Beranda blog Halaman 827

Debat dengan PKS soal Habib Rizieq, Johan Budi: Itu Bercanda

Jakarta

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, Johan Budi menjelaskan perdebatan dirinya dengan Wakil Ketua Komisi III Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi terkait Habib Rizieq Shihab. Johan menyebut dirinya bukan cekcok dengan Aboe Bakar melainkan hanya bercanda.

“Ya pertama jangan dianggap cekcok lah, itu bercandaan tadi kan dengan Pak Habib (Aboe Bakar Al-Habsyi),” kata Johan Budi seusai rapat dengar pendapat umum bersama Ahli Sunnah Waljamaah, di Gedung DPR/MPR, Senin (6/12/2021).

Johan yang terlibat perdebatan tadi menjelaskan persoalan ditengarai pernyataan Aboe Bakar yang menyebut jika PKS menjadi pemenang maka situasi akan menjadi berbeda. Dia lantas mengaku saat itu menyanggah Aboe Bakar dengan menyuruhnya berbicara.

“Pak Habib bilang tadi kalau PKS menang bukan PDI Perjuangan mungkin situasinya menjadi berbeda. Itu kan dia bebas ngomong saya sampaikan, Pak Habib bebas aja ngomong, orang cuma ngomong kan bebas-bebas aja. Itu kan bercanda aja,” kata Johan.

Johan kemudian menekankan sebetulnya sikap PDIP selama ini juga mendukung agar penegakan hukum berlaku sama terhadap semua pihak. Dia mendukung permintaan para habaib dan ulama agar setia warga negara sama kedudukannya di mata hukum.

“Loh tadi kan disampaikan bahwa saya, misi yang dibawa ulama dan habaib tadi kan perlu kita dukung, penegakan hukum harus berlaku sama semua gitu loh, di muka hukum itu setiap warga negara sama, itu yang kita dukung,” kata Johan Budi.

“Tapi fungsi DPR tidak bisa intervensi hukum jadi tadi satu permintaannya (Ahli Sunnah Waljamaah) kan membebaskan Habib Rizieq, terus tadi Pak Arsul hampir sama fungsi kita pengawasan karena itu DPR tidak bisa intervensikan,” imbuhnya.

Debat PKS dan PDIP

Sebelumnya, rapat dengar pendapat umum antara Komisi III DPR RI dan forum ulama-habaib yang tergabung dalam Ahli Sunnah Waljamaah diwarnai perdebatan antara PKS dan PDIP. Perdebatan berkaitan dengan pembelaan terhadap Habib Rizieq Shihab yang jadi materi utama rapat.

Perdebatan itu terjadi antara Wakil Komisi III DPR Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi dan anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan serta Johan Budi. Aboe Bakar menyebut mengerti dengan persoalan Habib Rizieq tapi tidak memiliki suara lebih banyak untuk menyampaikan sikap.

“Kalau saja PKS kursinya bisa seperti PDI, Pak, suaranya berbeda, saya sampaikan saja, tapi suara kami 50, Pak, kita bisa ngomong apa? Ya Pak Johan Budi ya?” ujar Aboe Bakar.

Mendengar hal tersebut, Johan Budi lantas menanggapi dengan menyebut Aboe Bakar bisa menyampaikan apa pun di rapat dengar pendapat umum. Namun Aboe Bakar menyebut pendapatnya bisa lebih baik jika memiliki suara lebih banyak di DPR.

“Saya kira Habib bisa ngomong apa aja, Pak Habib, ngomong aja nggak apa,” ujar Johan Budi.

“Iya jadi kita bisa ambil keputusan lebih gagah dalam tunjukkan suaranya,” kata Aboe Bakar.

Sumber: DetikNews

Polisi Ungkap Detik-detik Ustaz Zacky Mirza Alami Kecelakaan Mobil di Aceh

Banda Aceh

Mobil yang ditumpangi Ustaz Zacky Mirza diserempet hingga menyebabkan kaca spion terpental ke dalam. Mobil penabrak kabur usai kejadian.

Dirlantas Polda Aceh Kombes Dicky Sondani mengatakan tabrakan terjadi di perbatasan Bireuen dengan Pidie Jaya kemarin. Saat itu, rombongan Ustaz Zacky bergerak dari Banda Aceh.

