Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta, hari ini. BMKG memprediksi ada potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di 3 wilayah Jakarta.
“Peringatan dini. Waspada potensi hujan disertai kilat/petir di wilayah Jakbar, Jaksel dan Jaktim pada siang hingga menjelang malam hari,” tulis BMKG dalam situsnya, Minggu (21/11/2021).
Pada pagi hari, diperkirakan seluruh wilayah DKI Jakarta akan cerah berawan. Kemudian pada siang hari, Jakarta Barat-Jakarta Timur akan alami hujan sedang, Jakarta Pusat-Jakarta Utara hujan ringan dan Jakarta Selatan akan hujan petir. Sementara Kepulauan Seribu diprediksi akan berawan.
Lanjut ke malam hari, seluruh wilayah DKI Jakarta akan berawan. Sementara pada dini hari, hanya Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang diprediksi akan turun hujan ringan. Sementara sisanya, diprediksi bakal berawan.
Untuk suhu di DKI Jakarta pada hari ini diperkirakan berada pada suhu 23 hingga 32 derajat celcius. Sementara kelembapan berkisar pada 70 hingga 95 persen.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Mayjen TNI Suharyanto menyebut bahwa varian baru virus Corona AY.4.2 telah masuk ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Oleh karena itu, dia meminta semua pihak agar mengantisipasi munculnya Corona varian baru itu.
Suharyanto menyampaikan hal tersebut di sela-sela rapat koordinasi penanganan banjir di Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Kantor Gubernur Kalteng, Palangkaraya.
“Varian AY.4.2 sudah mulai masuk ke Malaysia. Ini yang harus kita antisipasi. Negara-negara di Eropa kasus COVID-19 sudah naik,” ucap Suharyanto, yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/11/2021).
Di samping itu, Suharyanto juga meminta seluruh unsur mengantisipasi adanya dua momentum yakni Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022 (nataru). Menurutnya, dua momentum itu dapat mendorong masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan, hinnga dapat memicu terjadinya kerumunan yang kemudian diikuti dengan peningkatan kasus aktif COVID-19.
“Sejak pandemi COVID-19, yang namanya Nataru kita belum berhasil melewatinya tanpa kenaikan kasus. Mudah-mudahan untuk tahun ini kita bisa berhasil. Kalaupun ada peningkatan maka tidak terlalu drastis dan segera dapat diatasi,” katanya.
Berdasarkan data Satgas COVID-19 dalam kurun waktu 2020, selain Nataru, persentase kenaikan kasus COVID-19 di Tanah Air juga terjadi setelah adanya libur panjang, seperti libur Idul Fitri, libur Hari Kemerdekaan, libur Maulid Nabi. Adapun pada 2021, Indonesia bahkan dihantam gelombang ke dua setelah libur panjang Idul Fitri 2021 dan juga ditambah dengan masuknya varian delta.
Guna mengantisipasi adanya potensi kenaikan kasus dari dua faktor tersebut, mantan Pangdam V Brawijaya itu meminta seluruh pihak untuk terus mematuhi protokol kesehatan dan vaksinasi. Sebab, dua hal tersebut menjadi upaya terbaik untuk mencegah terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
“Jadi protokol kesehatan ini terus dijaga. Jangan sampai nanti muncul klaster lagi, utamanya di pengungsian. Terkadang kita lupa saat kondisi bencana untuk terus disiplin protokol kesehatan, Ibu-ibu di dapur umum, jika tidak bisa jaga jarak minimalnya jangan sampai lepas masker! Kalau tidak punya, akan dibagikan secara gratis!” pungkasnya.
Seorang pria bernama Ajat alias Sadul (20) hilang setelah jatuh ke jurang dekat Sungai Cicatih, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Warga menyebut sebelum Sadul jatuh ke jurang sempat terlibat keributan dengan beberapa orang tidak dikenal.
“Sedang nongkrong, lalu dia pamit mau beli rokok waktu itu baru lepas magrib. Sudah berjalan agak jauh, dekat jembatan ada tiga motor menghampiri dua orang datang menghampiri Sadul lalu ribut-ribut entah terseret lalu jatuh atau memang terdesak dia terjatuh,” kata Rivaldi (25), seorang saksi sekaligus teman korban, Sabtu (20/11/2021).
Warga kemudian berteriak ke arah pelaku yang langsung melarikan diri setelah melihat kedatangan warga. Saat itu, beberapa orang warga sempat mengecek ke bawah jurang sedalam kurang lebih 10 meter itu.
“Karena korban jatuh entah terjatuh ke bawah keseret dipukul-pukul saya cek ke bawah takut pingsan ternyata nggak ada. Pelakunya yang saya tahu dia orang beda kampung. Saat itu saya lihat nggak bawa senjata tajam, mereka kabur, langsung ke sungai ngecek ke bawah nggak ada,” ucapnya.
“Itu jurang dekat dengan aliran sungai, kami masih bingung apakah dia itu jatuh ke sungai lalu terbawa atau jatuh ke jurang lalu sembunyi,” sambungnya.
Sementara itu, teman korban yang lain bernama Cepi mengatakan korban merupakan warga beda kampung yang biasa nongkrong di kampungnya.
“Dia warga Kampung Cangkore, sering nongkrong disini. Dia nganggur memang sering nongkrong disini di Kampung Depok. Ya tadi itu memang dia pamit mau beli rokok, sudah itu ya kejadian datang beberapa orang langsung ribut,” ujar Cepi.
Peristiwa tersebut ditangani aparat kepolisian Sektor Nagrak, Resor Sukabumi. Polisi masih belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.
Kosasih, Kades Cisarua mengatakan saat ini warga ikut melakukan pencarian terhadap korban.
“Kejadiannya menurut keterangan jam 18.30 WIB, katanya berantem lalu jatuh atau terjatuh atau bagaimana masih belum jelas masih simpang siur. Yang pasti saat ini warga masih melakukan pencarian di jurang bawah, nanti mungkin aparat kepolisian yang bisa menjelaskan,” imbuh Kosasih.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate menerima kunjungan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E. Lars Bo Larsen. Pertemuan ini membahas hubungan kerja sama dalam bidang teknologi kebencanaan, kesehatan, dan keamanan data pribadi masyarakat di ruang digital.
“Saya baru saja selesai pertemuan, courtesy dengan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E Lars Bo Larsen. Kami mendiskusikan banyak hal terkait hubungan Indonesia dan Denmark yang barangkali secara umum masyarakat belum banyak yang tahu,” ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11/2021).
Dalam pertemuan di Ruang Kerja Menkominfo, Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (19/11), Johnny menjelaskan pokok bahasan diskusi dengan Dubes Denmark. Salah satunya terkait teknologi kebencanaan yang bisa diterapkan di Indonesia.
“Pertama, kita diskusikan tentang Denmark yang mempunyai teknologi kebencanaan dan saat ini menyiapkannya untuk bekerja sama pada sektor public protection and disaster di Indonesia,” jelasnya.
Menurut Johnny, Denmark memiliki teknologi yang bisa mendukung koordinasi tata kelola lintas kementerian dan lembaga dalam penanganan bencana dan perlindungan publik. Teknologi semacam ini diperlukan, mengingat Indonesia rawan terjadi bencana alam karena letaknya yang berada di kawasan ring of fire.
“Kebetulan karena saat ini era transformasi digital, ada teknologi digital yang bisa digunakan untuk memudahkan penanganan bencana baik yang berkaitan dengan early warning system, maupun penanganan saat bencana (during disaster) serta penanganan setelah bencana (postdisaster). Teknologi yang ada di Denmark sudah dikenal secara global, jadi teknologi ini yang kami diskusikan,” paparnya.
Dia mengharapkan Pemerintah Denmark bisa segera menyampaikan proposal kerja sama yang bisa dikembangkan untuk penanganan bencana di Indonesia. Ia menilai persiapan perlu dilakukan terutama berkaitan dengan pembiayaan yang melibatkan kementerian dan lembaga lain.
“Agar kita bisa teruskan di dalam prosedur dan tata kelola pemerintahan di Indonesia, termasuk Bappenas dan Kementerian Keuangan menyangkut soal pembiayaan. Melihat project size dengan perkiraan jumlah yang cukup besar mencapai Setengah Miliar Dolar Amerika Serikat, diperlukan kesiapan dengan baik untuk mewujudkan kerja sama itu,” ujarnya.
Adapun poin kedua yang menjadi pembahasan dalam pertemuan berkaitan dengan pelayanan dari daerah dengan menggunakan teknologi remote yang ada di Dermark.
“Misalnya vaccine health remote. Itu ada teknologinya, kebetulan sejalan dengan pembangunan yang dilakukan oleh Kominfo yakni membangun infrastruktur-infrastruktur teknologi informatika di seluruh wilayah 3T,” jelasnya.
Dikatakannya, teknologi tersebut bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan, terutama untuk daerah terluar, tertinggal dan terdepan atau 3T. “Tentu ini harus dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan,” tegasnya.
Pokok bahasan lainnya yaitu terkait ruang digital. Keduanya sempat berbincang mengenai regulasi yang relevan, berkaitan dengan perlindungan data pribadi.
“Kami bertukar pandang terkait dengan ruang digital. Kami mendiskusikan, bagaimana data pribadi itu tetap bisa di dalam tata kelola negara dengan sistem pemerintahan negara masing-masing, juga dapat membuka peluang kerjasama antar negara atau Cross-Border Data Flow dan Data Flow with Trust,” tuturnya.
Ia menjelaskan pembahasan mengenai perlindungan data pribadi juga akan menjadi salah satu isu yang akan dibawa Republik Indonesia dalam Digital Economy Working Group G20.
“Ada tiga topik yang akan dibawa oleh Indonesia di dalam DEWG. Pertama, Post recovery dan Connectivity. Kedua yang terkait dengan digital literacy, ketiga Cross-Border Data Flow with Trust. Jadi, ketiga agenda itu kita bahas untuk menyamakan persepsi antara Indonesia dan Denmark, dimana mereka bagian dari European Union (Uni Eropa),” tukasnya.
Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut, Menteri Johnny didampingi Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif. Sementara Dubes Denmark didampingi Head of Trade, Jacob Kahl Jepsen dan Advisor on ICT, Masayu Octora.
Diketahui, kerja sama RI dan Denmark telah berlangsung lebih dari 71 tahun. Bahkan sejak tahun 2017, hubungan bilateral kedua negara semakin dekat dengan fokus pada bidang ekonomi, keamanan dan sosial budaya.
Mama Octorina punya aturan ketat bak keratondi rumahnya. Termasuk juga aturan terhadap para cowok yang mendekati putri-putrinya.
“Mereka harus tahu bibit bebet bobot (pacarnya-red). Begitu datang saya akan, oh ya silakan. Saya suka masak, ayo silakan makan. Kalau sudah duduk di meja makan itu sebenarnya kursi panas karena terjadi percakapan yang panjang kan, tutur Mama dalam program Viral detikcom.
Pada awal percakapan yang akan dibahas adalah pendidikan dan tempat bekerja. Di tingkat berikutnya adalah menanyakan perihal orangtua walaupun pertanyaan Mama ini sering diprotes anak-anaknya.
“Anak-anak saya itu selalu bilang ‘Mah kenapa sih harus tanya gitu’? Kan harus tahu orang tuanya bukan untuk apa-apa sih. Tapi kalau terjadi apa-apa di anak saya, saya tahu harus cari siapa. Nama bapaknya, ibunya, kerja di mana, perusahaan apa,” paparnya.
Tahap selanjutnya adalah menanyakan gaji pada cowok yang mendekati anaknya. Mama berpendapat pertanyaan itu bukan bermaksud untuk mengerdilkan cowok yang bergaji kecil namun untuk menguji mental dia.
“Bukan untuk misalnya gajinya cuma Rp 500 ribu, hah cuma Rp 500 ribu ?!? Tidak seperti itu. Pada saat kita menanyakan hbalk yang privacy dan dia mau menjawab artinya dia membuka diri untuk kami masuk. Dan kami akan menangkap itu sebagai sebuah perkenalan yang apik. Oh kamu membuka diri, kami juga akan membuka diri,” jelasnya.
Jawaban yang diberikan harus detail sampai menyebut jumlah. Tidak boleh menyebut kisaran atau memberi jawaban diplomatis.
Mama juga mangaku akan menanyakan secara detail tentang orang tua cowok itu. Misalnya pekerjaan atau apa bisnis orang tuanya. Jika tidak bisa menjawab hal itu, jangan harap bisa lulus tes Mama.
“Lagi-lagi bibit bebet bobot. Kalau anak tidak mengetahui informasi detail orang tuanya artinya ada hal yang salah soal komunikasi di dalam keluarganya. Kalau ada hal yang salah soal komunikasi di dalam keluarganya dia tidak akan bisa bertahan di keluarga saya. Karena saya kan detail sekali,” terangnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ogah menanggapi tim siber bentukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta. Tim itu dibentuk untuk menangkal buzzer yang menyerang ulama dan Anies.
“Saya komentar Jakarta saja,” kata Anies saat dimintai tanggapan terkait pembentukan tim siber oleh MUI di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (20/11/2021).
Sebelumnya, pembentukan cyber army ini disampaikan oleh Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar dalam rapat koordinasi bersama Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) se-DKI Jakarta di Hotel Bintang Wisata Mandiri, Senin (11/10). Dalam arahannya, Munahar bersyukur dengan adanya kegiatan ini karena banyak ilmu yang didapatkan dalam bidang teknologi informasi di era digitalisasi saat ini.
“Saya berharap di era penuh tantangan saat ini, MUI DKI tidak kalah untuk menguasai teknologi karena Bidang Infokom ini adalah otak MUI DKI dalam bidang informasi,” kata Munahar, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11).
Munahar berharap Infokom memiliki orang ahli atau cyber army untuk melawan orang-orang yang menghantam umat Islam karena tugas utama MUI adalah amar makruf nahi mungkar.
Munahar berharap Infokom MUI DKI bisa melaksanakan amar makruf nahi mungkar untuk melawan para buzzer yang telah meresahkan umat Islam. Sebab, mereka dinilai telah menghantam ulama dan mendiskreditkan umat Islam.
Munahar juga berharap Infokom dan MUI DKI bisa membela dan membantu Anies Baswedan. Dia mengatakan, jika para buzzer mencari kesalahan Anies, Infokom mengangkat keberhasilan Anies.
“Beliau ini termasuk 21 orang pahlawan dunia. Berita-berita saya minta MUI DKI yang mengangkatnya karena kita mitra kerja dari Pemprov DKI Jakarta,” kata Munahar. PKB Tuding Terkait Hibah Rp 10,6 M
Program MUI DKI ini kemudian menuai kritik. Wakil Sekjen PKB Luqman Hakim kemudian menuding MUI DKI membentuk tim siber untuk melawan buzzer yang menyerang ulama dan Anies Baswedan tak lepas dari hibah Pemprov. Hibah itu bernilai Rp 10,6 miliar.
“Mengapa MUI membabi buta menyediakan diri menjadi tunggangan Anies Baswedan? Tentu tidak lepas dari bantuan yang diterima MUI dari APBD Provinsi DKI Jakarta. Sungguh sangat disayangkan, hanya karena mendapat bantuan dari APBD, MUI ditempatkan sebagai subordinat kepentingan politik perorangan, yakni Anies Baswedan,” kata Luqman.
“Tak tahukah wahai MUI, bahwa sesungguhnya APBD itu duitnya milik rakyat, bukan milik Gubernur?” sambungnya.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menepis tudingan tim siber atau cyber army yang dibuat untuk membela ulama hingga Gubernur DKI Anies Baswedan terkait hibah Rp 10,6 miliar. MUI DKI menyebut orang yang menuduh hal tersebut tak paham tentang MUI.
“Yang menghubungkan pembuatan cyber army dengan dana hibah itu hanya orang-orang yang tidak paham tentang MUI dan tugas serta program-program MUI,” kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI KH Munahar Muchtar kepada wartawan, Sabtu (20/11/2021).
Dia kemudian bicara soal cyber army yang ditujukan untuk melawan buzzer penyerang ulama hingga Anies Baswedan. Menurutnya, program itu tidak ada kaitannya dengan hibah Rp 10,6 miliar dari Pemprov DKI ke MUI DKI.
“Tidak ada hubungannya dengan dana hibah, karena dana hibah hanya diperuntukkan melaksanakan program-program kerja serta operasional MUI dari tingkat provinsi, kota, kecamatan selanjutnya juga untuk tingkat kelurahan,” tuturnya.
Sebelumnya, MUI DKI membentuk tim siber. Hal itu guna melawan buzzer yang menyerang ulama.
Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) se-DKI Jakarta di Hotel Bintang Wisata Mandiri, Senin (11/10). Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar dalam arahannya bersyukur dengan adanya kegiatan ini karena banyak ilmu yang didapatkan dalam bidang teknologi informasi di era digitalisasi saat ini.
“Saya berharap di era penuh tantangan saat ini, MUI DKI tidak kalah untuk menguasai teknologi karena Bidang Infokom ini adalah otak MUI DKI dalam bidang informasi,” kata Munahar, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11).
Munahar berharap Infokom memiliki orang ahli atau cyber army untuk melawan orang-orang yang menghantam umat Islam karena tugas utama MUI adalah amar makruf nahi mungkar.
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menghadiri Forum Dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021. Dalam forum tersebut Prabowo mendorong perdamaian dunia dan menyampaikan komitmen Indonesia dalam berhubungan baik dengan negara sahabat.
Acara tersebut digelar di Bahrain pada Jumat (19/11), Prabowo menjadi salah satu pembicara dalam forum dialog tersebut. Prabowo mengatakan saat ini nilai-nilai universal menjadi lebih umum dan mendesak terhadap keinginan global untuk perdamaian, kebebasan berekspresi, keadilan sosial, kreativitas.
Prabowo meminta kepada pihak yang memegang kekuasaan di dunia untuk lebih menghormati hak asasi manusia, memberikan perlindungan terhadap minoritas.
“Mereka yang memegang kekuasaan dan kekuatan di dunia ini perlu berhenti sejenak. Mereka perlu menekankan pada nilai dan aturan, pada penghormatan terhadap hak asasi manusia, pada perlindungan minoritas, pada perlindungan terhadap degradasi lebih lanjut dari lingkungan kita,” kata Prabowo, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/11/2021).
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa pada akhirnya, kekuatan yang seimbang dengan kebajikan adalah kunci dari perdamaian dunia.
“Pemimpin harus mencerminkan kebajikan dan rasa hormat. Kekuatan-kekuatan besar dunia perlu menghayati ini. Hanya dengan begitulah sejarah akan menilai mereka. Tidak hanya menjadi kekuatan besar, tetapi lebih penting dan abadi, yaitu menjadi Peradaban Besar,” kata Prabowo.
Sementara itu, Prabowo mengatakan pemerintah Indonesia berkomitmen untuk selalu terbuka untuk melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dengan berusaha menciptakan suasana yang harmonis agar dapat damai berdampingan dengan semua pihak.
Prabowo juga berbicara tentnag sikap Indonesia dalam hubungan multilateral dengan berbagai negara. Prabowo menjelaskan Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan semua negara dan menjaga netralitas.
“Melalui ASEAN, bersama negara-negara di Kawasan Asia Tenggara, Indonesia akan selalu berusaha membantu menyelesaikan permasalahan antar negara yang muncul, dengan prinsip saling menghormati kedaulatan masing-masing negara,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menjelaskan terkait bagaimana sikap Indonesia dalam menghadapi pertahanan dan keamanan berkaitan dengan Timur Tengah dan negara-negara di Semenanjung Arab. Prabowo menyatakan, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat dengan Timur Tengah.
Oleh karenanya, Prabowo menekankan pemerintah Indonesia terus mengamati setiap komplikasi yang terjadi pada keamanan regional di Kawasan Timur Tengah, yang dapat berpengaruh terhadap masyarakat akar rumput di Indonesia.
Diketahui, International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue adalah elemen penting bagi arsitektur keamanan Timur Tengah. IISS adalah forum bagi para menteri, pakar, tokoh pembentuk opini, dan komunitas bisnis sebagai wadah mendiskusikan tantangan keamanan paling mendesak yang terjadi di Timur Tengah dan telah dilaksanakan sejak tahun 2004.
Forum Dialog Internasional yang mengambil tema ‘Multilateralisme dan Timur Tengah’ tersebut, menjadi satu momen penting bagi para pembuat kebijakan maupun pemimpin dari seluruh Timur Tengah, Amerika Utara, Eropa, Afrika, dan Asia untuk berdialog dalam upaya menemukan jawaban atas masalah kebijakan paling mendesak di kawasan ini.
Selain itu, dialog ini juga memberikan kesempatan untuk melaksanakan diskusi bilateral dan multilateral, serta menjadi awal terbentuknya kebijakan diplomasi pertahanan dan keamanan regional.
Riri Khasmita, asisten rumah tangga (ART) mendiang ibu Nirina Zubir, Cut Indria Martini, telah ditetapkan tersangka atas kasus mafia tanah yang merampas aset keluarga Nirina. Lalu, bagaimana awal tersangka Riri menguasai enam sertifikat tersebut?
Pengacara Nirina Zubir, Ruben Siregar, mengatakan enam sertifikat itu awalnya disimpan ibu Nirina di sebuah koper. Namun, di tahun 2015 enam sertifikat di koper itu tidak ditemukan.
“Itu (sertifikat) ada di kamar ibu Nirina itu disimpan di koper. Nah suatu hari dicari-cari kok sertifikat tanah nggak ada nih. Mungkin Riri sok nyari-nyari akhirnya dia bilang udah ibu nggak apa-apa kita urus aja,” kata Ruben saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/11/2021).
Ruben mengatakan tersangka Riri dan mendiang ibu Nirina Zubir memang dekat. Riri diketahui telah bekerja kepada keluarga Nirina sejak tahun 2009.
“Riri ini asistennya (ibu Nirina) yang melayani dan dia ini bukan pembantu rumah tangga pada umumnya. Dia ini dipercayakan megang cash juga dipercaya transfer uang ke anak-anaknya,” ungkap Ruben.
Usai sertifikat di koper milik mendiang ibu Nirina hilang, tersangka Riri lalu berjanji akan mengurus proses kehilangan sertifikat tersebut. Tidak ada kecurigaan yang muncul dari ibu Nirina dan keluarga saat itu.
“Riri bilang udah ibu nggak apa-apa kita urus aja. Ada nggak fotocopy-nya terus Riri bilang ada kenalan PPAT. Yaudah kamu urus aja Riri. Lalu minta uang kepengurusan kalau nggak salah Rp 30 juta. Tapi saat itu anak-anaknya (ibu Nirina Zubir) nggak ada yang tahu,” jelas Ruben.
Kecurigaan keluarga Nirina mulai muncul saat menemukan sejumlah catatan tulisan tangan mendiang ibunya. Catatan tersebut memuat ungkapan kecemasan ibunya soal enam sertifikat tanah keluarga yang hilang dan tengah diproses oleh tersangka Riri.
Berbekal catatan tulisan tangan itu Nirina Zubir dan keluarganya berhasil membongkar kejahatan dari tersangka Riri. Awalnya, keluarga Nirina pun masih memberikan kesempatan mediasi kepada Riri, namun tidak digubris.
“Setelah ibunya meninggal ketemu tulisan tangan itu baru muncul kecurigaan. Itu mereka juga nggak langsung laporan loh, mereka masih mediasi. Riri disuruh nyicil, nyicilnya kecil sekali Rp 2 juta. Terus besoknya dia beli (mobil) Pajero. Ngamuklah keluarga. Ini nyicil kecil tapi lu beli Pajero,” terang Ruben.
Keluarga Nirina kemudian melaporkan perkara itu ke Polda Metro Jaya pada Juni 2021. Polisi kini pun telah menetapkan Riri Khasmita sebagai tersangka.
Selain Riri, suaminya bernama Endrianto pun turut menjadi tersangka. Tiga notaris yang membantu pengambil alihan kepemilikan sertifikat keluarga Nirina ke pun kini juga dijadikan tersangka.
