Beranda blog Halaman 1139

Larikan Motor Temannya, Pelaku Akhirnya Ditemukan Warga dan Diserahkan ke Polsek Kampar

 

KAMPAR – (TRIBUNRIAU.COM)Unit Reskrim Polsek Kampar amankan seorang tersangka kasus penggelapan sepeda motor, Pelakunya S alias AM (28) warga Desa Simpang Petai Kec. Rumbio jaya ini diantarkan ke Polsek Kampar pada Minggu pagi (3/3) oleh beberapa warga termasuk korbannya.

Peristuwa penggelapan ini terjadi pada Kamis (23/8/2018) sekira pukul 20.00 wib, saat itu AM (pelaku) mendatangi sdr. Anto pemilik motor untuk minta tolong diantarkan ke Dusun Kubu Cubadak Desa Simpang Petai Kec. Rumbio jaya dengan kesepakatan upah mengantarkannya sebesar Rp 20 ribu.

Karena capek, korban menyuruh temannya Rizki Rahmat untuk mengantarkan pelaku ini dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat milik korban.

Selanjutnya Rizki berangkat mengantarkan pelaku ke Dusun Cubadak yang berjarak sekitar 4 kilometer dari tempat tinggal pelapor, sesampai ditempat tujuan pelaku meminjam sepeda Motor tersebut dengan alasan untuk pergi kerumah saudaranya, sementara Rizki (pelapor) ditinggal dirumah salahsatu warga.

Namun sejak saat itu pelaku langsung menghilang bersama motor yang dipinjamnya, atas perbuatan ini Rizki merasa ditipu kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Kampar untuk pengusutannya.

Selanjutnya pada hari Minggu (3/3/2019) sekira pukul 07.30 wib, Pelaku S alias AM diantar oleh korban bersama pelapor sdri. Rizki dan beberapa warga ke Polsek Kampar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Setelah diinterogasi petugas, tersangka S alias AM ini mengakui perbuatannya, dan selanjutnya diamankan oleh petugas untuk menjalani proses penyidikan.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH melalui Kapolsek Kampar AKP Hendrizal Gani SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Kapolsek bahwa tersangka S alias AM telah diamankan di Polsek Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelasnya.(haim)

Peredaran Shabu Masih Marak Di Lapas Kelas II B Bangkinang

 

BANGKINANG KOTA – (TRIBUNRIAU.COM) Petugas Sipir Lapas Kelas II B Bangkinang kembali temukan Napi miliki Narkotika jenis shabu, saat razia rutin pada Sabtu malam (2/3/2019) sekira pukul 20.20 wib di Kamar 05 Blok C.

Empat orang Napi yang diduga sebagai pemilik Narkotika ini langsung diamankan petugas Lapas, kemudian diserahkan kepada Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar.

Ke-4 Napi yang diamankan ini adalah RZ (Lk 23) penghuni kamar 05 Blok C, DY (19) penghuni kamar 03 Blok C, TN (33) penghuni kamar 07 Blok G dan AG (24) penghuni kamar 11 Blok G.

Selain mengamankan 4 Napi ini petugas juga mengamankan 7 paket narkotika jenis shabu dengan berat 9.06 gram, serta beberapa peralatan penggunaan shabu dan 3 unit Hp dari para pelaku ini.

Pengungkapan kasus ini berawal pada Sabtu malam (2/3) sekira pukul 20.20 Wib, saat itu Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar dihubungi Kalapas Kelas II B Bangkinang, memberitahukan bahwa pihak Lapas telah melakukan razia di areal Lapas dan mendapati 7 paket narkotika jenis shabu di kamar 05 Blok C serta mengamankan 4 orang Napi yang diduga sebagai pemiliknya.

Lebih lanjut disampaikan pihak Lapas, bahwa 1 paket shabu ditemukan dalam kue lapek yang dilapisi daun pisang dan 6 paket lainnya ditemukan di saluran pembuangan air pada WC kamar 05 Blok C.

Atas informasi ini Kasatres Narkoba Iptu Asdisyah Mursid SH langsung perintahkan anggotanya ke Lapas kelas II B Bangkinang, setelah mengumpulkan data-data serta barang bukti, selanjutnya ke-4 tersangka ini dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH melalui Kasatres Narkoba Iptu Asdisyah Mursid SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Asdi bahwa ke-4 tersangka yang berstatus sebagai Napi Lapas Kelas II B Bangkinang ini dan barang bukti telah diamankan di Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelasnya.(haim)

Bupati Rohil Terima Akreditasi RSUD Dr. RM Pratomo Bagansiapiapi

ROHIL, Tribunriau – Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. RM Pratomo Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) berhasil lulus akreditasi bintang tiga dari komisi akreditasi Rumah sakit (KARS) Indonesia.

Bupati Rohil H. Suyatno didampingi Ketua Badan pengawas M.Job kurniawan, Direktur Rumah sakit Umum Dr.RM Pratomo dr. Tribuana tungga Dewi menerima langsung sertifikat dari ketua KARS Indonesia Dr. Sutoto M. Kes dikantor komisi Akreditasi Rumah sakit dijakarta, senin (4/3/19).

Penghargaan ini didapat berkat kerja keras dan bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di bidang kesehatan bersama perangkat medis Rumah Sakit Umum Dr. RM Pratomo Bagansiapiapi serta lapisan masyarakat kabupaten Rokan Hilir.

RSUD Dr. RM Pratomo Bagansiapiapi baru pertama kali mendapat akreditasi apapun, dan pada 2019 bisa langsung berpredikat bintang tiga tanpa harus melalui bintang satu maupun dua.

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno memberikan Apresiasi kepada seluruh lapisan atas diraihnya penghargaan tersebut.

“Kita tetap konsisten dalam upaya peningkatan kesehatan maupun pendidikan, ini semua berkat kerja keras kita bersama. Mudahan kedepan bisa kita tingkatkan lagi menjadi Bintang lima dan terimakasih saya buat semua yang telah bekerja keras selama ini” ujarnya. (Rls Hms)

Warga Dumai Nanti Kedatangan Sandi

DUMAI, Tribunriau- Kawasan Viva Cafe yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota dipadati warga Dumai yang sedang menanti kedatangan Cawapres Pasangan Prabowo, Sandiaga Salahudin Uno, Senin (4/3/2019) Pukul 16.38 WIB.

Kedatangan cawapres yang akrab disapa Bang Sandi ini dalam rangka menampung aspirasi masyarakat Dumai, khususnya para emak-emak dan buruh.

Pantauan di lapangan, tampak jalan tersebut dipadati warga yang sedang menanti, namun arus lalu lintas tetap lancar. (red)

Polsek Bangkinang Kota Lakukan Patroli Rutin Karlahut

 

Bangkinang Kota, (TRIBUNRIAU.COM), Sesuai dengam himbauan  Kapolri tentang kebakaran lahan dan hutan, Polsek Bangkinang kota Patroli rutin terhadap kekhawatiran adanya masyarakat yang mencoba melakuka  pembakaran lahan.
Patroli anggota Polsek Bangkinang kota ini, terpantau oleh Tribunriau.com saat anggota Polsek menghampiri warga yang sedang merambah kebun karetnya di jalan Jend. Saudirman Ujung rt 02 rw 06 Kelurahan Bangkinang kota.
Terhadap warga yang sedang merambah kebun karetnya seluas lebih kurang 1 ha ini, Alinur anggota Polsek Bangkinang kota yang memimpin rombongannya sebanyak 5 orang menyampaikan kepada warga, lahan yang sudah di tebas ini agar jangan dilakukan pembakaran.
Alinur juga menegaskan kepada warga akibat dilakukan pembakaran lahan, “disamping dapat merusak lingkungan dan menimbulkan penyakit terhadap masyarakat yang menghirup asap bekas pembakaran, selain itu juga dapat terkena sangsi pidana dari undang undang lingkungan hidup yang sangat berat ancaman hukumannya” jelas Alinur.
Sememtara Kapolsek Bangkinang Kota, Era Maifo, yang dimintai penjelasannya soal patroli rutin karlahut oleh Polsek Bangkinang kota menyampaikan, ” memang benar anggota polsek Bangkinang Kota melaksanakan patroli rutin setiap hari, agar jangan sampai terjadi adanya kebakaran lahan dan hutan di wilayah hukum Polsek Bangkinang Kota” jelas Era.
“Untuk pencegahan kebakaran lahan dan hutan, merupakan himbauan Bapak Kapolri yang di teruskan kepada Kapolda dan Kapolres, selanjutnya kepada kami ditingkat jajaran Kapolsek, agar betul betul mengawasi jangan sampai terjadi kebakaran lahan dan hutan” kata Era.
“Selanjutnya Era Maifo menyampaikan bahwa, Patroli rutin Karlahut ini, merupakan bukti keseriusan kami di jajaran Polsek Bangkinang kota, terhadap pencegahan kebakaran lahan dan hutan di wilayah hukum Polsek Bangkinang Kota,  seandainya masih ditemukan juga, agar bisa di atasi secepat mungkin”.
“Saya selaku Kapolsek Bangkinang Kota menghimbau kepada seluruh masyarakat Bangkinang kota agar jangan melakukan pembakaran lahan dan hutan, disamping dapat merusak lingkungan sangsi hukumnya sangat tegas, kami tidak akan segan segan melakukan tindakan tegas kalau hal itu kami temukan.” Tambah Era.(haim)

Jefri Simanjuntak Reses di Kelurahan Sei Pluggut Sagulung

Mhd. Jefri Simanjuntak saat menanggapi dan menjawab pertanyaan warga.
Mhd. Jefri Simanjuntak saat menanggapi dan menjawab pertanyaan warga.

BATAM, Tribunriau- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak menggelar reses di Fasum RW 4 RT 2, Kelurahan Sungai Plunggut, Minggu (3/3/2019).

Reses tersebut turut dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Sekretaris Lurah Sei Plunggut, Ketua RW, RT, serta masyarakat sekitaran Kelurahan Sei Plunggut.

Dalam resesnya, masyarakat menyampaikan keluhan terkait lampu jalan dan infrastruktur, serta Fasum Ruang taman hijau yang dijanjikan hendaknya dapat direalisasikan. keluhan tersebut sebelumnya sudah diusulkan melalui pra musrembang dan musrembang tingkat kelurahan, dan kali ini disampaikan ke Politisi asal PKB Dapil IV.

Menanggapi keluhan dan aspirasi warga tersebut, Jefri memastikan akan memperjuangkan keinginan masyarakat tersebut serta akan mengawal aspirasi tersebut untuk disampaikan ke pemerintah.

“Saya pasti perjuangkan dan menampung semua aspirasi masyarakat serta menyampaikannya ke pemerintah kota Batam, dan kita lihat serta disesuaikan dengan anggaran yang ada di pemerintah, saya akan tetap kawal sampai aspirasi masyarakat ini terealisasi. Saya akan perjuangkan untuk aspirasi masyarat,” ungkapnya. (Pilian)

Harimau Terkam Warga Inhil, BKSDA Turunkan Tim Penembak Jitu

Ilustrasi - Harimau Sumatera
Ilustrasi - Harimau Sumatera

PEKANBARU, Tribunriau – Seorang warga luka parah akibat diterkam harimau di Indragiri Hilir, Riau. BKSDA pun menurunkan tim penembak jitu untuk mencegah aksi serupa terulang.

“Kita telah kirim tim pertama untuk memastikan lokasi kemunculan dan serangan harimau tersebut. Setelah dipastikan lokasi persisnya, kita akan segera kirim lagi terdiri penembak jitu serta kerangkeng besi,” kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Mahfud di Pekanbaru, yang dilansir Antara, Minggu (3/3/2019).

Sedangkan, Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Christian Rony Putra menerangkan dirinya telah memerintahkan langsung Kapolsek Gaung untuk ke lokasi serangan harimau tersebut.

Dia juga meminta kepada anggotanya untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan BBKSDA Riau guna penanganan lebih lanjut.

“Saya telah perintahkan Kapolsek Gaung untuk membentuk tim pencari harimau dengan berkoordinasi bersama Pak Camat juga tiga pilar serta BBKSDA,” kata Rony.

Ia menambahkan proses pencarian dan evakuasi harimau yang terjadi di wilayah hukumnya akan sama dengan upaya sebelumnya, harimau Bonita.

Saat itu, Polri bersama TNI, dan BKSDA Riau membentuk tim gabungan guna menangkap harimau betina yang kehilangan habitat dan masuk ke perkebunan sawit milik perusahaan swasta di Pelangiran, Indragiri Hilir.

Sebelumnya diberitakan, Mardian, warga Sungai Rawa, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, diserang seekor harimau saat sedang mencari kayu di hutan pada Sabtu (2/3). Akibatnya, pria berusia 31 tahun itu mengalami luka cukup parah, terutama pada bagian kepala dan punggung. Hingga Minggu (3/3) korban masih dirawat intensif di rumah sakit setempat. (detik/red)

Buset, Ikan Koi ini Dibandrol Puluhan Juta

ilustrasi - ikan koi
ilustrasi - ikan koi

CIAMIS, Tribunriau – Ikan koi jenis goshiki terjual Rp 27,5 juta saat lelang koi dalam kontes Young Koi Show 2019 di Gedung Islamic Center Ciamis, Jawa Barat. Acara digelar Galuh Nishikigoi Club (GNC) selama dua hari atau 2-3 Maret ini bertujuan menumbuhkan keingintahuan masyarakat terhadap koi.

Koi goshiki yang memiliki panjang 70 sentimeter dan bercorak merah ini dibeli oleh Tobel, pencinta koi asal Blitar, Sabtu (2/3). Diketahui koi tersebut ini sangat jarang mencapai berukuran besar, tak heran jenis tersebut berharga fantastis.

Kusman, pembudidayaan koi asal Ciamis yang membanderol ikannya seharga Rp 27,5 juta, itu menyebut untuk merawat goshiki di Indonesia cukup sulit. “Memang ikan koi ini istimewa, tidak semua bisa merawatnya. Terutama dalam mempertahankan warna. Istimewa koi goshiki ini ukurannya besar sekitar 70 cm, warna stabil dan bodinya bagus,” ujar Kusman via telepon, Minggu (3/3/2019).

Menurut dia, karena sulitnya merawat koi goshiki mencapai ukuran besar, sehingga ketika ada melihat ukurannya besar dan bodi bagus, langsung jadi buruan pecinta koi.

“Memang butuh ketelitian, memberi makannya khusus, perawatannya berbeda. Alhamdulillah puas bisa terjual sampai setinggi itu, dulu modalnya sangat rendah. Sampai sebesar itu membutuhkan waktu sampai usia lima tahunan,” kata Kusman mengungkapkan.

Kegiatan Young Koi Show 2019 ini dimeriahkan ratusan pecinta koi dari 62 kota-kabupaten di Indonesia. “Acara ini kami laksanakan untuk menumbuhkan rasa awareness dan keingintahuan masyarakat terhadap koi. Sehingga bisa mengembangkan potensi ikan koi di Ciamis, terutama sumber daya manusia dan potensi alam,” ujar Ketua Panitia Young Koi Show 2019, Dian Udeng, saat ditemui di sela kegiatan.

Dian menjelaskan selain peserta dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari Aceh dan Papua, tercatat ada peserta dari Korea Selatan. Total jumlah ikan yang ikut kontes sebanyak 659 koi, dengan 17 varietas. “Dalam kontes ini juga ada lelang ikan koi, yang paling mahal itu harganya Rp 27,5 juta satu ekor, jenis koi varietas goshiki,” tuturnya.

Menurut Dian, Ciamis sangat berpotensi untuk membudidaya koi, selain didukung cuaca yang baik juga kondisi alam yang mendukung. Ditambah air yang masih melimpah.

“Di kita itu banyak koi, tapi memang harus berkualitas yang harus kita pelihara. Kalau bagus tentunya akan menghasilkan ekonomis yang tinggi,” ucap Udeng.

Dia menjelaskan ketika peternak dan pengusaha koi banyak, hal itu tentunya dapat menyerap tenaga kerja. “Tidak menutup kemungkinan ke depan Ciamis dapat menjadi salah satu daerah sentra ikan koi di Indonesia, seperti Blitar,” ucapnya.

Ciamis juga memiliki koi yang berkualitas. Penggemar dan pembudidayaannya tergabung dalam Galuh Nishikigou Club (GNC). “Hanya saja ikan koi dari Ciamis kalah di brand, jadi belum terlalu terkenal. Padahal kualitas koi yang dihasilkan di Ciamis bagus. Adanya even ini kami mengenalkan bahwa Ciamis punya klub ikan koi dan siap bersaing,” tutur Udeng. (detik/red)

Video “Surat Suara Tercoblos 01” Viral, Ini yang Dilakukan KPU Sumut

KPU Sumut
KPU Sumut

JAKARTA, Tribunriau – Penyebar video ‘surat suara tercoblos 01′ dipolisikan. KPU Sumatera Utara (Sumut) dan KPU Kota Medan merasa narasi yang dibangun dengan video itu menyudutkannya.

“Sudah melaporkan dan sedang berada di Mapolda Sumatera Utara melaporkan akun atas (nama) Muhammad Adrian ya. Itu akun yang pertama sekali men-share tentang video itu,” ucap Ketua KPU Sumut Yulhasni saat ditemui di kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (3/3/2019).

Pemilik akun Facebook tersebut disebut Yulhasni dilaporkan atas pencemaran nama baik dalam UU ITE. Laporan itu tercatat di kepolisian dengan nomor LP/311/III/ 2019/SUMUT/SPKT “I”.

Video yang viral tersebut menampilkan sekumpulan orang mendatangi suatu lokasi. Setelahnya tampak seorang di antaranya mengacungkan amplop cokelat serta terdengar adanya orang yang mengatakan ’01’.

Pada caption atau keterangan video yang disebar pemilik akun Facebook yang dilaporkan itu tertulis: Memang ******* kau KPU di sumatra utara surat suara sudah tercoblos 01 semuah..?

Yulhasni menyebut informasi dari video itu adalah bohong atau hoax. Dia menyebut video itu merupakan video lama yang terjadi saat kericuhan Pilkada Kabupaten Tapanulis Utara 2018.

“Kita berharap kepolisian bisa bertindak tegas, bisa mengusut karena KPU Sumatera Utara ini selalu jadi barometernya Indonesia. Jadi, memang masyarakat kita sangat heterogen, kita sangat heterogen, etnis, agama dan suku. Kita berharap peristiwa ini tidak menjadi ajang atau tempat orang untuk memecah belah Sumatera Utara yang sudah harmonis itu,” kata Yulhasni. (detik/red)

Prabowo Heran dengan Pemerintah, Ini Alasannya

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto

JAKARTA, Tribunriau – Capres Prabowo Subianto menyebut tokoh pemerintahan sekarang seolah-olah membantah pernyataan sendiri soal kekayaan Indonesia yang mengalir ke luar negeri. Hal itu membuat Prabowo heran.

Hal itu dia sampaikan saat berpidato di konsolidasi nasional Aliansi Pencerah Indonesia (API) bersama eksponen Muhammadiyah. Awalnya, Prabowo bicara soal kondisi tahun 1998 yang menurutnya bukanlah krisis ekonomi.

“Dibilang 98 adalah krisis ekonomi, tapi saya lihat angka-angka tidak ada krisis ekonomi. Bisa dilihat di Paradoks Indonesia (buku Prabowo). Jadi kalau itu 98 sudah saya ketemukan 99 sampai sekarang 2019, gejala itu tidak berhenti. Fenomena itu tidak berhenti. Bahkan saya diperkuat oleh tokoh pemerintah yang sekarang,” kata Prabowo di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (3/3/2019).

Prabowo mengungkit kebijakan tax amnesty Jokowi. Dia heran karena dulu Menkeu di era Jokowi pernah menyatakan kekayaan warga Indonesia ada triliunan di luar negeri, tapi kemudian kini ada pernyataan berbeda.

“Menkeu pada pemerintahan Jokowi menyatakan kekayaan warga Indonesia di luar negeri ada sekian ribu triliun, hitam di atas putih, karena itulah pemerintah Jokowi minta UU Tax Amnesty. Dengan tax amnesty diharapkan uang itu bisa kembali,” papar Prabowo.

“Saya sudah menemukan keyakinan saya tahun 98-99-2000, dan dibenarkan pemerintah yang sekarang. Sebetulnya ini sesuatu yang luar biasa, yang hebat,” sambungnya.

Tapi, kata Prabowo, kini ada tokoh di dalam pemerintahan yang membantah ucapan pemerintah 2-3 tahun lalu. Hal itu membuatnya kaget.

“Justru saya agak aneh, agak kaget, kok sekarang, tokoh pemerintahan sekarang seolah-olah bantah omongan pemerintah sendiri 2 tahun yang lalu atau 3 tahun yang lalu?” ucap Prabowo.

“Saya tidak mengerti apa yang terjadi di sini, apakah penasihatnya diganti atau bagaimana?” lanjutnya.

Seperti diketahui, Prabowo sebelumnya sempat menyebut ada uang WNI sebanyak Rp 11.000 triliun di luar negeri. Pernyataan itu kemudian menjadi polemik yang diperdebatkan.

Ketika dirunut ke belakang, Jokowi pernah bilang punya data uang orang Indonesia yang ada di luar negeri sejumlah Rp 11.000 triliun. Data yang berasal dari Kementerian Keuangan itu dipaparkan Jokowi saat sosialisasi Tax Amnesty pada 2016.

Penjelasan TKN Jokowi-Ma’ruf

Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq mengatakan uang Rp 11.000 triliun yang ada di luar negeri itu terjadi sebelum ada kebijakan pemerintah tax amnesty. Namun, untuk saat ini, uang belasan ribu triliun itu sudah kembali dibawa ke luar negeri karena adanya tax amnesty tersebut.

“Kalau dana Rp 11.000 triliun itu kan sebelum ada tax amnesty, maka ada pernyataan daripada uang itu menumpuk di luar maka lebih baik uang itu dipulangkan, dan tax amnesty sebagai bagian dari media untuk memulangkan uang warga Indonesia yang ada di luar negeri, jadi sekarang udah pulang semua uangnya kan,” kata Rofiq. (detik/red)

Terbaru

Populer