Nasional Fadli Zon Datangi Kantor KPU

Fadli Zon Datangi Kantor KPU

BERBAGI
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon memberikan pengarahan saat Deklarasi dan Pembekalan Relawan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemenangan Prabowo-Sandi di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2019). Deklarasi dan pembekalan relawan TPS yang diselenggarakan Jaringan Alumni SMA se-Bogor Raya (Jasma) tersebut untuk mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019 serta memantau proses pemungutan suara di TPS. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon memberikan pengarahan saat Deklarasi dan Pembekalan Relawan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemenangan Prabowo-Sandi di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2019). Deklarasi dan pembekalan relawan TPS yang diselenggarakan Jaringan Alumni SMA se-Bogor Raya (Jasma) tersebut untuk mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019 serta memantau proses pemungutan suara di TPS. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.

JAKARTA, Tribunriau- Banyaknya dugaan salah input data ke Sistem Hitung Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU) yang meresahkan masyarakat, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mendatangi kantor KPU di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019).

“Ya belum tahu (apakah situng dihentikan atau dilanjutkan), nanti kita lihat dulu. Saya ingin lihat nih kayak apa hebatnya Situng KPU ini,” ujar Fadli di Kantor KPU dilansir BeritaSatu.

Tak hanya sendirian, Fadli juga mendatangi kantor KPU bersama Wakil Ketua Komisi II DPR, Ahmad Riza Patria.

Fadli mengaku dirinya akan melihat secara langsung bagaimana cara penghitungan suara, termasuk software dan hardware-nya seperti apa. Pasalnya, sudah banyak salah input data ke situng yang meresahkan masyarakat.

“Banyak salah input yang jumlahnya ratusan, bahkan ribuan. Kemudian bagaimana mekanisme yang namanya C1 dan berita acara itu disampaikan dari mana IP address-nya, siapa orang-orang yang melakukan inputnya, di mana dia melakukan inputnya. Supaya kita tahu siapa yang berbuat kesalahan dan ini juga saya kira penting, bagi audit terhadap anggaran yang tersedia,” urai dia.

Lebih lanjut, Fadli Zon mengatakan pihaknya akan mengecek server dan sistem operasi yang dipakai dan digunakan KPU. Jika nantinya ditemukan hal-hal yang tidak sesuai standar, maka Fadli mengatakan bisa saja pihaknya mengambil langkah lain.

“Situng menjadi perhatian seluruh rakyat Indonesia yang terutama mengikuti bagaimana penghitungan ini tidak mendapatkan kepercayaan dari seluruh masyarakat, ada kesalahan-kesalahan yang begitu nyata, ada penambahan angka-angka kok bisa, kalau tidak salah di masa lalu saja kalau misalnya jumlah orang di TPS nya itu cuma 300/400 diinput 1000 ya pasti mental, tetapi kok ini tidak, ada apa? Jadi kita ingin melihat dan menanyakan hal itu,” pungkas Fadli. (bsc/red)