Beranda blog Halaman 1274

Ini Respon Muhammadiyah Terkait Perang Taggar

YOGYAKARTA,Tribun Riau – Dalam kehidupan berdemokrasi itu harus ada fireness, yakni sikap untuk obyektif, terbuka, sekaligus juga satria menerima hasil pemilu yang sah dalam proses yang demokrasi sampai satu periode.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan banyaknya perang tagar #2019GantiPresiden, usai melepas siswi Madrasah Mu’alimaat Muhammadiyah Yogyakarta, di Sportorium UMY, Ahad (6/5).

“Maka, lanjutnya, proses demokrasi ini tidak ada istilah pergantian. Kalau tahun 2019 merupakan babak baru dari proses demokrasi. Jadi silahkan warga bangsa mau memilih calon presiden siapapun, darimanapun itu hak warga bangsa dan warganegara,” kata Haedar.

Oleh karena itu gerakan-gerakan politik harus tetap dalam koridor demokrasi yang fair, konstitusi dan mengikuti sistem yang berlaku. “Jadi silahkan saja untuk bertanding di 2019. Mau incumbent, mau presiden baru itu yang menentukan kan bukan gerakan-gerakan ini. Tetapi yang menentukan hak pilih warga masyarakat yang diberi kebebasan sepenuhnya oleh konstitusi untuk memilih siapapun atas dasar plihan sendiri. Jadi itu cara berpikirnya,’’ katanya.

Lebih lanjut Haedar mengungkapkan, gerakan-gerakan politik itu tentu wajar dalam setiap demokrasi, tetapi semua ada proporsinya. Partai politik tentu yang paling berhak untukmenjadi kekuatan bertanding,berkontestasi.

“Kalau ormas-ormas seperti Muhammadiyah, Muhammadiyah tidak ikut-ikutan dalam gerakan apapun yang bersifat politik praktis. Muhammadiyah sudah punya koridor,kepribadian dan khitahnya. Sehingga siapapun orang ataukelompok dalam Muhamamdiyah akan tahu dimana posisi mereka dan di mana posisi Muhammadiyah,” tuturnya.

Jadi, kata Haedar menegaskan, Muhammadiyah tidak ada dalam gerakan politik apapun yang bersifat politik praktis baik saat ini maupun di tahun2019. (rci/red)

Jelang Ramadhan, Pemko Pekanbaru Bahas Distribusi Gas Bersubsidi

PEKANBARU,Tribun Riau- Menjelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membahas pendistribusian gas elpiji bersubsidi. Bahkan, pemerintah akan membentuk tim terpadu yang betugas mengawasi peredaran elpiji 3 kilogram (kg) tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi menyebutkan, dengan adanya tim terpadu, diharapkan pendistibusian gas tersebut lebih tetap sasaran. Sehingga tidak selalu menjadi keluhan masyarakat terutama pada saat bulan Ramadhan mendatang.

Ayat memerintahkan Sekdako Pekanbaru M Noer bersama Asisten I Bidang Pemerintahan Azwan segera membentuk sekaligus menertbitkan surat tugas bagi tim terpadu

“Sehingga mereka bisa langsung bekerja mengawasi pendistribusian elpinj 3 kilogram di lapangan,” kata Ayat baru-baru ini.

Lanjutnya, tim tersebut sudah harus terbentuk secepatnya sebelum Ramadhan 1439/2018 M ini. Sehingga, warga tidak lagi kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg untuk kebutuhan selama bulan puasa nanti.

Ia menjelaskan, tim terpadu tersebut merupakan petugas gabungan yang terdiri dari pemerintah kota, kepolisian, Bhabinkamtibmas dan sektor lainnya.

“Jadi, tim ini nantinya yang akan bertugas mengawasi sekaligus memeriksa secara ketat sesuai mekanisme berlaku. Dengan demikian, gas subsidi ini betul-betul tepat sasaran,” paparnya. (hrc/red)

Kedatangan Brimob Bersenjata, Ini Klarifikasi Gerindra Jateng

Ketua DPC Gerindra Semarang di Mapolresta Semarang
Ketua DPC Gerindra Semarang di Mapolresta Semarang

SEMARANG,Tribun Riau- Adanya pemberitaan tentang Brimob yang menanyakan kaos hastag #2019GantiPresiden saat patroli ke Kantor Gerindra di Jawa Tengah ditepis oleh Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Sigit Ibnugroho.