“Kejadiannya kemarin di perbatasan Bireuen dan Pidie Jaya dikarenakan ada mobil HRV dari arah berlawanan masuk ke rangkaian Patwal,” kata Dicky kepada wartawan, Senin (6/12/2021).

Dicky mengatakan mobil HRV tersebut langsung melarikan diri. Sementara, rombongan Ustaz Zacky melanjutkan perjalanan ke lokasi acara di Kabupaten Bireuen.

“Untuk penumpang daripada rombongan Ustad Zacky Mirza tidak ada mengalami luka, hanya kendaraan beliau yang diserempet,” jelas Dicky.

“Akan kita selidiki mobil tersebut,” sambungnya.

Sebelumnya, Ustaz Zacky Mirza mengalami kecelakaan saat perjalanan dakwah di Aceh, kemarin. Saat perjalanan dari Banda Aceh ke Bireuen, mobil Ustaz Zacky Mirza ditabrak oleh mobil dari arah berlawanan.

Pada kejadian, hanya kaca spion yang kena tabrak. Kaca spion tersebut mental dan memecahkan kaca serta masuk ke dalam mobil.

“Iya karena itu kan lagi dikawal mau ngejar acara malam ini (Minggu malam). Terus tiba-tiba dari arah seberang ada mobil masuk aja gitu, nabrak kaca spion. Kaca spionnya masuk ke dalam mobil, pecahlah. Untungnya nggak kena muka sih, alhamdulillah. Cuma pecahannya masuk ke sela-sela baju gitu,” cerita Ustaz Zacky Mirza kepada detikcom melalui pesan suara.

(agse/haf)

Sumber: DetikNews

Ayu Thalia Siap Kooperatif Jalani Pemeriksaan Kasus Fitnah ke Anak Ahok

Jakarta

Ayu Thalia hari ini bakal menjalani pemeriksaan sebagai terlapor di laporan Nicholas Sean Purnama, anak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Ayu Thalia dipastikan hadir dalam pemeriksaan tersebut.

“Iya betul ada pemeriksaan. Sekarang (Ayu Thalia) masih otw (on the way),” kata pengacara Ayu Thalia, Sururudin saat dihubungi, Senin (6/11/2021).

Hari ini merupakan pertama kalinya Ayu Thalia diperiksa sebagai terlapor. Sebelumnya dia telah menjalani pemeriksaan sebagai pelapor atas laporannya kepada Sean Purnama di Polsek Penjaringan terkait dugaan penganiayaan.

Pihak Ayu mengaku tidak ada persiapan khusus terkait pemeriksaan hari ini. Ayu hanya memastikan akan bersikap kooperatif dalam pemeriksaan tersebut.

“Yang kita siapkan ya ikuti proses aja dari kepolisian. Kita kooperatif dan kerja sama supaya masalah bisa menjadi terang,” katanya.

Ayu Thalia diketahui sempat melaporkan Sean Purnama ke Polsek Penjaringan atas dugaan penganiayaan. Nicholas Sean ini dilaporkan atas pelanggaran pidana di Pasal 351 KUHP.

Kisruh keduanya kemudian makin meruncing. Pada Selasa (31/8) malam, Sean Purnama balik melaporkan Ayu Thalia ke Polres Metro Jakarta Utara.

Ayu Thalia dilaporkan atas dugaan tindakan pencemaran nama baik dan fitnah. Perempuan yang akrab disapa Thata Anma ini dilaporkan atas pelanggaran di Pasal 310 dan 311 KUHP.

Kini laporan Ayu Thalia di Polsek Penjaringan telah dihentikan penyidik usai tidak adanya bukti yang ditemukan. Polisi pun kini bakal fokus dalam mengusut laporan balik Sean Purnama kepada Ayu Thalia soal dugaan pencemaran nama baik.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya….

Sumber: DetikNews

Viral Video Ayah Pukuli Anak Pakai Balok Kayu, Begini Faktanya

Jakarta

Sebuah video penganiayaan terhadap seorang anak viral. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan penganiayaan tersebut tidak terjadi di Indonesia.

Dilihat detikcom, Senin (6/12/2021), tampak seorang pria dewasa memukuli seorang anak dengan balok kayu. Anak tersebut terdengar menangis dan menjerit kesakitan.

Namun, sang pria dewasa yang diduga ayah anak tersebut terus memukuli sekujur tubuh anak itu. Bahkan sang ayah terus memukul hingga kayu di tangannya patah.

Dalam video itu juga terdengar anak lain tengah menyaksikan penganiayaan itu. Anak tersebut terdengar menangis dan terus-terusan memanggil ‘papa’.

Beredarnya video penganiayaan itu pun membuat KPAI turun tangan. KPAI juga menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menelusuri peristiwa tersebut.

“Seminggu ini, viral di media sosial video kekerasan. Banyak masyarakat bertanya ke KPAI untuk mendapatkan penjelasan di mana titik lokasi kejadian yang sebenarnya,” kata Ketua KPAI Susanto kepada wartawan.

“KPAI secara cepat menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara untuk menelusuri video dimaksud,” imbuhnya.

Dari hasil penelusuran, Susanto mengungkapkan peristiwa tersebut bukan terjadi di Indonesia. Peristiwa kekerasan tersebut, kata dia, terjadi di India.

“Hasil telaah dan pebdalaman Badan Siber, kejadian dalam video tersebut bukan di Indonesia tetapi di India (Charitnaka). Tersangka adalah Ashok Ghante, korban masih usia anak. Saat ini kasusnya sudah ditangani kepolisian,” ungkap Susanto.

Susanto melanjutkan, saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh kepolisian India. Sang ayah, lanjutnya, juga sudah ditangkap.

“Dalam kasus ini, sekarang ibu dari anak tersebut telah mengajukan kasus terhadap suaminya sendiri. Polisi telah menangkap ayah tersangka,” kata dia.

Susanto pun mengimbau masyarakat untuk tidak lagi memviralkan video kekerasan tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak menviralkan video dimaksud,” pungkas Susanto.

(mae/fjp)

Sumber: DetikNews

PD Sesalkan Kasus Menimpa Novia Widyasari Viral Dulu Baru Ditindak

Jakarta

Kasus tewasnya Novia Widyasari (23) menenggak racun yang melibatkan Bripda Randy Bagus mendapat banyak sorotan. Anggota Komisi III Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyayangkan kasus harus lebih dulu viral baru dilakukan proses.

“Saya tidak habis pikir, mengapa sejumlah kasus di tanah air ini, harus melewati ‘jalur viral dulu, baru aksi kemudian’,” kata Hinca kepada wartawan, Minggu (5/12/2021).

Hinca mempertanyakan penegakan hukum pada tingkat Polres dan Polda. Menurutnya banyak kasus yang dapat diselesaikan di tingkap Polres, namun justru Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lah yang turun tangan menghadapi kemarahan publik.

“Mengapa harus Kapolri LSP yang turun tangan menghadapi amuk publik untuk banyak kasus yang sebenarnya ini dapat diselesaikan di tingkat Polres. Ada apa dengan penegakan hukum kita di level Polres dan Polda?” kata Hinca.

Hinca menilai menerjemahkan sikap Polri presisi sulit dilakukan. Sebab Kapolri harus kewalahan karena tindakan jajarannya di daerah.

“Menerjemahkan Polri Presisi nyatanya sulit. Saya harus katakan itu. Kapolri dan jajarannya di Mabes Polri harus kewalahan oleh sebab tindakan dan perilaku jajaran yang ada di bawahnya, terutama di daerah-daerah,” kata Hinca.

“Saya ikuti kasus ini, bahkan hingga sore tadi, nama pelaku yang merupakan anggota kepolisan tersebut terus memuncaki trending topic di media sosial. Saya melihat bagaimana netizen mengamuk, dan itu sangat wajar. Emosi masyarakat benar-benar terkuras oleh tingkah laku Bripda Randy tersebut,” sambungnya.

Hinca mengatakan pemulihan korban dalam berbagai kasus membutuhkan proses panjang. Sehingga bila menunggu kasus viral, maka saat ini dapat terjadi kondisi darurat perlindungan korban.

