Beranda blog Halaman 837

Pemerintah Pastikan UU Cipta Kerja Diperbaiki Sesuai Putusan MK

Jakarta

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memastikan pemerintah akan segera perbaiki Undang-Undang Cipta Kerja. Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa UU Cipta Kerja inkonstitusional secara bersyarat.

“Ya kita kan pemerintah saya pikir pastinya taat hukum, ya kita ikuti lagi prosesnya, kita lihat benar-benar, kan ada masalah prosesnya,” ujar Suharso kepada wartawan di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Minggu (28/11/2021).

Namun, ia mengatakan bahwa pihaknya harus memperbaiki UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan lebih dulu.

“Nanti ada Undang-Undang yang memang mungkin harus diperbaiki UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang tata urut (Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan),” katanya.

Ketum PPP itu menuturkan bahwa Pemerintah juga akan memperhatikan substansi dari UU tersebut. Ia berharap pemerintah dapat segera memperbaiki UU Cipta Kerja sebelum tenggat waktu yang ditentukan, yaitu 2 tahun.

“Kemudian yang kedua soal terkait dengan substansi. Itu saja menurut saya, tapi ini pelajaran yang baik untuk kita semua,” ujarnya.

“Kalau bisa dibuat lebih cepat, ndak harus dua tahun kan bagus juga,” lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan memerintahkan DPR dan pemerintah memperbaiki UU Cipta Kerja dalam jangka waktu 2 tahun ke depan. Bila tidak diperbaiki, maka UU yang direvisi oleh UU Cipta Kerja dianggap berlaku kembali.

“Menyatakan pembentukan UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja tidak mempunyai ketentuan hukum yang mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai tidak dilakukan perbaikan dalam waktu 2 tahun sejak putusan ini diucapkan,” kata Ketua MK Anwar Usman dalam sidang yang disiarkan channel YouTube MK, Kamis (25/11).

Pemerintah juga dilarang membuat aturan turunan dan kebijakan turunan dari UU Ciptaker selama 2 tahun ke depan.

“Apabila dalam tenggang waktu 2 tahun tidak dapat menyelesaikan perbaikan, maka UU atau pasal-pasal atau materi muatan UU yang dicabut oleh UU Nomor 11/2021 harus dinyatakan berlaku kembali,” ujar Anwar Usman.

“Menyatakan untuk menangguhkan segala tindakan atau kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas, serta tidak dibenarkan pula menerbitkan pelaksana baru yang berkaitan dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” katanya.

(fas/fas)

Sumber: DetikNews

6 Fakta Terkini Geger Mutilasi di Bekasi Gegara Sakit Hati

Jakarta

Kasus mutilasi seorang pria berinisial RS yang terjadi di Kedungwaringin, Bekasi, bikin geger. Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan dua tersangka berinisial MAP (29) dan FM (20).

Diketahui, korban dibunuh dengan cara digorok di bagian leher menggunakan golok. Setelahnya, korban dimutilasi lalu bagian tubuhnya dibuang di pinggir Jalan Raya Pantura, Kedungwaringin, Bekasi.

“Membunuh korban dengan cara digorok lehernya dengan menggunakan sebilah golok kemudian melukai leher. Selanjutnya jasad korban dimutilasi dan potongan tubuh korban dibuang di pinggir jalan. Di antaranya yang kita temukan di TKP pada tanggal 27 November pukul 05.40 yang dilaporkan masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan saat konferensi pers, Minggu (28/11/2021).

Berikut fakta-fakta terkait kasus mutilasi RS yang diungkap polisi:

1. Korban Diajak Pakai Narkoba

Zulpan mengatakan, tersangka FM sempat terlibat cekcok dengan korban di sebuah tempat penitipan motor di wilayah Tambun Selatan, Bekasi. Tersangka MAP kemudian melerai perkelahian tersebut.

Setelahnya, korban sempat diajak MAP untuk mengonsumsi narkoba. Zulpan menyebut alasan para tersangka mengajak korban mengkonsumsi narkoba ialah agar korban tertidur. Setelahnya, korban pun langsung dibunuh oleh para tersangka.

