Beranda blog Halaman 49

HUT Ke-13 DKPP, Wamendagri Ribka Sampaikan Pentingnya Kolaborasi antara Pemerintah dan Penyelenggara Pemilu

Jakarta, Tribunriau – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengatakan, selama 13 tahun terakhir Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah menjadi benteng utama dalam menjaga kode etik penyelenggaraan pemilu. Hal ini disampaikannya dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 DKPP.

“Memastikan bahwa setiap tahapan pemilu dan pemilu kada (Pilkada-red) berlangsung dengan profesional dan berintegritas,” katanya di Gedung Pusat DKPP RI, Jakarta, Kamis (12/06/25).

Dalam menjalankan tugasnya, DKPP tak jarang harus menegakkan kode etik terhadap aparatur di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), bahkan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Berkat kinerjanya, DKPP juga berhasil mengawal pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 berlangsung aman dengan partisipasi pemilih yang tinggi.

Ribka menerangkan, sepanjang tahun 2024 DKPP telah menerima sekitar 790 pengaduan kode etik penyelenggara pemilu dan memeriksa sebanyak 983 penyelenggara. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran pengawasan publik serta kompleksitas penyelenggaraan demokrasi di Indonesia semakin meningkat.

“DKPP memegang peranan yang strategis dalam menegakkan integritas melalui penegakan kode etik penyelenggara pemilu dan menjaga kepercayaan publik,” jelasnya.

Melalui penyelesaian perkara dan pemberian sanksi yang tegas, DKPP juga telah menunjukkan komitmen tinggi terhadap prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan independensi. Ia mengapresiasi Ketua DKPP beserta jajarannya atas kerja keras dalam menindaklanjuti aduan pelanggaran kode etik. Selain itu, DKPP juga dinilai aktif mendorong pemahaman etika penyelenggara pemilu kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Ribka menyampaikan pentingnya kolaborasi antara kementerian dan lembaga penyelenggara pemilu untuk memperkuat sistem pelaksanaan pesta demokrasi ke depan. Untuk mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang lebih modern, adil, dan partisipatif, dibutuhkan penguatan implementasi kode etik dan profesionalisme, inovasi dalam sistem penyelenggaraan, serta penyempurnaan berbagai aturan dan regulasi.

“Tugas ini kita bersama memastikan bahwa pesta demokrasi bukan hanya sah secara hukum, tetapi juga legitimasi, perlu mendapatkan kepercayaan rakyat, karena dilaksanakan dengan adil, transparan, dan bermartabat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DKPP Heddy Lugito, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, anggota KPU Parsadaan Harahap, dan sejumlah tamu undangan lainnya. (Puspen Kemendagri).

Mendagri: Pemerintah Hadir Selamatkan Rakyat dari Dampak Negatif Produk Tembakau

Jakarta, Tribunriau – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pemerintah hadir untuk menyelamatkan rakyat dari dampak negatif produk-produk tembakau. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan dibentuknya regulasi tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Diantaranya dalam bentuk regulasi yang mengatur tentang apa namanya itu, misalnya, kawasan bebas rokok. Baik di tempat pemerintah maupun di ruang-ruang publik dan tempat-tempat swasta juga,” ujar Mendagri di hadapan awak media usai menjadi pembicara kunci pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Posisi dan Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Kebijakan KTR Pasca-Diundangkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 di Grand Capitol Ballroom, Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (12/06/25).

Ia menekankan, pemerintah tidak hendak mematikan industri tembakau, melainkan melakukan pengendalian. Menurutnya, secara luas, industri tembakau—khususnya rokok—memiliki dampak yang sangat negatif bagi kesehatan. Selain itu, rokok juga menjadi salah satu pemicu utama peningkatan risiko penyakit pada masyarakat.

Menurut Mendagri, upaya dalam menangani persoalan rokok dapat dilakukan baik oleh individu maupun kelompok. Namun, dari sisi pemerintah, langkah tersebut dapat dijalankan melalui penerapan regulasi secara aktif. Ia berharap momentum Rakornas kali ini dapat menjadi penggerak bagi semua pihak untuk lebih sadar akan bahaya rokok.

“Menjadi penting untuk menjadi wake up call bagi kita semua, untuk kita membuat kebijakan yang lebih sungguh-sungguh untuk mengurangi dampak negatif dari tembakau, rokok. Di antaranya spesifik yang kita bicarakan adalah mengenai hari ini, mengenai kawasan bebas rokok,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Mendagri juga meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk membangun lebih banyak ruang publik. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk berolahraga sehingga mampu menjadi salah satu upaya efektif mencegah penyakit. Ia juga mengajak Pemda untuk belajar dari Singapura dalam hal penyediaan ruang terbuka bagi masyarakat.

“Itu lebih murah membuat tempat ruang terbuka, taman, lain-lain dibanding masyarakat sudah sakit diberikan subsidi. Itu lebih murah. Kita mendorong masyarakat, kepala daerah memiliki pemikiran yang sama,” tandasnya.(Puspen Kemendagri).

Sekdakab Bengkalis Bersama Camat Mandau Tinjau Tumpukan Sampah di Jl.Lingkar Barat Duri

Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis dr.Ersan Saputra bersama Camat Mandau Riki Rihardi, hari ini turun ke lokasi untuk meninjau/melihat kondisi terkait sampah yang sudah semakin menumpuk, di Jalan Lingkar Barat Duri, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (12/06/25).

Kehadiran Sekdakab Bengkalis tersebut karena setelah Viral beberapa waktu yang lalu, timbul permasalahan baru di Jalan Lingkar Barat Duri, yakni tumpukan sampah. Tumpukan sampah tersebut berasal dari oknum pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang Jalan Lingkar Barat Duri, dan juga sampah yang dibawa oleh masyarakat yang berkunjung ke wilayah tersebut.

Tetapi sebelumnya, Camat Mandau, Riki Rihardi juga telah menginstruksikan kepada Satgas Kebersihan Kecamatan Mandau dan Kelurahan Se-Kecamatan Mandau bekerjasama dengan Koramil 03/Mandau dan Polsek Mandau, untuk ikut bergotong-royong membersihkan sampah di Jalan Lingkar Barat (Duri) pada hari ini.

Jalan Lingkar Barat Duri tersebut dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis sebagai Jalan alternatif untuk mobil besar (Truk), agar tidak melintas di Jalan Protokol yang ada di Kecamatan Mandau, namun sebelum diresmikan masyarakat sudah tumpah ruah untuk melihat keindahan lokasi tersebut, sehingga tumpukan sampah akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat ini semakin banyak.

Camat Mandau Riki Rihardi, dalam sambutannya memberikan peringatan yang tegas kepada seluruh masyarakat yang ingin mengunjungi Jalan Lingkar Barat Duri tersebut,” agar bisa bekerjasama dan bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” kata Camat.

“Kami mewakili Bupati Bengkalis, menyampaikan apresiasi atas inisiasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Mandau untuk melaksanakan gotong royong pada hari ini, kami juga menghimbau kepada masyarakat, mari kita jaga dan mari kita tingkatkan kesadaran kita untuk selalu menjaga lingkungan kita agar selalu bersih dan asri,” harap Ersan Saputra.

Bupati Rohil H.Bistamam Berbaur dengan Masyarakat Tionghoa Dalam Even Bakar Tongkang Tahun 2025

ROHIL, Tribunriau – Festival Bakar Tongkang masyarakat Tionghoa di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, kembali diselenggarakan pada Kamis (12/6/2025). Perayaan ini merupakan bagian dari agenda strategis nasional di bidang pariwisata, sebagaimana tercantum dalam daftar 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025 yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Tahun ini, prosesi Bakar Tongkang yang dilaksanakan secara konsisten setiap tanggal 15, 16, dan 17 pada bulan kelima kalender Tionghoa, memperoleh perhatian dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Gubernur Riau, Kapolda Riau, Asisten Deputi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Replika tongkang—sebuah perahu kayu simbolik yang dihiasi dengan ornamen merah dan kuning cerah sebagai lambang keberanian dan kemakmuran diarak secara massal menuju lokasi pembakaran. Prosesi ini dipimpin oleh puluhan pria berpakaian seragam kuning, disambut antusiasme ribuan warga yang memadati sepanjang rute arak-arakan.

Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, bersama Wakil Bupati Jhony Charles, tampak berbaur langsung dengan komunitas Tionghoa dalam prosesi budaya tersebut. Kehadiran kepala daerah dalam kegiatan ini menjadi representasi simbolik komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian warisan budaya dan penguatan harmoni sosial lintas etnis dan agama.

Rombongan Forkopimda diberangkatkan dari Mess Bupati di Jalan Perwira menggunakan kereta wisata mini berkapasitas 30 orang, menelusuri jalur menuju pusat kegiatan di kawasan Kelenteng Ing Hok King. Sejak titik awal prosesi di depan kelenteng, arak-arakan dimulai oleh barisan masyarakat Tionghoa yang mengenakan pakaian bertuliskan marga keluarga masing-masing, sambil membawa dupa (hio), replika kuda, bendera berwarna-warni, simbol dewa, serta patung-patung suci yang turut mengiringi jalannya ritual.

Kemegahan prosesi semakin terasa dengan iringan tarian barongsai dan naga yang menggema di antara dentuman musik lagu Hokkian. Sebelum prosesi utama pembakaran berlangsung, berbagai rangkaian doa dan ritual telah dilakukan di altar utama Kelenteng ing Hok King. Beragam atraksi bernuansa budaya Tionghoa turut disuguhkan, seperti pertunjukan barongsai, panggung hiburan rakyat yang membawakan lagu-lagu Hokkien, serta pertunjukan seni tradisional lainnya.

Replika kapal tongkang yang dibakar memiliki dimensi sekitar 8,5 meter panjang dan 1,7 meter lebar, dibangun dari kayu dan dilapisi kertas warna-warni di bagian lambung sebagai simbol harapan dan persembahan kepada leluhur. Kapal ini terlebih dahulu disemayamkan di dalam kelenteng selama satu malam untuk diberkati oleh para tetua adat dan rohaniwan sebelum akhirnya dipanggul secara kolektif oleh para peserta menuju lokasi pembakaran di Jalan Perniagaan, pusat kota Bagansiapiapi.

Menariknya, dalam ritual pembakaran tahun ini, fenomena tidak lazim terjadi, dua tiang kapal utama yang biasanya menunjukkan satu arah dominan sebagai penanda harapan dan arah rezeki masyarakat tumbang ke arah yang berbeda. Satu tiang roboh ke laut, dan satu lagi jatuh ke daratan. Hal ini menimbulkan berbagai interpretasi di kalangan masyarakat dan tokoh adat, yang mengaitkannya dengan simbol keseimbangan antara unsur laut dan darat dalam kehidupan masyarakat pesisir Rokan Hilir.

Event Nasional Wisata Ritual Bakar Tongkang Telah Usai Dilaksanakan, Petugas DLH Rohil Tetap Siaga Hingga Dini Hari

ROHIL, Tribun riau – Untuk tetap menjaga kebersihan dan keindahan kota Bagansiapiapi usai perayaan Event Nasional Wisata Ritual Bakar Tongkang, Dinas Lingkungan Hidup Rohil tetap siaga hingga dini hari, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rohil Suwandi Ssos saat dikonfirmasi, Kamis (12/6/2025).

” dinas lingkungan hidup tetap siaga sampai dini hari, hal tersebut untuk tetap menjaga kebersihan dan keindahan kota Bagansiapiapi agar tetap bersih, untuk itu kami menurunkan puluhan Petugas kebersihan untuk membersihkan dilingkungan di masing-masing lokasi lokasi yang telah ditentukan,” Ucap Suwandi.

Ditambahkan Suwandi, ratusan petugas kebersihan itu disebar dibeberapa titik mulai dari lokasi kapal tongkang yakni di Kelenteng Ing Hok King hingga menuju lokasi pembakaran di Jalan Perniagaan.

“Ya, kami prioritaskan dilokasi di kelenteng Ing Hok King menuju areal bakar tongkang di jalan perniagaan, sepanjang ruas jalan itu ada petugas yang kami kerahkan, sterilisasi sudah kami mulai satu minggu yang lalu hingga selesai arak arakan dan pembakaran kapal tongkang,” sebutnya.

Tidak hanya dipusatkan di Bagansiapiapi Kecamatan Bangko, DLH Rohil juga mengerahkan petugas kebersihan hingga pengawas di kecamatan lain. Hal itu dilakukan agar kebersihan dan kenyamanan tetap terjaga terlebih lagi banyaknya tamu yang berkunjung ke Bagansiapiapi.

“Kami juga kerahkan regu petugas dan pengawas baik itu di Kecamatan Bangko dan kecamatan lainnya demi menjaga keindahan dan kebersihan wilayah, terlebih lagi saat ini banyak pengunjung yang datang dari luar, tentunya kita sebagai tuan rumah harus dalam keadaan bersih dan nyaman,” ujar Suwandi.

Karantina Riau Musnahkan 25,9 Ton Mangga Ilegal Hasil Tangkapan Bea Cukai di Bengkalis

0-0x0-0-0#

Tribunriau.com. Bengkalis – Karantina Riau melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Bengkalis memusnahkan 25,9 ton mangga ilegal hasil tangkapan Satgas Patroli Laut Bea Cukai. Pemusnahan dilakukan di Kantor Bea Cukai Sungai Pakning, Bengkalis dengan cara dibakar dan ditimbun Rabu (12/6).

Berdasarkan keterangan Bea Cukai Bengkalis, seluruh mangga diangkut oleh KM. Julia II diduga berasal dari Malaysia dan ditangkap di Perairan Pambang, Kabupaten Bengkalis, Riau pada Rabu, 21 Mei 2025. Media Pembawa kemudian diserahkan kepada Karantina Riau untuk dimusnahkan. Turhadi Noerachman, Kepala Karantina Riau mengatakan bahwa pada Karantina Riau untuk dimusnahkan. “Ini justru adalah bentuk sinergi antara Karantina dengan Bea Cukai. Dengan pemusnahan ini, Karantina Riau sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional sekaligus melindungi pertanian dalam negeri dari ancaman hama dan penyakit tanaman sekaligus menyelamatkan masyarakat dari potensi cemaran yang mungkin terbawa oleh mangga yang tidak terjamin kesehatannya. “Persyaratan pemasukan buah mangga ke dalam wilayah NKRI harus dilengkapi dengan Phytosanitary Certificate dari negara asal, melalui tempat pemasukan yang ditetapkan dan dipenuhi kepada petugas karantina. Pemasukan buah mangga tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan di bidang perkarantinaan karena buah mangga ini termasuk tempat pemasukan buah impor yang tidak ditetapkan, sehingga terhadap mangga ini dilakukan tindakan pemusnahan,” jelas Turhadi.

0-0x0-0-0#

Lebih lanjut Turhadi sampaikan tindakan karantina berupa pemusnahan ini adalah bentuk tindakan tegas Badan Karantina Indonesia dalam mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang berasal dari luar negeri yang dapat mengganggu keamanan pangan bagi masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun dari Penegakan Hukum Karantina Riau, sepanjang tahun 2025, total buah mangga yang dimusnahkan di Provinsi Riau sebanyak 64,8 ton dengan rincian 23,29 ton dimusnahkan di Satuan Pelayanan Pelabuhan Dumai, 15 ton dimusnahkan di Satuan Pelayanan Pelabuhan Tembilahan, dan 25,9 ton dimusnahkan di Satuan Pelayanan Pelabuhan Bengkalis. Adapun ancaman pidana yang melanggar persyaratan impor sesuai Pasal 86 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan yakni pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar.

Hingga berita ini diturunkan, terhadap pemilik barang masih dilakukan penyelidikan oleh Tim Penegakan Hukum Karantina Riau. “Kami berterima kasih kepada Bea Cukai khususnya KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis yang telah bersinergi dengan Karantina Riau dalam menegakkan peraturan perkarantinaan. Ke depan, sinergi kita terus diperkuat agar penyelundupan buah mangga ilegal yang marak terjadi di Riau ini dapat diminimalisir,” harap Turhadi. Turut hadir menyaksikan kegiatan pemusnahan diantaranya KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis, KSOP Kelas II Tanjung Buton, Polsek Bukit Batu, Koramil 05 Bukit Batu, Camat Bukit Batu serta jajaran tim kerja Karantina Tumbuhan, Karantina Riau. (R461L)

Malam Ini, Semarak Even Bakar Tongkang, Artis Luar Negeri Tampil di IP Plaza Bagansiapiapi

ROHIL, Tribunriau – Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menghadiri secara langsung malam kesenian dalam rangkaian kegiatan Even Bakar Tongkang yang digelar meriah di Gedung IP Plaza, Jalan Kelenteng, jantung Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu malam (11/6/2025).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam terhadap partisipasi dan solidaritas masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi yang secara konsisten menjaga dan merawat warisan budaya leluhur melalui penyelenggaraan malam kesenian Even Bakar Tongkang. Ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni hiburan, melainkan representasi nyata dari semangat gotong royong dan identitas kultural masyarakat.

“Saya, selaku Bupati Rokan Hilir, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh masyarakat yang hadir pada malam puncak rangkaian kegiatan Bakar Tongkang. Tradisi istimewa ini tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga merupakan refleksi mendalam atas kekuatan kebersamaan dan komitmen masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya,” ungkap Bupati di hadapan ribuan tamu undangan yang memadati gedung pertunjukan.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya peran sektor kebudayaan dan pariwisata sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, promosi tradisi budaya seperti Bakar Tongkang tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif, jasa, dan perdagangan.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kesuksesan kegiatan ini terutama kepada para sponsor, pegiat seni, serta tokoh masyarakat Tionghoa yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melestarikan nilai-nilai budaya. Insya Allah, Even Bakar Tongkang akan terus menjadi ikon kebanggaan kita bersama dan kebudayaan ini akan semakin mendunia,” ujarnya.

Dalam penutup pidatonya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya ini secara berkesinambungan, sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang. Ia berharap bahwa semangat kolaboratif yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan sehingga Even Bakar Tongkang di masa mendatang dapat berlangsung lebih semarak, inklusif, dan berkelas internasional.

Sebelum menghadiri malam kesenian, Bupati Rokan Hilir terlebih dahulu mengadakan jamuan makan malam bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para tokoh masyarakat Tionghoa di Mess Bupati, Jalan Perwira. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi kolektif atas kemajuan yang telah dicapai dalam sinergi sosial dan budaya di Rokan Hilir.

Kemeriahan malam kesenian ditandai dengan penyambutan simbolik berupa pengalungan bunga kepada tamu kehormatan sebelum memasuki gedung acara. Seluruh undangan disuguhi pemutaran video dokumenter yang menampilkan sosok-sosok inspiratif, seperti Sugianto dan Masni, yang telah aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai estetika dan hiburan internasional, malam itu turut dimeriahkan oleh penampilan artis-artis kenamaan dari Taiwan dan Malaysia yang dihadirkan secara khusus. Kehadiran mereka menambah nuansa kosmopolit pada acara budaya yang telah menjadi agenda unggulan pariwisata nasional ini.

Lebih dari lima ribu lampion menghiasi ruas-ruas jalan Kota Bagansiapiapi, menciptakan lanskap malam yang memesona dan penuh nuansa spiritual. Momentum budaya ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, antara lain unsur Forkopimda, anggota DPR RI, DPRD Provinsi Riau, DPRD Rokan Hilir, Kepala Kantor Imigrasi Provinsi Riau, Dansat Brimob Polda Riau, serta Asisten Deputi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penyerahan cenderamata secara simbolis kepada para tamu kehormatan sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan atas partisipasi mereka dalam memeriahkan agenda budaya kebanggaan Kabupaten Rokan Hilir.

Rapat Paripurna DPRD Rohil Dalam Rangka penyampaian Rancangan Awal RPJMD T.A 2025-2029

ROHIL, Tribunriau – Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dalam Rangka penyampaian Rancangan awal RPJMD Kabupaten Rokan Hilir Tahun Anggaran 2025-2029, selasa (10/6/2025) kemaren di ruang rapat utama Kantor DPRD Rohil, Bagansiapiapi.

Rapat Dipimpin ketua DPRD Ilhammi.S.Tr. Keb, didampingi wakil ketua DPRD Rohil Maston, Basiran Nur Efendi, Hadir Bupati Rohil H. Bistamam, wakil Bupati Rohil Jhony Charles. BBA, MBA, pj. Sekda Rohil Ferry H. Parya, Anggota DPRD Rohil, kepala OPD dilingkungan pemerintah kabupaten Rokan Hilir, Sekretaris DPRD Rohil H. Sarman Syahroni. ST. M. IP.

Pimpinan Rapat ketua DPRD Rohil Ilhammi, S. Tr. Keb mengatakan, Berdasarkan surat yang disampaikan dan ditandatangani Bupati Rokan Hilir Nomor : 000.7.2.2/Baperida -BID. PPE/2025/1011 tanggal 20 Mei 2025 hal pengajuan rancangan awal RPJMD Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2025-2029.

“Adapun ranperda yang diajukan merupakan Ranperda yang dalam program pembentukan peraturan Daerah Propemperda Tahun 2025 yang telah disepakati bersama antara DPRD dan pemerintah kabupaten Rokan Hilir”, ujarnya.

Kemudian, jelas Dia, atas rancangan peraturan Daerah yang diajukan dengan memperhatikan pertimbangan yang disampaikan oleh Badan pembentukan peraturan Daerah dan hasil rapat Badan musyawarah DPRD Kabupaten Rokan Hilir, tanggal 26 Mei 2025 perlu diagendakan penyampaian nya secara resmi oleh Bupati dalam rapat paripurna, kecuali atas Ranperda – Ranperda yang belum selesai dibahas tidak perlu diajukan kembali, karena telah diajukan pada tahun sidang sebelumnya.

Dan proses selanjutnya tetap dilakukan sesuai tahapan pembicaraan yang di atur pada pasal 15 peraturan DPRD Kabupaten Rokan Hilir nomor:1 Tahun 2024 tentang tata tertib .

Lebih lanjut Ilhammi menyampaikan, Sesuai ketentuan pasal Diatas pembicaraan tingkat satu meliputi kegiatan dalam hal Ranperda berasal dari Bupati tahapan pertama adalah penyampaian penjelasan jawaban Bupati dalam rapat paripurna mengenai Ranperda yang diajukan .

Kemudian pandangan umum fraksi atas Ranperda dan tanggapan atau jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi .

Kemudian pembahasan akan dilaksanakan oleh komisi atau alat kelengkapan DPRD yang ditugaskan bersama dengan Bupati atau pejabat yang ditunjuk, pungkas Ilhammi.

Bazar UMKM Meriahkan Even Bakar Tongkang 2025 di Bagansiapiapi, dari Kue Tradisional Hingga Kuliner Lokal

ROHIL, Tribunriau – Kemeriahan pembukaan stand bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangkaian Even Bakar Tongkang Tahun 2025 menjadi magnet tersendiri di tengah antusiasme masyarakat Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir. Nuansa lokal yang kental, berpadu dengan semangat pemberdayaan ekonomi rakyat, menjadikan kegiatan ini tidak sekadar bazar, tetapi juga etalase keberagaman budaya dan potensi ekonomi daerah.

Sebanyak 60 pelaku UMKM lokal turut ambil bagian dalam kegiatan bazar yang digelar tahunan tersebut. Ragam produk yang ditampilkan mencerminkan kekayaan kuliner tradisional masyarakat pesisir, mulai dari kue-kue khas Melayu, aneka jajanan pasar, minuman tradisional, hingga olahan pangan lokal yang dikemas secara kreatif dan inovatif. Momentum ini sekaligus menjadi sarana strategis untuk mendorong pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar sekaligus memperluas jejaring pemasaran.

pembukaan bazar berlangsung semarak pada Selasa malam (10/06/2025), ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, didampingi Wakil Bupati Jhony Charles serta seluruh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bertempat di Jalan Mawar, kegiatan ini menjadi bagian integral dari rangkaian acara budaya bertajuk *Semarak Budaya Rohil 2025*, yang mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dan harmonisasi antar komunitas.

“Izinkan kami membuka secara resmi acara Bazar dan UMKM malam ini. Semoga Allah meridhoi kegiatan kita malam ini,” ujar Bupati H. Bistamam dalam sambutannya di hadapan tamu undangan, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Atmosfer pembukaan semakin hidup saat tabuhan gendang kompang mengiringi pengguntingan pita, mencerminkan spirit kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun sektor ekonomi kerakyatan. Seusai meresmikan kegiatan, Bupati beserta rombongan melakukan peninjauan langsung ke setiap stand. Ia berdialog dengan para pelaku usaha, menyimak proses pembuatan produk, serta memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan kemandirian para peserta bazar.

Dalam suasana penuh kehangatan itu, Bupati bahkan membeli beberapa produk menggunakan dana pribadi dan membagikannya kepada warga yang turut hadir memeriahkan malam pagelaran tersebut. Momen ini menunjukkan empati dan kedekatan pemimpin daerah dengan masyarakat.

Salah satu atraksi unik yang mencuri perhatian pimpinan daerah adalah sebuah sepeda motor yang disambungkan dengan gerobak kopi Barista, hasil inovasi pelaku usaha muda. Baik Bupati maupun Wakil Bupati tidak melewatkan kesempatan untuk menaiki kendaraan tersebut, yang sontak mengundang tawa dan sorak sorai pengunjung.

