JAKARTA,Tribun Riau- Bakal calon presiden Prabowo Subianto mengaku lebih sering ditanya oleh masyarakat terkait persoalan ekonomi ketimbang terkait sosok yang akan menjadi ketua tim sukses (timses).
“Masalah ekonomi ini adalah masalah bangsa, masalah timses itu masalah teknis. Ini masalah fundamental bangsa. Tiap saya muncul di mana-mana ‘pak gimana rupiah?’,” kata Prabowo menirukan suara masyarakat kepadanya, Jumat (7/9).
Terkait persoalan timses, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengatakan hingga saat ini koalisi masih terus melakukan finalisasi. Prabowo mengungkapkan bahwa koalisi akan mengumumkan timses pada tanggal 20 September 2018 mendatang.
“Sekarang masih tanggal 7, masih lama, 13 hari. Kita sudah ada petuah-petuah terus, sekjen dari lima partai kumpul terus, terus difinalisasi, terus dilengkapi. Pada saatnya yang tepat itu akan kita umumkan,” ujarnya.
Selain itu dirinya juga tidak ingin terlalu terburu-buru menentukan timses. Mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut mengaku ingin lebih berhati-hati dan tenang dalam menentukan timses.
Sementara itu hal senada juga diungkapkan bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut menceritakan selama pengalaman dirinya berkeliling ke sejumlah daerah, dirinya tidak pernah ditanya mengenai timses.
“Justru di momen-momen seperti ini ditanyakan terus. Jadi kita tidak mau terdiskoneksi dengan apa yang rakyat inginkan, aspirasi yang mereka sampaikan,” jelasnya. (rci/red)
SUKABUMI, Tribun Riau- Seorang warga yang berusia lanjut Yunus (63 tahun) ditemukan tewas di lahan kebun di Desa/Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/9) siang. Diduga warga tersebut meninggal dunia akibat sengatan lebah.
Informasi dari Polres Sukabumi menyebutkan, Yunus merupakan warga Kampung Pasirkoet RT 04 RW 07 Desa/Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Pada saat ditemukan posisi korban dalam keadaan tengkurap di kebun yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Dari hasil pemeriksaan korban diduga meninggal akibat sengatan lebah yang ditandai dengan kondisi muka hingga leher yang menghitam.
Kasubbag Humas Polres Sukabumi, AKP Sunarto dalam keterangannya mengatakan, pada tubuh korban tidak ditemukan luka bekas penganiayaan atau benturan benda tumpul.
“Keluarga menolak untuk dilakukan visum,” imbuh dia. Jenazah Yunus akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman yang ada di sekitar permukiman warga.
Dari keterangan saksi ungkap Sunarto, Yunus berpamitan kepada istrinya untuk menginap di kebun pada Kamis (6/9). Namun hingga Jumat siang korban tidak diketahui keberadaanya.
Akhirnya keluarga melakukan pencarian terhadap korban. Namun pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Pada Jumat siang sekitar pukul 13.00 WIB menantu korban Wiwit (40) menemukan mertuanya tersebut di kebun dalam keadaan tengkurap. Selanjutnya ia meminta tolong kepada warga lain yang akhirnya berdatangan ke lokasi kejadian.
Temuan jenazah ini pun direspon aparat kepolisian dari Polsek Cisolok Polres Sukabumi yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi kejadian polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti sandal dan sarang lebah atau tawon. (rci/red)
JAKARTA, Tribun Riau- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir menjelaskan alasannya menyetujui tawaran menjadi ketua TKN. Menurut dia, yang ia pilih merupakan hal yang memang ia inginkan karena menilai Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok yang tulus membangun Indonesia.
Erick adalah seorang pengusaha yang memiliki perusahaan media dan olah raga. Ia mengatakan, tidak menjalankan usaha lainnya selain dua usaha tersebut karena emang hal tersebutlah yang merupakan minatnya selama ini. Demikian pula pilihannya menjadi Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf.
“Nah pertama juga pada saat ini kan sebuah pilihan, tapi apa yang Saya dapat lihat dari pak Joko Widodo sendiri, kekuatan beliau sebagai hati nuraninya untuk rakyat dan untuk membangun Indonesia. Itu jadi pilihan Saya,” kata Erick, usai pengumuman resmi yang dilakukan Jokowi di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/9).
Erick menjelaskan, tugasnya sebagai Ketua TKN adalah sebagai profesional. Ia pun mengatakan, meskipun selama ini fokus menjadi Ketua Inasgoc, kegiatannya yang lain juga tetap berjalan. Oleh karena itu, ia menerima amanat yang diberikan oleh TKN Jokowi-Ma’ruf ini.
“Nah ini Saya lihat ini sebuah tantangan besar, tapi ini juga sebuah amanah yang harus memang kita laksanakan sesuai visi misi dan tentu track record yang pernah ada di Pak Joko Widodo selama ini,” kata dia.
Sementara itu, Jokowi mengatakan, sosok Erick Thohir adalah pemimpin yang selama ini terbukti kemampuannya. Terakhir, ia menjadi Ketua Inasgoc dan ajang Asian Games 2018 beberapa hari lalu berhasil menuai banyak pujian baik dari nasional atau internasional.
“Saya kira beberapa saudara semuanya sudah tahu beliau adalah pengusaha sukses, memiliki media, memiliki klub sepak bola, memiliki klub basket, dan memiliki yang lain-lainnya. Tapi yang jelas dalam setiap hal yang beliau pimpin itu selalu mendapatkan kesuksesan,” kata Jokowi menegaskan.
Jokowi mengungkapkan ia sengaja memilih sosok di luar politik agar ada kombinasi di dalam tim suksesnya. Menurutnya, hal yang penting adalah sosok tersebut ahli dalam manajemen dan mengelola tim sukses dengan baik.
“Ini bukan urusan berpolitik, ini urusan manajemen mengelola kampanye ini sehingga bisa berjalan dengan baik. Kombinasi politik kan sudah banyak sekali, sekjen kan dari politk kan. Kurang apa,” kata dia. (rci/red)
SUMBAR, Tribun Riau– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Sumatera Barat menolak permintaan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mensosialisasikan kembali penggunaan pengeras suara di masjid. Sebelumnya Kemenag meminta semua pihak mensosialisasikan kembali sesuai surat edaran Dirjen Bimas Islam nomor B. 3940/DJ.III/HK.00.07/08/2018 tanggal 24 Agustus 2018.
Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar mengatakan adzan merupakan panggilan ilahi yang membawa ketenangan batin, sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW, Arihna bi al-shalat ya bilal. “Aturan ini berdampak pada pembatasan syiar ini akan menyentuh persoalan yang sangat sensitif dalam diri kaum muslimin,” ujarnya dilansir Republika, Sabtu (8/9).
Selain itu, pengaturan pengeras suara juga akan menimbulkan keresahan terhadap umat. Sebab, penggunaan pengeras suara telah membatasi gerakan dakwah dan syiar agama Islam.
Berdasarkan Keputusan Rapat MUI Sumatera Barat Padang, pada 4 September 2018 lalu, maka perlu dikemukakan beberapa pertimbangan sebagai berikut:
1. Bahwa surat edaran yang sudah tidak berlaku efektif pada tahun 1978, kemudian dimunculkan lagi pada 2018, menimbulkan pertanyaan dan gejolak di tengah umat.
2. Surat Edaran ini memberi peluang bagi orang-orang yang membenci syiar Islam dan kaum muslimin dalam hal ini adzan dan kajian Islam untuk memperkarakan penggunaan pengeras suara dalam kegiatan mereka.
3. Pengaturan yang terlalu rinci dalam persoalan penggunaan pengeras suara membawa dampak kesulitan dalam kegiatan umat.
4. Pengaturan penggunaan pengeras suara dengan sendirinya telah membatasi gerakan dakwah dan syiar agama Islam.
5. Penggunaan pengeras suara dalam pelaksanaan ibadah umat Islam tidak dapat dikatakan sebagai sikap intoleran terhadap penganut agama lain, sebaliknya penganut agama lain justru seharusnya menghargai umat Islam dalam melaksanakan ibadahnya.
6. Bagi kaum muslimin adzan merupakan panggilan ilahi yang membawa ketenangan batin, sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW, (Arihna bi al-shalat ya bilal). Sehingga pengaturan yang berdampak pada pembatasan syiar ini akan menyentuh persoalan yang sangat sensitif dalam diri kaum muslimin.
7. Penggunaan dalil-dalil yang dipakai dalam Surat Edaran tersebut tidak pada tempatnya. (rci/red)
JAKARTA,Tribun Riau- Bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno menilai saat ini Erick Thohir berada dalam posisi yang serba salah. Wacana yang memunculkan nama Erick sebagai ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin membuat pengusaha itu dilema memilih fokus di dunia bisnis atau politik.
Sandiaga menambahkan, Erick merupakan sahabatnya sejak belia. Artinya, secara otomatis Ketua Inasgoc itu akan menjadi lawan politiknya jika menerima posisi ketua TKN.
“Saya yakin posisi Pak Erick susah sekali. Di satu sisi teman, satu sisi perintah,” kata dia di Posko Sahabat Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/9).
Meski begitu, Sandi yakin kehadiran Erick di kubu Jokowi-Ma’ruf akan memberi pengaruh signifikan. Sosok Erick, menurutnya, merupakan pengusaha hebat yang mengerti kondisi perekonomian Indonesia.
Karena itu, kehadiran Erick nantinya akan membuat diskursus ekonomi antarkedua kubu akan semakin menarik. Ia menilai Erick merupakan sosok yang mengepalai banyak usaha dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
“Saya yakin beliau sangat arif bijaksana, beliau pengusaha yang sukses. Saya doakan pokoknya ekonomi Indonesia bisa bergerak dengan baik,” ujar dia.
Sandiaga mengenang, sejak kecil sudah mengenal baik sosok Erick. Dari sekolah dasar Erick sudah menjadi teman bermain basket, bersahabat di perguruan tinggi, hingga sama-sama membangun usaha.
“Istri kita arisan bareng, pengajian bareng. Anak-anak kita masih bersahabat juga. Pak Erick mitra saya satu klub bola basket Satria Muda,” kata dia.
Karena itu, Sandiaga sulit menerima keberpihakan Erick kepada lawan politiknya. Lebih dari itu, keputusan Erick merupakan pilihannya untuk Indonesia.
“Apa yang dia inginkan ekonomi Indonesia lebih baik. Dan kita tidak ingin memecah-belah,” kata dia. (rci/red)
Tribun Riau- Pelatih timnas sepak bola Indonesia, Luis Milla Aspas belum juga memberikan jawaban terkait perpanjangan kontrak kepelatihannya. Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Joko Driyono mengatakan, terus berkomunikasi dengan pelatih asal Spanyol tersebut agar bersedia kembali membesut timnas Garuda.
“Kami (PSSI) bersama Milla masih terus melakukan pembicaraan. Dalam waktu dekat ini, kita harapkan sudah ada kejelasan,” ujar dia lewat pesan singkatnya, Rabu (5/9).
Joko menyampaikan, PSSI dalam komunikasi tersebut, masih terus berupaya agar Milla tetap bersedia melatih timnas Indonesia. Bukan cuma PSSI yang menunggu jawaban dari Milla. Masyarakat dan suporter juga mengharapkan pelatih 52 tahun itu agar tetap bertahan bersama timnas Indonesia.
Penilaian positif atas kemajuan timnas Garuda di tangan mantan pelatih Real Zaragoza tersebut, mencuatkan dukungan agar PSSI mempertahankan Milla. Desakan suporter itu, sebetulnya sudah terjawab dengan keputusan Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang memutuskan memperpanjang kontrak Milla selama setahun, Selasa (28/8).
Keputusan Exco PSSI itu, sebagai respons dari kegagalan Milla membawa skuat Indonesia U-23 ke babak semifinal Asian Games 2018. Meski Exco PSSI memberikan tawaran perpanjangan kontrak kepelatihan, tetapi Milla belum mengiyakan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria menyampaikan, pada Rabu (5/9), jika proses komunikasi dengan Milla tak pungkas pada pekan ini, ada kemungkinan peran pelatih timnas sementara berstatus interim. PSSI, kata Ratu, akan mengandalkan asisten Milla, Bima Sakti Tukiman sebagai pelatih sementara skuat Garuda dalam uji coba.
Pada Selasa (11/9), skuat Indonesia sudah harus kembali melakoni laga uji coba menjamu timnas Mauritania di stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi. Uji tanding digelar sebagai fase awal persiapan skuat Garuda menghadapi gelaran Piala AFF 2018.
Ratu juga mengatakan, pun jika proses komunikasi dengan Milla mandek, keputusan Exco PSSI tentang perpanjangan kontrak bisa saja dianulir. Itu sebabnya, dalam keputusan Exco PSSI yang meminta Milla bertahan, juga memberikan jalan keluar berupa calon pelatih alternatif sebagai pengganti.
Namun Ratu menolak membeberkan sejumlah nama pelatih opsional tersebut. “Kita tunggu saja proses komunikasi kita dengan Luis Milla saat ini,” kata dia, Rabu (5/9).
Pada saat PSSI dan fan timnas Indonesia menunggu kabar dari Milla, anggota Exco PSSI Gusti Randa mengungkapkan informasi mengejutkan. PSSI ternyata masih menunggak gaji Milla selama tiga bulan.
“Kita tetap minta agar Milla tetap melatih (timnas Indonesia). Karena itu sudah keputusan Exco. Tapi tunggakan gaji Milla itu harus diselesaikan,” kata Gusti saat dihubungi Republika, pada Jumat (7/9).
Gusti meyakini, persoalan tunggakan gaji tersebut yang membuat komunikasi antara PSSI dan Milla, bakal menemui jalan buntu. “Tunggakan gaji tiga bulan itu benar. Kita minta sekjen menyelesaikan,” sambung Gusti.
Gusti mengatakan tak hafal sejak kapan PSSI menunggak gaji Milla. Tetapi, ia mengungkapkan, gaji Milla per bulan mencapai Rp 2,3 miliar.
“Bayaran itu (Rp 2,3 miliar) untuk satu timnya,” kata Gusti.
Sejak melatih skuat Garuda, pada awal 2017, Milla membawa serta dua asistennya yang juga dari Spanyol. Yakni, Miguel Gandia sebagai pelatih fisik, dan Eduardo Perez sebagai pelatih kiper.
Tiga tim kepelatihan dari Spanyol tersebut yang membawa Indonesia meraih medali perunggu saat SEA Games 2017. Tetapi, pada Juni 2018, satu asistennya, Eduardo memilih hengkang ke Qatar.
Milla kemudian menambal kekosongan pelatih kiper dengan Julio Banuelos yang lama menjadi asisten di Leeds United, Inggris. Tim kepelatihan baru tersebut saat Asian Games 2018 yang baru lewat, cuma membawa timnas Indonesia sampai ke babak 16 besar. Pencapaian gagal dari target semifinal.
Anggota Exco PSSI yang lain, Yunus Nusi kepada wartawan mengatakan, persoalan hak profesional Luis Milla bagian dari komunikasi dan negosiasi yang harus diselesaikan.Ia mengakui, besarnya gaji Milla membuat PSSI bekerja keras mencari pendanaan.
“Kami (PSSI) berusaha maksimal mempertahankan Luis Milla karena memang kita membutuhkannya. Kalau memang Luis Milla dibutuhkan untuk kemajuan timnas, kenapa tidak. Kami tinggal berusaha mencari pendanaannya,” ujar Yunus.
Dua alternatif pengganti Milla
PSSI mengakui, menyimpan dua nama pengganti alternatif pelatih timnas Garuda. Dua nama tersebut muncul andaikan Luis Milla Aspas menolak tawaran perpanjangan kontrak kepelatihannya di Indonesia.
Direktur Media dan Pemberitaan PSSI, Gatot Widakdo menyampaikan, meski saat ini proses komunikasi dengan Milla berjalan lancar. Namun, jalan buntu negosiasi dan kontrak mewajibkan PSSI mencari jalan keluar pengisi kursi kepelatihan timnas Garuda.
“Kita masih terus fokus komunikasi dengan Milla. Sampai hari ini tidak ada kendala. (Tapi) kita ada dua kandidat alternatif,” ujar dia saat dihubungi Republika, Rabu (5/9).
Gatot menolak menyebutkan dua nama pelatih alternatif jika komunikasi antara PSSI dengan Milla buntu. “Kalau saya sebutkan, nanti dia jual mahal,” sambung dia. Tetapi soal dua nama pelatih alternatif pengganti Milla tersebut, di internal PSSI memang sempat beredar.
Sebelum rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pekan lalu, mencuat nama pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro, dan Bhayangkara FC Simon McMenemy yang dikabarkan akan menggantikan peran Milla di timnas Garuda.
Namun, kepada Republika, Ketua Umum PSSI Edy Rahyamadi pernah menegaskan kabar tentang dua nama tersebut tak benar. “Salah itu. Belum sejauh itu. Kita masih inginkan Luis Milla,” kata Edy. (rci/red)
JAKARTA, Tribun Riau- Sekjen Partai Nasdem Jhonny G Plate menyebut jatuhnya pilihan Jokowi ke Ketua INASGOC, Erick Thohir sebagai ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) karena faktor usia dan kedekatan milenial. Jhonny mengatakan usia Erick Thohir baru 48 tahun dan dekat dengan kelompok milenial khususnya olahraga.
Erick dianggap mampu menjebatani kaum milenial dengan kelompok senior dan mampu diterima koalisi partai politik. “Dia sebagai jembatan yang dekat dengan kelompok atasnya, seniornya dan dekat dengan kelompok bawah, juniornya kaum milenial. Erick itulah kelompok usia yang dekat ke atas dan dekat ke bawah,” kata Jhonny G Plate kepada wartawan, Jumat (7/9).
Selain itu, diakui dia, Erick juga bukan hanya bisa diterima di kaum milenial namin ia juga dianggap diterima semua kalangan partai politik di internal koalisi. Dibandingkan beberapa nama yang sempat muncul sebagai ketua TKN KIK Jokowi-Ma’ruf Amin.
Yang menjadi pertimbangan ke Erick, kata Jhonny, karena sosok Erick mampu menjebatani silaturahim dengan pihak oposisi atau kubu paslon sebelah. Ia mengatakan harapan Jokowi dengan Erick Thohir ini, bisa menciptakan pemilu yang ramah, pemilu yang penuh silaturahmi di dua kubu. “Menghasilkan pemilu yang menggembirakan. Itu tujuannya,” ungkap Jhonny.
Bakal capres pejawat Jokowi akhirnya secara resmi mengumumkan ketua TKN di posko pemenangan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat sore. Sosok yang selama ini dirahasiakan tersebut adalah pengusaha yang juga Ketua Inasgoc, Erick Thohir.
Jokowi mengatakan, sosok Erick Thohir adalah pemimpin yang selama ini terbukti kemampuannya. Terakhir, ia menjadi ketua Inasgoc dan ajang Asian Games 2018 beberapa hari lalu berhasil menuai banyak pujian, baik dari nasional maupun internasional.
Jokowi menilai Erick adalah sosok yang cukup sukses dalam managerial. Ia seorang pengusaha sukses, memiliki media, memiliki klub sepak bola, memiliki klub basket, dan memiliki yang lain-lainnya. “Tapi, yang jelas dalam setiap hal yang beliau pimpin itu, selalu mendapatkan kesuksesan,” ujar Jokowi menegaskan.
Jokowi sengaja memilih sosok di luar politik agar ada kombinasi di dalam tim suksesnya. Menurutnya, hal yang penting adalah sosok tersebut ahli dalam manajemen dan mengelola tim sukses dengan baik. Sebab tim pemenangan ini, menurutnya, bukan urusan berpolitik.
“Ini urusan manajemen mengelola kampanye ini sehingga bisa berjalan dengan baik. Kombinasi politik kan sudah banyak sekali, sekjen kan dari politk. Kurang apa,” kata dia. (rci/red)
ROKAN HULU,Tribun Riau- Sebanyak 6 rumah di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Pasir Pangaraian, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ludes terbakar Kamis (6/9/2018) malam.
Diketahui warga, api tampak mulai menjilat salah satu bangunan rumah yang sebagian besar berdinding papan sekitar pukul 21.00 Wib. Warga menduga sedikitnya 6 bangunan dekat Terminal Lama Pasir Pangaraian itu terbakar karena korslet arus listrik.
Api membesar dan cepat membakar bangunan. Api meludeskan 4 pintu bangunan merupakan aset milik Kelurahan Pasirpangaraian, dan 2 rumah warga lain di sebelahnya.
Saat itu, puluhan petugas pemadam dari Satpol PP dan Damkar Rohul, dibantu personel Polres Rohul yang menurunkan mobil water canon sempat kesulitan ketika proses pemadaman api.
Banyaknya kerumunan masyarakat, api yang begitu cepat menjilat bangunan papan, dan baru berhasil dijinakkan tim pemadam sekira pukul 22.00 Wib.
Diakui Lurah Pasir Pangaraian, Mukhlis, dari 6 unit bangunan yang terbakar, ada 4 bangunan di antaranya merupakan aset milik Pemerintah Kelurahan Pasir Pangaraian.
Keempat bangunan tua yang ditempati Tukang Jahit Imam, tukang giling kopi dan warga lain sengaja disewakan, dan uang sewa masuk ke kas Kelurahan Pasir Pangaraian setiap bulan.
Mukhlis mengakui, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran yang meludeskan 6 bangunan di Jalan Imam Bonjol tersebut, sebab dirinya tengah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat di Sumatera Barat.
Kebakaran yang juga meludeskan 4 bangunan milik Pemerintah Kelurahan Pasir Pangaraian, sambung Mukhlis, akan segera dilaporkan dirinya ke Camat Rambah.
“Kami sudah menurunkan anggota, untuk mendata berapa rumah yang terbakar, dan mengetahui apa penyebabnya,” pungkas Mukhlis kepada riauterkinicom, Kamis malam. (mad)
ROKAN HULU,Tribun Riau- Satuan Reserse Kriminal Polres Rokan Hulu (Rohul) sudah merekontruksi perkara pembunuhan perempuan yang dilakukan pria berinisial RS (23) warga Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, pada Selasa (4/9/2018).
Korban diketahui bernama Anawati (34) warga RT19/RW.02 Dusun Sungai Lahun, DK 1 D Desa Sialang Rindang, Kecamatan Tambusai, Rohul. Korban ditemukan tewas mengapung di sumur milik warga.
Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, SIK, M. Si melalui, Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto, SIK, menyatakan, dalam rekontruksi yang digelar pada Selasa sekitar pukul 13.30 WIB, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di Dusun III Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai, sedikitnya ada 28 adegan yang diperagakan oleh pelaku RS.
Dijelaskannya, rekontruksi tersebut dilaksanakan mulai dari pelaku RS dan rekannya merencanakan aksi pembunuhan, kemudian merayu korban Anawati untuk melakukan hubungan badan, memaksa, menganiaya hingga tewas dan diakhiri dengan membuang jasad korban ke dalam sumur milik warga di Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai, Sabtu (14/7/2018) sekitar pukul 18.00 Wib lalu.
AKP Harry Avianto mengaku, rekontruksi ini merupakan salah satu cara penyidik mengetahui secara pasti peristiwa pembunuhan dilakukan oleh tersangka RS.
Bukan hanya itu saja, rekon ini juga untuk mendalami keterangan-keterangan tersangka dalam melakukan aksinya serta menentukan pasal yang disangkakan di berkas perkara.
Diakuinya, saat rekon tersebut, juga terungkap bahwa RS sempat mencoba untuk menggauli korban yang sudah tidak berdaya dengan mencopot celana koban.
“Tapi entah kenapa saat hendak menggauli korban pelaku gak bisa-bisa, dan akhirnya pelaku tidak jadi menggauli korban, dan kembali menaikkan celana korban,” katanya, Kamis (6/9/2018).
Lebih lanjut dijelaskannya, saat celana korban dinaikan kembali oleh pelaku, korban sempat sadar, namun oleh kedua pelaku korban kembali dipukul hingga sekarat, dan akhirnya korban dibuang ke dalam sumur.
“Dalam perkara ini tersangka kita jerat dengan pasal 340 junto pasal 338 junto pasal 339 KUHP dengan ancama hukuman mati atau seumur hidup,” imbuhnya.
AKP Harry menerangkan, untuk pelimpahan tahap 2 menunggu berkas perkara lengkap atau P21 dari Penuntut Umum.
Pelaksanaan rekontruksi yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto, SIK, disaksikan Kasi Pidum Kejari Rohul Sri Mulyani Anom, SH, Kapolsek Tambusai AKP Yulihasman, S. Sos dan Penasehat hukum tersangka yakni Mustiwal, SH.
Dalam rekontruksi pembunuhan ini mendapatkan pengamanan yang super ekstra dari puluhan personil Polres Rohul. Hal ini dilakukan karena rekontruksi dilakukan di TKP yang sesungguhnya.
Sementara, Kasi Pidum Kejari Rohul Sri Mulyani Anom, SH mengatakan, rekontruksi ini salah diperlukan oleh Penuntut Umum agar mengetahui secara pasti peristiwa pembunahan yang dilakukan oleh tersangka.
“Dalam artian terang atau secara jelas nya tindak pidana yang dilakukan tersangka dalam angkaian kejadian itu,” pungkasnya. (mad)
JAKARTA, Tribun Riau- Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan narkoba jenis baru. Narkoba jenis baru itu diperoleh dari mantan kader partai Nasional Demokrat (Nasdem) atas nama tersangka Ibrahim alias Hongkong. Dia merupakan mantan anggota DPRD Langkat.
Sebanyak 105 kilogram sabu jenis Blue Eyes ada satu kilogram yang kandungan kemurniannya mendekati 100 persen. Ini berarti memiliki kualitas sangat baik atau KW 1. “Sedangkan pemeriksaan terhadap sampel pil yang diduga ekstasi sebanyak 30 ribu butir berlogo Crown adalah narkoba jenis baru yang mengandung Panthylon dicampur dengan kafein,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari dalam pesan singkatnya diterima di Jakarta, Kamis (6/9).
Penemuan narkoba jenis Panthylon tersebut, merupakan tindak lanjut penanganan terhadap barang bukti melalui pemeriksaan di Laboratorium Pusat BNN. “Jenis ini baru pertama ditemukan di Indonesia. Menurut literatur dan pengalaman lapangan dari dua temuan hasil pemeriksaan di atas baik sabu dan ekstasi tersebut adalah jenis yang lebih ‘kuat’ atau lebih ‘enak’ untuk para pengguna,” kata Arman.
Namun mempunyai efek samping insomnia, midriasis, agitasi, paranoid sampai kematian. “Sedangkan kasus pokok mengenai penyidikan narkoba dan Tindak Pidana Pencucian Uang sampai saat ini masih dikembangkan,” kata Arman.
Ibrahim alias Hongkong mengaku kerap menyelundupkan sabu-sabu ke Indonesia dari Malaysia. Bukan yang pertama kali, tapi sudah berkali-kali menyelundupkan shabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut. Arman mengatakan terakhir kali Ibrahim mengendalikan pengiriman sabu seberat 55 kilogram dari Malaysia pada pertengahan Juli 2018. (rci/red)