“Para pelaku mengajak korban untuk mengonsumsi narkoba awalnya. Kemudian ketika korban tertidur kemudian para pelaku dengan perannya masing-masing bersama membunuh korban,” kata Zulpan.

Korban dibunuh karena urusan sakit hati baca di halaman selanjutnya..

Sumber: DetikNews

Imbas Varian Omicron, Karantina WNA-WNI dari Luar Negeri Jadi 7 Hari

Jakarta

Pemerintah kembali mengubah durasi karantina bagi WNA dan WNI dari luar negeri. Aturan itu imbas dari varian Omicron.

“Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar pada poin A menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari,” ujar Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers, Minggu (28/11/2021).

Daftar negara poin A yang dimaksud yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong. Itu artinya WNA dan WNI dari luar negeri di luar wilayah Afrika wajib karantina 7 hari.

Sementara itu, untuk WNI yang baru dari Afrika wajib karantina 14 hari.

“Untuk WNI yang pulang ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara pada poin A di atas akan dikarantina selama 14 hari,” tuturnya.

Karantina 3 hari dari luar negeri adalah kebijakan di awal November yang diberlakukan bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia. Tapi, tidak semuanya boleh karantina 3 hari dari luar negeri.

Karantina 3 hari dari luar negeri diatur melalui Addendum Surat Edaran (SE) Kasatgas Nomor 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Saat ini, aturan tersebut sudah berlaku dan mulai diterapkan.

“Untuk pengaturan bagi Pelaku Perjalanan Internasional (PPI), pelaksanaan karantina diberlakukan selama 3 hari,” tulis Kementerian Koordinator Perekonomian seperti dilihat dalam situs resminya, Selasa (2/11).

(idn/gbr)

Sumber: DetikNews

RI Melangkah ke Era Endemi Sembari Pegang Kunci Hidup Bersama Corona

Jakarta

Rumah sakit penuh, orang lebih susah cari uang, aktivitas warga dibatasi. Begitulah gambaran pandemi COVID-19 di Indonesia yang sudah berumur nyaris tiga tahun.

Halaman depan rumah sakit ini menjadi saksi ganasnya virus Corona di Indonesia. Kondisi itu berubah seiring kurva pandemi yang melandai.

Di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi ini, pernah ada orang tua hingga muda yang bernapas terengah-engah menanti penanganan medis, ibu yang lesu di kursi roda, atau ayah yang terkapar di brankar diiringi tangis anak-istri. Sebagian lagi meninggal dunia di pintu Unit Gawat Darurat (UGD) gara-gara COVID-19.

Yoga Saputra (30) ingat betul kegentingan Juni 2021 itu, saat Jakarta dan daerah sekitarnya menjadi wilayah episentrum COVID-19 di negara ini. Sebagai satpam rumah sakit yang sudah empat tahun bekerja, itu adalah kali pertama dia menghadapi kekalutan akibat membeludaknya jumlah pasien.

“Dulu mobil-mobil ini nggak parkir di sini, karena di sini untuk tenda-tenda darurat semua,” kata Yoga kepada detikcom di depan UGD RSUD Kota Bekasi ini, Jumat (26/11).

Dia menunjuk lapangan parkir di halaman rumah sakit, sembari menjelaskan bahwa di bawah pohon beringin itu pernah didirikan tenda UGD, lima bulan lalu.

Kamar jenazah penuh sehingga lorong rumah sakit terpaksa menjadi persemayaman sementara. Di sisi lain, pasien-pasien COVID-19 terus berdatangan ke RSUD Kota Bekasi ini. Sebagai orang yang pernah kena COVID-19, Yoga bisa berempati ke para pasien. Suasana pandemi di RSUD Kota Bekasi ini sempat viral pada 25 Juni. Para pasien di Bekasi tidur di parkiran hingga mobil bak terbuka gara-gara UGD overkapasitas. Dia berharap sejarah itu tidak terulang.

Lima bulan berlalu, detikcom menyaksikan halaman rumah sakit tak lagi diisi dengan tenda-tenda darurat untuk pasien. Tak ada pula calon pasien yang menunggu pemeriksaan awal di luar gedung. Sesekali, pasien masuk ke UGD dan ditangani dengan cepat. Kini, isi UGD juga bukan hanya pasien dengan gejala COVID-19 saja.