Selain stand UMKM umum, bazar kali ini juga melibatkan partisipasi siswa-siswi dari sekolah menengah atas di wilayah Rokan Hilir. Mereka memamerkan produk kerajinan dari bahan limbah batok kelapa, sebagai wujud pembelajaran kewirausahaan berbasis lingkungan. Produk tersebut mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati yang langsung melakukan pembelian sebagai bentuk dukungan terhadap semangat inovatif generasi muda.

Pada sisi akhir dari jalur bazar sepanjang 300 meter tersebut, Bupati menyempatkan diri mencicipi nasi tumpeng yang disajikan di Stand Dinas Koperasi dan UMKM. Ia juga mengunjungi Stand Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menampilkan dokumentasi visual kapal tongkang tempo dulu serta koleksi foto-foto pejabat kewedanaan pada masa kolonial Belanda, sebuah langkah penting dalam meneguhkan ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah lokal.

DPRD Rohil Setujui perda RPJMD Tahun 2025-2045

ROHIL,Tribunriau – Dewan Perwakilan Rakyat DPRD) Rohil menyetujui Rancangan peraturan Daerah (Ranperda) Rancangan peraturan Jangka panjang Daerah (RPJMD) kabupaten Rokan Hilir Tahun 2025-2045 menjadi peraturan Daerah (Perda), selasa (10/6/2025) di ruang rapat utama kantor DPRD Rohi, Bagansiapiapi.

Pimpinan Rapat Ketua DPRD Rohil Ilhammi.S. Tr.Keb menyampaikan, Tim pansus yang anggotanya berasal dari utusan Fraksi -Fraksi yang ditetapkan dengan surat keputusan DPRD Nomor : 05 Tahun 2025 tanggal 11 pebruari 2025.

panitia khusus DPRD telah melaksanakan pembahasan bersama dengan Tim penyusun perancangan peraturan Daerah dan pada kesempatan ini akan menyampaikan hasil pembahasannya.

Ia menjeskan Sesuai ketentuan pasal 15 ayat diatas, proses pembahasan atas rancangan peraturan Daerah , rencana pembangunan jangka panjang peraturan Daerah kabupaten Rokan Hilir Tahun 2025-2045 akan memasuki pembicaraan tingkat Dua, yakni pengambilan keputusan dalam Rapat paripurna yang meliputi kegiatan :

1.penyampaian laporan yang berisi proses pembahasan , pendapat Fraksi dan hasil pembicaraan tingkat satu oleh pimpinan panitia khusus.

2.permintaan persetujuan secara lisan pimpinan rapat kepada anggota DPRD dalam rapat paripurna .

3.pendapat akhir Bupati.

Selanjutnya, juru bicara panitia khusus DPRD Rohil Resa, menyampaikan laporan pembahasan Ranperda RPJPD kabupaten Rokan Hilir tahun 2025 -2045.

Kemudian, wakil ketua DPRD Rohil Basiran Nur Efendi membacakan Draf keputusan, menyampaikan, pimpinan DPRD Kabupaten Rokan Hilir provinsi Riau, Draf keputusan DPRD kabupaten Rokan Hilir Tahun 2025,tentang persetujuan penetapan terhadap rancangan peraruran Daerah tentang rencana pembangunan jangka panjang Daerah kabupaten Rokan Hilir tahun 2025 -2045 .

Pimpinan DPRD kabupaten Rokan Hilir, menimbang dan seterusnya,mengingat dan seterusnya, memperhatikan laporan panitia khusus DPRD Kabupaten Rokan Hilir terhadap rancangan peraruran Daerah tentang rencana pembangunan jangka panjang Daerah Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2025-2045 tanggal 14 Mei 2025

Memutuskan, menetapkan, keputusan Dewan perwakilan Rakyat Daerah tentang persetujuan penetapam terhadap rancangan peraturan Daerah tentang rencana pembangunan jangka panjang Daerah kabupaten Rokan Hilir Tahun 2025-2045

1.menyetujui ranperda tentang rencana pembangunan jangka panjang kabupaten Rokan Hilir Tahun 2025-2045

2.keputusan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan

Berdasarkan hasil pembahasan dari pansus, rancangan peraturan Daerah (Ranperda) Rencana pembangunan jangka panjang Daerah kabupaten Rokan Hilir tahun 2025 -2045 disetujui untuk ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda) oleh DPRD yang hadir. (Hen)

Terbaru

Populer