Tribun Riau- Gelandang Manchester United Paul Pogba kerap menjadi sorotan dengan gayanya yang berlebihan. Berani tampil beda khususnya rambut membuat banyak pihak berkomentar.
Salah satunya, rekan satu tim Pogba di MU, Nemanja Matic. Dia menilai jika hal tersebut bukan menjadi hal yang wajib dilakukan.
Seperti yang diketahui, Pogba menjadi pesepakbola yang rajin mengganti gaya rambut. Selain model, warna dari rambutnya juga kerap kali berganti-ganti hampir di setiap pekan.
“Tidak, saya memiliki anak dan jika saya melakukan yang sama dia akan mengikutinya. Saya orang yang simple, begitu pun dengan selebrasi gol yang biasa saja. Tidak ada tari-tarian,” kata Matic, seperti dilansir Independent.
Lebih lanjut, Matic memberikan wejangan untuk Pogba. Dengan kemampuan yang dimiliki saat ini, Pogba dinilai masih bisa berkembang lebih baik lagi.
“Pogba adalah pemain yang bagus. Dia banyak berlari dan memegang bola dengan baik. Dia memiliki segalanya, bisa mencetak gol dan bertahan. Namun dia masih muda dan masih harus berkembang,” lanjut dia. (vci/red)
JAKARTA,Tribun Riau- Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan Ketua Umumnya, Prabowo Subianto, adalah calon presiden untuk Pemilu 2019 yang telah resmi diusung partai. Pemberian mandat terhadap Prabowo disebut lebih dari sekadar deklarasi.
Riza mengatakan, saat pertemuan di Hambalang, Bogor, 11 April lalu, seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) telah meminta secara resmi Prabowo maju sebagai capres di Pilpres 2019.
“Disampaikan secara terbuka, mendukung, meminta dan memohon agar Pak Prabowo menjadi capres,” kata Riza di Jakarta Pusat, Sabtu 21 April 2018.
Prabowo, kata Riza, juga langsung menyambut mandat itu. Prabowo menyatakan siap menerima tugas dan amanah menjadi calon presiden 2019 dengan sepenuh tenaga, jiwa, dan raga.
“Ini lebih dari sebuah deklarasi, ini ijab kabul, akad nikah, sudah selesai ini,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi II DPR ini pun meminta semua isu mengenai Prabowo yang tak maju sebagai Capres 2019 agar berhenti dilakukan. Memang, Ia mengakui dalam beberapa bulan ini ada sekelompok orang yang ingin agar Prabowo menjadi Cawapres Jokowi atau orang dibalik layar saja (king maker).
“Kami menghormati masukan dan keinginan semua orang tapi di internal sudah selesai, dari Aceh sampai Papua menyatakan Capres 2019 Pak Prabowo. Jadi peluang jadi cawapres dan king maker sudah tertutup,” ujarnya.
Ambang Batas Parlemen
Terkait syarat ambang batas parlemen 20 persen untuk bisa mengajukan calon presiden dan wakil presiden, Gerindra juga mengaku tidak khawatir. Riza menegaskan, sebagai partai yang ada di tiga besar Pemilu 2014, Gerindra hanya cukup menggandeng minimal satu partai untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres.
“Kami yakin, pasti lebih dua partai yang berkoalisi dengan Gerindra,” katanya.
Namun, dia menuturkan pihak Gerindra tetap terbuka dengan koalisi dengan partai lain dan hal tersebut dapat memperkuat koalisi yang ada. “Kami tetap senang jika ada partai lain merapat,” katanya. (vci/red)
Selalu publish foto berdua, ibu ini dikira pacar anaknya
Tribun Riau- Shimmi Munshi, single mom berusia 41 tahun ini memang sering berpose bersama putranya. Karena wajahnya yang awet muda, ia kerap disangka berpacaran dengan anaknya sendiri yang baru berusia 20 tahun.
Banyak yang tidak tahu kalau mereka sebenarnya adalah ibu dan anak.
Dalam sebuah wawancara, Shimmi mengaku pernah dituduh melakukan operasi plastik karena penampilan awet mudanya.
Akan tetapi wanita asal Boston itu membantah tuduhan tersebut dan mengatakan ia sendiri juga tidak tahu mengapa wajahnya tidak menua sama sekali.
Setelah foto-fotonya bersama sang anak, Ameen, beredar luas di internet, banyak orang yang tidak percaya kalau mereka adalah ibu dan anak.
Sebagian ada yang menyebut mereka berpacaran atau seperti adik kakak. (vci/red)
JAKARTA,Tribun Riau- Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menegaskan posisi PKS hampir pasti berkoalisi dengan Gerindra di Pilpres 2019. Mardani menyebut pembahasan koalisi PKS-Gerindra tinggal tahap finalisasi.
“Kami PKS, hampir 95 persen bersama Gerindra,” kata Mardani di Jakarta Pusat, Sabtu 21 April 2018.
Menurut Mardani, Gerindra-PKS sedang tahap finalisasi mengumumkan siapa capres dan cawapres pasti yang bakal diusung. Bahkan, kedua partai juga sudah mulai membahas soal susunan kabinet.
“Kami dalam finalisasi me-launching siapa capres dan cawapres kita. Usulan kita juga me-line up kabinetnya, supaya enggak beli kucing dalam karung,” ucap Mardani.
Mardani menekankan, PKS sudah merasa nyaman dengan Gerindra. Sebaliknya, kata dia, Gerindra juga sudah sangat percaya dengan PKS. “Kami dengan Gerindra punya hubungan emosional yang baik. Bahkan lima pilkada Provinsi kita berkoalisi,” katanya.
Mardani pun meyakini kalau akhirnya hanya Gerindra dan PKS yang sepakat menjadi pesaing Joko Widodo, koalisi jalan terus. Asalkan, semua langkah menghadapi Pilpres 2019 diputuskan bersama.
“Jalan terus selama semua diputuskan melalui musyawarah bersama. Karena tidak ada satu partai itu full tiket, tapi sharing tiket. Enggak ada yang bisa sepihak,” ujarnya. (vci/red)
Lapar alias perut kosong, jangan konsumsi sembarangan.
Tribun Riau- Perut kosong identik dengan lapar, dan ketika sudah datang lapar, makanan atau minuman apa saja yang dilihat kemungkinan besar akan anda konsumsi.
Eits, meskipun perut sedang kosong, bukan berarti Anda bisa seenaknya mengkonsumsi apa saja tanpa memperhatikan efeknya.
Tidak semua makanan bisa Anda konsumsi ketika perut sedang kosong. Ada beberapa makanan yang justru berbahaya jika dikonsumsi saat perut masih kosong.
Oleh sebab itu, Anda disarankan jangan mengkonsumsi makanan-makanan berikut ini.
Dilansir dari detikHealth, berikut lima makanan yang sebaiknya jangan Anda makan saat perut kosong.
1. Makanan atau minuman yang terlalu manis
Makanan dan minuman manis bisa memasok energi yang banyak untuk tubuh. Meskipun demikian, makanan dan minuman yang terlalu manis tidak baik dikonsumsi saat perut kosong karena bisa memberikan beban pada pankreas. Sebab gula dalam bentuk fruktosa yang terdapat dalam makanan manis bisa menambah beban kinerja hati. Akibatnya, risiko terkena diabetes bisa meningkat.
2. Yogurt
Yogurt memang memiliki banyak khasiat, akan tetapi yogurt tidak baik dikonsumsi saat perut kosong. Hal itu dikarenakan bakteri baik yang terkandung dalam yogurt akan terbunuh oleh asam klorida sehingga bisa menyebabkan masalah pada perut.
3. Jeruk
Buah jeruk mengandung banyak asam yang bisa menyebabkan mulas dan mengiritasi lambung. Jadi sangat tidak dianjurkan memakan jeruk atau jus jeruk ketika perut masih kosong. Selain itu, meminum jus jeruk saat perut kosong juga bisa menyebabkan gastritis atau peradangan pada lapisan perut. Baiknya jeruk dikonsumsi setelah makan.
4. Sayur mentah
Banyak orang yang memilih salad atau sayur mentah untuk mengisi perut kosong mereka. Tapi sebenarnya hal itu keliru, sayuran mentah sebenarnya mengandung banyak serat kasar yang bisa membuat perut kembung dan sakit perut karena dimakan saat perut kosong.
Selain itu, mengkonsumsinya juga bisa menyebabkan mulas karena perut kesulitan untuk mencernanya. Efek buruk lainnya yaitu dapat menyebabkan mual.
5. Kopi
Kebiasaan meminum kopi di pagi hari sebelum makan sebaiknya mulai tinggalkan dari sekarang. Pasalnya minum kopi saat perut kosong dapat menyebabkan sakit perut dan menambah beban kinerja hati dan prankreas. Lebih buruknya lagi, kopi bisa menyebabkan peradangan selaput lendir pada lambung. (red)
JAKARTA, Tribun Riau- Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman memastikan partainya terus melakukan komunikasi intensif dengan Partai Gerindra terkait pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pemilu 2019 mendatang.
Ia mengungkapkan, PKS telah menunjuk Sekjen Mustafa Kamal sebagai ketua tim komunikasi. Sedangkan Partai Gerindra telah menunjuk Sandiaga Uno untuk melakukan penjajakan dengan calon mitra koalisi.
“Beliau berdua terus berdialog,” kata Sohibul usai perayaan semarak Milad ke-20 PKS di kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu 21 April 2018.
Mantan anggota DPR RI ini menambahkan, semua partai memiliki hak untuk mengajukan putra terbaik sebagai calon pemimpin nasional.
“Namun pada akhirnya semua partai yang berkoalisi harus menghormati keputusan akhir dalam kesepakatan mitra koalisi,” kata dia.
Sohibul mengungkapkan, dalam posisi sebagai Presiden PKS saat ini, dia hanya menjalankan amanat partai yang diserahkan pada dirinya.
“Posisi saya sebagai presiden partai yakni memperjuangkan amanah Majelis Syuro agar satu dari sembilan nama capres/cawapres dari PKS menjadi pemimpin nasional,” ujarnya.
Diketahui, hubungan PKS dan Gerindra saat ini terjalin dengan baik hingga saat ini, bahkan elite kedua partai ini kerap bertemu dalam berbagai kesempatan.
Sohibul menyambut gembira ungkapan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut PKS sebagai teman setia.
“Pak Prabowo barusan menyebut PKS teman setia, dan ungkapan itu sudah seringkali dilontarkan. Itu hal yang menggembirakan karena kebersamaan kami dimaknai positif menurut beliau,” kata dia. (vci/red)
SUMUT,Tribun Riau- Speedboad yang mengangkut rombongan Kapolres Labuhanbatu, Ajun Komisaris Besar Polisi Frido Situmorang terbalik di perairan sungai Berombang, Desa Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu sore, 21 April 2018.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Rina Sari Ginting mengatakan, speedboat milik Polair Polres Labuhanbatu mengangkut tujuh orang anggota Polri, terdiri dari Kapolres, Wakapolres Labuhanbatu, Kompol Andi Chandra dan empat anggota personel Polres Labuhanbatu.
Rina menjelaskan, rombongan Kapolres Labuhanbatu selesai menghadiri acara di Berombang dan kembali menuju Desa Tanjung Sarang Elang, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.
“Kemudian, perjalanan baru berjalan kurang lebih 10 menit speedboad Polair diperkirakan menabrak tunggul kayu dan mengalami kebocoran sehingga kapal tidak bisa diselamatkan atau tenggelam,” ucap Rina kepada wartawan di Medan, Sabtu malam, 21 April 2018.
Dengan kejadian itu, warga sekitar yang sedang melakukan penangkapan ikan di Sungai Berombang, langsung menolong dan mengevakuasi penumpang speedboot nahas itu. Dari tujuh orang penumpang, enam orang berhasil diselamatkan. Termasuk, Kapolres Labuhanbatu.
“Sampai saat ini 6 personel berhasil diselamatkan termasuk Kapolres. Namun Wakapolres Kompol Andi Candra sampai saat ini masih dalam pencarian,” kata perwira melati tiga itu. (vci/red)
Kapolri perintahkan agar oknum polisi yang jadi bandar narkoba ditembak mati
PEKANBARU,Tribun Riau- Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk ditembak mati.
“Bagi yang melanggar aturan tidak tanggung-tanggung proses dan prosesnya di Polri tahu sendiri. Bukan hanya proses etika saja, masuk peradilan umum. Setelah dipecat dipenjara lagi,” tegas Tito di Pekanbaru, Jumat (20/4/2018).
“Bahkan saya perintahkan kawan-kawan Kapolda, polisi yang terlibat narkoba apa lagi jadi bandar, tembak mati aja,” tegas Tito.
Sebaliknya bagi polisi yang berpretasi akan menjadi perhatian pimpinan. “Bhabinkamtibmas yang baik-baik saya lombakan ikut sekolah tanpa tes. Banyak tuh,” kata Tito.
Bagi Kapolres yang melakukan pelayanan publik secara optimal kepada masyarakat akan dihadiahi kenaikan pangkat.
“Kapolres yang baik dalam pelayanan masyarakat naik (naik pangkat). Paling banyak itu di Jawa Timur. Dari pangkat AKBP naik langsung jadi pangkat Kombes,” ucapnya.
Dengan adanya kenaikan pangkat itu, bagi yang berpretasi bisa sekolah Sespim, Sespimti. Sehingga terjadi kompetisi untuk membuat kinerja yang baik.
“Ini juga untuk berkompetisi untuk mencegah terjadinya pelanggaran, di samping itu melakukan manajemen media,” kata Tito. (dtc/red)
JAKARTA,Tribun Riau- Waketum Partai Demokrat (PD) Roy Suryo akan melaksanakan larangan perintah bicara dari Ketum PD Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dengan sepenuh hati. Roy akan fokus melaksanakan tugasnya sebagai anggota Komisi I DPR RI.
“Melaksanakan perintah ketua umum tersebut memang saya lakukan dengan sepenuh hati, karena memang demikianlah yang seharusnya terjadi (tanpa perlu saya tanyakan lagi kepada Beliau “Mengapa hal tersebut dilakukan, Apa alasannya, dan sebagainya.” Karena justru ini saya anggap sebagai sikap ‘ngemong’ (pembinaan) yang sangat baik dari Bapak SBY selaku Ketum Partai terhadap semua kadernya, sehingga saya haturkan terima kasih,” kata Roy dilansir dari Detik, Sabtu (21/4/2018).
Berikut pernyataan lengkap Roy Suryo tanpa editan dari redaksi:
Terimakasih atas konfirmasinya, mas. Sebenarnya saya tidak mau menulis ini, namun semenjak Siang hingga saat ini HP, WA maupun SMS saya terus2-an berdering dari banyak (sekali) rekan2 Media yg ingin mendapatkan Penjelasan ttg Kabar yg beredar dan sudah termuat di beberapa media sbb :
1. Benar bahwa saya mendapatkan Pesan langsung berupa WA dari Ajudan Bapak SBY Hari Sabtu 21/4 pukul 14.38 dan 15.02. Saat itu juga -sebagai Kader Partai yg sangat tahu Fatsun dan Etika Organisasi- langsung saya Jawab *Siap, Pesan diterima dengan baik dan Dilaksanakan. Terimakasih”
2. Sikap saya yg langsung menerima dengan baik dan Melaksanakan Perintah Ketua Umum tsb memang saya lakukan dengan sepenuh hati, karena memang demikianlah yg seharusnya terjadi (tanpa perlu saya tanyakan lagi kepada Beliau “Mengapa hal tsb dilakukan, Apa alasannya, dsb” karena justru ini saya anggap sebagai Sikap “ngemong” (pembinaan) yg sangat baik dari Bapak SBY selaku Ketum Partai terhadap semua Kadernya, sehingga saya haturkan Terimakasih.
3. Namun yg justru menarik, Pesan WA tsb sebenarnya hanya terkirim kepada 3 (tiga) Nama dalam tujuan: Saya, SekJend (Hinca Pandjaitan) dan Kadivkomlik (Imelda Sari), sehingga secara teknis tidak mungkin “bocor” kepada pihak2 lain, kecuali kepada 3 nama yg disebut dan dikirim oleh Ajudan Bapak SBY. Uniknya pada pukul 16.45 saya mulai menerima WA, SMS dan bahkan banyak telpon dari Rekan2 Media yg “mempertanyakan” hal tsb sampai sekarang.
4. Menurut sumber yg menyampaikan ke saya, ternyata ada yg (sengaja) “membocorkan” pesan -yg seharusnya bersifat Internal dari Pak SBY ke 3 Kadernya- tersebut dan bahkan dikirim ke WA Group Teman2 Wartawan sehingga beredarlah Pesan Internal Partai Demokrat ke Media dan membuat HP, WA bahkan SMS saya tidak berhenti menerima pesan dan (miss) Call, meski saya bertahan awalnya untuk tidak menjawab apapun, Selain hanya mengirim Emoticon “senyum”.
5. Jadi sekalilagi soal Arahan (yg bersifat “ngemong” / pembiinaan) dari Pak SBY itu sekalilagi saya malah berterimakasih dan mengapresiasi sebagai sebuah bentuk Komunikasi yg baik secara internal dan Tidak perlu dipertanyakan “apa masalahnya” karena memang sudah sesuai Fatsun partai, namun “Pembocor” internal di Partai Demokrat ini yg berbahaya, karena sebuat Pesan internal (dari pak SBY) saja bisa “bocor” kemana2, bahkan sampai WA Group Wartawan.
Tambahan : Memang secara kebetulan dalam Seminggu kedepan saya akan menunaikan tugas selaku Anggota Komisi-1 DPR-RI di luar Indonesia, jadi memang “sementara waktu” Mohon pamit dulu dari rekan2 media, Terimakasih dan Sampai jumpa.
KRMT Roy Suryo
Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat
Anggota Komisi-1 DPR-RI
JAKARTA,Tribun Riau- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melontarkan candaan saat dirinya mengikuti perhelatan Milad ke-20 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Sabtu (21/4/2018).
Prabowo mengatakan, seharusnya ia dijadwalkan untuk operasi kecil karena merasa nyeri gigi beberapa waktu belakangan.
“Saya cari alasan karena paling takut dokter gigi. Dulu di Kopassus, lebih memilih terjun atau ketemu musuh daripada ke dokter gigi atau dokter biasa. Walaupun sudah jenderal takut suntikan,” ujar Prabowo disambut gelak tawa peserta Milad ke-20 PKS di Jakarta, Sabtu (21/4).
Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu melanjutkan candaan dengan menyampaikan jarang ada orang yang bisa memerintahnya.
Namun Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufrie berhasil ‘memerintahkan’ dirinya untuk meninggalkan operasi gigi. Lalu Prabowo juga diperintah bersepeda dari Kantor DPP Gerindra ke Kantor DPP PKS sejauh kurang lebih tiga kilometer.
Hal ini, ucap Prabowo, karena PKS selalu setia menemani Gerindra dan dirinya di masa-masa sulit.
“Yang saya alami dengan PKS kawan setia. Di kala susah, PKS tidak meninggalkan Prabowo Subianto dan Gerindra. Jadi memang susah saya meninggalkan PKS,” tuturnya.
Acara ini dihadiri oleh ratusan simpatisan PKS dan Gerindra. Beberapa tokoh dari kedua partai juga terlihat hadir dalam acara ini.
Selain Prabowo, ada Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufrie, Sekjen PKS Mardani Ali Sera, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, dan Ketua Tim Pemenangan Pilpres 2019 Gerindra Sandiaga Uno. (cnnindonesia/red)