Suasana RSUD Kota Bekasi, 26 November 2021. (Danu Damarjati/detikcom)Suasana RSUD Kota Bekasi, 26 November 2021. (Danu Damarjati/detikcom)

Di lorong-lorong gedung, tak ada peti jenazah, tak ada pasien telantar di brankar, tak ada pula orang berinfus duduk di kursi roda gara-gara ruang perawatan tak muat menampung. Lantai koridor kini bersih dan memantulkan cahaya lampu, cenderung sunyi meski orang banyak berlalu-lalang layaknya rumah sakit di masa normal.

“Sekarang pasien COVID-19 sudah jauh menurun jumlahnya. Sekarang masih ada lima pasien dalam perawatan,” kata Direktur Utama RSUD ini, Kusnanto Said, kepada detikcom.

Suasana RSUD Kota Bekasi, 26 November 2021. (Danu Damarjati/detikcom)Suasana RSUD Kota Bekasi, 26 November 2021. (Danu Damarjati/detikcom)

Kini, jumlah tempat tidur yang disediakan untuk pasien COVID-19 di Gedung F ada 62 unit, dan pasien yang tengah dirawat ada 5. Dia bersyukur kondisi membeludaknya pasien bisa dilalui rumah sakit.

“Alhamdulillah. Semoga pandemi segera berakhir,” kata Kusnanto.

Suasana RSUD Kota Bekasi, 26 November 2021. (Danu Damarjati/detikcom)Suasana RSUD Kota Bekasi, 26 November 2021. (Danu Damarjati/detikcom)

Di luar rumah sakit, warga tetap berusaha mencari nafkah meski virus Corona mengintai. Sebagian sektor bisnis benar-benar terpukul dengan pandemi COVID-19 beberapa bulan lalu. Penyelenggara acara pesta pernikahan (wedding organizer/WO) adalah salah satunya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun Indonesia (APPGINDO), Andie Oyong, memperkirakan ada 300 ribu orang yang menggantungkan hidup dari usaha sektor pernikahan dalam naungan APPGINDO, meliputi wedding organizer, katering, penata rias, dekorasi, hingga penyedia sewa tata suara (sound system). Dengan adanya pandemi COVID-19, para pekerja yang mengurusi pesta pernikahan menjadi sangat terdampak.

“Hampir 100% karyawan dirumahkan, kecuali sebagian kecil yang dipertahankan seperti marketing dan administrator,” kata Andie Oyong, menceritakan kondisi tahun 2020 saat pembatasan aktivitas sosial-ekonomi mulai diterapkan pemerintah.

Pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, pengusaha jasa pesta pernikahan tidak bisa menjalankan bisnisnya. Rencana-rencana pesta pernikahan yang dirancang tiga hingga enam bulan sebelumnya tiba-tiba saja menjadi tidak bisa digelar. Ketidakpastian membuat pelaku usaha kalang kabut, padahal duit pemesan pesta pernikahan sudah didistribusikan untuk menyiapkan acara. Pengusaha harus nombok menutup lubang-lubang pesanan pernikahan yang tiba-tiba dibatalkan pemesan.

“Industri kita menjerit! Tiap dua pekan, kita harap-harap cemas apakah PPKM akan dikunci lagi atau dibuka,” kata dia.

Pandemi memaksa adaptasi. Acara pesta nikah digelar dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Tempat cucui tangan disediakan, tamu diperiksa suhu tubuhnya, masker wajib dipakai, hingga sempat pula tak boleh makan hidangan di gedung resepsi. “Kita menyebut ini revolusi mengenai adaptasi kebiasaan baru,” ujar Andie yang kini lebih optimis karena PPKM sudah turun level.

Suasana kerja pegawai wedding organizer (WO). (Dok Andie Oyong/APPGINDO)Suasana kerja pegawai wedding organizer (WO). (Dok Andie Oyong/APPGINDO)

Diana Dewi, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI), menjelaskan juga soal usaha katering yang sempat morat-marit ditabrak pandemi. Para pengusaha sempat melakukan penjualan langsung untuk bertahan di masa sulit itu. Namun kini, angin segar mulai sedikit terasa.

“Seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan pelonggaran aturan, memang bisnis jasa katering secara pelan beranjak ikut naik. Walaupun masih kecil persentase kenaikan, namun ini menimbulkan gairah kembali serta optimisme,” kata Diana Dewi.

Usaha katering bukannya cuma sedikit menyerap tenaga kerja. Khusus untuk usaha katering di bawah naungan APJI, ada sekitar 400 ribu orang yang mencari nafkah dari bisnis penyediaan makanan ini. Saat pandemi, sekitar 70% tenaga kerja harus dirumahkan. Kini yang diharapkan para pengusaha katering adalah terkendalinya pandemi.

“Semoga kondisi ini tetap dapat bertahan hingga kami dapat recovery kembali secara total,” kata Diana Dewi.

Aktivitas usaha katering. (Dok Diana Dewi/APJI)Aktivitas usaha katering. (Dok Diana Dewi/APJI)

Virus Corona diprediksi tidak akan hilang dari muka bumi. Namun, tetap ada nyala optimisme yang sudah terlihat di pengujung 2021 ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sadar bahwa COVID-19 tak akan cepat berlalu. Namun, kehidupan harus terus berlanjut. Pemerintah memutuskan untuk hidup bersama virus ini, virus yang telah menewaskan ratusan ribu orang di Indonesia. Kunci hidup bersama itu adalah adaptasi.

“Kita harus beradaptasi dengan COVID, adaptasi kebiasaan baru, dan beradaptasi itu bukan berarti menyerah, apalagi kalah. Ndak. Tapi kita harus mulai dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan sehingga masyarakat produktif tapi juga aman dari penularan COVID,” kata Jokowi, di kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta Timur, 10 Juni 2020 lalu, saat itu amukan Corona beranjak memuncak.

Jokowi kembali mengulangi pesan soal pentingnya adaptasi terhadap kondisi baru ini saat pandemi sedang mereda, pada 24 September lalu.

“Adaptasi kebiasaan baru yg dijalankan oleh seluruh seluruh segmen masyarakat, mulai dari pelaku usaha, petani, pekebun, sampai dengan siswa-siswa sekolah adalah kunci penting agar kita bisa melakukan transisi dari pandemi ke endemi,” kata Jokowi dalam video saat itu yang ditujukan untuk acara vaksinasi massal 7 juta warga perkebunan dan desa produktif.

Presiden Jokowi hari ini meresmikan Rusun Pasar Rumput di Jakarta. Jokowi didampingi sejumlah pejabat, salah satunya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Selanjutnya, adaptasi kebiasaan baru:

Sumber: DetikNews

M Taufik Jelaskan Maksud Sekjen Gerindra Pertanyakan Manfaat Formula E

Jakarta

Gerindra DKI Jakarta menjelaskan maksud pernyataan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang mempertanyakan manfaat Formula E. Gerindra DKI menegaskan, Sekjen Muzani hanya ingin mempertajam pemahamannya soal manfaat dari ajang mobil listrik itu.

“Jadi kalau baca statementnya jangan sepotong, kan sekjen mendukung Pak Anies programnya sampai akhir masa jabatan. Iya dong, itu dulu kata itu. Nah untuk mempertajam, ini kan bagian dari program pemerintah daerah, wajar kalau kemudian nanya, apakah ini, apa efeknya buat warga Jakarta? Nah itu perlu penjelasan,” kata Penasehat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, M Taufik saat dihubungi, Minggu (28/11/2021).

Taufik menegaskan Gerindra tak pernah lepas tangan terhadap Anies Baswedan maupun Formula E. Muzani, sebutnya, hanya meminta penjelasan soal efektivitas penyelenggaraan Formula E khususnya bagi warga Ibu Kota.

“Jadi kan dijelasin, Formula E itu efektif buat apa, pertama bahwa ketika ada event internasional di satu daerah, ini kan apalagi di satu negara maka ada respons positif dari seluruh dunia dong bahwa negara itu udah bagus, aman, gitu-gitu. Ketika itu terbangun, maka investor akan masuk. Itu efeknya mesti begitu,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta F-Gerindra itu menyampaikan, pihaknya selalu mendukung program kerja Anies, termasuk Formula E. Taufik memandang ajang Formula E memiliki prospek baik dalam mengenalkan Indonesia di kancah Internasional.

“Mendukung, mendukung terus. Mendukung, orang itu baik kok demi kepentingan masyarakat Jakarta ke depan, itu Anies bukan mikirin Jakarta sekarang loh, kayak misalnya Mandalika, siapa yang menyangkal bahwa dunia internasional melihat Mandalika?” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mempersiapkan sejumlah hal untuk menyongsong Formula E yang akan digelar pada 2022. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mempertanyakan apakah Formula E dapat membuat warga DKI Jakarta bahagia.

“Begini, Formula E itu sebuah event yang akan diselenggarakan tahun depan kan. Dari awal itu kami termasuk dan kami akan membela terus kepemimpinan Mas Anies di DKI Jakarta sampai berakhirnya periode. Di DKI Jakarta, kami support terus,” kata Muzani kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Partai Gerindra bersama PKS memang partai yang mengusung Anies pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Anies ketika itu berpasangan dengan politikus Partai Gerindra Sandiaga Uno, yang kini digantikan Ahmad Riza Patria.

“Tapi, pertanyaannya adalah apakah Formula E bagian dari kebutuhan masyarakat DKI Jakarta? Apakah itu yang menjadi kesejahteraan?” ujar Muzani.

Sumber: DetikNews

Pemuda Pancasila Tunggu Maaf Junimart Sampai Pukul 24.00 WIB Hari Ini

Jakarta

Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila (PP) Razman Arif Nasution menyampaikan pihaknya masih menunggu permintaan maaf dari Wakil Ketua Komisi II Fraksi PDIP DPR RI Junimart Girsang. Menurut dia, permintaan maaf itu ditunggu sampai malam ini.

“Ya kita masih nunggu sampai jam 24.00 malam,” kata dia, Minggu (28/11/2021).

Ia mengatakan apabila permintaan maaf itu tak disampaikan oleh Junimart, maka aksi tuntutan Pemuda Pancasila terhadapnya akan terus digelar.

“Kalau tidak, aksi-aksi akan tetap lanjut,” katanya.

Meskipun demikian, ia tak menerangkan lebih jauh terkait aksi-aksi lanjutan itu. Sebagai pengurus yang bertugas di BPPH, ia mengaku tak mengurusi soal teknis aksi PP.

“Saya tidak tahu kalau tentang massa, itu bukan urusan saya. Saya ini ditugasi sebagai badan penyuluhan dan pembelaan hukum, dan juru bicara. Jadi tentang teknis itu saya nggak ikut,” ujarnya.

Ia melanjutkan, lokasi penyampaian permintaan maaf dapat dikomunikasikan oleh kedua belah pihak. Meskipun begitu, ia tak masalah jika Junimart menyambangi Sekretariat Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila yang berada di Pejaten Barat, Jakarta Selatan.

“Itu mungkin bisa kita komunikasikan. Kalau misalnya sebuah keharusan harus ke Pejaten untuk menemui kader, nggak masalah,”

“Kita jamin keamanannya,” katanya.

Menurut dia, hal yang paling penting merupakan itikad baik dari Junimart. Sebab, ia menilai permintaan maaf dari Junimart masih ‘setengah-setengah’.

“Yang penting ada niat baik dulu dari beliau. Jangan hanya setengah-setengah gitu, lho. Ini kan makin gaduh, ya. Ini makin gaduh jadinya,” kata dia.

Sumber: DetikNews

Ibunda Sebut Faisal Amir Mahasiswa Korban Demo 2019 Juga Ditangkap Bareng PP

Jakarta

Masih ingat nama Faisal Amir, mahasiswa yang mengalami luka serius saat berdemonstrasi di akhir 2019? Faisal Amir disebut turut ditangkap bersama anggota Pemuda Pancasila dalam demo di DPR pada Kamis lalu.

Hal itu disampaikan oleh ibunda Faisal Amir, Siti Asmah Ratu Agung, lewat sambungan telepon, Minggu (28/11/2021). Siti Asmah mengatakan Faisal merupakan anggota satuan siswa, pelajar dan mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila.