“Yang perlu saya sampaikan, tidak ada pertanyaan tentang kaus hastag #2019gantipresiden. Itu hoax semata, lumrah dalam intrik politik terutama medekati tahun politik. Kami mohon maaf pada pak Kapolrestabes, Pak Tory selaku Komandan Brimob,” ujarnya saat berada di Mapolresta Semarang, Sabtu (6/5/2018).

Dirinya juga meminta maaf kepada kepolisian terkait salah paham dengan kedatangan anggota Brimob bersenjata di kantor DPC Gerindra Semarang dan DPD Gerindra Jawa Tengah.

Sigit mengatakan, terjadi kesalahpahaman sehingga staf di kantor Gerindra menyampaikan hal yang salah terkait kedatangan Brimob bersenjata hari Sabtu (5/5) lalu. Ia kemudian tahu jika kegiatan Brimob merupakan patroli biasa.

“Miskomunikasi yang disampaikan dari rekan-rekan staf DPC Gerindra Kota Semarang bahwasanya kegiatan kepolisian terutama Brimob adalah hal biasa… karena ketidak ahuan teman-teman staf kami, disampaikan info yang tidak tepat ke saya sehingga menjadi sesuatu yang tidak nyaman,” kata Sigit di Mapolrestabes Semarang, Minggu (6/5/2018).

Pernyataan maaf yang disampaikan Sigit didampingi Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, Kasat Brimob Polda Jateng Kombes Pol Tory Kristianto, dan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja. (dtc/red)

Berbagai Modus, Kali Ini Sabu 1 Kg dalam Kue Bolu

Pelaku yang membawa sabu seberat 1kg disamarkan dalam kue bolu
Pelaku yang membawa sabu seberat 1kg disamarkan dalam kue bolu

BATAM, Tribun Riau- Narkotika jenis sabu seberat 1 Kg yang disamarkan dalam kue bolu berhasil diamankan Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Minggu (6/5/2018).

Barang haram tersebut dibawa seorang calon penumpang pesawat lion Air yang berencana terbang dari Batam menuju Lombok. Penumpang bernama Samsul Bahri (35) asal Medan, Sumut ini diketahui selalu mulus melakukan aksi kurirnya menggunakan modus menyelundupkan sabu dalam kue bolu yang dikemas dalam kotak berukuran kecil dan besar.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Kantor Bea dan Cukai kota Batam, Raden Evy Suhartantyo mengatakan, calon Samsul hampir saja lolos dari petugas penjagaan mesin pemindai X-ray pintu masuk bandara Hang Nadim.

Namun petugas yang mencurigai sejumlah kotak kue yang bertuliskan ole-oleh Batam dan meminta melakukan pemeriksaan secara fisik terhadap kue tersebut.

“Sebelumnya petugas Bea Cukai melihat image X-ray terhadap kue bolu milik calon penumpang yang diselipkan narkotika seberat 1 kilogram lebih, dengan perkiraan harga barang tersebut saat dipasarkan seharga Rp 1 miliar,” ujar Evy Suhartantyo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik terhadap sejumlah kotak kue bolu itu, ditemukan sabu yang diduga diperoleh Samsul dari salah satu bandar yang masih dalam pencarian dan pengejaran kepolisian.

Evy menambahkan, sebanyak 4 bungkus kemasan kristal bening yang disembunyikan di dalam kotak kue tersebut rencananya akan dibawa ke wilayah Lombok untuk diserahkan pada pemesan.

Sementara itu, Samsul mengaku nekat melakukan pekerjaan kurir sabu tersebut lantaran tergiur dengan upah yang diberikan bandar. Samsul lebih memilih modus membawa pesanan sabu tersebut dengan cara memasukannya ke dalam kemasan oleh-oleh khas setiap bandara daerah yang dilewatinya.

Hingga kini, Samsul beserta barang bukti sabu seberat 1.018 gram tersebut diserahkan ke Polresta Barelang Batam untuk penyelidikan guna mengungkap jaringan narkotika. (dtc/red)

Lagi Umrah, Eko Sambangi HRS

Politikus PAN, Eko saat berjabat tangan dengan Habib Rizieq Syihab di Makkah
Politikus PAN, Eko saat berjabat tangan dengan Habib Rizieq Syihab di Makkah

Tribun Riau- Eko Patrio menyambangi Rizieq Shihab (HRS) di Mekkah, Arab Saudi. Hal tersebut diketahui saat Eko melalui akun Instagram-nya mengunggah fotonya bersama pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI).

