Beranda blog Halaman 1126

Diduga Hina Nabi, Andre Taulany Siang Ini Bakal Dilaporkan ke Polisi

Andre Taulany
Andre Taulany

JAKARTA, Tribunriau- Komedian Andre Taulany bakal diadukan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri atas dugaan menghina Nabi Muhammad SAW dalam salah satu lawakanya yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi.

Pelapornya adalah tim advokasi dan hukum Persaudaraan Alumni 212. Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin dalam undanganya, Sabtu (4/4) menyampaikan, pihaknya bakal melaporkan Andre ke Bareskrim pukul 11.00 siang ini.

Lawakan Andre, kata Novel, dinilai membuat gaduh dan keresahan di tengah masyarakat.

Sebuah video viral mengenai cuplikan tayangan, ketika ucapan Andre Taulany disorot saat Virzha Idol menuturkan, berdasarkan kisah yang dia baca, harum badan Nabi itu diibaratkan seperti seribu bunga.

Saat itulah, Andre Taulany berkomentar, “Aromanya seribu bunga? Itu badan atau kebon?” kata dia.

Kalimat bernada bertanya inilah yang menjadi viral lantaran kalimat tanya Andre tersebut diduga menghina junjungan umat Islam. (rmol/red)

Usai Ditetapkan Jadi Tersangka, KPK Cegah Zul AS ke Luar Negeri

Walikota Dumai, Zulkifli AS
Walikota Dumai, Zulkifli AS

JAKARTA, Tribunriau- Setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai pada APBN 2017 dan 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Walikota Dumai, Zulkifli AS untuk bepergian ke luar negeri.

“KPK telah mengirimkan surat ke Imigrasi (Kemenkumham) tentang pelarangan ke luar negeri terhadap tersangka Zulkifli AS,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, Sabtu (4/5/2019) dilansir Rmol.

Adapun terkait tenggat waktu berlakunya pencegahan bepergian Walikota Dumai ke luar negeri terhitung sejak kemarin (Jumat, 3/5) hingga beberapa bulan kedepan.

“Dicegah ke luar negeri selama 6 bulan terhitung 3 Mei 2019,” ujar Febri.

Dalam perkara ini, Zulkifli AS diduga memberi uang sebesar Rp 550 juta kepada mantan pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo untuk memuluskan proses pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai dalam APBN Perubahan tahun 2017 dan 2018.

Selain itu, Zulkifli juga diduga menerima gratifikasi Rp 50 juta dan fasilitas berupa kamar hotel di Jakarta dalam kasus ini. Zulkifli diduga terlibat dalam dua perkara, karena itu dia disangkakan pasal berlapis.

Akibat ulahnya, dia disangkakan melanggar pasal 12 B atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan perkara kedua, Zulkifli disangkakan melanggar Pasal 12 B atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (rmol/red)

Soal Taggar #2019GantiPresiden Tutup Buku, Ini Penjelasan Mardani

Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera

JAKARTA, Tribunriau- Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera menjelaskan soal pernyataannya “#2019GantiPresiden tutup buku”.

“Awal Januari 2019 kami diminta migrasi oleh BPN dan HRS. Dalam 212 Award beliau sampaikan 2019GantiPresiden ditingkatkan atau diubah menjadi 2019PrabowoPresiden,” kata Mardani di akun twitternya, Sabtu (4/5).

Jelas ketua DPP Partai Kedilan Sejahtera (PKS) ini, dia ikut intruksi tersebut.

“Saya ikut intruksi dan mulai edukasi berbulan-bulan ubah hashtag. Sampai 13 Maret tutup buku, karena semua migrasi 2019PrabowoPresiden,” ungkapnya.

Menurut Mardani, banyak sekali pertimbangan perlunya mengubah tanda pagar (tagar) yang disampaikan tim BPN dan Imam Besar FPI M. Rizieq Shihab. Alasan utama adalah kampanye to the point, menyebut nama presidennya.

“Saya ikut intruksi itu, namun di lapangan hashtag tidak langsung berganti, perlu edukasi beberapa bulan. Namun Pribadi saya batasi 13 Maret,” ujar Mardani lagi.

Pernyataan Mardani soal “#2019GantiPresiden tutup buku” sempat heboh. Pernyataan Mardani itu menanggapi pertanyaan soal rekonsiliasi. Hemat dia, BPN maupun TKN harus menahan diri adu argumen. Masa kampanye sudah selesai, maka tidak perlu saling sahut lagi.

PKS sendiri, lanjut Mardani, masih yakin bahwa Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2019. Karena itu, PKS akan tetap loyal di Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Ditegaskannya, PKS tidak akan bergabung dengan koalisi Jokowi. “PKS pasti yakin kok, insyaAllah Prabowo-Sandi menang. Makanya kami masih bertahan,” ujar Mardani. (rmol/red)

Fadli Zon Datangi Kantor KPU

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon memberikan pengarahan saat Deklarasi dan Pembekalan Relawan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemenangan Prabowo-Sandi di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2019). Deklarasi dan pembekalan relawan TPS yang diselenggarakan Jaringan Alumni SMA se-Bogor Raya (Jasma) tersebut untuk mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019 serta memantau proses pemungutan suara di TPS. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon memberikan pengarahan saat Deklarasi dan Pembekalan Relawan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemenangan Prabowo-Sandi di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2019). Deklarasi dan pembekalan relawan TPS yang diselenggarakan Jaringan Alumni SMA se-Bogor Raya (Jasma) tersebut untuk mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019 serta memantau proses pemungutan suara di TPS. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.

JAKARTA, Tribunriau- Banyaknya dugaan salah input data ke Sistem Hitung Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU) yang meresahkan masyarakat, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mendatangi kantor KPU di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019).

“Ya belum tahu (apakah situng dihentikan atau dilanjutkan), nanti kita lihat dulu. Saya ingin lihat nih kayak apa hebatnya Situng KPU ini,” ujar Fadli di Kantor KPU dilansir BeritaSatu.

Tak hanya sendirian, Fadli juga mendatangi kantor KPU bersama Wakil Ketua Komisi II DPR, Ahmad Riza Patria.

Fadli mengaku dirinya akan melihat secara langsung bagaimana cara penghitungan suara, termasuk software dan hardware-nya seperti apa. Pasalnya, sudah banyak salah input data ke situng yang meresahkan masyarakat.

“Banyak salah input yang jumlahnya ratusan, bahkan ribuan. Kemudian bagaimana mekanisme yang namanya C1 dan berita acara itu disampaikan dari mana IP address-nya, siapa orang-orang yang melakukan inputnya, di mana dia melakukan inputnya. Supaya kita tahu siapa yang berbuat kesalahan dan ini juga saya kira penting, bagi audit terhadap anggaran yang tersedia,” urai dia.

Lebih lanjut, Fadli Zon mengatakan pihaknya akan mengecek server dan sistem operasi yang dipakai dan digunakan KPU. Jika nantinya ditemukan hal-hal yang tidak sesuai standar, maka Fadli mengatakan bisa saja pihaknya mengambil langkah lain.

“Situng menjadi perhatian seluruh rakyat Indonesia yang terutama mengikuti bagaimana penghitungan ini tidak mendapatkan kepercayaan dari seluruh masyarakat, ada kesalahan-kesalahan yang begitu nyata, ada penambahan angka-angka kok bisa, kalau tidak salah di masa lalu saja kalau misalnya jumlah orang di TPS nya itu cuma 300/400 diinput 1000 ya pasti mental, tetapi kok ini tidak, ada apa? Jadi kita ingin melihat dan menanyakan hal itu,” pungkas Fadli. (bsc/red)

Kasus Dugaan Suap, Walikota Dumai Resmi Jadi Tersangka

Penyidik KPK dikawal Kepolisian saat menggeledah rumah dinas walikota dumai
Penyidik KPK dikawal Kepolisian saat menggeledah rumah dinas walikota dumai

JAKARTA, Tribunriau- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Walikota Dumai, Zulkifli AS sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.

Selain itu, orang nomor satu di Dumai itu juga disangkakan menerima gratifikasi.

“Dalam proses penyidikan ini, KPK menetapkan ZAS (Zulkifli Adnan Singkah), Wali Kota Dumai 2016-2021 sebagai tersangka pada 2 perkara,” ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019).

Untuk perkara pertama yaitu suap, Zulkifli diduga memberikan Rp 550 juta ke Yaya untuk mengurus anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P tahun 2017 dan APBN tahun 2018 Kota Dumai.

Sedangkan untuk perkara kedua yaitu gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. (dtc/red)

Jelang Ramadhan, Karyawan Riau Pesisir Dapat ‘Uang Daging’

Pimpinan Perusahaan, Ahmad Dahlan, S.Sos saat memberikan uang daging ke salah seorang karyawan Riau Pesisir
Pimpinan Perusahaan, Ahmad Dahlan, S.Sos saat memberikan uang daging ke salah seorang karyawan Riau Pesisir.

DUMAI, Tribunriau – Menjelang Bulan Suci Ramadhan yang bakal jatuh pada tanggal 5 Mei 2019 mendatang, Pimpinan Perusahaan Riau Pesisir, Ahmad Dahlan, S.Sos memberikan uang daging untuk seluruh karyawan, Jumat (3/5/2019).

Owner Riau Pesisir Ahmad Maritulius dan Pimpinan Perusahaan Ahmad Dahlan saat berfoto bersama karyawan Riau Pesisir
Owner Riau Pesisir Ahmad Maritulius dan Pimpinan Perusahaan Ahmad Dahlan saat berfoto bersama karyawan Riau Pesisir

Pemberian uang daging tersebut merupakan rutinitas tahunan yang diberikan oleh perusahaan untuk karyawan dalam menyambut bulan Ramadhan. Uang daging tersebut dapat dipergunakan karyawan untuk menambah masakan pada bulan Ramadhan mendatang.

Pimpinan Perusahaan Riau Pesisir, Ahmad Dahlan S.Sos saat memberikan uang daging kepada salah seorang Karyawati Riau Pesisir
Pimpinan Perusahaan Riau Pesisir, Ahmad Dahlan S.Sos saat memberikan uang daging kepada salah seorang Karyawati Riau Pesisir

“Uang daging ini diberikan kepada seluruh karyawan di Riau Pesisir untuk menyambut Bulan Ramadhan,” ujar Ahmad Dahlan usai memberikan uang daging tersebut kepada seluruh karyawan Riau Pesisir.

Dijelaskannya, uang tersebut di luar dari gaji bulanan, artinya uang daging tersebut adalah uang tambahan seperti uang Tunjangan Hari Raya (THR).

Ia berharap, dengan uang tersebut karyawan dapat melaksanakan Puasa di Bulan Ramadhan dengan khusyu. (red)

Mayat Wanita Tanpa Kepala Gegerkan Warga Dumai

Ilustrasi
Ilustrasi

DUMAI, Tribunriau- Warga Kelurahan Teluk Makmur Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai digegerkan dengan penemuan mayat wanita tanpa kepala di dalam parit di Jalan Mattaim, Kamis (2/5/2019) kemarin.

Penyebab kematian korban hingga saat ini belum diketahui, pihak Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Kapolres Dumai AKBP Restika Nainggolan membenarkan penemuan mayat yang masih misterius tersebut. “Korban berjenis kelamin perempuan ini ditemukan warga sekitar pukul 10.30 Wib, dalam kondisi tanpa kepala dan tidak ditemukan identitas apapun di tubuh korban,” sebut Restika.

Ditambahkannya, selain tanpa kepala, di tubuh korban hanya melekat pakaian dalam.

Warga yang pertama kali menemukan jasad korban, saat itu hendak pulang setelah berbelanja dari warung dan melintas dengan berjalan kaki di sekitar lokasi. Kemudian lanjut Restika, saksi melihat ke sisi jalan, yang berada di dalam parit, seperti kaki manusia.

Saksi mendekati parit dan melihat tubuh korban yang sudah tidak utuh, tanpa kepala. Saksi berteriak dan memberitahu warga yang berada disekitar lokasi.

Setelah itu warga melaporkan kejadian tersebut kepada anggota Bhabinkamtibmas Bripka Antoni Hermanto. Penemuan mayat perempuan tanpa kepala dan identitas tersebut dilaporkan kepada pihak polsek, dan langsung diturunkan Tim Identifikasi dari Sat Reskrim Polres Dumai untuk dilakukan olah TKP.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kota Dumai untuk dilakukan otopsi. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. “Sejumlah saksi di lokasi telah dimintai keterangan dan polisi masih mencari identitas korban untuk menentukan penyebab kematian korban,” tutup Restika. (kpc)

Alih Fungsi Hutan di Riau, KPK Tetapkan PT Palma Satu Sebagai Tersangka

DUMAI, Tribunriau- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan PT Palma Satu sebagai tersangka. Selain itu KPK juga menjerat Legal Manager PT Duta Palma Group Tahun 2014 Suheri Terta serta Pemilik PT Duta Palma dan PT Darmex Group, Surya Damadi sebagai tersangka.

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga pihak sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan KPK dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 25 September 2014. Saat itu, KPK mengamankan uang dengan nilai total Rp 2 miliar dalam pecahan dollar Amerika Serikat dan rupiah.

KPK saat itu menjerat mantan Gubernur Riau, Annas Maamun, dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung.

Menurut Laode, dua orang ini telah divonis bersalah di tingkat Pengadilan Tipikor Jakarta hingga Mahkamah Agung. “KPK kembali menyampaikan hasil penyelidikan yang dilakukan KPK terkait dugaan pemberian hadiah atau janji terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau ke Kementerian Kehutanan Tahun 2014,” kata Laode.

Surya diduga menawarkan Annas Maamun fee sejumlah Rp 8 miliar melalui Gulat, apabila areal perkebunan perusahaannya masuk dalam revisi SK Menteri Kehutanan tentang perubahan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan.

Annas kemudian menginstruksikan bawahannya di Dinas Kehutanan untuk memasukan lahan atau kawasan perkebunan yang diajukan oleh Suheri dan Surya dalam peta lampiran surat gubernur.

Menurut Laode, Suheri diduga menyerahkan uang dollar Singapura senilai Rp 3 miliar melalui Gulat ke Annas Maamun. Uang itu diduga terkait kepentingan PT Palma Satu.

Perusahaan ini tergabung dalam Duta Palma Group yang mayoritas sahamnya dimiliki Darmex Agro. “SUD (Surya) diduga beneficial owner Darmex Agro dan Duta Palma Group. SRT (Suheri) merupakan komisaris PT Darmex Agro dan orang kepercayaan SUD,” papar dia.

PT Palma Satu disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Suheri dan Surya disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP. (kpc)

Jadikan Kepri Pusat Tahfiz Dunia

Tribunriau- Gubernur H Nurdin Basirun yakin para generasi muda Kepri memiliki potensi dan kemampuan yang mumpuni terutama di bidang keagamaan. Jika terus dididik dan dikembangkan dapat mewujudkan Kepri menjadi pusat tahfiz yang mendunia.

“Ketika orang bertanya dimana bumi tahfizh, dimana daerah qurani maka jawabannya adalah Kepulauan Riau,” ujar Nurdin saat membuka acara Wisuda Tahfizh dan Pelepasan Siswa kelas VI Angkatan ke-2 SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) As-Sakinah Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2018/2019 di Aula Asrama Haji, Tanjungpinang, Rabu (1/5).

Keyakinan Nurdin tersebut muncul karna bidang keagamaan kini semakin menjadi bidang yang favorit, maka tujuan mulia ini tidak hanya menjadi tugas Pemerintah sendiri, Peran aktif Masyarakat dan dukungan semua pihak terkait untuk terus mendorong tujuan ini dapat tercapai.

“Apalagi bidang keagamaan ini dapat menjadi tabungan berharga bagi masa depan anak-anak, maka saya mengajak para orang tua agar berbondong-bondong mengajarkan dan mengajak anak-anaknya baik ke pondok pesantren maupun sekolah islam terpadu,” lanjutnya.

Pemerintah dikatakan Nurdin juga terus mempersiapkan infrastruktur guna pemenuhan sarana dan pra sarana yang menjadi kebutuhan untuk membangun bidang pendidikan sehingga lahir generasi muda Kepri yang berkualitas, berakhlak mulia serta mampu berdiri terdepan menghadapi era revolusi industri 4.0 yang sudah didepan mata.

Kepada para siswa-siswi yang akan diwisuda, Nurdin tak lupa berpesan untuk menjaga ilmu yang telah didapat dan pada jenjang berikutnya agar semakin ditingkatkan, serta kepada para orang tua juga agar terus membimbing anak-anak mereka agar semakin terarah.

“Kepada anak-anak yang kami sayangi jagalah dan tingkatkan ilmu yang telah didapat serta jangan lupa untuk hormat dan patuh kepada orang tua karna keberhasilan kalian berada pada restu mereka,” pungkasnya.

Kemudian, Kepala SDIT As-Sakinah Ustazah Kimiatis Saadah menyatakan kebanggaannya pada kesempatan hari ini Gubernur Nurdin ikut menghadiri pelepasan dan wisuda Tahfizh. Dirinya juga melaporkan bahwasanya pada Wisuda kedua ini akan dilepas sebanyak 87 murid (hafal 2 Juz yakni Juz 29 dan Juz 30).

Kelulusan sendiri dilanjutkan Ustazah juga tidak serta merta dilakukan dengan mudah, hafalan yang telah dimiliki akan direview kembali serta penilaian untuk jenjang pendidikan formal selama disekolah juga menjadi acuan kelulusan.

“Kami berharap bagi siswa siswi yang telah lulus ini kedepan dapat terus mempertahankan hafalan yang telah dimiliki dan kepada para orang tua agar ikut mengawalnya,” ujar Kimiatis.

Sementara itu, Ketua Yayasan As Sakinah Ustaz Mukhtafin melaporkan bahwa saat ini yayasan sendiri membawahi 2 sekolah SD dan 1 sekolah SMP IT, dan pihaknya juga terus mendorong untuk membangun SMA IT yang mana SMA menjadi ranah Pemerintah Provinsi maka dirinya meminta dukungan Penuh Gubernur agar terealisasi segera, apalagi pihaknya sudah menyiapkan lahan seluas 2,5 Hektar di Sebauk untuk dialokasikam untuk pembangunan SMA IT.

“Kami juga berharap kebiasaan yang telah di lakukan selama belajar di SD dapat terus dipertahankan serta ikuti pula contoh teladan dari orang tua yang juga kami harapkan terus membimbing anak-anaknya nya,” kata Mukhtafin.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, Kepala Biro Pembangunan Aries Fhariandi, Tokoh Masyarakat, Majelis Guru, Orang Tua Murid beserta tamu undangan lainnya. (adv/hms/rls)

Wabup Rohil Jadi pembina Upacara Hari pendidikan Nasional 2019

ROHIL, Tribunriau – Memperingati Hari pendidikan nasional tingkat kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Tahun 2019 wakil Bupati (wabup) Drs.Jamiludin menjadi pembina upacara yang dilaksanakan di Halaman kantor BPKAD jalan merdeka Bagansiapiapi, kamis (2/5/19).

Acara Hari pendidikan Nasional ini , dengan Tema : “menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan”.

Pelaksaanaan memperingati Hari pendidikan Nasional dengan melakukan Pengibaran sang merah putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks pancasila oleh pembina upacara di ikuti seluruh peserta, pembacaan teks UUD 1945, selanjutnya sambutan menteri kebudayaan dan pendidikan disampaikan oleh pembina upacara, pembacaan Doa, menyanyikan lagu Himne Rokan Hilir.

Hadir sekda Rohil Drs.surya Arfan.MSI, ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, kadis pendidiikan Rohil M.Rusli syarief,TNI,Polri, ASN, Guru Dan siswa SD,SMP, SMA sederajat.

Di konfirmasi usai acara, wabup Rohil Jamiludin menghimbau kepada pendidik (Guru) untuk memberikan yang terbaik kepada muridnya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dalam Dunia pendidikan .

Ia juga berharap kepada anak – anak Didik lewat kepala sekolah atau Guru dapat memberikan wawasan di hari pendidikan Nasional ini, sehingga para murid tidak berkotak-kotak dan tidak ada arogan, mudah -mudahan Dunia pendidikan di Rohil semakin maju lagi.

Kadis pendidikan Rohil M.Rusli syarief juga berharap, Dunia pendidikan kabupaten Rokan Hilir semakin maju, semoga pada tahun ini dari ranking 3 (tiga) menjadi ranking 1 (satu).

Rusli meminta kepada Guru untuk mendidik murid secara ikhlas sehingga dapat anak- anak kita menjadi tumpuan orang tuanya dan Bangsanya. (hen).

Terbaru

Populer