Benang Merah Pidato Prabowo

22
BERBAGI

Hiruk pikuk menjelang Pilpres 2019 sudah dirasakan pada awal tahun 2018 lalu, dimulai dari isu-isu pencalonan presiden hingga keberpihakan UU MD3, terakhir isu yang hangat tengah menjegal calon presiden yang digadang-gadangkan oleh Gerindra, Prabowo Subianto.

Pernyataan Prabowo di salah satu acara tersebut mengundang polemik, pasalnya ia mengutip dari sebuah novel yang pengarangnya memiliki basic Intel. “Indonesia Bubar pada 2030”.

Namun, konteks pembicaraan tersebut luput dari pemberitaan di media mainstrem maupun pembicaraan di media sosial. Pernyataan (Indonesia Bubar 2030,red) tersebut, sebagai Politikus serta masyarakat, dirinya memperingati bahaya-bahaya yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dikatakan Prabowo, 80 persen tanah negara saat ini dikuasai 1 persen rakyat, hampir seluruh aset dikuasai oleh 1 persen rakyat, sebagian besar hasil kekayaan kita diambil oleh luar negeri alias tidak tinggal di Indonesia. Inilah yang menjadi faktor kemungkinan sebuah negara bisa Bubar dan Prabowo mengingatkan kita akan bahaya tersebut.

Juga bukan berarti Prabowo menginginkan NKRI ini bubar, tapi jika kesenjangan terus terjadi, ekonomi hancur, kepastian hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya, bisa jadi Novel kutipan Prabowo tersebut bakal terjadi.

Kemungkinan suatu negara dapat bubar juga bukan omong kosong, sejarah mencatat tentang beberapa negara yang sudah bubar, seperti Republik Federal Sosialis Yugoslavia didirikan pada 1943. Sebelumnya wilayah ini sempat berbentuk kerajaan pada 1918-1943. Wilayah negara ini mencakup Serbia, Montenegro, Slovenia, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, Makedonia, serta dua daerah otonomi khusus, Kosovo dan Vojvodina.

Sepeninggal Joseph Bros Tito pada 1980 atau sejak awal 1990-an, tanda-tanda bubarnya negara ini sudah mulai terlihat. Akhirnya negara-negara bagian di wilayah ini memisahkan diri satu per satu.

Kemudian Cekoslovakia (atau Cekoslowakia) berdiri pada 1918 tapi sempat diduduki oleh Jerman pada 1939. Negara ini kemudian menjadi negara satelit Uni Soviet hingga 1991. Pascabubarnya Uni Soviet, Cekoslovakia juga pecah menjadi 2 negara, yaitu Republik Ceko dan Slovakia.

Bahkan, Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga berbicara tentang pidato Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Menurut Gatot, prediksi itu mungkin saja terjadi.

Gatot mencontohkan, ketika ada krisis ekonomi besar yang menimpa Indonesia, hal itu akan berimbas pada kerusuhan. Dengan begitu, menurut Gatot, negara bubar bisa saja terjadi.

Jadi, kutipan Prabowo tersebut dirasakan bukan pernyataan yang menginginkan NKRI ini bubar, Prabowo mengingatkan kepada semua pihak agar menjaga keutuhan NKRI dengan memperbaiki sistem, memperbaiki ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas negara serta kepastian hukum. (*)