Beranda blog Halaman 1333

Narkoba Merusak Otak dan Solusi Pencegahannya

HAMPIR setiap hari media cetak maupun elektronik memberitakan tentang narkoba yang sudah menjadi hal yang amat memprihatinkan semua pihak. Betapa tidak, semua profesi ada pecandu narkoba, mulai dari artis, politikus, mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga, berbagai jenjang pejabat sipil maupun militer dan sebagainya.

Mengapa narkoba menjadi zat yang amat merusak? Apa yang didapat dari menjadi pecandu narkoba? Secara umum, narkoba di dunia medis dikenal 3 jenis, yaitu:
– Halusinogen, pecandu mengalami halusinasi baik visual /lihat maupun auditori/dengar, libido meningkat. Zat ini terdapat pada ganja, LSD dan mushroom
– Depresan, menekan fungsi saraf, mengantuk dan ‘fly’, libido meningkat. Zat ini terdapat pada alkohol, obat jiwa sedative hipnotik dengan berbagai merk dagang turunan benzodiazepine seperti Xanax, dumolid, camplet dan opiad/morfin, kodein, pethidin serta putaw pada umumnya.
– Stimulant, memacu tidak normalnya jaringan saraf, jadi aktif dan tidak mengantuk dan tidak merasa lelah, nafsu makan meningkat, tak berpengaruh terhadap libido. Zat ini terdapat pada amfetamin, ektasi, shabu, nikotin, kokain dan beberapa jenis sintetis terbaru sebagai stimulan.

Cara pemakaian narkoba oleh pecandu pada biasanya dengan diminum, diisap dengan dibakar bersama tembakau, dihirup, diteteskan ke minuman, disuntikkan. Resikonya dapat terjadi penularan penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS, Hepatitis dan penyakit menular lainnya.

Semua narkoba bersifat adiktif atau candu baik fisik maupun psikis dan cenderung dengan cepat terjadi peningkatan dosis untuk mencapai ‘efek’ yang diinginkan pecandu.

Makin lama pemakaian dan makin tinggi dosis yang dipakai berbanding lurus dengan makin sulitnya pecandu direhabilitasi, makin sulit lepas dari cengkraman narkoba. Akibatnya, dapat saja pecandu jadi overdosis karena memakai narkoba secara berlebihan, atau sebaliknya ‘sakaw’ (sakit karena dikau/narkoba) jika saat fisik menagih narkoba, bahan haram tersebut tidak tersedia.

Ketergantungan narkoba bersifat fisik dan juga psikis, sehingga banyak fungsi faali tubuh yang terganggu. Semua jenis narkoba merusak jaringan saraf termasuk otak. Zat pengantar di trilyunan sel saraf digantikan perannya oleh narkoba.

Otomatis sel saraf menjadi ‘loyo’ dan perlu tambahan jumlah narkoba agar sel saraf dapat bekerja ‘normal’. Dampaknya amat multi luas bagi tubuh manusia, karena narkoba merusak fungsi dan struktur otak, sehingga ada istilah ketergantungan mendarah daging (gangguan zat penghantar otak) dan ketergantungan ‘mbalung sum-sum’ ( gangguan struktur otak) Hal ini berakibat pecandu amat sulit menjadi ‘sembuh’ dari ketergantungan narkoba.

Dalam hal ini pencegahan salah guna jauh lebih berguna untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya narkoba ini. Mengingat pengalaman penulis tujuh tahun sebagai dokter yang bertugas di PTRM (Program Terapi Rumatan Methadon) tetap tidak berhasil membebaskan penasun dari ketergantungan narkoba.

Aksi nyata yang penulis pikir bermanfaat adalah dengan mendirikan Museum Edukasi Narkoba yang dikelola baik swasta maupun pemerintah seperti di Negara lain .

Ada 4 museum terkenal di dunia ini yang memamerkan berbagai macam seluk beluk narkob, baik yang dibuka untuk umum maupun yang bersifat tertutup, biasanya digunakan sebagai pusat pelatihan intensif aparat anti narkoba yaitu Museum Opium, Thailand (2003), DEA Museum, Amerika Serikat, Museo de los Enervantes, Meksiko (1985, Museum Narkotika Mong La, Myanmar (1987).

Saya beranggapan semua bentuk penyuluhan, seminar dan iklan di media kurang efektif sebagai sarana yang bermanfaat bagi masyarakat. Mengingat kuantitas maupun kualitas penyuluhan tersebut kurang menimbulkan kesadaran dan ketakutan masyarakat untuk tidak menyentuh narkoba.

Seminar hanya mencakup maksimal 300 orang, iklan kurang ‘membumi dan kurang informasi lengkap’, begitu juga penyuluhan. Bandingkan dengan kunjungan museum yang mencakup 80 ribu orang perbulan bahkan musim libur sekolah dapat menjangkau 150 sampai 200 ribu pengunjung setiap bulan. Informasi berbagai akibat penyalahgunaan narkoba jauh lebih lengkap, lebih rinci dan lain lain.

Museum Edukasi Narkoba minimal ada di setiap Provinsi, dirancang dan dikelola sebaik mungkin sehingga menarik seluruh masyarakat untuk mengunjunginya. Rancangan museum yang moderen dengan pemandu yang profesional dan dilengkapi testimoni pecandu yang sudah berhasil lepas dari narkoba, poster dan foto korban narkoba serta berbagai macam narkoba yang ada dapat dipamerkan secara nyata.

Dapat juga dilengkapi dengan rumah jajan kuliner serta Wi Fi dan dengan harga tiket masuk yang ekonomis serta lahan parkir yang memadai sehingga menjadi tempat destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Museum Edukasi Narkoba ini jika menarik otomatis dapat menjangkau dan mendidik jauh lebih banyak sasaran segala usia masyarakat dan jauh lebih mudah dipahami bahaya nyata narkoba bagi tubuh.

Terakhir, kita berharap para ahli Nasional dapat mulai meneliti secara ilmiah untuk menemukan zat yang dapat membebaskan semua pecandu dari ketergantungan narkoba. Kita berharap para ahli dapat menemukan zat herbal yang amat beragam di Tanah Air ini sebagai zat baru pembebas korban penyalah guna narkoba. Semoga.

___________________
Dr.AG Paulus MSiMed
Pensiunan ASN dan Pemerhati Narkoba-Purwokerto

Hardianto Resmikan Balai Koalisi di Kepulauan Meranti


MERANTI, Tribunriau – Bakal Calon Wakil Gubernur Riau Hardianto meresmikan Balai Koalisi di Kepulauan Meranti, Minggu (28/1/18).

Dalam sambutannya, Hardianto menyampaikan program Rp1 miliar untuk tiap desa. Bersama pasangannya balon Gubri Lukman Edy, mereka punya program Rp1 miliar untuk tiap desa. Anggaran itu guna mensupport bagaimana desa bisa berkembang cepat dan maju. Kesenjangan desa dengan kelurahan baik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi akan bisa diatasi.

“Hari ini kami hanya bisa beri janji dan program. Itu akan kami wujudkan ketika jadi Gubri dan Wagubri. Harapan demi harapan, program-program itu kita canangkan dan Insyallah terpilih, dilantik, kita wujudkan,” ujarnya.

“Kami melangkah dengan bismillah, dengan i’tikad baik. Bagaimana nanti sama-sama, bukan hanya kami pasangan calon, insyallah kalau jadi Gubri bersama-sama kita bangun negeri ini,” lanjut Hardianto.

Hardianto menambahkan, membangun daerah bukan hanya sisi infrastruktur saja tapi di semua lini atau sendi-sendi kehidupan. Termasuk budaya, religi atau agama.
“Kalau hanya jalan bagus, sementara masyarakat sakit siapa yang mau lewat. Sebaliknya, kalau jalan jelek, masyarakat juga susah,” tambah Sekretaris Gerindra Riau itu.

Pasangan Lukman Edy – Hardianto juga akan fokus pada perkebunan industri. Untuk di Kepulauan Meranti, mereka akan mendorong supaya ada industri hilir di sini. Sehingga, yang dieksor bukan lagi bahan baku, melainkan olahan yang siap santap. Olahan berbahan sagu itu dibuat di Kepulauan Meranti, lalu dijual ke tiap daerah baik Indonesia maupun luar negeri. Sehingga harga bisa naik. Insyallah untuk masyarakat, endingnya sejahtera.

Terkait masih terisolirnya Kepulauan Meranti dengan Pulau Sumatera atau Riau Daratan, mereka konsen membuka akses sehingga tak ada lagi isolasi di Kepulauan Meranti.
“Satu-satunya solusi adalah RoRo Buton – Kampungbalak. Tapi setelah itu kan harus ada aksesbilitas dalam bentuk infrastruktur jalan menuju kota Selatpanjang, itulah Jalan Alai-Mengkikip,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Riau itu.

Hadir saat peresmian Balai Koalisi, pengurus Partai Gerindra Kepulauan Meranti M Taufikurrohman, Basiran, M Tartib, H Nursalim, dan beberapa lainnya. Hadir juga dari PKB Hafizan Abas, Ma’ruf Syafi’i dan anggota partainya. Serta ratusan masyarakat setempat.(GR/tn)

Bank Riau Kepri Kembali Mendapat Rating A


PEKANBARU, Tribunriau – Bank Riau Kepri kembali mengafirmasi peringkat A (idn) untuk rating investasi jangka panjang nasional dan peringkat F1 (idn) untuk rating hutang jangka pendek nasional dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings. Fitch Ratings menyebutkan, outlook Bank Riau Kepri adalah stabil.

Di Indonesia terkait dengan penggunaan peringkat yang diterbitkan oleh lembaga pemeringkat yang diakui Bank Indonesia diantaranya adalah Fitch Ratings, Moody’s Investor Service, Standard and Poor’s. Pemerintah Indonesia sendiri juga menggunakan ketiga lembaga tersebut untuk mendapat peringkat investasi yang dipergunakan untuk bidang investasi.

Bank Riau Kepri yang berkewajiban setiap tahun dievaluasi tingkat rating investasinya, menggunakan lembaga Fitch Rating. Fitch’s memberikan peringkat kepada perusahaan berdasarkan skala mulai dari “AAA” hingga “D” dan yang terrendah adalah NR. Bank Riau Kepri diberikan rating peringkat A (idn) untuk rating investasi jangka panjang nasional dan peringkat F1 (idn) untuk rating hutang jangka pendek nasional dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings.

Rating A untuk bidang investasi termasuk yang terbaik dan dibawahnya masih ada rating BBB dengan arti perusahaan kelas menengah, dimana saat ini dalam kondisi memuaskan, BB : kecenderungan mengalami perubahan dalam situasi ekonomi, B : diperhatikan adanya variasi situasi keuangan, CCC: saat ini goyah dan tergantung pada kondisi ekonomi yang menguntungkan agar dapat memenuhi kewajibannya, CC : sangat goyah, obligasi yang sangat spekulatif, C : sangat goyah sekali, kemungkinan pailit atau menunggak pembayaran tetapi tetap melanjutkan pembayaran obligasinya, D : gagal bayar dalam kewajibannya dan S&P meyakini bahwa akan terjadi gagal bayar atas sebagian besar atau seluruh kewajibannya, NR : tidak diberikan peringkat.

Sedangkan peringkat F1 (idn) yang diraih Bank Riau Kepri untuk rating hutang jangka pendek nasional dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings tersebut bermakna peringkat terbaik, menunjukkan bahwa debitur memiliki kapasitas yang besar guna memenuhi kewajibannya. Dibawah peringaat FI masih ada peringkat F2: peringkat baik dengan kapasitas yang memuaskan dari debitur guna memenuhi kewajibannya, F3: peringkat cukup dengan kapasitas yang memadai dari debitur guna memenuhi kewajibannya namun kemunduran ekonomi yang terjadi dalam waktu dekat dapat berpengaruh pada komitmen debitur, B: kondisi spekulatif dan debitur hanya memiliki kapasitas yang minimal guna memenuhi kewajibannya dan rentan terhadap penurunan kondisi keuangan dan ekonomi. C : kemungkinan gagal bayar amat tinggi dan komitmen keuangan dari debitur adalah amat tergantung pada situasi yang menguntungkan baik dalam dunia usaha maupun dalam kondisi ekonomi, D: telah gagal bayar.

Menurut Dirut Bank Riau Kepri hasil peringkat yang diperoleh dari Lembaga Internasional – Fitch Rating ini yaitu rating peringkat A (idn) untuk rating investasi jangka panjang nasional dan peringkat F1 (idn) untuk rating hutang jangka pendek nasional dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings, adalah merupakan nikmat Allah. Ini semua menurut Irvandi adalah hasil kinerja bersama dari semua jajaran di Bank Riau Kepri, dari Komisaris, Direksi, Pindiv, Pincab sampai Pinkedai serta segenap karyawan, dan tak kalah pentingnya adalah dukungan penuh dari para pemegang saham Bank Riau Kepri. (rls)

Lima Datuk Penghulu se Kecamatan Simpang Kanan Dilantik


ROHIL, Tribunriau – Di halaman Kantor Camat Simpang Kanan, Kamis (25/1/18), Wakil Bupati Rokan Hilir, Drs Jamiluddin melantik 5 Datuk Penghulu Terpilih se Kecamatan Simpang.

Datuk Penghulu Terpilih yang dilantik yakni, Pejabat Penghulu Kota Parit, Bahagia Rambe, Pejabat Penghulu Bagan Nibung, Karman,  Pejabat Penghulu Bukit Damar, Jamil MS, Pejabat Penghulu Bukit Mas, M Rosyid dan Pejabat Penghulu Bukit Selamat, Khoiron.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rokan Hilir, Drs H Jamiluddin  menyampaikan, bahwa setelah dilantik segala tugas sudah menanti, yang jelas tugas untuk memajukan desa atau kepenghuluan masing masing.

“Enam tahun ke depan saudara memimpin desa, jangan sia-siakan jabatan itu, manfaatkan untuk mensejahterakan desa masing masing,” harap Jamiluddin.

Dalam pelantikan tersebut tampak hadir Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Mulyadi Masri, Wakil Ketua DPRD Rohil, Suyadi SP, Anggota DPRD Rohil, Suheli, Camat Simpang Kanan, Azhar SPd, Kapolsek Simpang Kanan, Ipda Sodikin SH, Danramil 03/Bgs Kapten Arh H Sitorus dan tamu undangan lainnya.(SR/tn)

Danrem 031/Wirabima: Waspada Bahaya Narkoba dan Bahaya Laten Komunis


KAMPAR, Tribunriau – Peredaran narkoba serta bahaya laten komunis di Provinsi Riau, patut diwaspadai dan diantisipasi oleh seluruh masyarakat dan element.

Danrem 031/Wirabima, Brigjend Edy Natar Afrizal Nasution mengatakan, saat ini narkoba dan bahaya laten komunis merupakan musuh yang paling berbahaya terhadap bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Riau.

“Narkoba merusak masyarakat Indonesia, tidak peduli anak-anak dan dewasa semua dirusak. Apalagi, bahaya laten komunis merupakan suatu paham yang akan mengantikan dasar negara kita, Pancasila dan UUD 1945 yang sah dan Berbhineka Tunggal Ika,” ujar Brigjend Edy Nasution, Kamis (25/1/18).

Disela-sela HUT PEPABRI (Persatuan Purnawirawan dan Warakauri TNI dan Polri) di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Brigjend Edy juga mengajak seluruh masyarakat Riau untuk bersama-sama mewaspadai dan antisipasi dengan kedua hal tersebut.

“Kalau kita temui di lingkungan sekitar, segera laporkan kepada pihak TNI atau Polri agar masa depan bangsa Indonesia semakin mantap dan sukses,” tegas Danrem 031/Wirabima.

Brigjend Edy Nasutioan ke Kabupaten Kampar dalam rangka menghadiri HUT PEPABRI. PEPABRI lahir dimasa kepemimpinan Presiden Pertama Republik Indonesia Ir Sukarno diera tahun 1950 an. PEPABRI lahir dari gabungan Persatuan Pensiunan Angkatan Paerang Republik Indonesia (PERPAPRI) dan Persatuan Pensiunan Angkatan Kepolisian Republik Indinesia (PPAKRI).

“Saya berterimakasih dan bersyukur karena telah diundang dan dapat hadir dalam Hari Ulang Tahun PEPABRI ini. Kaena acara ini merupakan salah satu wujud bakti saya kepada para orang tua dan sesepuh TNI/Polri yang bernaung di bawah PEPABRI,” kata Danrem.

Dalam kesempatan ini ia berharap agar para purnawirawan ikut serta dalam mengawasi jalannya pembangunan dan perkembangan bangsa Indonesia terhadap berbagai kebudayaan dan faktor lain yang akan mengancam Kedaulatan Bangsa Indonesia.” harap jenderal bintang satu.

HUT PEPABRI dihadiri oleh Ketua Legiun Veteran Indonesia, Ketua DHD 45, Ketua Pepabri Provinsi Riau Letkol Inf (Purn) Sutan Siregar, Ketua Warakawuri Dorma lubis, Ketua Perib, serta seluruh undangan dari Pepabri, Warakawuri dan Perib.(rls)

Polres Dumai Akan Turunkan 238 Personel Amankan Pilgubri


DUMAI, Tribunriau – Untuk KOta Dumai, sebanyak 238 personel Polres Dumai akan diturunkan untuk mengamankan pelaksanaan Pilgubri 2018

Hal tersebut disampaikan Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan saat membuka kegiatan Lat Pra Ops Mantap Praja Muara Takus 2018, Kamis (25/1/18) di Gedung Citra Waspada Polres Dumai.

Kegiatan Lat Pra Ops Mantap Praja Muara Takus 2018 mengambil tema “Melalui Lat pra ops Mantap Praja Muara Takus 2018 mewujudkan Polri yang promoter siap mengamankan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau”.

Komisioner KPU Dumai Edi Indra S.Sos, Ketua Panwaslu Kota Dumai Supratman S.Pd, serta pejabat di lingkungan Pemko dan Polres Dumai, ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Pelaksanaan Operasi Mantap Praja merupakan operasi Kepolisian terpusat yang bertujuan untuk menjaga situasi Kamtibmas Kota Dumai, pada saat pelaksanaan rangkaian kegiatan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Kegiatan Latihan pra operasi ini merupakan gambaran dalam pelaksanaaan kegiatan nantinya,” ujar Kapolres.

Kapolres berharap kepada para personil yang terlibat dalam Ops Mantap Praja benar-benar memperhatikan setiap pelaksanaan kegiatan Lat Pra Ops, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan nantinya bisa terlaksana sesuai dengan prosedur dan tidak terjadi pelanggaran sedikitpun.

“Semoga operasi ini berlangsung dengan baik, dan bagi seluruh personil yang terlibat perlu kiranya untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas, agar operasi dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri khususnya di Wilayah Kota Dumai,” harap Kapolres.(G24/tn)

Dandim 0303/Bengkalis Jamin TNI Netral


BENGKALIS, Tribunriau – Kodim 0303 Bengkalis akan ikut tergabung dalam pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018.

Dandim 0303 Bengkalis, Letkol Inf Rizal Farizal Helmi menyampaikan, prajurit TNI di wilayah Kodim Bengkalis dijamin netral, meskipun orang nomor satu jajaran TNI di Riau ikut sebagai calon pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut.

Pengamanan Pilgubri melibatkan TNI termasuk Kodim 0303 Bengkalis. TNI akan membackup Polri mulai dari tahapan sosialisasi, kampanye hingga pemungutan suara. “Kita menurunkan 600 personel untuk pengamanan Pilkada Riau,” ujarnya, Rabu (24/1/2018).

Dandim menegaskan TNI harus dalam posisi netral baik siapapun calon di Pilkada Riau. Hal itu penting untuk menciptakan pemilu bersih dan aman.

“Terlepas walaupun Danrem dalam pilkada Riau ini mencalonkan diri, setelah tanggal 31 Januari kalau Danrem sudah tidak menjabat sebagai komandan Korem, ya berarti dia sudah menjadi sebagai masyarakat sipil. Pada saat setelah Pilkada selesai seluruh jajaran saya, saya yakinkan akan netral,” tegas Dandim.

Letkol Inf Rizal Faisal juga mengatakan, sesuai MoU, TNI mempunyai hak untuk menangkap orang yang coba melakukan kampanye hitam dan kecurangan dalam Pilkada.

“Kita juga mempunyai hak untuk menangkap jika ada kecurangan, money politik dan menangkap berita Hoax serta black champagne dan sebagaimana, ini sudah ada MoU nya,” jelas Dandim.(GR/Tn)

Polres Dumai Amankan 1.145 Butir Pil Ekstasi

DUMAI, Tribunriau – Seorang pria berinisial BS (27) dan 1.145 butir Pil Ekstasi siap edar berhasil diamankan Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai, Selasa (23/1/2018) dini hari.

Tersangka ditangkap tanpa perlawanan saat melintas dengan sepeda motornya di Jalan Budi Utomo, Gang Datu Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Dumai Selatan, pada Selasa dini hari.

Polisi melakukan penyelidikan selama sepekan sebelum meringkus BS. Tak sia-sia upaya tersebut. Saat penangkapan terhadap BS, polisi sukses menyita satu kantong plastik berisi 500 butir Pil Ekstasi.

“Dari sana kita lakukan pengembangan, yakni menggeledah rumahnya yang berada di Jalan Jenderal Sudirman,” ungkap Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan, Rabu (24/1/2018) siang.

Di rumah tersangka, saat penggeledahan, Tim menemukan dua kantong plastik berisi Narkoba Pil Ekstasi yang disembunyikan di bawah pot bunga pekarangan rumah tersangka.

“Masing-masing kantong plastik berisi lebih kurang 100 butir dan 500 butir Pil Ekstasi. Total keseluruhan yang kita amankan sebanyak 1.145 butir,” lanjut Kapolres.

Pengakuan BS kepada polisi, Pil Ekstasi tersebut diperolehnya dari seorang wanita berinisial In. Kini In sudah ditetapkan menjadi DPO Polres Dumai. Tersangka BS langsung digelandang ke kantor polisi untuk dipenyelidikan lebih lanjut.

“Kita masih telusuri, dari mana Narkoba jenis Pil Ekstasi tersebut dipasok dan ke mana hendak diedarkan (Diperjual belikan), apalagi jumlahnya cukup banyak,” tutup Kapolres Dumai.(GR/tn)

Guna Pembayaran Tagihan Pasien, RSUD Ahmad Thabib Kepri Gandeng Bank Riau Kepri untuk Host to Host


JAKARTA, Tribunriau – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Thabib Provinsi Kepulauan Riau menggandeng Bank Riau Kepri dalam program host to host pembayaran tagihan pasien. Kegiatan ini direalisasikan dalam bentuk penandatanganan MoU antara Direktur RSUD Ahmad Thabib Provinsi Kepulauan Riau dr. Muchtar Lutfi Munawar dan Direktur Utama Bank Riau Kepri DR. Irvandi Gustari, Selasa (23/1/2018).

MoU antara kedua belah pihak yang dilaksanakan di Banking Hall Kantor Bank Riau Kepri Cabang Jakarta ini disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tjeptjep Yudiana Wakil Direktur I RSUD Ahmad Thabib Supartini beserta Wakil Direktur II Ruli Friady, Direktur Operasional Bank Riau Kepri Denny M. Akbar, Komut HR Mambang Mit beserta Komisaris Independen Taufiqurrahman, Pemimpin Bank Riau Kepri Cabang Tanjung Pinang Fajar Restu beserta Pincapem Bintan Center Wan Abdurrahman dan Pemimpin Bank Riau Kepri Cabang Jakarta M. Jazuli.

Dengan kerjasama ini nantinya pembayaran seluruh pasien kepada pihak RSUD dilakukan secara online di kantor Bank Riau Kepri terdekat dengan sistem pembayaran yang realtime, terekam, termonitor dan merupakan bentuk program transparansi kinerja RSUD Ahmad Thabib Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tjeptjep Yudiana menyampaikan MoU yang dilaksanakan ini merupakan arahan Gubernur Kepuluan Riau Nurdin Basirun untuk melakukan kerjasama layanan perbankan bersama bank berlogo tiga layar terkembang ini. Saat ini RSUD Ahmad Thabib terus melakukan pembenahan-pembenahan untuk meningkatkan pelayanannya kepada seluruh pasiennya.

Selama ini pasien RSUD Ahmad Thabib Provinsi Kepulauan Riau selalu mengantri panjang untuk proses pembayaran di kasir, dengan program host to host Bank Riau Kepri ini diharapkan tidak ada lagi pasien yang mengantri lama dikarenakan pasien dapat langsung melakukan pembayaran di Kantor Bank Riau Kepri terdekat.

Selanjutnya Komisaris Utama Bank Riau Kepri HR Mambang Mit menyampaikan dengan kerjasama yang dilakukan ini dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak dan kedepannya layanan yang diberikan menjadi lebih. Bank Riau Kepri siap dan mendukung penuh untuk meningkatkan pelayanan RSUD Ahmad Thabib Provinsi Kepulauan Riau.

Masih pada acara yang sama Direktur Utama Bank Riau Kepri Irvandi Gustari memberikan apresiasi yang tinggi bagi RSUD Ahmad Thabib Provinsi Kepulauan Riau yang telah memberikan kepercayaan untuk program host to host ini dan Ia berharap kerjasama ini dapat meningkatkan pelayanan RSUD sendiri dan dapat meningkatkan nasabah Bank Riau Kepri.

Ia juga menjelaskan teknologi yang dimiliki Bank kebanggaan masyarakat Riau dan Kepri ini sangat mumpuni untuk mendukung kegiatan online seperti program host to host ini.
Acara penandatanganan kerjasama ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Perencaan RSUD Ahmad Thabib Provinsi Kepulauan Riau Tri Wahyu Widadi, Kepala Bagian Rekam Medik Syarif Hidayat dan dari Bank Riau Kepri juga hadir Pindiv Projas Rizali Effendi beserta Pindiv Hukum Irianto, SH dan Pemimpin Desk Corsec Winovri beserta Pemimpin Bagian Projas Edi Wardana. (rls)

Polres Rohil Gelar Simulasi Ops Mantap Praja Muara Takus 2018

ROHIL,Tribunriau-Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH laksanakan kegiatana latihan Simulasi Ops Mantap Praja Muara Takus 2018 di halaman Mapolres Rohil,dalam rangka Pilkada,Rabu (24/1/17)  Pukul 09.00 Wib.

Kegiatan Simulasi ini di pimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Rohil, Kompol Antoni L.Gaol SH MH, turut hadir dalam pelaksanaan kegiatan Simulasi Waka Polres Rohil, Kompol Dr. Wawan SH MH, para Kabag, Kasat dan seluruh perwira Polres Rohil.Untuk personil yang terlibat dalam kegiatan simulasi dari personil, Polsek jajaran, para Bhabinkamtibmas, Brimob dan personil gabungan dari Polres Rohil.

Pelaksanaan kegiatan Simulasi tersebut diawali dengan ilustrasi sebagai berikut,Massa unjuk rasa (unras) mendatangi kantor Panwaslu melakukan protes, selanjutnya perwira yang ada di kantor Panwaslu melaporkan kepada Kapolsek, yang bertanggung jawab di kantor Panwaslu  selanjutnya Kapolsek memerintahkan dalmas awal untuk turun melakukan pengamanan di kantor Panwaslu,Karena massa semakin beringas selanjutnya Kapolsek melaporkan kejadian tersebut kepada Kabag Ops dan memerintahkan agar segera diturunkan ton dalmas lanjut untuk melakukan pengamanan di kantor Panwaslu, di backup dengan mobil AWC.

Karena semakin beringas massa maka, Kabag Ops menelpon Kapolres untuk meminta bantuan ton dalmas lintas ganti dari brimob,apolres Rohil segera menghubungi Kapolda meminta bantuan dari kompi PHH dalmas lintas ganti Sat Brimob,Dalmas lintas ganti memasuki kantor Panwaslu untuk membackup dalmas awal dan dalmas ganti untuk melakukan pembubaran terhadap masa.

Akibat dari upaya paksa pembubaran massa dilakukan penembakan hingga adanya jatuh korban dari pihak pengunjuk rasa,Korban dari massa selanjutnya diselamatkan dengan membawa korban ke rumah sakit dengan menggunakan ambulance,arena sudah ada korban dari pihak pengunjuk rasa sehingga pengunjuk rasa semakin beringas, karena massa semakin beringas, tim tindak dengan menggunakan kendaraan Roda (2) melakukan penindakan dengan  pembubaran masa dengan tembakan terarah di bawah pinggang kepada pengunjuk rasa, hingga akhirnya pengunjuk rasa membubarkan diri.

Kegiatan pelaksanaan simulasi ini  dilaksanakan dalam keadaan aman dan kondusif,selesai pada Pukul. 10.00 Wib,
dan dilakukan kegiatan evaluasi
oleh Waka Polres,Kabag Ops dan perwira serta personil yang mengikuti kegiatan ulang akan dilanjutkan setelah evaluasi.(to)

Terbaru

Populer