“Dia kan sudah mau selesai, di kuliahnya, cuman dia ini kan di Sapma, Pemuda Pancasila. Di HMI ternyata. Saya kan sudah larang dia untuk berjuang demo,” ujar Siti Asmah saat menelepon.

Siti Asmah lantas menceritakan awal mula Faisal ikut demonstrasi hingga ditangkap. Faisal sebenarnya diminta oleh ibundanya untuk datang ke PN Jaksel.

“Sebenarnya Faisal ini tidak macam-macam dia ketemu sama Gilang, ketemu sama senior-seniornya. Nah waktu itu haris Kamis itu saya suruh ke pengadilan, karena kan kita mau jual rumah, untuk ngambil putusan pengadilan. Ternyata saya kontak-kontak, memang firasat saya seorang ibu, kok anak ini nggak ada sambungannya. Ternyata saya dapat berita malam Jumat, hari Jumat ternyata Faisal ini ditangkap di Polda, bersama teman-temannya,” ujar Siti Asmah.

Menurut Siti Asmah, Faisal ini sebenarnya hendak pulang dari demonstrasi. Namun tiba-tiba dia melihat motor temannya diangkut polisi.

“Sudah pulang ketemu polisi yang ngangkut motornya temannya, rasa korsa, rasa kebersamaan Faisal terhadap temannya, dia tegur pak polisi. ‘Pak polisi itu kan motor teman saya’. Terus kata pak polisi, mana kuncinya, teman saya sudah dibawa ke Polda, katanya. ‘Ya sudah kalau gitu kamu ikut saja’,” ujar Siti Asmah menirukan percakapan Faisal dan polisi.

Siti Asmah juga mendapat laporan mengenai kondisi Faisal di Polda Metro. Siti Asmah juga menepis kabar Faisal membawa peluru saat demo.

“Kata teman-temannya saya cek malam, mereka bisa lihat Faisal lewat kaca, malam Sabtu itu Faisal sudah ngaco ngomongnya dan dituduh ada peluru. Faisal kan nggak bawa peluru dua, sedangkan informasi dari intel sebelumnya, Faisal itu ga ada peluru, siapa yang memasukkan peluru ini?,” ujar Siti Asmah.

Siti Asmah meminta Faisal segera dipulangkan. Terlebih lagi, kata Siti Asmah, kondisi Faisal yang masih membutuhkan perawatan usai dioperasi pada 2019 lalu.

Untuk diketahui, Faisal Amir mengalami luka serius saat aksi demonstrasi yang berlangsung pada Selasa (24/9/2019). Sejumlah mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, ikut serta dalam aksi unjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, menuntut agar agenda reformasi dituntaskan dan menolak pengesahan sejumlah RUU bermasalah.

Demo berakhir ricuh dan terjadi bentrokan antara polisi dan peserta aksi. Faisal Amir dirawat secara intensif di RS Pelni setelah mengalami pendarahan otak.

(knv/gbr)

Sumber: DetikNews

Momen Sean Gelael Balikkan Mobil Reli Ringsek Berisi Bamsoet

Jakarta

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan pembalap nasional Sean Gelael kemarin sempat mengalami kecelakaan, saat mengikuti ajang Sprint Rally Meikarta 2021, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, menceritakan momen Sean membalikkan mobil reli usai kecelakaan.

Bamsoet mengakui bisa selamat dari kecelakaan tersebut berkat Sean. Dia memuji Sean karena masih bisa tenang walaupun mobil dalam posisi terbalik.

“Saya dan Sean bisa selamat dari kecelakaan karena Sean, yang berada di balik kemudi, bisa tetap tenang walau posisi mobil terbalik,” kata Bamsoet dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (27/11/2021).

Bamsoet dan Sean Galael kecelakaan di Meikarta Sprint Rally 2021, Sabtu (27/11/2021).Kondisi mobil reli yang ditumpangi Bamsoet dan Sean Gelael usai kecelakaan. (Dok. Istimewa)

Sean membalikkan mobil sendiri saat Bamsoet masih berada di dalam. Sean juga mengeluarkan Bamsoet dari mobil sendirian.

“Bahkan Sean keluar membalikkan sendiri mobil yang miring, sementara saya tetap berada di dalam, dan Sean membantu saya keluar tanpa bantuan orang lain,” ungkap Bamsoet.

Bamsoet mengungkapkan setiap hal yang dilakukan Sean usai kecelakaan. Dia memuji mental runner up kelas LMP2 FIA World Endurance Championship (WEC) 2021 itu.

“Di situ saya menyaksikan langsung mental Sean sebagai pembalap level dunia. Meski mobil terbalik, ia tetap tenang. Menanyakan keadaan saya, dan kemudian mengarahkan agar saya tidak bergerak, Sean keluar mobil dulu, baru membantu saya keluar dari mobil,” papar Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews

Epidemiolog Ingatkan Varian Omicron Rentan bagi Orang yang Belum Divaksin

Jakarta

Kemunculan virus Corona varian Omicron bikin geger karena dianggap lebih berbahaya dari jenis-jenis sebelumnya. Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengibaratkan kecepatan penularan varian itu bisa 500 kali dari virus yang muncul pertama di Wuhan.

“Bicara secara klinis dan gejala ini yang masih harus kita tunggu, kemudian juga yang jelas potensi kecepatan penularannya kalau diibaratkan Delta itu kan 100 persen lebih cepat daripada virus yang di Wuhan. Ini kemungkinan bisa 500 kali dari varian Wuhan, ini masih potensi ya, artinya dunia masih sangat rawan termasuk Indonesia,” kata Dicky, kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Dicky mengatakan mitigasi yang dilakukan pemerintah saat ini sudah benar salah satunya memberlakukan PPKM level bertingkat. Namun, hal yang paling penting yakni percepatan vaksinasi Covid.

“Yang harus dilakukan lebih giat lagi adalah vaksinasi itu penting sekali, karena kasus Omicron ini dominan akan terjadi bagi orang yang belum vaksin sama sekali di Afrika Selatan, termasuk juga yang ada di negara lain, itu menunjukkan masih efektifnya vaksin,” ujarnya.

Namun, perlu diingat kalau vaksinasi Covid bukan untuk mencegah penularan, melainkan meminimalisir keparahan dan kematian. Oleh karena itu, menurutnya, vaksinasi juga harus diimbangi dengan penerapan prokes yang ketat.

“Oleh karena itu kombinasi vaksinasi yang kuat, cakupannya harus lebih dari 90 persen, kemudian 3T dan 5M di bawah payung PPKM ini harus ditingkatkan di 2022, atau di akhir tahun ini sampai ke 2022,” ujarnya.

“Kita nggak usah panik berlebihan karena kabar baiknya adalah vaksinasi lebih efektif dalam melindungi keparahan dan kematian, kedua kombinasi dengan 3T dan 5M juga sangat efektif,” lanjut Dicky.

Saat ini menurut Dicky yang menjadi persoalan yakni pengabaian protokol kesehatan. Sebab, saat ini penerapan prokes terlihat sudah menurun.

“Tapi PR-nya adalah pengabaian yang harus kita hindari, kabar baik lagi adalah saat ini vaksin moderna juga sedang bekerja untuk membuat booster untuk varian baru ini, tapi ini perlu 100 hari, artinya saat ini dalam 100 ke depan itu masa yang sangat awam,” ucapnya.

(eva/lir)

Sumber: DetikNews

Truk Trailer Tabrak Bus di KM 27 Tol Japek Arah Jakarta

Jakarta

Sebuah truk trailer menabrak bus di Tol Jakarta Cikampek (Japek) Kilometer (KM) 27 arah Jakarta. Petugas masih menangani kecelakaan terbut.

“Informasi benar, saat ini masih dalam penanganan untuk kecelakaan di Kilometer 27. Melibatkan kendaraan trailer dan bus,” kata petugas call center PT Jasa Marga, Haris saat dihubungi, Minggu (28/11/2021) pukul 02.57 WIB.

Kecelakaan terjadi pada pukul 02.42 WIB. Belum diketahui penyebab dari kecelakaan itu.

“Masih belum ada informasi lebih lanjut,” jelasnya.

Belum ada laporan ada-tidaknya korban jiwa akibat kecelakaan ini. Sementara lalu lintas di sekitar lokasi terpantau normal.

“Saat ini masih kondisi normal,” tutur dia.

(lir/lir)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer