor Wali Kota Pemkot Mojokerto.

“Kami menyampaikan via surat tertulis, kami mohon untuk tetap diproses sesuai peraturan perundangan yang berlaku baik militer maupun sipil, karena sudah terjadi penganiayaan yang itu dilakukan di pos Satpol PP di Pemkot,” tegasnya.

Pihaknya mengumpulkan barang bukti lain berupa rekaman kamera CCTV yang berada di pos penjagaan Satpol PP Pemkot Mojokerto.

“Info yang kami terima dua orang yang mendatangi Angga (Korban),” ucap Dodik.

Ia mengatakan kronologi kejadiannya saat korban berniat membantu pengendara motor seorang ibu dan anaknya yang terlibat kecelakaan di depan Pemkot Mojokerto.

“Justru korban dituduh penabrak padahal dia berniat menolong,” tuturnya.

Angga Ardiyan, korban penganiayaan mengatakan peristiwa itu berawal dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi di depan Kantor Wali Kota Mojokerto pada Jumat (22/10) sekitar pukul 17.30 WIB kemarin.

Saat itu ia beserta seorang rekannya sedang jaga piket masuk siang. Dan tiba-tiba di depan kantor pemkot arah putar balik ada insiden kecelakaan yang melibatkan sepeda motor yang dikendarai seorang ibu dan anaknya dengan kendaraan yang berada di depannya.

“Ceritanya ibu ini sudah diingatkan polisi cepek untuk berhenti tapi malah nerobos sehingga terjadi kecelakaan,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, lanjut Angga, si ibu jatuh terpental sampai depan pos, lalu ia berusaha menolongnya. Namun, lanjut Angga, bukannya berterima kasih si ibu tersebut malah datang menghampirinya dengan marah-marah.

“Padahal saya berniat membantu malah dikiranya saya yang menabrak. Tapi setelah dijelaskan polisi cepek dan warga sekitar akhirnya ibu itu minta maaf sama saya,” tegasnya.

Permasalahan kembali berlanjut saat Angga meminta kartu identitas si ibu. Itu untuk penyelesaian secara damai dengan korban.

“Saya bilang kalau ibu nggak mau menyerahkan KTP, ini kan ada CCTV malah nanti ibu kena tilang. Lantas beliaunya marah-marah dan bilang nanti ke sini lagi,” jelasnya.

Sekitar pukul 20.45 malam, ibu tersebut kemudian datang bersama suami dan temannya yang mengaku anggota TNI. Kedua orang ini kemudian melakukan pemukulan hingga Angga mendapatkan luka parah di bagian wajah.

(prf/ega)

Sumber: DetikNews

Begini Rekam Jejak Polisi ‘Smackdown’ Pembanting Mahasiswa di Tangerang

Jakarta

Brigadir NP melakukan aksi ‘smackdown‘ dengan membanting mahasiswa bernama Faris saat sedang berdemo di depan Kantor Pemkab Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu. Bagaimana rekam jejak dari Brigadir NP?

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menjelaskan Brigadir NP sudah mengabdi di kepolisian selama 12 tahun. Menurutnya, Brigadir NP selalu menunjukkan loyalitasnya sebagai abdi negara dan tidak pernah dihukum.

“Brigadir NP selama 12 tahun berdinas tidak pernah dihukum, baik disiplin, Kode Etik Profesi Polri, juga sanksi pidana,” ujar Shinto kepada wartawan, Sabtu (23/10/2021).

Kemudian, Shinto membeberkan Brigadir NP aktif dalam mengungkap sejumlah kasus. Sebagai anggota Reskrim, Brigadir NP terlibat dalam pengungkapan kasus-kasus seperti kejahatan jalanan, pembunuhan, hingga narkoba.

Shinto mengungkapkan Brigadir NP juga pernah mendapatkan penghargaan dari Kapolda Banten atas keberhasilannya dalam mengungkap kasus. Kapolresta Tangerang pun pernah mengapresiasi kerja Brigadir NP.

“Ada lima penghargaan yang didapat Brigadir NP. Tiga penghargaan yang diberikan oleh Kapolda Banten, yaitu berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan di area truk PT Indorama Ventures Indonesia di Desa Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, penghargaan atas dedikasi dan kinerjanya ungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu sebanyak 1.051 kg, ekstasi sebanyak 88,9 gram, ungkap kasus pembobolan ATM BRI, serta atas dedikasi dan kinerjanya berhasil mengungkap tindak pidana curas yang terjadi di SPBU rest area Km 43-A, Kecamatan Balaraja, toko emas permata Tangerang, dan pembuatan senjata api ilegal,” paparnya.

“Sedangkan penghargaan yang diberikan oleh Kapolres karena Brigadir NP telah berhasil mengungkap perkara pencurian dengan kekerasan, dan berhasil mengungkap perkara pencurian dengan pemberatan terhadap senjata api milik anggota Polri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP,” sambung Shinto.

Sementara itu, lanjut Shinto, Brigadir NP memiliki istri dan anak yang harus diberi nafkah. Usia Brigadir NP tergolong muda, sehingga kariernya di kepolisian masih panjang.

“Brigadir NP memiliki istri dengan tiga orang anak dan menjadi tulang punggung keluarga. Brigadir NP masih relatif muda,” imbuhnya.

Selanjutnya, soal Brigadir NP yang dijatuhi hukuman 21 hari:

Sumber: DetikNews

Ada Copet Secepat Kilat Ambil Ponsel Pesepeda di Jl Sudirman, Warga Resah

Jakarta

Kasus pencopetan ponsel seorang pesepeda yang terjadi secepat kilat di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, viral. Warga pun resah gara-gara ada kasus ini.

Salah satu warga yang sering melintas di Sudirman, Cathrine Soraya, mengatakan pencopetan di kawasan tersebut bukan baru pertama kali terjadi. Dia mengaku khawatir kejadian tersebut terulang.

“Kita pasti khawatir sekali dengan adanya kejadian copet ya, karena ini kan bukan baru terjadi sekali, melainkan sering berulang kali terjadi,” ujar Cathrine di Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (23/10/2021).

Dia berharap keamanan di kawasan Jl Sudirman ditingkatkan. Apalagi, katanya, kawasan itu merupakan salah satu pusat perkantoran di Jakarta.

“Harusnya ada keamanan yang lebih gitu,” katanya.

Selain itu, petugas keamanan gedung di sekitar TKP pencopetan, Edo, menyebut kasus penjambretan terhadap pesepeda baru kali ini terjadi di kawasan tersebut. Dia mengaku kaget setelah mengetahui peristiwa itu.

“Untuk Sepeda baru kali ini, sebelumnya tidak pernah ada. Makanya ketika tahu ada kejadian itu cukup kaget juga,” kata Edo.

Dia menyebut kasus pencopetan di kawasan Sudirman bukan baru pertama kali terjadi. Padahal, katanya, kawasan itu selalu ramai.

“Seringnya pejalan kaki yang dijambret di sini. Ini jalannya ramai banget, apalagi hari normal padat. Makanya kok bisa terjadi kayak gitu,” terangnya.

“Di sini padahal jalan protokol padahal, seharusnya tingkat keamanannya diperketat lagi, biar nggak ada kejadian serupa,” sambung Edo.

Sebelumnya, video memperlihatkan aksi copet di Jalan Sudirman, Jakarta, viral. Korban adalah seorang pengendara road bike yang sedang gowes bareng teman-temannya. Copet itu secepat kilat mengambil ponsel korban.

Lokasi pencopetan ada di Jl Jenderal Sudirman tepatnya di persimpangan dengan Jl Prof Dr Satro, di bawah Flyover Karet, Jakarta Selatan. Ruas jalan ini memang biasa dilalui oleh road biker di hari-hari biasa, kecuali saat ada larangan melintas saat PPKM Level 4 dan 3 yang telah berlalu.

(haf/haf)

Sumber: DetikNews

Panglima: TNI dan Polri Ujung Tombak Penanganan Pandemi Secara Nasional

Jakarta

TNI dan Polri menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program penanganan pandemi COVID-19 secara nasional karena memiliki rantai komando yang kuat sampai ke pelosok-pelosok daerah. Demikian keterangan resmi TNI.

“TNI dan Polri menjadi ujung tombak karena memiliki infrastruktur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah dalam penanganan pandemi,” demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dalam keterangan resmi TNI, Sabtu (23/10/2021).

Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memimpin apel gelar Pasukan TNI-Polri jajaran Kodam IX/Udayana dan Polda Bali, tadi.

Panglima TNI menyampaikan bahwa perkembangan penanganan pandemi COVID-19 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Laju penularan semakin dapat ditekan yang ditunjukkan dengan pertambahan kasus positif yang sudah sangat jauh berkurang. “Tingkat kesembuhan juga semakin meningkat seiring dengan kesiapan kita melaksanakan testing, tracing, dan treatment sehingga angka kematian terus menurun, sementara capaian vaksinasi nasional semakin massif,” ujarnya.

Dalam penanganan pandemi, strategi nasional harus dilaksanakan oleh seluruh masyarakat dan elemen bangsa lainnya. “Langkah 3M, 3T, dan vaksinasi nasional harus dilaksanakan serentak agar dapat menekan laju penularan, meningkatkan angka kesembuhan, dan mengurangi angka kematian,” ucapnya.

“Kita semua tentu gembira dan lega dengan kondisi saat ini yang semakin membaik serta perekonomian nasional akan dapat kembali tumbuh pesat setelah sekian lama dikekang dengan berbagai keharusan pembatasan. Ini semua adalah hasil kerja keras dan kerja sama TNI, Polri, Pemda, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, relawan dan seluruh elemen bangsa,” ungkap Panglima TNI.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Dok Puspen TNI)Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Dok Puspen TNI)

Panglima TNI menambahkan bahwa Bali adalah Provinsi yang mungkin paling merasakan dampak pandemi. Pembatasan sosial yang harus diambil menyebabkan pariwisata dan perekonomian masyarakat Bali goncang. “Kebijakan pelonggaran saat ini dan aktivitas wisata yang kembali dibuka tentu memberi angin segar bagi kita semua, khususnya masyarakat Bali,” paparnya.

“Namun kita tidak boleh terlena dan lengah karena Pandemi masih belum selesai dan virus Covid-19 masih dapat bermutasi menjadi lebih berbahaya, banyak negara yang mengalami gelombang ketiga penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Panglima TNI mengingatkan kepada semua pihak punya peran masing-masing, mulai dari TNI, Polri, Pemda, BPBD, Imigrasi, Bea Cukai, KKP, Dinkes, Dishub, Satpol PP, tokoh masyarakat, tokoh adat sampai kepada industri pariwisata. “Ingatkan terus masyarakat agar disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan karena Itulah bentuk adaptasi dan kebutuhan kita semua agar dapat menekan pandemi,” pesannya.

“Siapkan dengan baik destinasi-destinasi wisata serta fasilitas pendukungnya seperti hotel dan restauran sesuai protokol kesehatan dan laksanakan prosedur penerimaan wisatawan dengan baik dan benar karena kelengahan dan keteledoran hanya akan membahayakan masyarakat luas,” tegasnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Dok Puspen TNI)Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Dok Puspen TNI)

Diakhir sambutannya, Panglima TNI mengingatkan kepada semua pihak harus bersatu padu menjalankan protokol kesehatan dengan baik. “Hanya dengan bersinergi, bekerja sama, perjuangan kita semua akan menghasilkan kemenangan yang gemilang, untuk Indonesia bangkit, Indonesia maju dan sejahtera,” pungkasnya.

(dnu/idh)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer