Beranda blog Halaman 1233

Pj Sekda Minta Pemdes Sangkir Indah Buat Perdes Produk Unggulan

Pj sekda berikan bibit kelapa hibrida ke Kades Sankir Jndah

ROKAN HULU,Tribun Riau- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul, H Abdul Haris meminta, ke Pemerintah Desa (Pemdes) Sangkir Indah, Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, agar membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang produk unggulan desa, diketahui desa Sangkir sebagai desa penghasil jeruk.

Ditambahkan Pj Sekda Rohul, Perdes produk unggulan desa akan disinkronkan dengan Dinas terkait, yang selanjutnya akan menghubungkan petani jeruk di desa dengan penjual atau pedagang luar daerah.

Dilanjutkan Abdul Haris, dirinya sudah menyampaikan ke Kepala Desa Sangkir Indah, Arsanik SH, agar membuat Perdes Produk unggulan, sehingga para petani lebih mudah untuk memasarkan hasil pertaniannya.

Karena selain jeruk, Haris juga menyebutkan, bahwa budidaya kelapa varietas hibrida juga sangat cukup menjanjikan buat menopang perekonomian masyarakat desa. Salah satu contoh, kelapa mudanya saat ini lebih mahal dibanding kelapa tua, bila 1 kepala rumah tangga bisa menanam 10 pokok kelapa hibrida, dirinya yakin itu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di desa tersebut.

“Bila saja 1 kepala rumah tangga bisa tanam 10 pohon kelapa, sudah berapa banyak hasil produksi kelapa yang didapatkan. Kemudian warga Rohul, tidak perlu jauh lagi untuk membeli kelapa, cukup datang ke Desa Sangkir,” kata Pj Sekda saat menghadiri Hari Jadi Desa Sangkir Indah ke 11, Selasa (24/7/2018) di balai desa setempat.

Pada puncak hari jadi desa, dikemas secara sederhana dan ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Pj Sekda. Acara semakin, semarak dengan penampilan tarian tradisional dengan iringan musik.

“Saya berharap, apa yang desa Sangkir bisa menjadi lebih baik dan mempu mengharumkan nama baik Rohul,” ucapnya.

Pj Sekda juga menyerahkan secara simbolis, bibit kelapa varietas Hibrida ke masing-masing kepala dusun, dan diakhiri dengan penanaman perdana kelapa di depan lokasi acara.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Pagaran Tapah Darussalam, Zulhendri, beserta Upika, Kepala Desa Sangkir Indah, Arsanik SH, segenap kepala desa tetangga, mantan kepala desa, tokoh masyarakat, agama dan ratusan warga Desa Sangkir Indah.

Dalam puncak peringatan hari jadi desa itu juga diketahui, Desa Sangkir Indah mewakili Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam untuk lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kabupaten Rohul tahun 2018. (mad)

Wanita Berumur Hampir Setengah Abad Ini Coba Selundupkan Sabu ke Lapas

Wanita pelaku coba penyelludup sabu ke lapas, ditangkap Polisi
Wanita pelaku coba penyelludup sabu ke lapas, ditangkap Polisi

ROKAN HULU,Tribun Riau- Petugas Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kembali gagalkan upaya penyeludupan paket diduga berisi narkotika jenis sabu oleh pengunjung wanita.

Penggagalan penyeludupan‎ diduga sabu, terjadi Selasa (24/7/2018) sekitar pukul 15.30 Wib, dimana saat itu seorang wanita asal Desa Kota Baru, Kecamatan Kunto Darussalam berinsial‎ SU (48) diamankan dan diserahkan ke Satres Narkoba Polres Rohul untuk diproses hukum.

Diakui Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua S.Ik, M.Si, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono SH, wanita inisial SU diamankan petugas ketika jalani pemeriksaan di ruang pemeriksaan Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, di Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah.

Ketika diperiksa, petugas Lapas berhasil amankan sejumlah barang bukti dari ibu rumah tangga kelahiran Medan, Sumatera Utara berupa 2 paket diduga narkotika jenis sabu. Paket yang diduga sabu tersebut, dibungkus plastik klip warna putih bening lalu digulung‎ plastik warna hitam, dibalut lakban coklat dengan berat sekitar 10 gram.

”Juga ikut diamankan, 2 kaca pirex dan 1 unit hand phone Nokia hitam,” tambah Ipda Nanang, Rabu (25/7/2018) sore.

Ipda Nanang mengakui, tersangka SU diamankan petugas Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian yang curiga dengan gerak geriknya saat akan jalani pemeriksaan, sebelum masuk mengunjungi suaminya berinisial AS dan temannya berinisial AN.

Setelah diamankan, temuan diduga narkotika dilaporkan ke polisi. Kasat Reserse Narkoba Polres Rohul AKP Masjang Effendi langsung perintahkan Kanit Idik I Bripka Suprayitno dan 3 anggota datang ke Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, untuk menjemput wanita yang sudah diamankan petugas Lapas.‎

‎Hasil interogasi awal kata Ipda Nanang, SU mengaku dengan jujur bahwa 2 paket diduga sabu miliknya yang dijemput dari Pekanbaru. Paket dijemput SU atas suruhan AN, narapidana Lapas Pasir Pangaraian.

SU mengaku, dirinya menjemput diduga paket sabu ke Pekanbaru atas suruhan AN, dengan dijanjikan diberikan upah Rp 1 juta, bila paket tersebut berhasil diseludupkan ke Lapas.‎

“Dari pengakuai SU, upah akan diberikan ke terlapor oleh AN dengan cara ditransfer ke rekening, namun uang belum diterima karena sudah ketahuan oleh petugas Lapas yang curiga melihat gerak gerik terlapor,” ungkapnya.

Paur Humas juga mengaku, saat masuk ke Lapas, SU berusaha menyembunyikan bungkusan diduga sabu di balik lipatan rok pinggangnya. Dari pemeriksaan, terlapor SU terlihat berusaha membuang kaca pirex.

SU mengaku, narapidana inisial AN satu kamar dengan suaminya berinisial AS di Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian. Namun suaminya tidak mengetahui bila dirinya membawa paket sabu ke dalam Lapas untuk AN.

Walaupun demikian, tambah Ipda Nanang, terlapor SU, dan 2 narapidana Lapas Pasirpangaraian yakni AN dan AS, serta barang bukti dibawa ke Mapolres Rohul guna dilakukan proses pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. (mad)

Jelang Asian Games 2018, TNI dan Polri Tingkatkan Patroli Karlahut di Rohul

TNI AD dan Polri, patroli bersama pantau Karhutla di Kecamatan Rambah, mendukung pelaksanaan Sea Games 2018
TNI AD dan Polri, patroli bersama pantau Karhutla di Kecamatan Rambah, mendukung pelaksanaan Sea Games 2018

ROKAN HULU,Tribun Riau- Menjelang Asian Games ke-18 tahun 2018 di Jakarta-Palembang‎, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (‎Polri) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terus menngkatkan patroli guna mencegah Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut).

Hal sama, juga dilakukan personel Koramil 02/Rambah di bawah Kodim 0313/KPR, bersama personil Polsek Rambah, serta dengan petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rohul.

Dimana ketiga instansi‎ tersebut kompak lakukan patroli dan penyuluhan ke masyarakat, upaya meminimalisir terjadi Karlahut di wilayah tugasnya. Patroli digelar, sebagai wujud sinergitas dan kekompakan aparat negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban, menjelang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Dalam patroli kali ini, Danramil 02/Rambah Kapten Inf Hendra P. Barus bersama Kapolsek Rambah AKP Hermawan, dan petugas Dinas Lingkungan Hidup Rohul, dibantu para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 02/Rambah dan Kepolisian gelar patroli Karhutla bersama beberapa hari terakhir.

Dikatakan Danramil 02/Rambah, Kapten Inf Hendra P. Barus, patroli difokuskan di daerah rawan Karlahut atau Karhutla yang ada di Kecamatan Rambah.

“Kegiatan ini, sebagai bentuk sinergitas antara TNI dan Polri, bersama pemerintah Kecamatan Rambah guna menciptakan situasi keamanan dan kenyamanan di wilayah hukum Polsek Rambah juga wilayah teritorial Koramil 02/Rambah,” terang Kapten Inf Hendra P. Barus, didampingi Bagian Penerangan Humas Koramil 02/Rambah Koptu Dedy Nofery Samosir di kantornya, Kamis (26/07/2018).

Ditambakan Dandarim, negara kita akan laksanakan Asian Games 2018. Sehingga dirinya mengajak seluruh elemen mendukung pemerintah dalam mengantisipasi tidak ada terjadinya Karhutla.

Kapten Inf Hendra P. Barus berharap, sinergitas dari seluruh pemerintah dan lapisan masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban dalam mensukseskan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Danramil 02/ Rambah, juga berterima kasih ke seluruh lapisan masyarakat yang tidak melakukan pembakaran lahan atau hutan lagi.

“Kita bisa merasakan, dari beberapa bulan ini, pantauan hotspot di wilayah teritorial Koramil 02 Rambah belum ada ditemukan titik api,” jelas Danramil 02 Rambah.

Kapolsek Rambah AKP Hermawan mengakui, kegiatan patroli gabungan, dimana petugas juga memberikan himbauan dan penyuluhan ke masyarakat yang dilintasi petugas agar tidak lagi membakar saat membuka lahan.

“Berharap kedepannya, tidak ada lagi yang akan membuka lahan dengan cara dibakar,” harap AKP Hermawan. (mad)

Pekan Ini, Korwil IMI Rohul Gelar Kejurda Grasstrack Karya Nyata

Kejurda Motor Cross Gress treck Karya Nyata IMI Rohul
Kejurda Motor Cross Gress treck Karya Nyata IMI Rohul

ROKAN HULU,Tribun Riau- Koodinator Wilayah Ikatan Motor Indonesia Rokan Hulu (Korwil IMI Rohul) akan menggelar Motor cross Kejuaraan daerah (Kejurda) Grasstrack Karya Nyata, Sabtu dan finalnya langsung pada Minggu (29/7/2018) mendatang.

Koordinator Lapangan (Korlap) Kejurda Grasstrack Karya Nyata Korwil IMI Rohul Didin Daulay Kamis (26/7/2018) menyatakan, kegiatan nantinya dipusatkan di sirkuit Permanen jalan lingkar KM 4 Pasir Pangaraian, Dusun Boter Desa Rambah Tengah Hilir, kecamatan Rambah, Rohul.

Dirinya menyatakan, kegiatan tersebut bertujuan menghidari kenakalan remaja, balapan liar dan narkoba. Nantinya, di Kejurda Motor Cross tersebut akan menghadirkan pembalap cilik usia 6 hingga 10 tahun, juga menghadirkan para pembalap senior dari Provinsi Jambi, Sumbar, Sumut, juga Riau.

Untuk hadiah yang akan perebutkan nantinya kata Didin lagi, bagi juara umum senior mendapat tropy dan uang tunai Rp5 juta, junior Rp3 juta dan pemula Rp2 juta.

“Melalui Kejurda Grasstrack Karya Nyata Korwil IMI Rohul, kita juga berharap adanya croses handal dari Negeri Seribu Suluk. Kegiatan ini, juga didukug IMI, Pemkab Rohul, Karya Nyata serta pihak lainnya. Ini merupakan putaran IV, berharap nantinya masyarakat bisa menyaksikannya di sirkuit pemanen yang sudah kita siapkan,” sebut Didin.

Kemudian dikatakan ketua Korwil IMI Rohul, Novliwanda Ade Putra,ST, kegiatan tujuannya positif. Pihaknya akan mencari bibit bibit Motos Cross yang nantinya bisa mewakili Rohul diajang perhelatan kejurda pemprov Riau yang tidaka lama lagi akan digelar.

Sedangkan menurut Ketua panitia Kejurda Grasstrack Karya Nyata Korwil IMI Rohul putaran IV, Surahmat.SH, di motor Cross memperkenalkan sirkuit permanen di km 4 Pasir Pangaraian. Setiap pembalap motor cross harus menjunjung tinggi sportifitas sesama croeser.

“Kegiatan yang digelar, bertujuan bukan mencari lawan namun untuk mencari bibit untuk Kejurda Riau yang akan di gelar. Kita dari kabupaten Rohul mulai dini sudah mempersiapkannya, Tegasnay” Rahmat. (mad)

Soal Cawapres AHY, Demokrat: Bukan Harga Mati

JAKARTA,Tribun Riau- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Renanda Bachtar mengatakan, partainya tidak memaksakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) berpasangan dengan Prabowo Subianto. Menurutnya, keterangan SBY yang menyatakan “AHY cawapres bukan harga mati”, bukanlah sebuah retorika.

“Memang pernyataan Pak SBY mengenai bukan harga mati, itu juga bukan retorika ya. Karena, Pak SBY sangat menghargai forum yang representatif dari seluruh anggota koalisi itu,” ungkap Renanda kepada Republika, Kamis (26/7).

Renanda mengatakan, SBY bersama Demokrat nantinya masih akan menjalin komunikasi dengan partai-partai koalisi lainnya, seperti PKS, PAN, maupun Gerindra. Dengan begitu, menurutnya, dengan komunikasi yang telah terjalin itu, kemungkinan adanya pemikiran-pemikiran terbaik bisa saja muncul. Oleh sebab itu, dia menyebut Demokrat masih enggan mempertegas kemungkinan koalisi. Walaupun dia sendiri mengakui, Demokrat memiliki kesepakatan kemungkinan untuk berkoalisi.

“Sehingga, semua opsi kita tak mau kunci dululah, intinya seperti itu. Kita akan saling mendengarkan masing-masing pemikiran sahabat-sahabat koalisi, siapa tahu ada pemikiran yang lain. Ini kan bukan masalah hanya satu-dua faktor, tapi banyak faktor yang musti dipertimbangkan,” katanya.

Renanda lalu mengibaratkan kontestasi Pilpres 2019 mendatang merupakan sebuah pertandingan bulu tangkis. Dia menyebut, pihaknya harus melihat terlebih dahulu siapa lawan yang akan dihadapinya. Bila sudah diketahui, pihaknya baru bisa dapat menurunkan siapa yang hendak melawan tandingannya. “Misalnya katakan ini pertandingan bulu tangkis, kita lihat dulu siapa yang diturunkan di sana, maka kita siapkan, kalau begitu, oh ini lawannya,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, baik Demokrat maupun Gerindra, telah membentuk tim kecil untuk melakukan komunikasi lanjutan lagi yang akan semakin intensif. Sementara, dia juga menjelaskan, deklarasi belum dilakukan karena hal itu dinilai terlalu dini. Demokrat, kata dia, juga masih menginginkan pertemuan lanjutan dengan mitra koalisi lainnya, seperti PKS dan PAN. Dia juga menyebut, pihaknya juga menghormati PKS yang lebih dulu bersanding dengan Gerindra.

“Jadi ya otomatis, kita masa sih memutuskan sesuatu yang sangat krusial, tapi meninggalkan partner Gerindra yang sejak awal memang sudah dengan Gerindra? Tentu kita hormati itu,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Selasa (24/7) malam. Dalam pertemuan itu, selain membahas situasi persoalan bangsa, juga menjajaki koalisi untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Mantan presiden Republik Indonesia itu juga mengaku pihaknya memiliki chemistry dengan Partai Gerindra. Karena itu, hasil pertemuan ini akan dibawa ke majelis tinggi partai. Namun, SBY menegaskan, dalam koalisi nanti, pihaknya tidak meminta calon wakil presiden (cawapres) dari partainya sebagai harga mati. Hanya saja, Partai Demokrat berharap sosok cawapres tersebut benar-benar berkualitas untuk rakyat dan bisa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Bagi Partai Demokrat, cawapres itu bukan harga mati, yang penting kalau kita berkoalisi pasangan capres dan cawapres yang paling tepat, yang paling baik, yang rakyat yakin lima tahun ke depan bisa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” kata SBY. (rci/red)

Wako Dumai Tak Penuhi Panggilan KPK

DUMAI,Tribun Riau- Walikota (Wako) Dumai, Zulkifli AS tak penuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Orang nomor satu di Dumai tersebut dipanggil sebagai saksi untuk pengembangan kasus suap usulan dana perimbangan keuangan daerah RAPBN-P 2018.

“Ya, (panggilan,red) tadi tidak datang,” ungkap Febri Diansyah dilansir dari Cakaplah, Rabu (26/7/2018).

Alasan ketidakhadiran pria yang akrab disapa Zul AS tersebut hingga kini belum diketahui oleh pihak KPK.

“Belum ada informasi alasan ketidakhadiran (Zulkifli,red),” jelasnya.

Namun, lanjut Febri, pihak KPK akan menjadwal ulang pemanggilan tersebut. “Pemanggilan akan dijadwalkan kembali sesuai kebutuhan penyidikan,” tambahnya.

