Beranda blog Halaman 1321

Ganja Yang Dipesan Napi ini Digagalkan Satres Narkoba Tembilahan

Ilustrasi - Ganja Kering

INHIL, Tribunriau- Pengiriman paket ganja kering yang disembunyikan di dalam box speaker aktif berhasil digagalkan Sat Res Narkoba Polres Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jum’at (23/3/2018) kemarin.

Paket ganja dengan berat kotor 800 gram tersebut dipesan oleh RFW (29 tahun) Narapidana LP Klas II A Tembilahan.

Kasat Res Narkoba AKP Bachtiar,S.H, membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang napi Lapas Klas II A Tembilahan dan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi adanya paket mencurigakan yang dikirim dari Pekanbaru ke Tembilahan dengan jasa ekspedisi.

Kasat yang memimpin langsung penyelidikan oleh Anggota Unit Opsnal Sat Res Narkoba, berhasil mengamankan seorang pria yang berinisial Ah (31 tahun) warga Jalan M. Boya, yang datang mengambil paket tersebut.

Saat paket itu diperiksa, ternyata sebuah speaker aktif yang berisikan 2 paket besar ganja kering dan 1 paket sedang ganja kering. Paket tersebut terbungkus rapi dengan lakban warna coklat.

Ah yang mengaku tidak tahu apa – apa, mengatakan dirinya mau mengambilkan paket tersebut, karena menurut pemiliknya, hanya berisi baju. Ah lalu menyebutkan bahwa yang memerintahkannya mengambil paket tersebut adalah RFW, yang saat ini sedang mendekam di penjara.

Polisi dibantu petugas Lapas Klas II A Tembilahan kemudian mengamankan RFW di selnya. Dari penggeledahan, ditemukan 1 Unit HP yang digunakan RFW.

“RFW ini sebelumnya pada (8/2/2018), juga diamankan di Pengadilan Negeri Tembilahan, karena kasus kepemilikan sabu-sabu, dan kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan”, ucap AKP Bachtiar.

Selain dari kasus yang masih dalam proses sidik, RFW baru saja dijatuhi vonis 10 tahun, juga karena kasus narkotika.

“Saat ini, RFW dan Ah beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Indragiri Hilir untuk proses penyidikan lebih lanjut”, tutup AKP Bachtiar. (hrc/red)

Tantang Jokowi di Pilpres 2019, PBB Siap Sambut Koalisi

JAKARTA, Tribunriau- Kepala Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono mengaku mendengar adanya dorongan agar partainya berkoalisi dengan PKS, PAN, dan Partai Gerindra. Menurut Sukmo, dorongan tersebut merupakan saran yang baik untuk bisa memunculkan poros yang tangguh pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

“Saya sudah katakan itu nasihat yang bagus. Poros berpotensi bisa mengalahkan poros incumbent kalau tidak asal mau menang-menangan. Saya kira PBB siap untuk berkoalisi,” tegas Sukmo, saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu (24/3).

Sukmo menyampaikan, jika benar-benar terjadi kesepakatan atau koalisi antara PBB, PKS, PAN, dan Partai Gerindra maka poros ini dapat dikatakan sebagai poros Islam nasionalis baru. Apalagi, Sukmo merasa bahwa PKS dan Partai Gerindra dan juga PAN memiliki keinginan yang sama, yaitu mencegah adanya calon presiden (capres) tunggal pada Pilpres 2019.

“Tapi yang paling penting adalah tidak ada ego masing-masing ketua umum dan partainya. Sehingga keempat partai ini dapat berhubungan dengan baik dan menciptakan koalisi yang kuat,” tutur Sukmo.

Sebelumnya, Ketua PBB, Yusril Ihza Mahendra menegaskan partainya tidak akan mendukung koalisi pemerintahan yang mengusung Presiden Joko Widodo. Bahkan jika Pilpres 2019 hanya memunculkan capres tunggal, PBB siap mendukung kotak kosong. “Kalau pilpres kembali ke calon tunggal atau mengulang 2014, kecenderungan saya adalah PBB lebih baik jadi leader oposisi,” tegas Yusril beberapa waktu lalu.

Yusril menambahkan, dirinya melihat kecenderungan akan adanya calon tunggal pada Pilpres 2019 mendatang. Atau setidaknya hanya akan mengulang Pilpres 2014 silam, yang hanya mempertontonkan dua pasang calon bertarung. Apalagi didukung dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu juga memperbesar kemungkinan adanya calon tunggal. (rci/red)

KH Didin: Alasan Koalisi Parpol Usulan Rizieq Bisa Diterima

JAKARTA, Tribunriau- Latar belakang usul koalisi empat partai yakni Gerindra, PAN, PKS, dan PBB bisa dipahami karena terkait keberpihakan terhadap masa depan umat dan Indonesia. Persoalan yang terjadi dua tahun belakangan ini sendiri dinilai bukan hal sepele.

Salah satu tokoh ulama Aksi Bela Islam 4 November 2016 (411) dan 2 Desember 2016 (212), Ustaz Didin Hafidhuddin menjelaskan, pemicu usul itu ada dua hal yakni partai pendukung Ahok dan partai yang mendukung Perppu Ormas menjadi undang-undang dan yang tidak. Kedua hal itu jadi catatan penting umat tentang partai mana yang berpihak pada kepentingan umat dan tidak.

Habib Rizieq Shihab, kata Ustaz Didin, melihat empat parpol tersebut konsisten menegakkan demokrasi dan membela kepentingan bersama. ”Sehingga Habib Rizieq berharap ada koalisi empat partai baik dalam pilkada maupun Pilpres 2019. Saya pikir bisa dipahami latar belakangnya,” kata Ustaz Didin melalui telepon pada Sabtu (24/3).

Ustaz Didin mengatakan, bahkan sudah dimaklumi bila umat mencatat siapa saja yang berpihak pada Ahok dan berpihak pada perpu ormas yang jadi undang-undang. Karena kedua hal itu berdampak pada masa depam umat Islam dan Indonesia. Saat empat partai itu konsisten, pilihan jatuh pada mereka. Ia berharap semoga kabar ini bisa direspons positif.

Dengan catatan, tidak menuutup kemungkinan partai lain bergabung dengan kekuatan riil empat partai ini. Kita harap partai lain seperti PKB dan PPP akan bergabung sehingga akan terbentuk kekuatan yang besar dan diperhitungkan, koalisi umat.

”Bukan ingin kita memilah-milah, tapi dinamika yang ada menyebabkan pemilahan ini terjadi,” kata Ustaz Didin.

Sebab, menurut Ustaz Didin, dua hal di tersebut bukan hal sepele. Ini soal keberpihakan kepada kepentingan bersama. Wajar, menurutnya, bila Habib Rizieq sebagai penggerak 212 dan 411 mencatat betul hanya empat partai tersebut yang tidak diragukan komitmen untuk bangsa ke depan.

Soal perlunya tokoh pemersatu, Ustaz Didin menyatakan empat partai tersebut sering berkomunikasi. Sehingga dasar partai lebih kokoh ketimbang tokoh. ”Platform partai akan lebih kokoh karena akan didukung oleh umat. Meski begitu, semoga akan lahir tokoh-tokoh juga nantinya,” kata Ustaz Didin. (rci/red)

Luis Suarez Cetak Rekor Gol Ke-50 untuk Uruguay

Tribunriau- Luis Suarez menjadi pemain pertama yang mencetak 50 gol untuk Uruguay. Gol ke-50 ini ia cetak saat mengalahkan Republik Ceska 2-0 di Piala Cina di Hongkong.

Suarez mencetak gol lewat tendangan penalti pada menit ke-10. Tendangan Suarez gagal dihalau oleh kiper Ceska, Jiri Pavlenka. Satu gol lagi dari Edison Cavani pada menit ke-39 memastikan Uruguay masuk ke final menghadapi Wales di Piala Cina.

“Tim Wales membuat kemajuan yang luarbiasa beberapa tahun terakhir ini dan mereka memiliki pemain-pemain diakui di internasional,” kata pelatih Uruguay Oscar Tabarez, Sabtu (24/3).

Piala Cina menjadi ajang Uruguay untuk melakukan beberapa pertandingan uji coba sebelum Piala Dunia. Di Grup A Uruguay akan berhadapan dengan Rusia, Mesir dan Arab Saudi.

“Ini kesempatan yang bagus bagi kami dan pada akhirnya menghadapi Wales bukan pertandingan yang mudah, ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” kata Tabarez.

Piala Cina adalah kompetisi Asosiasi Sepak Bola Cina yang diorganisir oleh Wand Sports Holdings. Pada 2018 ini menjadi tahun kedua kompetisi ini digelar. (rci/red)

Dilaporkan ke Polisi, PLN Kebon Jeruk Tunggu Panggilan

JAKARTA, Tribunriau – Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, YR, melaporkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke polisi lantaran merasa dirugikan. Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Disjaya Dini Sulistyawati menyebut belum ada panggilan dari kepolisian atas laporan tersebut.

“Sampai saat ini belum ada panggilan dari kepolisian ke PLN untuk kasus ini. Saya sudah konfirmasi ke Bidang Hukum kami,” kata Dini dilansir dari detikcom, Sabtu (24/3/2018).

Dalam laporannya, YR merasa dirugikan setelah mendapat tagihan rekening listrik senilai hampir Rp 1 miliar. Kuasa hukum YR, Anton R Widodo, mengatakan tagihan listrik itu merupakan denda dari PLN. Kliennya dituduh mencuri listrik untuk rumah kosnya di Jl Kemakmuran No 39Z, Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Selain denda, PLN Kebon Jeruk memutus aliran listrik ke rumah kos 80 pintu milik YR sejak April 2017 setelah ada temuan dugaan pemasangan listrik secara ilegal yang dilakukan pihak PLN.

Terkait adanya dugaan oknum PLN yang turut andil dalam kejadian ini, Dini menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum. Ia enggan berkomentar lebih lanjut.

“Kita tunggu saja hasil penyelidikan,” ujarnya.

Dini yakin kasus ini bisa diselesaikan dengan baik. Sebab, kasus serupa sering ditemui oleh PLN di lapangan.

“Kalau kasus pencurian listrik pasti ada. Tapi berbeda-beda dan semuanya bisa diselesaikan,” tutupnya. (dtc/red)

‘Nyanyian’ Novanto, ICW: KPK Harus Usut Puan dan Pramono

JAKARTA, Tribunriau – ‘Nyanyian’ Setya Novanto dalam persidangan yang menyebut nama Puan Maharani dan Pramono Anung yang menerima aliran dana e-KTP. Indonesia Corruption Watch (ICW) menuntut KPK menelusuri benar tidaknya nyanyian Setya Novanto itu.

“Nama baru ini nggak bisa dipungkiri harus diproses. Melakukan investigasi atau penelusuran. Banar atau tidak, perlu dikejar KPK. Benar atau tidak Puan atau Pram menerima, itu perlu dikejar,” ujar Peneliti ICW Emerson Yuntho dalam diskusi ‘Nyanyi Ngeri Setnov’ di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (24/3/2018).

Terkait dengan nyanyian Novanto ini, Puan dan Pramono Anung sama-sama membantahnya. Puan mengatakan pengakuan tidak bisa dengan ‘katanya-katanya’. Sedangkan Pramono siap dikonfrontasi dengan Novanto.

Novanto didakwa menerima USD 7,3 juta. Apakah itu dinikmati seorang diri atau dibagi-bagikan, perlu ditelusuri. Emerson menekankan, dalam korupsi ini tidak ada yang disebut dengan partai oposisi.

“Dalam korupsi, nggak ada partai oposisi. Pasti rata pembagiannya. Makanya distribusi itu nampaknya mereka mencoba membuat semua pihak kecipratan. Misal kita bisa merujuk kenapa saya membantah ini nggak kenal namanya, ‘ini saya oposisi kok, makanya nggak nerima,'” kata dia.

Ucapan ini merujuk pada tanggapan Puan Maharani yang menyebut tidak terlibat sebab posisi saat proyek e-KTP bergulir, partainya sebagai oposisi pemerintah. Emerson lalu mencontohkan dalam kasus korupsi KemenPUPR yang melibatkan Anggota DPR Damayanti Wisnu Putranti.

“Jadi kasus PUPR semua fraksi nerima, menurut Damayanti ya. Dalam konteks ini artinya tidak ada yang namanya oposisi tidak menerima,” tutur Emerson.

Selain itu, dia juga menyoroti pengakuan Novanto soal aliran uang ke Rapimnas Golkar Rp 5 milir. Ini juga harus dibuktikan KPK.

“Ini harus ditelusuri. Ada 3 buket anggaran yang terima dan ada yang masuk ke Rapimnas Golkar. Walau selayaknya orang yang nerima, biasanya bantah, KPK tetap wajib mengejar bukti-bukti itu. Paling tidak, kalau ada bukti harus ditelusuri,” tegasnya.

Namun, Emerson tidak ingin mengungkap seberapa besar prediksinya atas kebenaran ucapan Novanto. Dia kemudian membandingkan dengan ‘nyanyian’ M Nazaruddin yang sebagian besar benar.

“Kalau soal persentase (kepercayaan ke ucapan Novanto), nanti malah dikoreksi. Merujuknya ke Nazaruddin. Dia seringkali nyanyi, tapi sebagian besar yang dikatakan dia terbukti, misalnya e-KTP dan ada proyek-proyek lain juga. Mungkin para pentolan di DPR tahu ini main di mana, ini main di mana. Kalau persentase nggak bisa. Tapi paling tidak berapa persen pun, kebenarannya harus ditelisik KPK,” pungkasnya.

Dalam diakusi ini juga hadir Ketua Departemen Politik DPP PKS Pipin Sopian, Anggota DPR F-PDIP Masinton Pasaribu, Ketua Bidang Hukum DPP Gerindra Habiburokhman, serta Pakar Hukum Pidana UI Chudry Sitompul. (dtc/red)

Benang Merah Pidato Prabowo

Hiruk pikuk menjelang Pilpres 2019 sudah dirasakan pada awal tahun 2018 lalu, dimulai dari isu-isu pencalonan presiden hingga keberpihakan UU MD3, terakhir isu yang hangat tengah menjegal calon presiden yang digadang-gadangkan oleh Gerindra, Prabowo Subianto.

Pernyataan Prabowo di salah satu acara tersebut mengundang polemik, pasalnya ia mengutip dari sebuah novel yang pengarangnya memiliki basic Intel. “Indonesia Bubar pada 2030”.

Namun, konteks pembicaraan tersebut luput dari pemberitaan di media mainstrem maupun pembicaraan di media sosial. Pernyataan (Indonesia Bubar 2030,red) tersebut, sebagai Politikus serta masyarakat, dirinya memperingati bahaya-bahaya yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dikatakan Prabowo, 80 persen tanah negara saat ini dikuasai 1 persen rakyat, hampir seluruh aset dikuasai oleh 1 persen rakyat, sebagian besar hasil kekayaan kita diambil oleh luar negeri alias tidak tinggal di Indonesia. Inilah yang menjadi faktor kemungkinan sebuah negara bisa Bubar dan Prabowo mengingatkan kita akan bahaya tersebut.

Juga bukan berarti Prabowo menginginkan NKRI ini bubar, tapi jika kesenjangan terus terjadi, ekonomi hancur, kepastian hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya, bisa jadi Novel kutipan Prabowo tersebut bakal terjadi.

Kemungkinan suatu negara dapat bubar juga bukan omong kosong, sejarah mencatat tentang beberapa negara yang sudah bubar, seperti Republik Federal Sosialis Yugoslavia didirikan pada 1943. Sebelumnya wilayah ini sempat berbentuk kerajaan pada 1918-1943. Wilayah negara ini mencakup Serbia, Montenegro, Slovenia, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, Makedonia, serta dua daerah otonomi khusus, Kosovo dan Vojvodina.

Sepeninggal Joseph Bros Tito pada 1980 atau sejak awal 1990-an, tanda-tanda bubarnya negara ini sudah mulai terlihat. Akhirnya negara-negara bagian di wilayah ini memisahkan diri satu per satu.

Kemudian Cekoslovakia (atau Cekoslowakia) berdiri pada 1918 tapi sempat diduduki oleh Jerman pada 1939. Negara ini kemudian menjadi negara satelit Uni Soviet hingga 1991. Pascabubarnya Uni Soviet, Cekoslovakia juga pecah menjadi 2 negara, yaitu Republik Ceko dan Slovakia.

Bahkan, Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga berbicara tentang pidato Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Menurut Gatot, prediksi itu mungkin saja terjadi.

Gatot mencontohkan, ketika ada krisis ekonomi besar yang menimpa Indonesia, hal itu akan berimbas pada kerusuhan. Dengan begitu, menurut Gatot, negara bubar bisa saja terjadi.

Jadi, kutipan Prabowo tersebut dirasakan bukan pernyataan yang menginginkan NKRI ini bubar, Prabowo mengingatkan kepada semua pihak agar menjaga keutuhan NKRI dengan memperbaiki sistem, memperbaiki ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas negara serta kepastian hukum. (*)

Tak Melulu Soal Pilpres, Ini Obrolan Probowo dan Gatot

JAKARTA, Tribunriau – Gerindra menyatakan obrolan sang ketua umum (ketum), Prabowo Subianto dan Jenderal Gatot Nurmantyo tak melulu soal Pilpres. Apa lagi?

“Apa yang disampaikan Pak Gatot ke Pak Prabowo? Saya kan tidak di situ, tidak tahu persis. Mungkin pasti bicara soal politik, soal bangsa soal negara,” kata Ketua DPP Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Jumat (23/3/2018).

Meski demikian, Riza mencoba menerka obrolan senior dan junior TNI itu. Eks Panglima TNI di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu disebut bercerita soal internal pemerintahan kepada Prabowo.

“Mungkin Pak Gatot kan mungkin yang di pemerintahan selama hampir 5 tahun jadi panglima, dia kan cerita-cerita kondisi di internal di pemerintahan, umpamanya di TNI,” jelas Riza.

Yang pasti, Riza menyebut Prabowo dan Gatot membahas Pilpres 2019 saat mengobrol. Prabowo pun akhirnya menawarkan Gatot untuk gabung Partai Gerindra.

“Memang ada kata-kata setelah pensiun mau bergabung atau tidak, terbuka peluang,” kata Gatot dalam acara Blak-blakan detikcom di gedung Transmedia, Jakarta Selatan, Kamis (22/3/2018).

Namun Gatot tidak mengungkap bahwa dirinya lah yang menghadap Prabowo dan membahas soal pilpres. Saat diajak gabung, Gatot menjawab diplomatis dengan memakai alasan masih sebagai jenderal aktif. Eks Panglima TNI itu baru akan menjadi purnawirawan pada akhir Maret ini.

“Bapak seorang ksatria dan negarawan, jawaban saya sama. Jawabannya adalah saya masih prajurit aktif dan saya tidak berpikir politik praktis,” tutur Gatot merikukan jawabannya ke Prabowo. (dtc/red)

1 Dollar Mendekati 14Ribu

JAKARTA, Tribunriau – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hampir menembus Rp14.000, Pada Jumat (23/3/2018) pukul 12:15 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 13.790. Melemah 0,29% dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya.

Rupiah memang terus tertekan sepanjang hari ini. Pada pembukaan pasar pun rupiah sudah melemah 0,07% terhadap greenback

Rupiah tertekan oleh keluarnya dana asing di pasar keuangan domestik. Pada penutupan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam yaitu 1,73%. Investor asing sejauh ini membukukan jual bersih Rp 475,29 miliar.

Sementara di pasar Surat Berharga Negara (SBN), imbal hasil atau yield seri acuan tenor 10 tahun kembali naik ke 6,851%. Ini merupakan posisi tertinggi sejak akhir Oktober 2017.

Kenaikan yield menandakan harga instrumen ini terus menurun. Saat ini, harga SBN tenor 10 tahun berada di 94,75%. Turun dibandingkan posisi kemarin yaitu 95,37%.

Situasi perekonomian global yang tengah tidak kondusif menyebabkan investor (terutama asing) enggan bermain-main dengan instrumen berisiko. Investor tengah mengamankan dananya di instrumen dengan daya tahan tinggi, misalnya obligasi negara AS.

Yield obligasi negara AS terus turun dan hari ini berada di 2,8062%. Turun dibandingkan posisi kemarin yaitu 2,8320%.

Penyebab ketidakpastian ini adalah potensi perang dagang dalam skala global. Pelakunya adalah AS dan China.

Presiden AS Donald Trump baru meneken aturan pengenaan bea masuk terhadap sekitar 1.300 produk China. Alasannya adalah perlindungan atas hak kekayaan intelektual.

China pun bersiap membalas. Kementerian perdagangan China mengajukan daftar 128 produk AS yang berpotensi dipersulit masuk ke Negeri Tirai Bambu.

Kala China dan AS terlibat perang dagang, korbannya adalah perekonomian global. Pasalnya kedua negara ini memainkan peran penting dalam perdagangan dunia.

China merupakan negara eksportir terbesar, sementara AS menjadi negara dengan impor terbanyak di kolong langit. Saling hambat perdagangan di antara kedua raksasa ini membuat industri di seluruh dunia khawatir. Rantai pasok global (global value chain) akan terganggu.

Indonesia pun bisa terseret menjadi korban. China merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia. Bila industri China terganggu karena produk mereka tidak bisa masuk ke pasar AS, maka permintaan terhadap bahan baku (yang mungkin berasal dari Indonesia) akan berkurang. Ekspor Indonesia pun menjadi terpengaruh.

Saat ekspor Indonesia terganggu, artinya pasokan valas ke dalam negeri pun melambat. Akibatnya, rupiah berpotensi terus melemah. Risiko ini kemungkinan dicermati pasar.

Hal lain yang memberatkan rupiah adalah tren kenaikan suku bunga. Kemarin, Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dan Bank Sentral China (PBoC) menaikkan suku bunga. Sementara Bank Indonesia (BI) masih menahan suku bunga di 4,25%.

Ini menyebabkan selisih atau spread suku bunga antara Indonesia dengan negara-negara lain menyempit. Akibatnya terjadi perpindahan arus modal, termasuk ke obligasi pemerintah AS. (dtc/red)

Pogba Siap Tempur di Piala Dunia

LIVERPOOL, ENGLAND - JANUARY 01: Paul Pogba of Manchester United celebrates victory during the Premier League match between Everton and Manchester United at Goodison Park on January 1, 2018 in Liverpool, England. (Photo by Jan Kruger/Getty Images)

PARIS, Tribunriau – Situasi Paul Pogba di Manchester United sedang rumit. Namun pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps meyakini Pogba akan siap tempur di Piala Dunia.

Pogba tampil inkonsisten bareng Manchester United musim ini. Gelandang 25 tahun itu sudah tak jadi starter di tiga pertandingan terakhir ‘Setan Merah’.

Catatannya sejauh ini adalah tiga gol dan 10 assist dari 26 pertandingan di seluruh ajang. Meski tak buruk angka-angka tersebut tak bisa dikatakan istimewa untuk pemain yang berharga 105 juta euro saat dibeli MU dari Juventus.

Naik turunnya penampilan Pogba tak mengurangi minat Didier Deschamps untuk memanggil sang gelandang ke tim nasional Prancis. Pogba dipanggil untuk laga uji coba menghadapi Kolombia dan Rusia.

Sudah melakukan pembicaraan dengan Pogba, Deschamps yakin si pemain akan mampu bangkit dari situasi sulit dan datang ke Piala Dunia dalam kondisi terbaik.

“Semua orang membicarakan Paul sekarang. Dia punya situasi yang rumit di Manchester, tapi dia tak kehilangan sentuhan sepakbolanya dan pengetahuan tentang apa yang bisa dia lakukan,” ungkap Deschamps dikutip Sky Sports.

“Saya sudah berbicara dengannya. Saya menanganinya dengan cara yang sama terhadap para pemain lain. Mungkin tidak sama dengan seluruh pemain, tapi dia tidak dikucilkan. Terkadang Anda perlu menyemangati mereka, terkadang bahkan menenangkan mereka, membiarkan mereka tahu bahwa saya memercayai mereka. ”

“Terkadang Anda perlu memberi tahu yang sebenarnya, lebih agresif. Itulah manajemen. Saya perlu menempatkan para pemain di kondisi sebaik mungkin.”

“Terkadang mereka tidak datang dengan kondisi fisik atau psikologis yang bagus, tapi kenyataan di bulan November tidak sama dengan di bulan Maret, dan akan berbeda di bulan Mei/Juni ketika kami bersiap untuk Piala Dunia,” tambahnya. (dtc/red)

Terbaru

Populer