Dalam foto yang diunggahnya, Eko terlihat mengenakan gamis putih, begitu juga HRS.

Dalam keterangan foto yang diunggahnya, dirinya memberikan caption “Kangen-kangenan bareng Habib Rizieq, sehat selalu tuk Habib”.

Saat ini, Eko memang tengah menjalani ibadah umrah di Mekkah. Dari Instagram-nya, sudah sejak tiga hari lalu ia memajang foto-foto sejak berangkat naik pesawat, mejeng di depan kakbah sampai berbelanja.

Hingga saat ini, belum diketahui topik pembicaraan kedua tokoh tersebut.(cnn/red)

Respon ICW terkait Aturan Caleg Mantan Koruptor

Koordinator Divisi Politik ICW Donal Fariz
Koordinator Divisi Politik ICW Donal Fariz

JAKARTA,Tribun Riau- Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz menilai munculnya aturan larangan menjadi calon anggota legislatif bagi narapidana korupsi yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) didasari atas bentuk ketidakberanian partai politik untuk melakukan reformasi dan tata kelola parpol.

“Selama 13,5 tahun lebih dan dua rezim berkuasa, itu tidak pernah bicara reformasi dan perbaikan tata kelola parpol,” kata Donal di Bawaslu, Thamrin, Jakarta, Sabtu (5/5).

Hal tersebut berbeda dengan penyelenggara pemilu seperti KPU atau UU Pemilu yang selalu diperbaiki setiap jelang Pemilu. Atau seperti Bawaslu yang dibuat permanen di daerah, atau penguatan kewenagan Bawaslu sampai pada level mendikualifikasi paslon yang terbukti melakukan pelanggaran-pelanggaran.

“Tapi enggak ada itu, kita berbicara UU Parpol diperbaiki. Desain bagaimana partai untuk menentukan siapa yang akan dicalonkan sebagai kepala daerah enggak pernah diatur,” katanya.

Donal menambahkan, berbicara soal calon anggota legislatif sebenarnya domain parpol untuk menentukan siapa orang yg akan diusung jadi caleg, DPRD Kabupaten Kota, dan DPR RI. Namun Donal menyayangkan di level parpol sendiri parpol tidak pernah membuka diskusi siapa yang akan mereka usung caleg di level partai.

“idealnya adalah ini di domain parpol. tapi nyatanya dialektika itu nyaris tidak terbangun, di ruang internal partai dan di ruang publik,” ujarnya.

Menurutnya penting bagi seluruh komponen masyarakat dan penyelenggara untuk memperbaiki demokrasi Indonesia, salah satunya dengan mereformasi tata kelola parpol. (rci/red)

Sanksi Perusahaan yang Cemari Laut di Batam Tak Jelas

JAKARTA,Tribun Riau- Masih belum jelas sanksi-sanksi yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang mencemari limbah di sepanjang perairan Kota Batam, Kepulauan Riau. Pasalnya, tumpahan minyak di lautan ini sudah terjadi sepanjang tahun.

Demikian ditegaskan anggota Komisi VII DPR, Mukhtar Tompo di Kantor Gubernur Kepri, di Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (30/4) lalu.

“Perlu ada jawaban yang serius. Dan saya minta setelah kita kembali ke Jakarta, kita harus rapat membicarakan ini bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) karena potensi limbahnya itu luar biasa,” tegasnya.

Baru-baru ini limbah minyak (oil spill) mencemari sejumlah titik pantai di Nongsa, Batam. Di antaranya pantai kawasan wisata dan resort (penginapan mewah) Turi Beach dan Nongsa Village.

Namun ternyata Kawasan pesisir Batam dan Bintan selalu tercemar tumpahan minyak sejak tahun 2015, yang salah satu penyebabnya diduga pembuangan limbah minyak secara ilegal.

Menurut data dari KLHK, angkanya mencapai 200 drum limbah yang diangkut jika di kalikan sepanjang lima bulan sudah ada 1000 drum, itu baru dari KLHK. Belum lagi Provinsi Kepri sudah mengangkut sekitar 30 drum.

Dari informasi yang ada juga bahwa perairan Batam ini lautnya sudah tidak lagi biru, tetapi sudah hitam-hitam dan itu terjadi laten setiap tahun, selama lima bulan berturut turut dalam satu tahun berjalan. Itu persoalan yang sangat serius di depan mata.

“Ini seolah-olah ada pembiaran yang terjadi. Untuk angkanya limbah itu mencapai 200 drum untuk KLHK, dan 30 drum untuk provinsi. Itu pun masih tidak jelas apakah itu tiap bulan sepanjang lima bulan dalam tahun berjalan ataukah itu angka dalam akumulasi satu tahunan lima bulan itu,” tengarainya.

“Jika perbulan dimulai dari bulan Oktober sampai Februari, berarti ada lima bulan jika dikalikan dengan limbah yang diangkut oleh KLHK saja 200 drum, berarti akan ada 1.000 drum,” hitung Muchtar.

Ia melihat hanya ada perebutan limbah untuk dibawa ke perusahaan pengolahan limbah yang ada di Provinsi Kepri dan tidak mencantumkan tentang apa yang dilakukan oleh pemerintah, terutama dalam kaitan penanganan limbah dan pencegahannya.

“Ini terjadi setiap tahun dan bahayanya itu mungkin tidak terjadi jatuh korban jiwa secara langsung. Tetapi dampaknya nanti luar biasa, bagaimana dengan kita yang makan makanan hasil laut, bagaimana dengan ibu hamil dan anak-anak yang mengkonsumsi makanan laut yang tercemar limbah. Kita belum tahu juga bagaimana hasil penelitian lingkungan laut biota lautnya rusak sampai di mana kerusakannya,” kritisi Mukhtar. (rmol/red)

Pilgub 2018, Ini Seruan Ketua DPRD Bengkalis

Abdul Kadir menyampaikan orasi tentang keunggulan pak Syamsuar kepada masyarakat Padekik Bengkalis
Abdul Kadir menyampaikan orasi tentang keunggulan pak Syamsuar kepada masyarakat Padekik Bengkalis

BENGKALIS,Tribun Riau- Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang, Ketua DPRD Bengkalis mengajak masyarakat untuk memenangkan calon Gubernur Riau, Syamsuar-Edy.

Pasalnya, dirinya menyayangkan Kabupaten Bengkalis tahun 2018 ini tidak mendapat dana bantuan keuangan dari Provinsi Riau. Padahal, Bengkalis merupakan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Riau.

“Kan sayang kita tak dapat tu, kabupaten lain dapat. Itu karena pemimpinnya bukan anak watan Bengkalis. Kalau pak Syamsuar ini, lahirnya memang di Rohil, tapi dia sekolah, besar dan bekerja di Bengkalis cukup lama. Bahkan istrinya juga orang Bengkalis, makanya kita harus memilih dia menjadi Gubernur Riau, agar Bengkalis sejahtera,” ujar Abdul Kadir dalam kampanye dialogis di Jalan KH Arrasyid RT 09, RW 05, Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Minggu (6/5/2018).

Untuk memenangkan Syamsuar, dirinya serta rekan-rekan lain sengaja mengambil cuti hari ini. “Saya bersama rekan-rekan dewan lainnya sengaja mengambil cuti hari ini untuk ikut mengkampanyekan pak Syamsuar. Kita harus pilih pak Syamsuar menjadi gubernur Riau kalau mau Bengkalis ini maju,” ujarnya.

Berbagai keunggulan calon Gubernur Riau, Syamsuar sudah dipaparkan terlebih dahulu oleh Ketua DPD PAN Bengkalis, Saukani di hadapan ratusan masyarakat yang hadir. Masyarakat juga sama-sama berdoa agar Syamsuar menjadi pemimpin yang diamanahkan masyarakat Riau.

“Marwah bagi kita jika pak Syamsuar menang di Bengkalis. Makanya tolong sampaikan kepada keluarga, tengga dan sanak saudara di daerah Riau lainnya untuk memilih pak Syamsuar menjadi gubernur Riau,” pungkasnya. (grc/red)

Kampanye Dialogis di Dumai, Syamsuar ‘Disoraki’ Pedagang

Para penari kuda lumping berebut menyalami Calon Gubernur Riau, Syamsuar saat tiba di Bandar Bakau, Dumai Kota
Para penari kuda lumping berebut menyalami Calon Gubernur Riau, Syamsuar saat tiba di Bandar Bakau, Dumai Kota

DUMAI, Tribun Riau- Calon gubernur Riau, Syamsuar yang melakukan kampanye dialogis di Bandar Bakau Nelayan Laut, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Sabtu (5/5/2018) lalu ‘disoraki’ salah seorang pedagang.