Untuk diketahui, Zul AS dipanggil untuk dimintai keterangannya dalam kasus yang menjerat tersangka Yaya Purnomo yang merupakan mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Hari ini, penyidik KPK juga memanggil Deputi Bidang Persidangan DPR RI, Damayanti. Dia diperiksa sebagai saksi dalam perkara suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah RAPBN-P tahun anggaran 2018, dengan tersangka Yaya Purnomo.

Yaya adalah mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

“Yang bersangkutan kami periksa sebagai saksi untuk tersangka YP (Yaya Purnomo),” ujar Febri.

Dalam kasusnya, Yaya diduga menerima suap agar meloloskan dua proyek Dinas PUPR dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, agar masuk dalam APBNP 2018. Namun, penyidik menduga ada pemberian lain kepada Yaya terkait proyek di daerah lain.

Kasus ini terungkap ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Yaya. Dalam kasus ini, KPK menduga Yaya bersama anggota Komisi XI DPR Amin Santoso, dan seorang pihak swasta bernama Eka Kamaludin, menerima suap Rp 500 juta dari seorang kontraktor bernama Ahmad Ghiast. (red)

Demokrat Merapat ke Prabowo, Ini Arah Koalisi PAN

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan

JAKARTA,Tribun Riau- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyambut baik kemungkinan Partai Demokrat bergabung dalam koalisi pascapertemuan antara Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Zulkifli mengatakan, PAN semakin mantap bergabung dengan koalisi Prabowo.

“PAN insya Allah mantap koalisi sama Gerindra,” kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto kepada wartawan, Rabu (25/7).

Apalagi, rencananya pada Rabu malam ini Ketua Umum PAN Zulkifli diagendakan akan bertemu dengan SBY di kediamannya, di Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, Yandri mengelak bila mantapnya PAN bergabung ke Gerindra ini setelah pertemuan SBY-Prabowo, Selasa malam. Sebab PAN, menurut dia, telah lama berkomunikasi dengan Gerindra dan PKS untuk Pilpres 2019.

“Kalau PAN sama Gerindra sudah sering komunikasi, jadi bukan karena ada pertemuan sama Demokrat kemarin,” ujarnya.

Walaupun PAN sebelumnya sempat optimistis poros ketiga akan terbentuk dengan motor Partai Demokrat. Namun, optimisme itu semakin redup setelah PKB memutuskan bergabung ke kubu Jokowi dan Demokrat memberi sinyal merapat ke Prabowo.

Soal calon wakil presiden (cawapres) yang akan diusulkan PAN kepada Prabowo, Yandri menyebut, PAN sudah memutuskan Ketua Umum Zulkifli Hasan menjadi satu-satunya nama yang disodorkan PAN dari internal partai. Nama lain, sebut dia, ada mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo atau Anies Baswedan.

Yandri mengakui, soal cawapres ini semua akan bergantung bagaimana pola komunikasi antarparpol koalisi. Sebab, kata dia, masing-masing parpol akan menyodorkan nama dari internal sampai ada kesepakatan di antara semua parpol koalisi Prabowo.

Demokrat dalam beberapa kesempatan akan berusaha agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres, begitu juga PKS yang menginginkan Ahmad Heryawan (Aher) atau satu dari sembilan nama yang telah disodorkan.

Wakil Sekjen DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menambahkan, bagi PAN, penetapan capres dan cawapres menjadi sangat penting untuk segera dilakukan. Dengan begitu, persiapan untuk mengikuti pilpres bisa semakin maksimal. Sebagai penantang, koalisi ini tentu membutuhkan persiapan yang lebih matang.

“Soal capres dan cawapres sebetulnya bisa segera dituntaskan. Yang penting masing-masing pihak menurunkan ego sektoralnya. Jangan semua pasang harga mati. Semua bisa didialogkan dan didiskusikan. Jika tidak selesai dalam sehari, dua hari; jika belum selesai tiga sampai empat hari,” kata Saleh.

Terkait calon yang bisa diusung, menurut saya, bisa dari tiga sumber. Pertama, pasangan capres dan cawapresnya dari koalisi parpol. Kedua, pasangan capres dan cawapresnya satu dari parpol dan satu lagi dari luar parpol. Ketiga, pasangan capres dan cawapresnya berasal dari luar parpol.

Dari ketiga itu, pilihan ketiga juga cukup menarik untuk dipertimbangkan. Apalagi, dalam pilpres yang akan datang targetnya adalah kemenangan. Karena itu, sedapat mungkin harus dicari petarung yang siap segalanya untuk mengalahkan pejawat.(rci/red)

CJH Ilegal, Ini Sanksi dari Saudi

MAKKAH, Tribun Riau- Departemen Urusan Paspor Arab Saudi akan memberikan sanksi berupa denda dan deportasi bagi calon jamaah haji (calhaj) ilegal atau tak berizin.

“Semua komite siap, dan akan bertanggung jawab mengamati semua kasus pelanggaran dan memutuskan hukuman yang sesuai,” kata Asisten Komandan Paspor Pasukan Administrasi Haji, Mayor Jenderal Nayef Bin Sultan Al-Ruwais dilansir di Khaleej Times, Kamis (26/7).

Ia menjelaskan, otoritas memberikan denda sekitar 13.324 dolar Amerika Serika) dan kurungan penjara enam bulan pada pelanggar. Tak hanya itu, para pelanggar aturan langsung menghadapi ancaman deportasi.

Nayef menginstruksikan pada warga untuk mematuhi aturan haji. Ia menegaskan otoritas tak segan-segan mengambil tindakan tegas pada pelanggar aturan. Ia melakukan tinjauan lapangan ke Makkah untuk memeriksa kinerja petugas perizinan haji.

Dilansir di Gulf News, otoritas Saudi mendeportasi 95.400 orang yang diduga sebagai jamaah haji ilegal dari Makkah pada 2017. Bahkan, otoritas menolak masuknya 47.700 kendaraan ke Makkah selama musim haji karena kurangnya administrasi perizinan. Angka-angka itu mencakup periode 18 Juli hingga 12 Agustus 2017.(rci/red)

Gubernur Nyapres Harus Izin Presiden, Penjegalan untuk Anies?

Presiden RI Joko Widodo saat diwawancarai beberapa awak media
Presiden RI Joko Widodo saat diwawancarai beberapa awak media

Tribun Riau- Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2018 tentang tata cara pengunduran diri dalam pencalonan anggota DPR, DPD, DPRD, presiden, dan wapres, dalam pencalonan presiden dan wapres, serta cuti dalam pelaksanaan kampanye pemilu. Peraturan ini telah diteken presiden pada 18 Juli 2018.

Dalam PP ini diatur perizinan bagi gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota yang akan mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres). Dalam pasal 29 ayat 1 tertuang, pencalonan harus disertai dengan izin dari presiden.

“Gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, atau wakil wali kota yang akan dicalonkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebagai calon presiden atau calon wakil presiden harus meminta izin kepada presiden,” bunyi ayat 1 pasal 29, dikutip dari laman setkab.go.id, Selasa (24/7).

Untuk memberikan izin, dalam ayat berikutnya disebutkan, presiden hanya memiliki waktu paling lama 15 hari setelah menerima surat permintaan izin. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan presiden belum juga memberikan izin, maka izin dianggap sudah diberikan.

“Dalam hal Presiden belum memberikan izin dalam waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2), izin dianggap sudah diberikan,” demikian bunyi ayat 3 pasal 29. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2018 ini telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 19 Juli 2018.

Tidak diketahui aturan yang baru diteken Jokowi ini akan menyasar kepada siapa. Namun, seperti diketahui, gubernur yang paling berpotensi ikut dalam kontestasi Pilpres 2019 adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies tidak mungkin bakal menjadi cawapres Jokowi. Namun, ia masih berpeluang digandeng Prabowo Subianto jika koalisi pendukungnya memilih ‘jalan tengah’ dengan memutuskan cawapres dari kalangan nonparpol. Apalagi, belakangan kursi cawapres Prabowo diperebutkan oleh anggota koalisi yakni PKS, PAN, dan yang belakangan akan bergabung, Partai Demokrat.

Ragam survei terkait Pilpres 2019 selalu menempatkan Anies dengan cawapres dengan elektabilitas tertinggi. Survei Media Nasional (Median) yang dirilis pada Senin (23/7), contohnya, menempatkan Anies pada posisi teratas dengan elektabilitas 10,5 persen. Anies di atas pesaing terdekatnya yaitu Muhaimin Iskandar (9,3 persen).

Dalam survei itu, Anies menjadi cawapres potensial untuk Prabowo dengan angka elektabilitas 35 persen. Anies mengungguli Gatot, Muhaimin, AHY, dan Anis Matta.

Sebelumnya, pada 25-31 Maret, Indikator Politik juga menggelar survei yang hasilnya menunjukkan nama Anies paling menonjol sebagai cawapres Prabowo. Anies mendapat perolehan 15,1 persen elektabilitas dalam survei Indikator Politik. Di bawah Anies ada AHY dengan 10,8 persen. Ketiga ada Gatot Nurmantyo 10,1 persen.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengakui, Anies Baswedan merupakan tokoh nonpartai yang elektabilitasnya tinggi. Dengan prestasinya, sangat mungkin Anies bisa dicalonkan menjadi cawapres.

“Sekarang ini mengerucut Pak Anies cawapres dari nonpartai,” kata Riza, Jumat (13/7).

Penjelasan Mendagri Tjahjo Kumolo

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, Presiden Jokowi tak mempermasalahkan jika ada kepala daerah, seperti gubernur yang maju sebagai capres atau cawapres pada Pilpres 2019. Tjahjo mengatakan, secara administrasi memang harus ada izin dari kepala negara bagi kepala daerah yang ingin maju di pilpres.

“Saya kira bapak presiden akan mengizikan kalau ada kepala daerah, misal seorang gubernur yang mau maju capres atau cawapres. Enggak ada masalah,” kata Tjahjo dikutip dari siaran resmi Kemendagri, Rabu (25/7).

Tjahjo menilai wajar, izin kepala daerah kepada Presiden bagi kepala daerah yang hendak maju capres atau cawapres. Sebab, gubernur dilantik oleh Presiden berdasarkan keputusan presiden. Kendati demikian ia mengatakan, izin dari presiden hanya bersifat administratif.

“Saya kira wajar karena gubernur itu dilantik oleh presiden dan keputusannya adalah keputusan presiden walaupun gubernur itu dipilih langsung oleh rakyat kan sama juga. Saya kira wajar hanya sekedar administratif saja,” ujarnya.

Tak hanya itu, Tjahjo juga menyebut tak ada larangan jika ada gubernur atau wakil gubernur yang menjadi tim sukses capres atau cawapres. Begitu juga jika ada menteri yang maju sebagai calon legislatif, asalkan tak mengganggu tugas dan kewajiban.

“Enggak ada masalah (gubernur atau wakil gubernur jadi tim sukses) karena apa pun kepala daerah itu kan mekanismenya bisa diusulkan satu parpol atau gabungan parpol ya kira wajar,” katanya.

Selain itu, pencalonan juga harus mengikuti aturan. Contohnya saja kampanye yang dilakukan harus saat masa cuti. Hal inipun juga dilakukan oleh Presiden Jokowi. Sedangkan, menteri yang mencalonkan diri sebagai caleg dapat melakukan kampanye pada akhir pekan.

“Pak Jokowi juga sama kok, beliau sebagai capres nanti pasti dia akan mengambil masa-masa cuti kampayenya kan ngambil Jumat atau Minggu,” ujarnya.(rci/red)

Soal Izin dari Jokowi, Ini Peringatan SBY ke Ngabalin

Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono

JAKARTA,Tribun Riau- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan kepada Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin untuk berhati-hati dalam memberikan pernyataan.

SBY mengecam pernyataan Ngabalin yang mengatakan bahwa SBY harus meminta izin pada presiden Joko Widodo apabila Partai Demokrat tidak mendukung Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

“Saya tidak harus izin sama beliau, SBY bukan bawahan Jokowi. Partai Demokrat bukan partai koalisinya Pak Jokowi, kami saling hormat menghormati. Kalau itu keluar dari ngabalin, hati-hati juga berbicara,” kata dia di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7).

Ia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukanlah yang menghambat koalisi Partai Demokrat dengan Jokowi. Ia menegaskan bahwa justru hubungan dirinya dengan Jokowi baik-baik saja.

“Begini, saya tidak mengatakan hambatan ini dengan Jokowi tapi ada hambatan berkoalisi. Silahkan ditafsirkan sendiri, bukan dengan Pak Jolowi. Insya Allah hubugan saya dengan Pak Jokowi akan tetap baik. Belau presiden kita,” kata dia.

Sebelumnya SBY juga membantah pernyataan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy yang mengatakan bahwa seolah-olah SBY tidak berkoalisi lantaran syarat cawapres yang tidak diwadahi. “Saya harap bung Romy harus hati-hati,” katanya. (rci/red)

Terbaru

Populer