Beranda blog Halaman 1201

Terlapor Penghina UAS di Pekanbaru Segera Diperiksa

PEKANBARU, Tribun Riau- Kepolisian Daerah Riau akan segera memeriksa JB, yakni pihak terlapor dalam kasus penghinaan Ustadz Abdul Somad (UAS).

Pemeriksaan ini merupakan langkah lebih lanjut kepolisian setelah sebelum meminta keterangan pada Somad selaku saksi korban.

“Rencana selanjutnya akan memeriksa terlapor saudara JB,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Sunarto dilansir Republika, Ahad (9/9).

Sunarto enggan menjelaskan lebih rinci, kapan JB akan diperiksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Namun, ia memastikan, polisi segera memanggilnya.

JB akan diperiksa penyidik sebagai terlapor atau pihak yang dianggap pelapor melakukan penghinaan terhadap Abdul Somad. “Ya, segera (diperiksa),” katanya singkat.

Sebelumnya, Somad juga telah dimintai keterangan pada Sabtu (8/9). Pemeriksaan dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau. Sunarto menjelaskan, sejumlah keterangan diminta dari ustadz kondang tersebut. UAS diperiksa sebagai saksi korban.

Selain UAS, kepolisian juga meminta keterangan dua saksi lainnya. Namun, Sunarto tidak membeberkan pertanyaan dalam pemeriksaan itu, mengingat hal tersebut meruapkan materi penyidikan.

Tim Pengacara UAS, Zulkarnain Nurdin menuturkan UAS mendapatkan kurang lebih 10 pertanyaan dari penyidik. Semua pertanyaan itu, kata Zulkarnain dijawab baik, lengkap, dan lancar oleh UAS.

Atas pemeriksaan ini, dia mengapresiasi penyidik Polda Riau atas cepatnua proses penyelidikan sejak dilaporkan Kamis (6/9) lalu. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah gelar perkara, lalu secepatnya limpahkan ke kejaksaan. Kalau sudah P21 ke pengadilan, sehingga ada kepastian hukuman,” ujar dia.

Kasus ini bermula saat seseorang berinisial JB dilaporkan dengan dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Melalui akun Facebook-nya, JB disebut menghina pribadi UAS.

JB mengunggah kalimat tersebut di akun facebook pada tanggal 2 September 2019 lalu. Kalimat itu dianggap tidak sepatutnya dialamatkan pada UAS yang disebut JB sebagai perusak kerukunan beragama. JB pun dilaporkan tim kuasa hukum UAS.

Zulkarnain berharap JB dapat dihukum maksimal karena ia menganggap JB sudah mencemarkan nama baik, menghina, membuat perasaan UAS tersakiti. Sesuai pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik, JB bisa terancam hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 750 juta. (rci/red)

Gambar Sandi vs Erick, Begini Politkus Demokrat Menanggapinya

JAKARTA, Tribun Riau- Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinan Hutahean menyatakan bahwa Cawapres KH Ma’ruf Amin tak layak ‘disandingkan’ dengan Cawapres Sandiaga Uno.

Hal tersebut ia sampaikan melalui cuitan di akun twitter miliknya, Senin (10/9/2018).

Cuitan elit Demokrat tersebut mengingat viralnya gambar Ketua Tim Sukses Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Erick Thohir disandingkan dengan Cawapres Sandiaga Uno.

“Sudah, jangan dibahas lagi. Mereka sudah mengakui secara langsung maupun tidak langsung. Cawapresnya tak layak disandingkan dgn Sandi,” tulisnya.

Ditambahkannya, pengakuan tak langsung itu karena penyandingan gambar tersebut tidak head to head, seharusnya membandingkan antara Sandi dan KH Ma’ruf Amin.

“Itu pengakuan secara tdk langsung krn tiba2 yg dibanding2kan bkn Cawapres dgn cawapres, Tp Cawapres dgn ketua tim pemenangan,” tulisnya menambahi kalimat sebelumnya dengan emot tertawa. (red)

Ulang Tahun SBY ke-69, Ini Doa Ibas

JAKARTA,Tribun Riau- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merayakan ulang tahun ke-69 di kediamannya, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Ahad (9/9). Anak kedua SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono mengucap harapan untuk Presiden ke-6 Republik Indonesia itu melalui laman media sosialnya.

“Selamat ulang tahun Pepo, semoga panjang umur, sehat, bahagia, sukses dan selalu mendapatkan perlindungan Allah SWT,” ujar pria yang akrab disapa Ibas melalui akun Instagram @ibasyudhoyono.

Anggota Komisi X DPR RI ini berharap SBY selalu menjadi kebanggaan dan inspirasi bagi bangsa Indonesia. Tak lupa, Ibas juga mengucapkan terima kasihnya kepada SBY. “Teruslah menjadi ayah, eyang dan inspirasi bagi bangsa Indonesia. Terimakasih untuk semua dan happy-happy selalu,” lanjut dia.

Dalam unggahan lainnya, foto yang menampakkan SBY dan putra sulung Ibas, Airlangga Satriadhi Yudhoyono memegang sebuah karya lukisan tangan. Rupanya suami dari Aliya Rajasa ini memberikan kado spesial untuk SBY berupa karya yang dibuat oleh cucu SBY sendiri.

“Dear Pepo..Hal lain mungkin akan mengubah kita, tak peduli seberapa besar tangan ini tumbuh, kami akan selalu menjadi keluarga kecilmu, selamat ulang tahun, dan semua yang terbaik dalam hidup,” tulis Ibas dalam keterangan foto tersebut. (rci/red)

PAN Berharap Demokrat All Out untuk Prabowo

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay

JAKARTA,Tribun Riau- Partai Demokrat dikabarkan akan berikan dispensasi khusus kepada DPD Partai Demokrat Papua untuk mendukung pasangan bakal calon presiden pejawat Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin.

Menanggapi hal tersebut Wakil Sekjen PAN Saleh Daulay Partaonan mengharapkan seluruh kekuatan politik yang dimiliki partai Demokrat diarahkan bagi pemenangan pasangan Prabowo-Sandi.

Menurutnya agak susah menjelaskan bagaimana posisi Partai Demokrat yang hanya memberikan dukungan pada saat mendaftar di KPU tetapi berbagi dukungan di wilayah dan daerah.

“Dalam pilpres yang hanya diikuti dua pasangan calon, rasanya tidak pas kalau ada dispensasi. Begitu menyatakan bergabung, sudah semestinya bersama-sama all out memenangkan,” kata Saleh dilansir Republika, Ahad (9/9).

Saleh pun mempertanyakan makna kebersamaan Partai Demokrat di koalisi Prabowo – Sandiaga jika ada dispensasi dengan membolehkan sebagian mendukung pasangan kompetitor. Menurutnya hal tersebut dinilai tidak elok jika nantinya ditafsirkan Partai Demokrat bermain dua kaki.

“Padahal, saya yakin tidak ada niat seperti itu”, ujarnya.

Ia menganggap pemberian dispensasi tersebut bukanlah agenda formal yang sudah final dibahas di Partai Demokrat. Menurutnya kebijakan itu masih sekedar wacana di tingkat pengurus. Anggota komisi IX DPR itu berharap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat mengambil langkah yang baik dan bijak terkait masalah ini.

“(Koalisi) tetap optimis. Karena belum ada alasan yang menurut saya membuat demokrat tidak all out,” ungkapnya.

Sikap senada juga disampaikan oleh Sekjen PAN Eddy Soeparno. Terkait permasalahan tersebut, Eddy menjelaskan akan membahas terlebih dulu di internal koalisi sambil menunggu masukan dari Partai Demokrat, agar tidak ada salah komunikasi.

“Kita selalu berpikir positif dan percaya pada komitmen riil dari seluruh teman-teman koalisi,” katanya, Ahad (9/9). (rci/red)

Permintaan Polisi Terhadap Ceramah UAS, Begini Komentar HNW

JAKARTA,Tribun Riau- Mantan Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengomentari permintaan Polisi terkait konten ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS).

Dikatakan HNW dalam cuitannya pada akun @hnurwahid, permintaan tersebut tidak sejalan dengan statemen Joko Widodo (Jokowi) yang telah mengambil tokoh agama sebagai Cawapresnya.

Dijelaskannya, sebelumnya Jokowi juga pernah menyampaikan bahwa Agama dan Negara beriringan, tak (lagi) dipisahkan.

“Permintaan yg aneh (yg semoga sudah dicabut) dari Polisi unt ceramahnya UAS;agar murni agama&tak bahas politik. Pdhl pak @jokowi malah sampaikan agar Agama&Bernegara beriringan, tak (lagi) dipisahkan. Maka @jokowi pun cawapreskn tokoh agama, KH Ma’ruf Amin,” cuit Hidayat Nur Wahid pada akun @hnurwahid, Senin (10/9/2018). (red)

Ada-ada Saja, Pebalap Ini Tarik Tuas Rem Lawannya

MARINO, Tribun Riau- Aksi membahayakan dilakukan pembalap Moto2 Romano Fenati dalam balapan di San Marino, Ahad (9/9). Ia menarik tuas rem lawannya Stefano Manzi.

Aksi membahayakan itu dilakukan di saat kecepatan Stefano Manzi mencapai 140mph. Atas tindakan tersebut Fenati dihukum tidak bisa ikut di dua balapan.

Hukuman tersebut berlaku untuk pebalap yang bersangkutan, bukan untuk tim, sehingga memungkinkan pergantian pebalap di dalam tim.

Aksi Fenati ini menimbulkan kemarahan pembalap lain di Grand Prix (GP). Pembalap Crutchlow meminta agar Fenati diberi larangan balapan seumur hidup. Sebab, para pembalap marah akibat insiden Fenati menarik tuas rem Manzi.

“Saya pikir dia seharusnya tidak pernah balapan sepeda motor lagi. Dia seharusnya berjalan kembali di garasinya, dan timnya seharusnya menendang langsung ke belakang. Anda tidak dapat melakukan ini untuk pembalap motor lainnya. Kami mempertaruhkan hidup kami,” ujar Crutchlow seperti dilansir The Guardian.

Manzi pun mendapatkan hukuman mundur enam posisi di balapan selanjutnya dan juga karena tindakan tidak bertanggung jawab selama balapan di insiden sebelumnya antara keduanya yang terjadi di belokan keempat. (rci/red)

‘Darurat Korupsi’, Presiden Dianjurkan Ambil Keputusan ‘Radikal’

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

JAKARTA, Tribun Riau- Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyarankan Presiden Joko Widodo untuk mengambil keputusan yang ‘radikal’.

Saran tersebut, cuit Fahri Hamzah pada akunnya @fahrihamzah untuk menanggapi kondisi ‘darurat korupsi’ seperti yang telah dituduhkan selama ini.

Jika tidak dilakukan, lanjut Fahri, bisa dikatakan bahwa Presiden telah gagal memberantas korupsi.

“Bapak presiden @jokowi tidak boleh terlalu lama membiarkan negara dalam keadaan “darurat korupsi” seperti tuduhan selama ini. Karena kalau ia (benar, red), maka artinya presiden gagal memberantas korupsi. Presiden akan ditagih rakyat. Maka sekarang ambillah keputusan yang radikal,” tulis @fahrihamzah, Minggu (9/9/2018) kemarin. (red)

Sejumlah Kader Demokrat Dukung Jokowi, Begini Respon Sandi

Calon Wakil Presiden pasangan Prabowo, Sandiaga Uno
Calon Wakil Presiden pasangan Prabowo, Sandiaga Uno

JAKARTA,Tribun Riau- Bakal Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno memahami adanya kader Partai Demokrat di daerah yang menyatakan mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon petahana pada Pilpres 2019. Ia mengatakan, keputusan kader yang berbeda bisa dipahami.

“Kami ingin garis bawahi, keputusan kader berbeda bisa dipahami, organisasi atau partai punya mekanisme sendiri,” katanya dilansir dari Antara, Jakarta, Ahad (9/9).

Meski begitu, menurut dia, kebijakan partai seharusnya sejalan untuk Pemilu 2019.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua yang juga Gubernur Papua Lukas Enembe mendukung Jokowi. Selain itu, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat yang juga mantan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mendukung pasangan Jokowi/Ma’ruf.

Ia menegaskan bahwa koalisi partai yang mengusungnya dan Bakal Capres RI Prabowo Subianto sudah solid. Sudah jelas pula dukungannya melalui dokumen yang sudah diisi.

Berdasarkan pengalamannya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, menurut dia, kepala daerah sebaiknya lebih fokus membangun daerahnya setelah mendapat mandat dari masyarakat.

“Kepala daerah fokus membangun daerah. Membawa mereka ke pusaran Pilpres rasanya mencederai yang mereka dapatkan,” ucap pengusaha muda itu.

Apalagi, memenangi pilkada menurut dia memerlukan jalan panjang yang tidak mudah. Ia pun berharap Pemilu 2019 berhawa sejuk dan tidak memecah belah masyarakat. (ant/red)

HUT ke-61 YPW Bagansiapiapi, Sejumlah Guru dan Karyawan Dapat Cincin Emas

ROHIL, Tribun Riau- Sebagai bentuk kepedulian, Yayasan Perguruan Wahidin Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memberikan cicin emas kepada para guru dan karyawan yang telah mengabdikan diri mulai dari 10 hingga 45 tahun.

Cincin emas diberikan saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 61 Yayasan Perguruan Wahidin Bagansiapiapi oleh Rajadi alias Awi Tongseng, Minggu (09/09/2018) di aula Sekolah Perguruan Wahidin.

Sebagai salah satu Alumni di sekolah tersebut, Awi berharap kepada para pengurus dan para guru untuk bersama-sama menjaga aset yang sudah ada.

“Sekolah ini adalah salah satu aset kita dalam mendidik anak-anak dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di negeri yang sama-sama kita cintai ini,” katanya.

Dilanjutkannya, walaupun kisruh yang terjadi sejak tahun 2008 di YPW ini tidaklah membuat proses belajar mengajar terganggu dan malahan menoreh berbagai prestasi.

“Apresiasi untuk kepala sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA yang bertanggung jawab penuh terhadap jalannya pendidikan di sekolah ini,” ujar Awi.

Awi menambahkan, kalau kisruh yang terjadi dan berjalan 10 tahun lamanya saat ini keputusannya sudah ingkrah dari Pengadilan Negeri (PN) Rohil.

“Keputusannya sudah ingkrah dan tidak ada lagi kisruh di sekolah ini, yang selama ini para guru sering dipanggil oleh penyidik untuk meminta keterangan, kedepannya sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator YPW, Ilyas Yusuf mengatakan, saat ini jumlah siswa/i di YPW berjumlah 2000 lebih. Dimana YPW ini salah satu sekolah yang membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa.

Untuk pembenahan fasilitas dan insfraruktur, tambah Ilyas, saat ini agak tersendat dan belum sesuai dengan apa yang diharapkan dikarenakan ekonomi tidak berjalan seperti biasanya, namun kita tetap bersyukur kepada para donatur yang telah memberikan kontrobusi terhadap sekolahnya.

Ditempat yang Sama Ketua Ikatan Alumni Perguruan Wahidin (IAPW), Astono SE menjelaskan, kalau Alumni YPW sudah 90 persen telah sukses dan menyebar diseluruh wilayah indonesia dan luar negeri.

“Para Alumni yayasan perguruan wahidin Bagansiapiapi telah banyak memberikan kontribusi kepada sekolah, Dimana IAPW ini sudah berdiri selama 13 tahun, setiap tahunnya kita memberikan bantuan untuk sekolah ini 300 hingga 400 juta setiap tahunnya. Uang tersebut diberikan kepada masyarakat yang anaknya sekolah YPW dan memiliki prestasi,” tutup Astono. (hen)

“Coming Soon! Asah Kemampuan Saintis dalam Pekan Raya Biologi 2019”

PEKANBARU,– Pendidikan memiliki peran sentral dalam kehidupan dan peradaban manusia. Gobalisasi menuntut revolusi dalam pembaharuan pendidikan. Pengetahuan bukan lagi satu-satunya kebutuhan untuk menjadi sukses. Soft skill yang meliputi kemampuan personal dan intepersonal kini menjadi kebutuhan dasar untuk dikuasai.

Sebagai calon guru yang bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa, para mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau senantiasa untuk meningkatkan budaya berprestasi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang berkarakter saintis dan mampu mengasah soft skill yang dimiliki melalui cabang-cabang perlombaan.

Untuk itu, setelah sukses dengan PRB 2018 lalu, Pekan Raya Biologi (PRB) hadir kembali untuk para calon saintis muda yang siap berlomba dan mengasah kemampuan di ajang yang bergengsi ini.

PRB merupakan metamorfosis dari Olimpiade Sains Biologi (OSB) SMP-SMA se-Riau yang secara rutin diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UR setiap tahunnya. Ajang ini menguji kemampuan akademik siswa SMP-SMA dalam bidang biologi. Dalam perkembangannya, ajang bukan hanya menguji kemampuan kognisi dan praktik siswa SMP-SMA, tetapi juga menampilkan karya kreatif siswa dalam berbagai bidang terkait dengan biologi.

Agenda yang mencakup wilayah se-Riau dan Kepulauan Riau ini menyajikan serangkaian perlombaan, seperti: Uji Kompetensi Tertulis (SMP-SMA); Uji Kompetensi Laboratorium (SMP-SMA); Cepat Tepat (SMP-SMA); Bio Expo School Competition (SMP-SMA); Mading 3D (SMP-SMA); Fotografi (SMA); Lomba Karya Tulis Remaja dan Poster Ilmiah (SMA); Melukis (SMP); Melukis tingkat SMA dan Fotografi tingkat Mahasiswa; serta Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional tingkat mahasiswa se-Indonesia.

PRB 2018 lalu melahirkan juara di tiap lomba yang diberikan. SMP Dharma Yuda Pekanbaru meraih juara umum untuk tingkat SMP, sedang juara umum di tingkat SMA diraih oleh SMA Dharma Loka Pekanbaru. Tahun lalu lebih dari 1000 peserta antusias mengikuti ajang perlombaan pada PRB 2018.

Pekan Raya Biologi akan berlangsung pada Januari 2019 mendatang dimana mencakup peserta tingkat SMP dan SMA se-Riau dan Kepulauan Riau serta mahasiswa seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan di beberapa tempat, seperti Gedung Aula Serba Guna, ruang kelas, dan ruangan Micro Teaching.

Ketua Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau, Dr. Hj. Evi Suryawati, M.Pdmenuturkan bahwa pendidikan merupakan unsur paling esensial dalam kehidupan, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas dan inovasi untuk terus mengembangkannya agar mampu mencapai tujuan dari pembangunan Indonesia berkelanjutan.

Para panitia sedang menyusun serta mengoptimalkan cangkupan perlombaan yang lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya. “Setiap tahun kita selalu upayakan sesuatu yang baru, kita ingin cangkup PRB ini bisa sampai nasional,” harap Eko Destiranda selaku ketua PRB 2019. Ekojuga menuturkan bahwa saat ini seluruh panitia tengah mempersiapkan secara penuh konsep acara yang akan digunakan untuk PRB 2019 nanti.

“Kita ingin berikan yang terbaik, karena ini juga membawa nama kampus khususnya Program Studi Pendidikan Biologi,” ujar Eko.Stand pendaftaran untuk PRB 2019 akan segera dibuka bulan September nanti. Eko berharap tahun ini antusias dari peserta jauh lebih besar daripada tahun lalu.

Akan banyak ilmu yang kamu dapatkandi Pekan Raya Biologi 2019. Ayo persiapkan dirimu untuk Januari mendatang! Buktikan bahwa kamu adalah scientist muda Indonesia! (rilis)

Terbaru

Populer