Beranda blog Halaman 1292

Soal Kritikan, Demokrat Sindir PDIP Saat Jadi Oposisi

Tangisan Puan PDIP saat kenaikan harga BBM di era SBY
Tangisan Puan PDIP saat kenaikan harga BBM di era SBY

JAKARTA,Tribun Riau- Partai Gerindra bicara soal cara mereka beroposisi dengan pemerintah Joko Widodo saat ini. Gerindra juga menyerang PDIP soal oposisi.

“Pak Prabowo, beliau sekalipun di oposisi, kita di oposisi, kita mengkritisi pemerintah itu yang konstruktiflah. Kita tidak berlebihanlah,” ujar Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/4/2018).

“Ya mohon maaf, dulu PDIP waktu oposisi apa aja yang diiniin Pak SBY pokoknya semua salahlah, kira-kira gitu,” sambung Riza menyerang PDIP.

Politikus PDIP Masinton Pasaribu, yang hadir dalam diskusi itu, lalu menanggapi pernyataan Riza. Menurutnya, PDIP tak sporadis dalam beroposisi di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Kalau kami ketika jadi oposisi 10 tahun Pak SBY ya, kami selalu, ketika ada kebijakan yang kami anggap belum sesuai dengan kepentingan rakyat, kami pasti kritik dan berikan solusi alternatif,” jawab Masinton.

Waketum PD Roy Suryo, yang juga hadir dalam diskusi itu, keberatan terhadap Masinton. Dia lalu mengungkit demo kenaikan BBM di zaman SBY yang digelar PDIP. Menurutnya, PDIP saat itu sangat dramatis dalam mengkritik SBY.

“Tapi kangen loh kita dulu dengan… dulu BBM naik sampai nangis Mbak Rieke, Bang Masinton,” serang Roy.

“Kangen kita kayak gitu. Sekarang BBM naik banget, nggak nangis-nangis,” tegas dia.

“Oh nggak, itu harusnya tugas oposisi untuk melakukan kritik,” jawab Masinton.

“Kalau sekadar nangis sih nggak memberikan solusi,” timpal Roy. (dtc/red)

Polres Rohil Gelar Sertijab Kabag Sumda dan Polsek Sinaboi

Polres Rohil Gelar sertijab Kabag Sumda dan Polsek Sinaboi

ROHIL, Tribun Riau- Polres Rohil menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kabag Sumda dan Kapolsek Sinaboi di halaman Mapolres Rohil, Sabtu (21/04/2018).

Adapun jabatan kabag Sumda Polres Rohil sebelumnya dijabat oleh Kompol Marto Harahap S.Sos, digantikan oleh Kompol Rustam Efendi. Kapolsek Sinaboi sebelumnya dijabat oleh AKP Rokhani S.S (Dalam rangka Dik Sespimma T.A 2018) digantikan oleh AKP Ruslan.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adi wuryato SIK MH dalam amanatnya mengatakan, mutasi jabatan merupakan suatu hal yang biasa di lingkungan Polri, itu bertujuan untuk memberikan penyegaran terhadap personil yang melangsungkan serah terima jabatan, agar kedepan Polri lebih bertanggung jawab dan kompetitif dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Lanjut Kapolres, kepada para pejabat yang baru saja melaksanakan serah terima jabatan, serta seluruh anggota diharapkan agar lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan tugas. “Terutama yang berkaitan langsung dengan masyarakat luas, persiapkan diri, fisik dan mental, serta tingkatkan kewaspadaan Polri yang humanis dan tegas,” ujarnya.

Dijelaskan juga oleh Kapolres, adapun tugas Kabag Sumda yaitu melakukan pembinaan dan adminitrasi, seperti pembinaan karier personil Polres Rohil, pembinaan personil, pembinaan fisikologi personil, peningkatan kemampuan personil, serta pelayanan kesehjahteraan kesehatan anggota polri dan pns polri beserta keluarganya.

Sementara tugas Kapolsek sebagai pemimpin, membina, mengawasi, serta mengatur dan mengendalikan satuan organisasi di lingkungannya dan unsur pelaksana kewilayahan dalam jajarannya, termasuk kegiatan pengamanan markas-markas.

“Memberikan saran pertimbangan kepada Kapolres yang terkait dengan pelaksanaan tugasnya, dalam melaksanakan tugas polsek, pemberian pelayanan kepolisian kepada masyarakat, penyelengaraan fungsi intelijen di bidang keamanan meliputi pengumpulan informasi, serta penyelengaraan Turjawali, pengamanan kegiatan masyarakat,” terang Polres.(to)

Khatam Qur’an Ciptakan Karakter Bertaqwa

Acara Khatam Quran yang digelar di Teluk Makmur

DUMAI,Tribun Riau- Bermacam kegiatan hadir di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Teluk Makmur yang saat ini dikepalai oleh Juni Mariaty, Baik di bidang pendidikan akademik, maupun non Akademik.

Kegiatan non akademik misalnya, SDN 01 menggelar Khatam Qur’an yang dilaksanakan di Teluk Makmur, Sabtu (21/4/2018). Informasi yang didapatkan di lapangan, murid yang mengikuti acara tersebut sebagian besar sudah menghafal surat An Naba’ yang terdiri dari 40 Ayat.

Program hafiz Qur’an tersebut baru berjalan 2 bulan sejak Juni Mariaty menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 01 Teluk Makmur.

Juni Mariaty yang juga adik dari Tokoh Media Riau Pesisir ini mengungkapan rasa terima kasihnya kepada Walikota Dumai yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya melalui Dinas Pendidikan Kota Dumai.

“Kita sangat mendukung program pak Walikota dalam visi dan misinya menjadikan Kota Dumai berbasis Imtaq (Iman dan Taqwa),” pungkasnya. (rilis)

Koalisi Jokowi Dinilai Rapuh, Demokrat yakin Bisa Bentuk Poros Ketiga

Ketum partai demokrat SBY dan istri melambaikan tangan kepada para kader
Ketum partai demokrat SBY dan istri melambaikan tangan kepada para kader

JAKARTA,Tribun Riau- Partai Demokrat masih memendam ambisi untuk membentuk poros ketiga di Pilpres 2019. Ambisi itu diyakini bisa terjadi karena menganggap koalisi Joko Widodo masih rapuh.

Waketum Demokrat Roy Suryo adalah yang memprediksi demikian. Kerapuhan koalisi Jokowi disebut Roy ada pada penentuan bakal cawapres sang petahana Presiden RI itu.

“Secara tegas saya katakan, siapa tahu Pak Jokowi mengumumkan cawapresnya dalam waktu yang sangat dekat ini, bisa jadi 5 atau 7 partai yang sangat solid mungkin akan ada pertimbangan perubahan pilihan dan muncul poros ketiga,” ujar Roy dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/4/2018).

Meski demikian, Roy mengatakan Demokrat tetap menghormati pilihan partai masing-masing. Bagi Roy, Demokrat baru akan menentukan sikap di menit-menit akhir batas pendaftaran capres/cawapres Pilpres 2019.

“Demokrat tetap akan terbuka sampai awal Agustus, tepatnya 4 Agustus karena kita masih menghormati poros Pak Jokowi, poros Pak Prabowo, bahkan saya selalu mengatakan bisa dimungkinkan, meskipun kemarin dikatakan Pak Amien Rais sudah mengatakan dua poros, tapi siapa tahu,” ucap dia. (dtc/red)

Pengungsi Rohingya di Aceh ini Kisahkan Perjalanannya

Pengungsi Rohingya yang sedang berada di Aceh
Pengungsi Rohingya yang sedang berada di Aceh

ACEH,Tribun Riau- Sebanyak 79 orang suku rohingya terdampar di Perairan Kuala Raja, Kabupaten Bireun, Aceh. Sempat dievakuasi di tepian pantai setempat, mereka kemudian diinapkan ke gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cot Gapu, Bireun.

Muhammad Rafiq (55), seorang pengungsi rohingya yang bisa berbahasa melayu mengatakan bahwa mereka berangkat dari Myanmar pada hari kamis pekan lalu. Mereka menggunakan boat (kapal) ukuran 5 GT dengan membawa 79 orang dengan rincian pria berjumlah 44 orang, wanita ada 27 orang dan anak-anak sekitar 8 orang.

Kapal yang mereka tumpangi pun milik orang lain. Mereka merogoh kocek masing-masing untuk membayar kapal tersebut kepada pemilknya yang ada di Myanmar.

“Kami berangkat dengan nekat. Kapal sekecil itu kami naiki sekitar 79 orang. Alhamdulillah, tidak ada yang meninggal di laut saat kami berlayar,” kata Rafiq saat ditemui detikcom di SKB Cot Gapu, Bireun, Sabtu (21/4/2018).

Kata Rafiq, mereka pergi karena negaranya itu dalam kondisi perang. Mereka memilih pergi untuk mencari kerja ke negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia, namun ditolak. Untung saja, persediaan minyak kapal ada sehingga tidak tenggelam di tengah laut.

“Berangkatnya hanya satu kapal. Tujuan kami ke Malaysia dan Thailand. Namun tidak diterima dan saya mengarahkan kapal ke Indonesia dengan harapan masyarakat mau menerima mereka sementara waktu,” tambah Rafiq.

Selain mencari pekerjaan di Malaysia, kebanyakan dari keluarga mereka yang sudah berada di sana. Banyak saudara-saudara rohingya terdampar di Aceh sudah duluan masuk Malaysia dan menetap untuk bertahan hidup. (dtc/red)

Maria, Wanita Wamena yang Tangguh

maria, wanita wamena yang tangguh

WAMENA,Tribun Riau- Namanya Maria. Meski usianya belum sampai 40 tahun, perjuangan panjang sudah dilaluinya. Maria berjuang memberdayakan wanita dan mendidik anak-anak di tengah keterbatasan, bahkan ancaman.

Dia adalah anak pertama Wemar Kuslogo, kepala suku di Desa Waga-waga, Distrik Kurulu, Wamena, Papua. Sehari-hari ia mendampingi mama-mama sekitar tempat tinggalnya membuat noken kerajinan khas Wamena dan mengajar anak-anak PAUD Suara Hati Ibu.

Maria dan mama-mama sedang membuat sebuah noken raksasa berukuran 300×400 meter saat Ketua CT Arsa Foundation Anita Ratnasari Tanjung mengunjungi sentra kerajinan tersebut pada Rabu (18/4/2018). Ia menyambut Anita dan tim CT Arsa dengan tangisan dan doa bersama para mama. Rupanya ayahnya baru meninggal belum lama ini.

“Mohon maaf Ibu karena tradisi kami menerima tamu dengan tangisan karena bapak kami baru pergi,” kata Maria dengan mata masih berkaca-kaca sambil menjelaskan kegiatan yang tengah berlangsung.

Anita Ratnasari takjub akan usaha Maria dan kelompoknya itu. Setelah sedikit sambutan dan beramah-tamah, Maria mengajak Anita ke sebuah PAUD yang bangunannya sudah hampir roboh. Bangunan PAUD beratap rerumputan yang miring disangga kayu, sedangkan di bagian dalamnya ada tanah becek seperti di sawah.

Melihat kondisi PAUD yang sangat memprihatinkan itu, Anita tersentuh. Istri pengusaha nasional itu pun langsung tergerak membangun PAUD tersebut sekaligus membangun pusat kerajinan para mama supaya tak lagi membuat noken beralaskan tanah.

Sambil mengucap terima kasih, Maria pun bicara soal perjuangannya memberdayakan wanita dan anak melalui PAUD yang hampir roboh tersebut.

“Bapak saya titip pesan selalu dan bapak baru pergi beberapa minggu lalu dan Ibu Anita dayang dan Ibu menghapus air mata saya sejak 2013 proposal saya untuk pembangunan sekolah belum ada kabar,” kata Maria sembari menitikkan air mata.

Maria melanjutkan perjuangan bapaknya yang sudah meninggal. Ia punya cita-cita besar membangun daerah dengan pendidikan dan kreativitas mama-mama di Wamena.

“Gurunya masih saya sendiri. Jadi saya sendiri mengajarkan anak-anak dan ibu-ibu,” katanya. Ia gembira saat Anita Tanjung juga bicara akan menghadirkan guru berkualitas untuk PAUD-nya kelak setelah dibangun.

Tantangan mendidik anak usia dini cukup berat dijalani dengan keterbatasan. Tantangan lebih berat adalah dari sekitarnya yang tak suka ia mengajari ibu-ibu membuat noken.

“Para suami mengejek kami karena istrinya bergabung. Saya tidak hiraukan. Ada tantangan juga dari kepala suku karena mereka tak suka kami kerja begini, dia bawa parang ancam ibu-ibu lagi kerja. Mereka lebih suka kita kerja kebun, tapi kami tidak bubar, kami tetap kerja,” ungkapnya.

Kini Maria bisa mulai tersenyum. Ia menanti apa yang sudah diperjuangkannya jadi nyata setelah dibantu CT Arsa Foundation. (dtc/red)

Pertemuan SBY-Wiranto, Ini Bahasannya

pertemuan SBY-Wiranto bahas pencapresn Jokowi

JAKARTA, Tribun Riau- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo tidak membantah dalam pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Wiranto ada ajakan untuk bergabung ke koalisi Joko Widodo (Jokowi). Namun, ia menegaskan, tidak ada penekanan dari poros Jokowi kepada Partai Demokrat.

“Ajakan pasti ada, tapi nggak ada itu penekanan-penekanan,” ujar Roy saat hadir dalam diskusi bertajuk ‘Politik Copras-Capres’ di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/4).

Ia juga membantah pertemuan tersebut menyingung persoapan kasus Century untuk menekan Partai Demokrat. “Tidak ada itu Century, Century,” ujar Roy lagi.

Menurut Roy, Demokrat mengakui hingga saat ini memang hanya dua nama yang paling berpeluang menjadi calon presiden 2019 yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Namun, ia menilai elektabilitas dinilai belum aman sebagai calon dari pejawat.

“Saya sepakat agar Pak Jokowi berupaya lagi karwna belum aman. Tapi saya nggak sepakat berupaya dengan berbagai cara seperti offside,” ujar Roy

Partai Demokrat menurut Roy, saat ini masih terus mempertimbangkan sikapnya pada 2019. Namun ia memastikan, Partai Demokrat akan mempunyai sikap di 2019, apakah bergabung dengan poros Jokowi, Prabowo atau poros ketiga.

“Semua bisa terjadi apapun bisa terjadi. Opsi ke Jokowi ke Prabowo atau poros ketiga itu masih terbuka semua,” ujar Roy.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebutkan, pertemuannya dengan SBY tak lain untuk mendengarkan pendapat Presiden keenam Republik Indonesia itu terkait masalah dan kondisi politik nasional jelang pemilihan umum (pemilu). Wiranto juga mendengar pendapat SBY tentang keamanan nasional.

“Saya sebagai Menko Polhukam harus memahami betul kondisi nasional pada saat kita menghadapi pemilu,” ungkap Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (18/4). (rci/red)

Akademisi: Perempuan Minang Berjuang Lawan Ketidakadilan

HR Rasuna Said, perempuan minang gigih melawan ketidakadilan

SUMBAR,Tribun Riau- Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Sumatera Barat Dr Silfia Hanani, menyampaikan, sejarah mencatat, perempuan Minang dikenal sebagai sosok yang juga ikut berjuang melawan ketidakadilan kaumnya.

“Perempuan Minangkabau pada masa lalu bergerak dan berjuang mengubah diri untuk berkemajuan dengan berbagai cara melawan ketidakadilan seperti yang dilakukan oleh Siti Manggopoh, Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiah, Rasuna Said dan lainnya,” kata dia di Padang, Sabtu (21/4).

Ia menyampaikan hal itu dalam rangka memaknai peringatan Hari Kartini sebagai momentum agar perempuan Minang terus berupaya lebih memajukan dirinya.

Menurutnya, Siti Manggopoh dikenal berani melawan ketidakadilan, Rohana Kudus telah memajukan perempuan dengan surat kabar dan sekolah perempuan sedangkan Rahmah El Yunusiah memperjuangkan perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki.

“Kemudian Rasuna Said adalah tokoh yang gigih memperjuangan kemajuan melalui politik dan pendidikan,” ujarnya.

Ia menyampaikan peran perempuan Minang di ranah publik cukup luas terbukti pada tahun 1900 hingga 1942 di wilayah ini telah terbit sebanyak 209 surat kabar dan sembilan di antaranya adalah surat kabar perempuan.

“Sembilan surat kabar perempuan itu adalah Soenting Melayoe, Soeara Perempoean, Djauharah Oentoek Bangsa Perempuan, Asjraq, Soeara Kaoem Iboe Soematra, Medan Poetri, Menara Poetri dan Soera Kaoem Iboe Seoemoenja,” kata dia.

Selain itu ia melihat di Minangkabau terdapat kesetaraan gender dilihat dari pengakuan kepada eksistensi Bundo Kanduang sebagai perempuan yang mampu memangku diri sebagai pemimpin dan berkemajuan.

Oleh sebab itu dalam rangka memaknai hari Kartini ia mengingatkan perempuan untuk berkemajuan, menata diri untuk membangun kesejahteraan secara bersama.

“Jika saling memaknai kemajuan itu secara bersama, maka tidak akan ada diskriminasi lagi, apalagi di Minang menganut konsep matrilineal atau mengambil garis keturunan dari pihak ibu,” ujarnya. (rci/red)

Trump dan Macron Segera Bahas Kesepakatan Nuklir Iran

AS dan Prancis segera bahas kesepakatan nuklir iran

Tribun Riau- Terkait pembahasan kesepakatan nuklir Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron pekan depan segera menggelar pertemuan di Gedung Putih.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, pertemuan diadakan karena masalah Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) masih belum rampung. Donald Trump sebelumnya mengatakan jika perjanjian nuklir yang ada saat ini merupakan sebuah kesepakatanter buruk yang pernah dibuat.

Menurutnya, perjanjian itu mengandung sejumlah kecacatan dan harus segera mendapat revisi. AS mengancam akan keluar dari kesepakatan tersebut jika perjanjian itu tidak diperbaiki.

Paman Sam juga mengultimatum tiga negara besar Eropa yakni Inggris, Prancis dan Jerman (E-3) untuk sepakat merevisi kesepakatan tersebut. Kesepakatan yang ditandatangani lima negara adikuasa yang berlaku saat ini meringankan Iran dari sanksi ekonomi.

“Negara Eropa, terutama E-3 harus bekerja keras untuk memperbaiki sejumlah kekhawatiran penting terkait program rudal Iran, seperti misalnya kekurangan dalam JCPOA dan lain-lain,” kata pejabat senior tersebut.

Duta Besar Perlucutan Senjata AS Robert Wood mengatakan, Washington telah melakukan diskusi secara intens dengan tiga negara besar Eropa tersebut menjelang tenggat waktu 12 Mei. Lebih dari tanggal tersebut, sanksi terhadap Iran akan dilanjutkan di bawah revisi kesepakatan yang diminta Presiden Donald Trump.

Pemeirntah Iran mengaku akan tetap berkomitmen pada kesepakatan nuklir yang ada. Hal itu akan terus dilakukan jika semua pihak yang terlibat dalam hal tersebut memberikan komitmen serupa. Iran mengancam akan ‘merobek’ kesepakatan itu jika AS menarik diri.

“Iran memiliki beberapa pilihan jika AS mengingkari kesepakatan nuklir. Kami akan merespon dengan buruk penarikan diri Amerika dari perjanjian itu,” kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Federica Mogherini mengatakan, kesatuan masyarakat internasional dibutuhkan agar kesepakatan nuklir Iran tetap berjalan. Perjanjian itu, dia melanjutkan, yang membuat dunia hingga saat ini terasa lebih aman karena menangkal potensi perang nuklir di kawasan tersebut.

“Sebabnya kami meminta semua pihak terus memberikan komitmennya dalam perjanjian ini,” tegas Federica Mogherini. (rci/red)

Konflik Suriah, Ini Seruan PBB untuk Dunia Internasional

konflik di suriah kian memanas, PBB serukan dunia internasional ikut meredakan

Tribun Riau- Konflik yang tengah melanda Suriah hingga kini masih memanas, Perwakilan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah Staffan de Mistura meminta dunia internasional menahan diri di Suriah.

Staffan mengatakan, tensi yang terjadi di negara tersebut harus segera diredakan.

Permintaan yang dilontarkan De Mistura dikeluarkan setelah mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Dia mengatakan, perlunya pemulihan diplomasi oleh kekuatan-kekuatan besar global guna mengakhiri konflik di negara tersebut.

“Kita membutuhkan tidak hanya penurunan tensi militer tapi juga tensi politik dan saya kira itu bisa dilakukan melalui diskusi mendalam,” kata Staffan de Mistura seperti dikutip laman Aljazirah, Sabtu (21/4).

De Mistura mengatakan, penyidik senjata kimia harus segera diperbolehkan melaksanakan tugas mereka di Douma, Suriah. Hal itu, harus dilakukan sesegera mungkin dan tanpa intervensi apapun.

Secara khusus, De Mistura mengaku puas dengan komitmen yang ditunjukan Pemerintah Rusia terkait situasi politik yang ada. Pertemuan dengan Rusia menjadi sulit untuk dilakukan setelah sekutu melakukan serangan rudal ke negara konflik tersebut.

Sergey Lavrov menolak tuduhan AS yang menuding Rusia mencoba menunda penyidik internasional tiba di lokasi dugaan penggunaan senjata kimia yang kini berada dalam kontrol pemerintah Suriah. Tim dari Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) dilaporkan belum masuk ke Douma setelah sepekan tiba di Suriah. (rci/red)

Terbaru

Populer