Pihak kepolisian pun kini masih mengembangkan penyelidikan kasus mafia tanah dengan korban keluarga Nirina Zubir. Transaksi penjualan sertifikat tanah milik keluarga Nirina oleh tersangka Riri tengah ditelisik.
“Itu yang sedang kita dalami, ini masih dalam pengembangan kita ya masih kita teliti. Apakah penjualan itu patut diduga sebagai suatu pembeli beritikad baik atau tidak,” kata Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi saat dihubungi detikcom saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/11).
Menurut Petrus, proses transaksi penjualan itu memang terjadi. Namun, pihaknya kini tengah menyelidiki apakah penjualan itu berjalan normal atau hanya sekadar modus pelaku dalam mengalihkan kepemilikan sertifikat tersebut.
“Pengalihan itu memang ada. Nah itu apa transaksi yang benar atau transaksi yang dibuat-buat sengaja untuk dialihkan. Tapi itu kita masih dalami dan kembangkan. Tentu kita ini gunakan asas praduga tak bersalah,” katanya.
Polisi kini tengah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengungkap runutan transaksi penjualan sertifikat tanah keluarga Nirina Zubir yang dilakukan Riri. Sejauh ini penyidik belum menyimpulkan pembeli yang membeli tiga sertifikat tanah Nirina Zubir adalah satu-satu transaksi penjualan yang dilakukan oleh tersangka Riri Khasmita.
“Tentu untuk kepastian apakah pembeli terakhir ini adalah pihak ketiga yang Riri jual atau dari pihak ketiga sudah menjual lagi ke pihak empat. Kita akan laporkan data kita dengan BPN,” katanya.
Untuk memastikan proses transaksi penjualan tiga sertifikat tanah milik keluarga Nirina, polisi pun akan segera memanggil para pembeli sertifikat tersebut untuk diambil keterangannya.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Narapidana di Lapas Perempuan Kelas II-B Singaraja, Bali mencoba bunuh diri dengan menenggak deterjen. Beruntung, nyawanya dapat diselamatkan.
“Kejadiannya sekitar pukul 21.00 Wita. Para napi di dalam sempat kaget, karena adanya percobaan bunuh diri itu,” kata Komandan Jaga, Budiarta dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Sabtu (20/11/2021).
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/11). Napi lainnya membunyikan alarm yang tersambung langsung ke Pos Komandan Jaga. Kalapas Kelas II-B Singaraja Mut Zaini bersama petugas blok, perwira piket dan Kalapas langsung melalukan kontrol ke dalam blok.
Pihak lapas segera mengambil langkah cepat dengan menghubungi petugas kesehatan. Napi yang bersangkutan kemudian langsung diarahkan menuju ke rumah sakit setelah mendapatkan izin langsung dari Kalapas.
Setibanya di rumah sakit, warga binaan langsung mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dia didampingi petugas kesehatan, petugas jaga dan perwira piket.
Sementara itu, Mut Zaini menyampaikan sebelumnya napi tersebut tidak pernah memiliki masalah ataupun pelanggaran di dalam lapas. Napi tersebut nekat mencoba bunuh diri diduga karena masalah pribadi.
“Dugaan kami warga binaan meminum cairan detergen tersebut dikarenakan adanya masalah pribadi yang tidak ada kaitannya dengan Lapas,” jelas Zaini.
Zaini mengatakan napi tersebut mendekam di Lapas Kelas II-B Singaraja karena kasus narkoba. Dia divonis 10 tahun penjara.
Pihaknya bakal menyelidiki motif napi perempuan itu mencoba bunuh diri. “Terkait penyebab percobaan bunuh diri tersebut kami dari pihak lapas akan menelitinya lebih lanjut. Kami juga berterima kasih kepada komandan dan perwira serta petugas kesehatan yang turut andil dalam kegiatan ini,” imbuhnya.
Zaini menegaskan pihaknya telah mengambil langkah cepat dalam menangani warga binaan tersebut ke rumah sakit. Hal itu dilakukan agar yang bersangkutan mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Harusnya langsung malam itu kembali (ke Lapas). Namun karena habis minum diterjen harus diobservasi hari Jumat baru kembali,” terangnya.
“Kami harap kejadian ini tidak terulang kembali,” harap Zaini.