Sorakan pedagang tersebut bukan untuk menjatuhkan calon gubernur tersebut, namun sorakan yang mendoakan Syamsuar agar menang dalam pemilihan gubernur 2018 yang bakal digelar pada bulan Juni 2018 mendatang.

“Oi pak Syamsuar, semoga menjadi gubernur Riau,” sorak seorang ibu penjual tanjak yang langsung menyalami Syamsuar yang melintas di depan lapak daganganya.

Calon gubernur Riau nomor urut 1 itu datang bersama ketua DPD NasDem Dumai, Zulkifli AS yang juga menjabat Walikota Dumai. Mulanya rombongan disambut dengan penari kuda lumping serta dua reog Ponorogo dari suku Jawa yang kemudian dilanjutkan atraksi barongsai dari suku Tionghoa dan tari persembahan hingga penyajian petak sirih yang biasa dilakukan dalam penyambutan tamu adat melayu.

Hingga menuju tempat duduk yang disediakan panitia, Syamsuar yang terlihat didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Sunaryo, Amin Latif serta tokoh masyarakat Kota Dumai lainnya diburu masyarakat yang ingin bersalaman dan mendokan agar terpilih menjadi gubernur Riau.
Raut wajah bahagia Syamsuar tak dapat disembunyikan melihat banyaknya masyarakat yang hadir untuk bersilaturrahmi dengannya. Dan berkali-kali, Syamsuar menjawab Amin setiap doa yang disampaikan untuknya dari masyarakat.

Sebelum acara dimulai, Cagub Riau nomor 1 ini kembali disuguhkan sebuah lagu yang dibawakan oleh penyanyi dari suku Batak. Lagu itu diciptakan oleh mereka sendiri dalam bentuk mengkampanyekan Syamsuar – Edy Nasution menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.

“Paslon lain boleh klaim pendukungnya di Dumai dari semua lintas suku. Tapi bagi kami pak Syamsuar lah gubernur Riau. Tadinya kami masih ragu, tapi saat debat di tv nampak dia pemimpin yang cerdas. Setiap pertanyaan itu dijawab spontan dan tepat, tidak sibuk membuka catatan. Mari ganti gubernur Riau,” kata Wisnu kepada wartawan.

Begitu juga disampaikan pemilih pemula yang ikut meramaikan kampanye itu, mereka hadir karena miris melihat politik yang kejam seolah menzholimi pasangan calon nomor urut 1 Syamsuar – Edy Nasution.

“Kami sedih melihat banyak baliho paslon nomor 1 yang hilang. Kami awalnya tidak peduli. Tapi lama-lama tentang Pilkada ini juga dibahas di warung-warung hingga ke dalam rumah. Makanya kami penasaran dengan nomor 1 dan cari tahu dari internet. Memang luar biasa beliau, salut untuk nomor 1,” sebut Al Zaky dari salah saty pemilih pemula ini. (grc/red)

Tak Ingin Terulang, CFD di Jakarta Hari Ini Dijaga Ketat

Beberapa petugas Dishub DKI Jakarta tampak mengawasi kegiatan Car Free Day (CFD) Minggu, 6 Mei 2018
Beberapa petugas Dishub DKI Jakarta tampak mengawasi kegiatan Car Free Day (CFD) Minggu, 6 Mei 2018

JAKARTA,Tribun Riau- Menyusul insiden ricuh dua kelompok yang berbeda pandangan politik, antara #2019GantiPresiden dengan #DiaSibukKerja pada minggu lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat pengawasan kegiatan Car Free Day (CFD) pada pagi ini (Minggu, 6/5).

“Minggu lalu, minggu lalu. Sekarang kita fokus hari ini agar tidak ada kejadian seperti itu lagi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah di sekitaran Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Ia kembali menegaskan bahwa CFD terlarang untuk agenda politik. CFD diperuntukkan untuk berolahraga serta hiburan dan sosialisasi di luar agenda politik. Hal itu tertuang dalam Pergub No. 12 tahun 2016.

“Minggu lalu kita tidak mau salahkan siapa-siapa, yang penting sekarang jangan sampai terulang,” pungkasnya. (rmol/red)

Terbaru

Populer