“Pemulihan korban itu memakan waktu yang lama, apabila proses hukum berjalan sangat lambat, dan harus mencapai titik viral terlebih dahulu untuk diperhatikan, maka sejatinya bangsa kita dalam kondisi darurat perlindungan korban,” kata Hinca.

Meski Bripda Randy Bagus telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, namun menurut Hinca ketidak puasan publik masih besar. Sehingga perlu adanya pendalaman dan kasus diselesaikan secara adil.

“Khusus pada kasus almarhumah Novia Widya, saya ingin berpesan kepada Kapolri dan jajaran, bahwa masyarakat memiliki banyak sekali keluhan atas sikap Korps Bhayangkara dalam menindak kasus ini. Sekalipun tersangka sudah diamankan, ketidakpuasan publik masih besar, terutama menyoal kalimat dalam Konpers Polda Jatim dan Polres Mojokerto yang menyebutkan ‘layaknya hubungan suami istri’. Butuh pendalaman yang lebih lagi untuk kasus ini, disinyalir korban dipaksa meminum obat dan kemudian diperkosa. Saya berharap agar kasus ini dapat diselesaikan secara adil, jangan takut karena tekanan. Itu baru Presisi,” tuturnya.

Sumber: DetikNews

BMKG: Waspada Potensi Hujan Disertai Petir di Jaksel dan Jaktim Siang Ini

Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca di Jakarta hari ini. BMKG memprediksi terjadi hujan disertai petir di Jaksel dan Jaktim siang dan sore ini.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jaksel dan Jaktim pada siang dan sore hari,” tulis BMKG melalui laman resminya, Senin (6/12/2021).

Pada pagi hari, BMKG memprediksi seluruh wilayah Ibu Kota akan berawan. Hujan sedang diprediksi akan terjadi pada siang hari ini Jakut, Jakbar, Jakpus dan Kepulauan Seribu.

Sementara itu, BMKG memperkirakan akan terjadi hujan sedang di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang hari. Malam hari, kedua wilayah ini ini perkirakan berawan.

Hujan ringan diperkirakan akan mengguyur Jakbar, Jakpus, Jakut dan Kepulauan seribu pada malam hari. Sedangkan pada dini hari esok, BMKG memprediksi seluruh wilayah Jakarta akan berawan.

Lebih lanjut, BMKG memperkirakan suhu di Jakarta hari ini ada pada kisaran 24 hingga 31 derajat celcius. Sementara kelembaban udara ada pada kisaran 75 sampai 95 persen.

(lir/lir)

Sumber: DetikNews

Bakamla Evakuasi Longboat Mati Mesin di Perairan Tual Maluku

Jakarta

Bakamla bersama Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebuah longboat yang mengalami mati mesin di perairan Tanjung Tamedan, Tual, Maluku. Longboat itu membawa dua orang.

Berdasarkan keterangan dari Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Bakamla, Wisnu Pramandita, evakuasi longboat mati mesin itu terjadi pada Minggu (5/11/2021) kemarin. Longboat ditemukan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari 2 personel SPKKL Tual dan 3 personel Pos SAR Tual setelah menyisir sekitar perairan Tanjung Tamedan.

Longboat ditemukan pada titik koordinat 5°30’2.988″S-132°48’6.136″E pukul 02.00 WIT dengan kondisi kapal terombang-ambing dan mesin mati. Saat ditemukan dua korban diketahui sebagai bapak dan anak, Baharudin Ohoirenan dan putranya Jihan Ohoirenan dalam kondisi selamat.

Longboat bercirikan warna hijau putih dengan mesin katinting dilaporkan mengalami mati mesin oleh pihak keluarga setelah mendapat telepon dari salah satu korban. Berdasarkan, keterangan pihak keluarga, Sabtu (4/12) pukul 05.00 WIT kapal berencana menyeberang dari Dobo menuju Tual.

Namun di sekitar perairan Tanjung Tamedan mengalami kerusakan mesin kapal. Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut Minggu (5/12) kepada Pos SAR Tual pukul 00.28 WIB.

