PEKANBARU, Tribun Riau- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau melakukan pemeriksaan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS). UAS diperiksa sebagai saksi korban atas kasus dugaan penghinaan terhadapnya diduga dilakukan atas nama akun media sosial facebook berinisial JB.
“Alhamdulillah, hari ini (Sabtu, red) UAS sudah memberikan keterangannya pada penyidik atas dugaan tindak pidana penghinaan yang diduga dilakukan oleh seseorang yang memiliki akun facebook JB,” kata Ketua Tim Pengacara UAS, Zulkarnain Nurdin, di Pekanbaru, Sabtu (8/9).
Menurutnya pemeriksaan berjalan lancar dengan ada sekitar 10 pertanyaan yang diberikan penyidik kepada UAS. Semua pertanyaan itu, kata Zulkarnain dijawab baik, lengkap, dan lancar oleh UAS.
Selama pemeriksaan, lanjutnya, UAS didampingi dirinya dan tiga advokat lainnya yakni Aziun Asyari, Aspandiar, dan Wismar Haryanto. Turut mendampingi juga Ketua Bidang Agama Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Gamal Abdul Nasir
Selain itu, kata dia, juga ada pemeriksaan terhadap tiga atau empat saksi lain pada Sabtu ini, di antaranya ada dari Front Pembela Islam Kota Pekanbaru dan juga dari media massa.
Atas pemeriksaan ini, dia mengapresiasi penyidik Polda Riau karena prosesnya cepat sekali sejak dilaporkan Kamis (6/9) lalu. Ini, katanya sesuai asas yang tertera di Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana yakni asas peradilan cepat, sederhana, dan berbiaya ringan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah gelar perkara, lalu secepatnya dilimpahkan ke kejaksaan. Kalau sudah P21 ke pengadilan, sehingga ada kepastian hukum,” ujar dia lagi.
Dia berharap pelaku dapat dihukum maksimal karena telah mencemarkan nama baik, menghina, membuat perasaan UAS menjadi tersakiti dan tidak nyaman, yakni sesuai pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp750 juta.
Sebelumnya, terduga pelaku JB membuat postingan hinaan terhadap UAS dengan narasi keturunan dajjal. Dia lalu dibawa ke Riau pada Rabu (5/9) malam oleh FPI Pekanbaru, setelah secara persuasif meminta yang bersangkutan menyerahkan diri.
Karena kasus ini delik aduan, LAM melalui LBH yang diketuai Zulkarnain Nurdin mengambil langkah melaporkan terduga pelaku penghinaan tersebut. Lembaga itu merasa berkepentingan karena UAS juga merupakan pengurus Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, apalagi sudah bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara.
DENPASAR, Tribun Riau- Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno memuji Erick Thohir. Sandiaga mengaku senang karena Erick Thohir dipilih sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan bakal capres Joko Widodo dan cawapres Ma’ruf Amin.
“Itu sahabat sejak kecil, jadi saya senang mendengar keputusan Presiden Jokowi itu, meski dia bergabung dan menjadi timses dari calon lain,” katanya dalam seminar bertema ‘Menjadi Pengusaha Milineal Berskala Internasional’ di Sanur, Denpasar, Sabtu (8/9) malam.
Dihadapan peserta seminar, mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu memuji sahabat yang berbeda sikap dengan dirinya dalam Pilpres 2019. “Bagian dari pemilihan sebagai tim sukses tersebut adalah bagian dari demokrasi Indonesia dan keputusan Presiden harus dihormati,” ujarnya.
Untuk saat ini, pihaknya bersama Bakal Calon Presiden Prabowo akan fokus terhadap masalah ekonomi dan memperluas lapangan pekerjaan. Sandiaga Uno berada di Bali pada 8-9 September. Pada tanggal 8 September, setelah menghadiri seminar itu, dia langsung menyaksikan “Soundrenaline 2018” di arena Garuda Wisnu Kencana, Kuta, Kabupaten Badung, Bali hingga larut malam.
Pada tanggal 9 September, Sandiaga mengikuti “Bali Marathon” (10 Km) di Gianyar, Bali. Setelah itu, Sandiaga meninjau Pasar Shindu, Sanur, Kota Denpasar, Bali, hingga kembali ke Jakarta pada pukul 11.30 Wita.
JAKARTA, Tribun Riau- Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2018 tentang Tata Pakaian Pada Acara Kenegaraan dan Acara Resmi. Keterangan Sekretariat Kabinet melalui laman resminya, Ahad (9/9), menyebutkan penerbitan Perpres itu didasarkan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan pasal 23 ayat (4) dan pasal 29 ayat (2) Undang Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan.
Presiden Jokowi telah menandatangani perpres tersebut pada 21 Agustus 2018 dan telah diundangkan pada 23 Agustus 2018. Disebutkan dalam perpres itu, Acara Kenegaraan adalah acara yang diatur dan dilaksanakan oleh panitia negara secara terpusat, dihadiri oleh presiden dan/atau wakil presiden serta pejabat negara atau undangan lainnya.
Sedangkan Acara Resmi adalah acara yang diatur dan dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga negara dalam melaksanakan tugas dan fungsi tertentu, dan dihadiri oleh pejabat negara dan/atau pejabat pemerintah serta undangan yang lain.
“Acara Kenegaraan dan Acara Resmi sebagaimana dimaksud terdiri atas: a. upacara bendera; dan b. upacara bukan upacara bendera,” bunyi pasal 2 ayat (2,3) perpres itu.
Jenis Pakaian pada Acara Kenegaraan, menurut perpres ini, terdiri atas: a. Pakaian Sipil Lengkap (PSL); b. pakaian dinas; c. pakaian kebesaran; dan d. pakaian nasional. Sedangkan untuk pakaian pada Acara Resmi selain jenis pakaian di atas, juga dapat berupa pakaian sipil harian (PSH) atau seragam resmi.
Menurut perpres itu, PSL untuk laki-laki berupa: jas berwarna gelap, kemeja lengan panjang putih, celana panjang yang berwarna sama dengan jas, dasi dan sepatu hitam. Sementara PSL untuk perempuan berupa: jas berwarna gelap, kemeja putih, rok atau celana panjang yang bersama sama dengan jas, dan sepatu hitam.
Pakaian dinas sebagaimana dimaksud, menurut perpres ini, berupa pakaian dinas upacara bagi TNI dan Polri, serta pakaian dinas yang ditetapkan oleh kementerian/lembaga. Adapun pakaian kebesaran berupa pakaian khusus yang digunakan pada upacara resmi, kenegaraan atau adat.
Untuk pakaian nasional, perpres itu menyebutkan berupa pakaian yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang dapat digunakan pada Acara Kenegaraan dan Acara Resmi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh panitia negara/kesekretariatan kementerian/kesekretariatan lembaga negara.
Untuk pakai sipil harian atau seragam resmi, menurut perpres ini, ditetapkan oleh kementerian/lembaga. “Jenis pakaian lain yang dapat digunakan dalam Acara Kenegaraan atau Acara Resmi yaitu Pakaian Sipil Nasional (PSN), berupa: jas beskap tertutup dan memakai saku, celana panjang berwarna sama dengan jas, sarung fantasi, dan peci nasional,” bunyi pasal 5 perpres itu.
Perpres itu menegaskan pakaian yang digunakan pada Upacara Bendera dalam Acara Kenegaraan terdiri atas: a. PSL; b. pakaian dinas; c. pakaian kebesaran; dan/atau d. pakaian nasional.
“Pakaian sebagaimana dimaksud berlaku sesuai dengan jabatannya atau kedudukannya dalam masyarakat, dan diatur oleh Panitia Negara,” bunyi pasal 6 ayat (2,3) perpres itu.
Sedangkan pakaian yang digunakan dalam Upacara Bukan Upacara Bendera dalam Acara Kenegaraan, menurut perpres ini, terdiri atas: a. PSL; b. PSN; c. pakaian dinas; dan/atau d. pakaian nasional.
“Pakaian sebagaimana dimaksud berlaku sesuai dengan jabatannya atau kedudukannya dalam masyarakat, dan diatur oleh Panitia Negara,” bunyi pasal 7 ayat (2,3) perpres ini.
Pakaian yang digunakan pada Upacara Bukan Upacara Bendera dalam Acara Resmi, menurut perpres ini, terdiri atas: a. PSL; b. pakaian dinas; c. pakaian kebesaran; d. pakaian nasional; e. pakaian sipil harian atau seragam resmi; dan/atau f. pakaian lainnya yang telah ditentukan.
“PSL sebagaimana dimaksud juga dapat digunakan untuk kunjungan kenegaraan, kunjungan resmi, kunjungan kerja, kunjungan pribadi, dan perjalanan transit keluar negeri,” bunyi pasal 9 Perpres ini.
Sedangkan PSN, menurut perpres ini, digunakan untuk: a. upacara penyerahan surat-surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia kepada negara/lkepala pemerintahan asing; b. jamuan atau resepsi pada Acara Kenegaraan dan Acara Resmi di dalam negeri; dan c. jamuan atau resepsi pada kunjungan kenegaraan atau kunjungan resmi di luar negeri.
“Peraturan presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi pasal 13 Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2018 yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly pada 23 Agustus 2018.
Tribun Riau- Setelah resmi ditunjuk oleh Joko Widodo (Jokowi) sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres), KH Ma’ruf Amin menggelar rangkaian silaturahim kepada tokoh, ulama, ormas, hingga majelis pengajian. Ma’ruf sepertinya serius untuk menggarap suara dukungan dari kalangan umat Islam.
Yang paling terkahir, Ma’ruf mengunjungi organisasi Islam, Rabithah Alawiyah, Jumat (7/9). Rabithah Alawiyah sebagai salah satu ormas Islam di Indonesia yang berdiri 90 tahun lalu menyambut baik kunjungan tersebut.
Kedatangan Maruf Amin disambut hangat oleh ketua umum beserta jajaran pengurus DPP Rabithah Alawiyah. Kunjungan tersebut merupakan kali kedua Kiai Ma’ruf bersilaturahim dengan organisasi resmi para habaib di Indonesia itu.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum DPP Rabithah Alawiyah Habib Zen bin Umar Sumaith menegaskan Rabithah Alawiyah merupakan organisasi sosial-dakwah yang tidak berafiliasi politik ke manapun. DPP Rabithah Alawiyah menegaskan alan tetap pada posisi netral walaupun telah dikunjungi Ma’ruf Amin.
“Sesuai khittahnya, Rabithah Alawiyah tidak dalam posisi memberikan dukungan kepada pihak manapun, karena berdiri di atas kepentingan semua umat Islam dan bangsa Indonesia secara umum,” katanya dalam keterangan pers, Sabtu (8/9).
Karena itu, Habib Zen menegaskan kunjungan Ma’ruf Amin hendaknya tidak dipandang sebagai bentuk dukungan politik. Namun, ia mengatakan, kunjungan ini harus diartikulasikan sebagai sebuah silaturahim antarkomponen bangsa.
Sehari sebelumnya, Ma’ruf Amin meminta doa dan dukungan dari jamaah serta pengurus Masjid Az-Zikra untuk pencalonannya sebagai bakal cawapres mendampingi Jokowi. Hal itu ia sampaikan usai shalat Jumat di masjid yang terletak di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut.
“Oleh karena itu hari ini saya beritahukan, saya mohon doa, mohon dukungannya,” kata Ma’ruf, Jumat (7/9).
Ma’ruf datang ke Masjid Az-Zikra mengisi khutbah Jumat dan shalat berjamaah dengan warga dan pengurus masjid. Ma’ruf menjelaskan kehadirannya di Masjid Az-Zikra untuk mengisi khutbah sekaligus menyampaikan secara formal kepada pengurus terkait pencalonannya.
“Kebetulan saya berkhutbah di sini, kebetulan saya anggota Dewan Syariah dari Az-Zikra dan sama-sama ulama, sama-sama ustaz,” kata Ma’ruf.
Ma’ruf mengatakan, selama ini ia belum memberitahukan secara formal kepada Pengurus Masjid Az-Zikra terkait pencalonannya sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Jokowi. Sehingga kedatangannya ke Masjid Az-Zikra adalah untuk menyampaikan secara formal pencalonannya sekaligus mengharapkan doa, dan dukungan jamaah sekaligus para ustaz yang ada.
“Saya sekarang dipilih sebagai calon wapresnya pak Jokowi walaupun sudah ada yang tahu, tapi formal kan saya belum beri tahu. Hari ini saya beritahukan kepada ustaz dan jamaah,” kata mantan Ketua MUI Pusat ini pula.
Ma’ruf menjelaskan, selama ini ia berada di jalan kultural sebagai Ketua MUI dan lainnya, dan kini akan masuk ke jalan struktural. Ditanya apakah akan mengajak Ustaz Arifin Ilham untuk menjadi tim mendukung kemenangannya, Ma’ruf menjawab tidak berani untuk mengajak, tetapi hanya berharap doa dan restunya.
“Saya tidak berani ngajak, tapi saya berharap restunya, doanya, kalau bisa ya dukungannya,” kata Ma’ruf.
Ustaz Arifin Ilham yang juga pemimpin Majelis Az-Zikra menanggapi santai soal wacana ajakan itu. Arifin menegaskan, selama berbicara dengan Kiai Ma’ruf, ia tak banyak berbicara soal politik.
“Tadi kita lebih banyak bicara bukan politik tapi poligami,” kata Arifin disambut gelak tawa jamaah.
Kunjungi PP Muhammadiyah
Ormas Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah juga menjadi sasaran Ma’ruf dalam rangkaian safari silaturahimnya. Ma’ruf menyambangi kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/9) malam.
Seperti biasa, ia tampak menggunakan kopiah hitam dan serban. Ma’ruf mengaku ingin meminta dukungan kepada PP Muhammadiyah untuk maju pada Pemilihan Presiden 2019. Ketua Umum MUI ini juga akan meminta doa restu kepada PP Muhammadiyah agar bisa menang bersama pejawat calon presiden Jokowi di pilpres mendatang.
“Saya sekarang formal ingin memberi tahu bahwa saya ditunjuk sebagai bakal calon wakil presiden. Saya minta doanya dan kalau bisa minta dukungannya,” ujar Kiai Ma’ruf di kantor PP Muhammadiyah, Rabu (5/9) malam.
Ia juga menuturkan, kedatangannya ke PP Muhammadiyah sebagai bagian silaturahim karena dirinya juga menjabat sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Muhammadiyah merupakan organisasi masyarakat (ormas) Islam yang juga representasi dari MUI.
“Ini silaturrahim karena saya ketua umum MUI. Nah, MUI itu juga representasi dari ormas-ormas Islam. Karena Muhammadiyah itu juga merepresentasikan MUI, maka saya juga memberi tahu secara langsung walaupun sudah tahu, ya,” ujarnya.
Kedatangan Kiai Ma’ruf disambut oleh Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas yang juga Sekretaris Jenderal MUI Pusat. Usai penyambutan Kiai Ma’ruf beserta rombongan menggelar pertemuan tertutup dengan pimpinan Muhammadiyah di lantai dua gedung PP Muhammadiyah. Pertemuan digelar secara tertutup. Baru sekitar pukul 20.30 WIB, pimpinan PP Muhammadiyah menggelar taklimat media.
Dalam taklimat media, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir menuturkan sudah memberikan restu kepada KH Ma’ruf Amin untuk maju mendampingi pejawat capres Jokowi sebagai calon wakil presiden. Menurut Haedar, sebagai ulama, Kiai Ma’ruf memiliki semangat yang sama dengan dirinya untuk membangun bangsa Indonesia.
Selain memberikan doa restu, Muhammadiyah juga menitipkan pesan penting kepada bakal cawapres Jokowi tersebut. Pesan itu adalah Muhammadiyah berharap Kiai Ma’ruf dengan semangat dan pengalamannya, baik dalam keumatan maupun kebangsaan, bisa menyatukan bangsa Indonesia.
Namun, Haedar menegaskan, doa restu untuk KH Ma’ruf Amin bukan diartikan Muhammadiyah menyatakan dukungan terhadap pasangan calon capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. Haedar menegaskan, PP Muhammadiyah sejak dulu tidak ingin terlibat dalam politik praktis.
“Muhammadiyah sejak dulu, baik ketika menerima Pak Jokowi maupun Pak Kiai sebagai posisi capres dan cawapres, maupun ketika menerima Pak Prabowo dan Pak Sandi itu, posisi Muhammadiyah secara kelembagaan organisasi tetap pada khitahnya, tidak masuk pada arena politik praktis,” ujar Haedar menegaskan.
Safari ke pesantren
Pada awal pekan, Kiai Ma’ruf Amin mengawali safarinya ke pimpinan pondok pesantren di Jawa Timur (Jatim). Kiai Ma’ruf menemui sejumlah ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim untuk meminta restu sekaligus berpamitan pada Kiai pemimpin pondok pesantren.
Kunjungan yang dilakukan pada Senin (3/9) lalu diawali dengan kunjungan ke pondok pesantren Lirboyo, Kediri, Jatim. “Safari ini menemui ulama, pengurus cabang. Saya matur pada kiai, pengasuh pondok pesantren, dan juga mohon doa,” kata Kiai Ma’ruf.
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH M Anwar Mansyur mengatakan, kunjungan Ma’ruf ke Kediri adalah silaturahim biasa. Ia berharap Kiai Ma’ruf dapat memegang amanah yang sudah diberikan jika terpilih pada Pemilu 2019.
“Beliau orang baik, sebagai kiai mengasuh pesantren, sama seperti kami semua. Beliau juga sudah mengetahui ketimbang saya, insya Allah baik (sebagai wapres),” tutur KH Anwar.
Selain ke Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, KH Ma’ruf juga mengunjungi Ponpes al-Falah di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Setelah itu, rombongan Kiai Ma’ruf ke Jombang untuk mengunjungi beberapa ponpes, seperti Tebuireng, Denayar, dan Tambakberas. Kiai Ma’ruf juga singgah di PWNU Surabaya, lalu ke Ponpes Sunan Drajat, Lamongan, dan ke Ponpes al-Anwar, Sarang, Rembang, untuk menemui KH Maimoen Zubair.
Ma’ruf Amin pekan lalu menyatakan, bahwa pihaknya akan melakukan silaturahim ke seluruh komponen bangsa untuk memenangkan Piplres 2019. Tidak hanya silaturahim ke ormas Islam, KH Ma’ruf juga akan bersilaturahim ke ormas lintas agama.
“Ya harus (silaturahim lintas agama, Red). Juga ormas lintas agama semuanya akan kita silaturrahimi. Kita pamitan pada seluruh komponen bangsa, saya akan bertemu mereka,” ujar KH Ma’ruf.
ACEH, Tribun Riau- Gempa bumi kembali melanda wilayah Indonesia. Kali ini Kabupaten Simeuleu, Aceh diguncang gempa berkekuatan 5,1 skala Richter (SR). Gempa itu tak berpotensi tsunami.
Mengutip laman BMKG, gempa terjadi pada Minggu (9/9) pukul 03.18 WIB.
“Pusat gempa 29 Km Tenggara Kabupaten Simeuleu-Aceh,” tulis BMKG via akun twitter.
Pusat gempa tersebut berada di kedalaman 27 kilometer.
Belum ada kabar terkait korban jiwa dan kerusakan yang terjadi akibat gempa ini. (red)
Pegawai Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Rokan Hulu, Riau, berhasil meraih nilai tertinggi dan didaulat menjadi yang terbaik dalam Pendidikan Pelatihan Manajemen Operasional Kemetrologian Nasional
ROKAN HULU,Tribun Riau- Amri, salah seorang pegawai Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Rokan Hulu (Disperindag Rohul), Riau, berhasil meraih nilai tertinggi dan didaulat menjadi yang terbaik dalam Pendidikan Pelatihan (Diklat) Manajemen Operasional Kemetrologian (MOK) Nasional.
Diklat yang diadakan oleh Kementrian Perdagangan melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian dilaksanakan 27 sd 31 Agustus 2018 di Hotel Jambu Luwuk Jogjakarta.
Diklat diikuti 70 orang peserta dari Disperindag Kabupaten Kota di Indonesia, Disperindag Rohul mengutus dua pegawainya, yakni Amri dan Yurni Ziarti SE yang juga Kabid Metrologi Disperindag Rohul.
Sementara untuk Riau hanya diikuti 2 kabupaten yakni Rohul dan Kapulauan Meranti yakni, Sriwati.
Sementara untuk peraih peserta terbaik di 2 diraih utusan Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara dan Terbaik 3 utusan dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Rohul, Drs H Sariaman M.Si, mengapresiasi atas prestasi yang diraih Amri, “anak buahnya” itu.
“Ya syukur Alhamdulillah, pegawai yang kita utus mengikuti Diklat Kemetrologian itu, yakni sdr Amri berhasil menjadi pessrta Diklat terbaik, “kata Sariaman kepada awak Media , Jumat (7/9/2018).
Disebutkan Sariaman, pihaknya berkepentingan mengutus pegawai mengikuti Diklat kemetrologian itu dalam upaya segera mempersiapkan pengelolaan Tera legal di Rohul.
Sementara itu, Amri yang berhasil menjadi peserta Diklat manajemen operasional Kemetrologian, menyebutkan bersyukur dipercaya mengikuti Diklat tersebut.
“Alhamdulillah, saya akan terapkan ilmu kemetrologian yang didapat Dalam Diklat tersebut di daerah kita ini, khususnya dalam persiapan pengelolaan tera legal nantinya, “kata Amri yang juga Kepala Seksi Pengawasan dan penyuluhan kemetrologian Disperindag Rohul ” Jalasnay. (mad)
KAMPAR, Tribun Riau- Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM membuka secara resmi Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) dan Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2018 di Aula Stanum. Jumat (7/9) kemarin.
Bupati Kampar dalam arahannya mengatakan inovasi itu adalah perubahan dengan cara merubah mindset (pola pikir, red) dari penelitiaan, melalui teknologi, bisa juga melalui empiris dengan membaca buku.
Ditegaskannya, kampar harus berubah 5 tahun kedepan. ”Wajah Kampar ini harus berubah, masyarakat Kampar harus berubah, cara berpikir harus berubah, cara berbuat harus berubah, jika ingin menjadi kaya, jangan jadi kepala desa, jadi pengusaha saja,” tegasnya
Dilanjutkan Bupati Kampar, dirinya mengajak seluruh OPD, camat dan kepala desa untuk sama-sama berubah, jangan ada provokator, harus jadi orang yang motivator.
“Saya tidak pernah mengintimidasi desa, camat, karena saya inginkan adalah bekerja dengan sungguh sesuai dengan bidang keahlian kita, sebab kita diberikan amanah,” ujar Bupati Kampar.
Dijelaskan Bupati, sebelumnya dana desa belum ada, namun ketika sudah diberikan oleh pemerintah (dana desa, red), maka manfaatkan untuk kemajuan rakyat, memberdayakan masyarakat desa, berikan kesempatan kepada masyarakat.
“Manfaatkan masyarakat desa, agar sirkulasi dana itu tidak berputar di desa, dan pembangunan yang kita lakukan kualitasnya sesuai dengan keinginan masyarakat,” jelas Bupati Kampar.
Teknologi melalui inovasi atau inovasi melalui teknologi, kades harus bisa berinovasi, membuat perubahan-perubahan jika tidak mengerti tanyakan kepada yang pintar dan memahaminya.
“Cari orang pintar di desa kita, berdayakan mereka, tanyakan apa yang bisa dilakukan, apa yang bisa kita perbuat untuk perubahan membangun desa dan meningkatkan ekonomi masyarakat kita, musyawarahkan bersama BPD, karena kepala desa itu tidak akan bisa kerja sendiri, libatkan seluruh masyarakat,” tambah Bupati Kampar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kampar Febrinaldi Tridharmawan selaku Ketua Tim Inovasi Kabupaten Kampar Tahun 2018 dalam laporannya mengatakan hal tersebut mendorong produktifitas dan pertumbuhan ekonomi pedesaan serta membangun kapasitas desa untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, ekonomi masyarakat dan kemandirian desa dengan inovasi dibidang kewirausahaan dan pengembangan ekonomi, sumber daya manusia dan infrastruktur.
Febirinaldi juga menjelaskan jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi ini berjumlah 54 orang yang terdiri dari tim inovasi sebanyak 6 orang dari beberapa OPD terkait yakni Dinas PMD, Dinas PUPR, Bapedda, Dispora, Diskes, Dinas Perdagangan dan UKM dan Komnifo.
Serta anggaran pelaksanaan kegiatan adalah bersumber dari dana dekonsetrasi program PMD bidang PMD kementerian Desa dan Transmigrasi melalui Satker Provinsi Riau.
Sedangkan waktu pelaksanaan selama 4 hari mulai tanggal 6 s/d 9 September 2018 di Stanum Bangkinang kota.
Sebelumnya dilakukan Penayangan video tentang peningkatan Kapasitas teknis desa bidang ekonomi, sumber daya manusia, infrastruktur dan tutorial pelaksanaan yang akan dilaksanakan di desa-desa di Kabupaten Kampar yang semuanya dalam rangka efisiensi pelaksanaan kegiatan melalui dana desa dalam pemberdayaan masyarakat desa, dan pembangunan infrastruktur desa yang merupakan program dari kementerian
Hadir Kepla OPD terkait, seluruh Camat perangkat Desa, BPD, Kades se- Kabupaten Kampar. (hbi)
KAMPAR, Tribun Riau- Rumah salah seorang warga Desa Lipat Kain Utara Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar diduga ‘digerayangi’ dan dirusaki oleh orang tak dikenal yang diduga hendak melakukan tindakan pencurian ke dalam rumah warga Lipat Kain Utara, Sabtu dinihari (08/09/2018).
Diketahui rumah yang disatroni, digerayangi dan dirusak oleh orang tak bertanggung jawab yang diduga hendak maling ini, ditempati warga yang akrab disapa pak Ali Luis (58 Tahun) bersama keluarganya, yang berada di Jalan Lettu A Rahman Desa Lipat Kain Utara Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.
Hal ini, diketahui awak media berdasarkan informasi dari Istri pak Ali Luis yang bekerja sehari-hari sebagai Abdi Negara di Lembaga Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar yang ada di Ibukota Kecamatan Kampar Kiri, Kelurahan Lipat Kain.
Menurutnya, kejadian itu diketahuinya Sabtu pagi (08/09) ketika dirinya sedang berada di belakang rumahnya hendak memberi makan ayam ternaknya.
“Saya sontak kaget ketika melihat ke bagian sudut belakang rumah bagian luar yang sudah berantakan, dan saya perhatikan jemuran kain yang berada di samping rumah tali kawatnya sudah putus, diduga dilakukan oleh orang yang hendak berniat jahat ke area rumah kami,” jelas Istri Pak Ali Luis.
Kemudian, dirinya memanggil anaknya dengan perasaan khawatir, yang dilanjutkan melihat ke bagian jendela samping rumahnya yang sudah dalam keadaan rusak.
“Jendela sudah dirusak dengan merusaki palang jendela yang saya buat dari kayu dan saya pakukan ke bagian luar jendela tersebut. Dan di sekitar rumah saya dari belakang menuju bagian samping persis dekat jendela tersebut, terlihat jejak kaki manusia tanpa alas kaki. Peralatan yang berada di samping rumah saya sudah berantakan, dan barang-barang yang tak terpakai di luar rumah, sudah ada di semak semak sempadan rumah saya,” tambahnya.
Tentunya dengan kejadian ini, pihak keluarga dan dirinya sangat merasa khawatir dan merasa resah akan tindakan-tindakan yang dapat menganggu kamtibmas di luar dugaan pihaknya. Karena, kejadian ini diketahui dan dirasakan pak Ali Luis dan keluarganya tidak hanya sekali ini saja, ini sudah yang kesekiana kalinya.
“Sebelum bulan puasa lalu kami juga pernah kehilangan pakaian yang dijemur di tempatnya dan seperti barang-barang lainnya keperluan keluarga kami,” ujarnya mengingat kejadian yang belum lama dialaminya.
“Saya berharap kepada pihak terkait dan berwenang di Desa Lipat Kain Utara Kampar Kiri ini untuk dapat meningkatkan keamanan ketertiban masyarakat sekitarnya, agar masyarakat aman, nyaman dan tentram dalam bermasyarakat desa yang humanis tentunya,” harap Ibu Guru ini.
Terkait kejadian ini, pihaknya mengakui belum melaporkan kejadian-kejadian yang menimpa keluarganya ke pihak berwenang. (hbi)
Olahraga Bersama dengan Bhayangkari dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Polwan ke-70 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-66 tahun 2018
KAMPAR, Tribun Riau- Polres Kampar mengadakan Olahraga Bersama dengan Bhayangkari dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Polwan ke-70 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-66 tahun 2018, Sabtu (8/9/2018).
Kegiatan olahraga bersama ini diadakan di halaman Mapolres yang dihadiri Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK, MH, Waka Polres dan seluruh Pejabat Utama Polres Kampar, Para Kapolsek Jajaran, segenap personel dan ASN Jajaran Polres Kampar, Ketua Cabang Bhayangkari Kampar Ny. Ola Andri Ananta beserta Pengurus dan anggota.
Olahraga bersama ini diawali dengan Senam Aerobik dan dilanjutkan Senam Poco-poco yang diikuti seluruh peserta dengan dipandu instruktur senam, dalam kegiatan senam ini Kapolres Kampar memberikan beberapa Hadiah kepada peserta yang mengikuti senam dengan penuh semangat.
Usai senam dilanjutkan kegiatan lomba beberapa permainan tradisional antara lain memindahkan air dengan mangkok secara berantai, tarik tambang dan meniup balon paling banyak, yang diikuti seluruh perwakilan Polwan, Bhayangkari, Para Kabag, Kasat dan Kapolsek Jajaran.
Dalam rangka memeriahkan HUT Polwan ke-70 ini juga diadakan acara Potong Tumpeng oleh Ketua Cabang Bhayangkari Kampar didampingi Kapolres Kampar, yang diserahkan kepada Polwan Tertua Aiptu Supartini dan Polwan Termuda Bripda Eren Monika.
Setelah acara pemotongan tumpeng para peserta sarapan bersama, diselingi acara hiburan organ tunggal dan pemberan hadiah bagi pemenang lomba permainan tradisional serta pembagian cenderamata dari Ketua Cabang Bhayangkari kepada Para Polwan Jajaran Polres Kampar.
Kegiatan berakhir pada pukul 11.00 wib dan seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dalam suasana yang meriah. (hbi)
Wakil Bupati Rokan Hilir, Drs. Jamiludin bersama Sekretaris Daerah Drs.H. Surya Arfan menyambut kepulangan Jemaah Haji di asrama Haji Batam kepulauan Riau.
BATAM, Tribun Riau- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) menyambut kepulangan jemaah Haji Rokan Hilir, Jumat ( 7/9/18) di asrama Haji Batam kepulauan Riau.
Hadir dalam penyambutan tersebut Wakil Bupati Rokan Hilir, Drs. Jamiludin bersama Sekretaris Daerah Drs.H. Surya Arfan.
Jemaah Haji Kabupaten Rokan hilir tiba di Bandara Hang Nadim Batam, sekira pukul 23.00 Wib malam tadi, bersama jemaah Haji Siak, yang tergabung dalam penerbangan kloter 10. Sekira pukul 23.52 wib, tampak mobil ambulan membawa 8 orang jemaah haji yang kondisi kesehatannya tidak stabil, sehingga harus dinaikkan ke kursi roda dengan dipandu tenaga medis.
Panitia jemaah Haji kloter 10, H. Hasanuddin mengatakan, Jemaah haji kloter 10 tersebut tergabung jemaah haji dari Rokan Hilir dan Siak, yang berjumlah 450 jemaah, 5 orang petugas BPIH, keseluruhan menjadi 449 orang.
“Satu orang meninggal dunia, Bapak H. Rusli jemaah dari Rokan Hilir, dan 2 jemaah haji pindah kloter masuk dalam BPIH 24, yang akan pulang pada 14 September besok”, terang Hasanuddin.
Hasanudin menceritakan, dari awal detik-detik kepulangan setelah menunaikan ibadah haji kami merasakan terharu, dimana pak Rusli meninggal dunia ditanah suci.
“Kami telah mengikuti proses pemakamannya yang terakhir sampai ketiang lahat, ini merupakan pengalaman kami ditanah suci Mekah”, ungkapnya lagi.
Sementara Wakil Bupati Rokan Hilir Drs.H. Jamiludin, mengucapkan Alhamdulilah, karena kondisi jemaah Haji Rokan Hilir bisa sampai ketanah air malam ini dalam keadaan sehat.
“Semua jemaah haji Rohil besok dipulangkan panitia dalam kondisi sehat dari Batam hingga dumai, Semoga kita doakan jemaah haji sehat waalfiat. Namun demikian, kita ikut merasa terharu, salah seorang jemaah haji Rohil meninggal dunia”, ungkap Wabup Rohil, Sabtu dini hari (8/9/2018) di asramakan Haji Batam.
Sembari mengajak kepada semua jemaah untuk mendo’akan almarhum, semoga dapat diterima disisi Allah SWT dan jemaah haji selamat dipulangkan panitia ketempat asalnya masing-masing.
Ia mengatakan, Pemerintah kabupaten Rohil hanya menyiapkan fasilitas dari pelabuhan Batam tujuan Dumai, dan akan dilanjutkan sampai kepada titik yang telah tertentukan.
“Kita pesankan kepada jemaah haji yang baru pulang haji, agar bisa memberi harapan dan motivasi kepada masyarakat terutama bagi jemaah yang belum menunaikan haji”, pinta wakil Bupati ini.
Saat ini para jemaah haji yang tergabung di kloter 10 sedang dalam perjalanan. Untuk jemaah haji Rokan Hilir dari Batam menuju Dumai dengan mengunakan Kapal, sementara untuk jemaah haji yang dari Siak dari Batam menuju Buton. (hen)