Menyikapi laporan yang diterima SPKKL Tual. Kepala SPKKL Tual Letkol Bakamla Rizal Ufer berkoordinasi dengan Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur Laksma Bakamla Arif Sumartono sebagai laporan dan meminta arahan dalam pelaksanakan pencarian korban.

Upaya pencarian menggunakan unsur Catamaran 5-07 dengan menyisir sekitar perairan Tanjung Tamedan dengan terus melaksanakan komunikasi kepada salah satu korban. Korban kemudian berhasil dievakuasi dengan selamat.

“Pukul 02.00 WIT Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban dalam kondisi selamat”, ujar Letkol Bakamla Rizal Ufer.

Kemudian, kapal ditarik menuju daratan Kota Tual.

(lir/lir)

Sumber: DetikNews

Mencekam! Motor-Mobil Dirusak Usai Bentrok Gegara Sepak Bola di Sukabumi

Sukabumi

Suasana mencekam sempat terjadi pascakeributan diduga akibat pertandingan sepak bola antar kampung di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Massa sempat merusak motor dan mobil yang ada di lokasi.

Warga mengatakan terjadi penyerangan oleh sekelompok orang menunggangi motor tidak lama setelah bentrok di Lapang Mangkalaya, lokasi pertandingan final antara Kampung Pasir Badak dan Legoknyenang.

“Penyerangan sepulang dari lapang, mereka nyusul ada sekitar kurang lebih 5 motor lebih, saya ketahui mereka warga Kampung Cibolang. Saya lihat bawa besi dan batu, yang rusak motor pakai batu, selain motor ada konter telepon seluler diacak-acak,” kata KD warga setempat kepada detikcom, Minggu (5/12/2021).

KD menuturkan, tidak lama setelah itu sekitar 30 motor kembali mendatangi Kampung Legoknyenang, warga yang diduga berasal dari Kampung Cibolang itu kembali melakukan perusakan.

“Mereka balik lagi nyerang kedua kali waktunya sekitar sesudah Magrib. Ada 30 motor datang lagi, mereka merusak mobil, kerusakan mobil rusak di bengkel,” jelas KD.

KD mengaku bingung dengan peristiwa penyerangan tersebut, menurut kabar yang ia dengar justru awalnya Kampung Cibolang mendukung Kampung Legoknyenang. Namun entah bagaimana pasca keributan di Lapang Mangkalaya justru warga Cibolang menyerang warga Kampung Legoknyenang.

“Tadi ketika di lapang kejadian ribut mereka tidak terima ada teman mereka yang dipukulin katanya oleh penonton dari sini (Legoknyenang) pemicunya salah paham. Cibolang datang hanya untuk nonton. Dari bahasa mereka ada bahasa justru mereka mendukung ke Legoknyenang, pas kejadian di lapang entah bagaimana malah nyerang ke kami,” beber KD.

“Awalnya di lapang itu yang mau ribut Legoknyenang dan Pasir Badak, mungkin karena enggak tahu dari penonton Legoknyenang dikira orang Pasir Badak padahal itu warga Kampung Cibolang,” sambungnya.

Sumber: DetikNews

Miris, Seorang IRT di Mahato Mengaku Jadi Korban Pemerkosaan Empat Lelaki

ROHUL, Tribunriau– Perlakuan keji dialami ibu rumah tangga (IRT), Zulfirani (19) warga Dusun Danau Makmur kilometer 24 Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu, Riau. Dia mengaku diperkosa oleh empat orang secara bergiliran.

Peristiwa mengerikan itu menyisakan trauma mendalam bagi dirinya. Kini dia ingin mencari keadilan hukum. Meminta polisi memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.

Kepada awak media, Jumat (03/12/2021), ZI didampingi suami tercinta, dan satu orang putrinya yang masih berusia 3 tahun, dengan suara lirih dan air mata bercucuran merunut kejadian yang dialami. Dia diperkosa 5 kali oleh 4 pelaku yang berbeda.

ZI menuturkan, kekerasan seksual dialaminya kurun waktu September sampai Oktober 2021 lalu. AN, AT, MN, dan IS diduga sebagai pelaku yang sempat mengancam dirinya sebelum melampiaskan nafsu bejatnya.

“Ada lima kali diperkosa mereka secara bergantian, di hari yang berbeda, pelaku yang berbeda dan tempat yang berbeda,” ujar ZI berurai air mata.

Awalnya, terduga AN yang merupakan kawan akrab suaminya dari kecil dan setelah menikah dengannya semenjak 1 tahun sering nongkrong di rumah mereka hanya untuk main game, makan, pinjam sepeda motor, dan dimintai tolong carikan kerja.

Masih ingat dalam memori ZI. Kejadian 9 September 2021 sekira pukul 18.30 WIB. “Waktu itu kira-kira Magrib. Ada orang mengetuk pintu, dengan memanggil “bun-bun”, maksudnya bunda, seperti panggilan suamiku ke aku. Ku fikir suami ku, lalu ku bukakan pintu, dan ternyata AN. Pas pintu ku buka, aku langsung ditarik, ditodong pisau, dan bayiku yang masih berusia 2 bulan waktu itu, ditariknya, lalu dicampakkan ke springbed, kejang-kejang, matanya melotot, dan mukanya membiru. Aku tidak bisa memeluknya walau anak bayiku disamping ku, karena aku dipaksa melayani nafsu bejat AN,” tutur ZI.

Mirisnya, perbuatan keji AN dilakukan di hadapan anaknya pertama yang berusia 3 tahun. “Aku gak bisa melawan. Gak bisa teriak, dan gak bisa minta tolong, karena suami ku pun gak ada di rumah. Setelah nafsu bejatnya terlayani, suami ku datang, AN baru kabur dari belakang rumah,” katanya.

Kejadian pertama inilah awal mimpi buruk ZI. Selang waktu lima hari, dia pun mengalami kembali peristiwa menyakitkan.

MN dan AT yang merupakan kawan AN datang menodongkan pistol. MN mengambil uang dan rokok di kedainya. Sementara AT memaksa ZI melayani nafsunya di sofa.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya, Jumat (16/09/2021), ketika itu suami ZI pergi ke rumah temannya, AN datang lagi, melampiaskan nafsu bejatnya sambil menodongkan pisau.

Derita ZI tak kunjung berakhir. Seminggu setelah kejadian terakhir, sekitar pukul 18.30 WIB, ZI lagi-lagi mendapatkan perlakuan serupa. Kala itu terduga pelaku adalah IS.

IS menghampirinya dan menodongkan senjata api. Menyeretnya, menjambak rambut, membenturkan kepalanya. Selanjutnya memaksa melayani nafsu bejatnya.

Setelah beberapa hari kemudian, siang hari, ketika korban keluar rumah untuk membeli sayur, baru 500 meter dari rumahnya, MA dan AT datang menyerempet motor korban dari belakang, hingga korban kaget dan berhenti.

AT menodongkan pistol, dan menutup mulut korban, dan MN memaksa korban naik ke motor, lalu bawa motor korban tarik tiga, dibawa ke salah satu gubuk di kebun sawit.

“Disitu, aku dipaksa melayani nafsu bejat mereka berdua secara bersamaan. Setelah selesai, wajahku dikencingi MA, dan aku dijejelin narkoba, sabu terus dikasih air minum. Lalu mereka pergi, dan aku ditinggal sendiri di pondok itu,” ucap ZI tersedu-sedu.

Tak sampai di situ, beberapa hari berikutnya, AN datang ke rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB. Masih di bawah ancaman, sekali lagi ZI harus melayani nafsu bejat pelaku.

Namun kali ini, perbuatan AN diketahui suami ZI. Namun AN sempat melarikan diri dan sempat dikejar suami korban namun tak berhasil.

“Kejadian terakhir aku diperkosa, sudah bulan Oktober tu. Dan setelah suami ku maksa aku berbicara, aku ceritakan semuanya, dan kami lapor ke Polsek Tambusai Utara. Udah kami lapor, tanggal 19 November 2021 nya,” terang ZI.

Satu bulan, ZI menderita dan menahan rasa traumanyaendiri tanpa diceritakan pada suami, keluarga, maupun tetangganya, karena pelaku mengancam dirinya.

“Kalau kau ceritakan pada suami mu semua kejadian ini, habislah semua keluargamu. Mau kau?.” Demikianlah bahasa ancaman dari pelaku yang ditirukan ZI. Dan selalu terngiang – ngiang di telinganya.

Saat ini, Polsek Tambusai Utara tengah menangani kasus ini. 1 pelaku, AN sudah diamankan 3 pelaku lainnya masih berkeliaran bebas. “Saya minta keadilan buat saya. Saya mau semua pelaku ditangkap,” pinta ZI.

Apalagi penderitaannya juga berefek juga pada bayinya.

“Efek sabu itu berimbas ke bayi saya yang masih usia tiga bulan yang masih ASI. Bayi saya jadi sakit-sakitan. Saya bawa ke bidan, kata bidan anak saya seperti keracunan. Pada akhirnya bayi saya meninggal dunia,” katanya. (efw)

Prabowo-Ganjar-Anies Pimpin Survei Capres, Mungkinkah Hasilnya Berubah?

Jakarta

Hasil survei yang mengukur elektabilitas calon presiden (capres) 2024 kini memunculkan banyak nama tokoh politik. Berdasarkan survei terbaru yang dirilis Indonesia Political Opinion (IPO), nama Anies Baswedan berada pada posisi teratas survei capres 2024, kemudian oleh Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Prabowo Subianto.

Pengamat Politik Hasan Nasbi menilai bahwa potensial capres justru dipengaruhi oleh konsolidasi partai politik. Dia menyebut tiga parpol dengan perolehan suara terbesar pada pemilu 2019–PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra– akan fokus memajukan capres pilihannya masing-masing.

“Kalau menurut saya, 3 partai besar hari ini, PDIP, Gerindra, Golkar itu pengin punya double impact. Jadi punya calon presiden sendiri,” ujar Hasan dalam diskusi bertajuk ‘Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah?’ di Cikini, Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu (5/12/2021).

“Misalkan, Gerindra kan punya orang yang powerful seperti Prabowo. Secara elektabilitas powerful, tapi kan partainya nomor 2. Kalau kursi malah nomor ketiga. PDIP, dia gak punya tokoh. Bukan gak punya tokoh, dia punya Ganjar sih tapi kan sulit membayangkan Ganjar namanya keluar dari PDIP. Yang paling memungkinkan kan Bu Puan,” lanjut dia.

Politikus Gerindra Arief Poyuono menilai bahwa sosok Ganjar-Anies akan ‘habis baterai’ pada tahun 2022. Sehingga tidak ada lagi tempat untuk pencitraan.

“Dua tokoh ini baterainya habis di 2022. Baterainya habis, Ganjar dan Anies. Mau tidak mau, percaya tidak percaya. Jokowi adalah hasil power of the media. Dua tokoh ini, baterainya habis, tidak ada lagi tempat untuk pencitraan,” kata Arief.

Sementara, ia menuturkan bahwa Anies kini sedang berpolemik terkait penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E yang menuai kontroversi. Anies juga sempat diperiksa oleh KPK untuk melacak aliran dana yang sudah dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta untuk penyelenggaran Formula E.

“Kedua, Anies. Formula E berantakan, bayarnya lebih mahal, diperiksa KPK. 2022, sudah habis. Artinya, baterainya habis, pencitraannya habis,” kata dia.

Mantan Waketum Gerindra itu menilai bahwa Prabowo Subianto juga memiliki persoalan untuk maju pilpres 2024. Pasalnya, Prabowo sudah berkali-kali mencapres dengan modal yang tak sedikit.

“Sekarang tinggal Pak Prabowo. Pak Prabowo juga sudah tiga kali ini, logistiknya sudah habis besar-besaran, saya tahu banget,” ujar Arief.

Terlebih, menurutnya, sosok Prabowo bukan tipekal politikus yang suka pencitraan. Kepribadian itu yang ia sebut berbeda dengan Ganjar dan Anies.

“Pertanyaannya, apakah masih ada sisa di 2024 untuk bertarung nanti. Repotnya lagi, Pak Prabowo nggak suka pencitraan. Dia kerja ya kerja aja ikuti perintah Joko Widodo, betulin Menhan. Nggak bisa dia berpura-pura kayak Ganjar, kayak Anies,” sambungnya.

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer