Tribunriau- Beberapa partai politik (parpol) pasca pemilu tampaknya tidak akan mempercayai hasil keputusan KPU yang akan disahkan beberapa hari kedepan.
Namun, bagaimana pendapat pakar hukum tata negara menyikapi ketidakpercayaan tersebut?
Refly Harun melalui akun Twitternya @ReflyHZ menasehati anggota DPR yang juga telah memilih anggota KPU serta MK agar lebih jeli dalam melakukan penyeleksian dan pemilihan.
Anggota DPR, lanjut cuitan Refly, harus mencari sosok yang berintegritas dan memiliki independensi yang kuat, bukan orang yang memiliki lobi yang kuat ataupun malah orang yang gampang ditundukkan.
“Ketika sebagian parpol dan politisi tidak percaya KPU dan MK, nasehat saya cuma satu. Lain kali kalau memilih anggota KPU atau hakim konstitusi, carilah yang paling kuat integritas dan independensinya. Jangan hanya yg kuat lobi atau krn gampang ditundukkan,” cuit @ReflyHZ.
Dalam cuitan berikutnya, ia juga menyarankah hal itu bagi caleg-caleg yang menang, meskipun sekarang tidak mempermasalahkan atau protes atas kekalahan.
“Untuk yang menang pemilu, nasihatnya sama. Carilah yang paling berintegritas dan yang paling independen. Sekarang tidak mengeluh, tetapi begitu kalah, distrust yang sama akan muncul juga,” tulisnya melanjutkan cuitan sebelumnya.
Lebih jauh lagi, Refly juga menyarankan agar hal itu juga dilakukan untuk lembaga-lembaga lain yang dipilih oleh DPR, termasuk KPK.
“Hal yang sama berlaku pula untuk lembaga-lembaga lain yang anggotanya dipilih DPR, trmasuk KPK. Jangan sampai terus terjadi, kalian memilih kalian pula yang tidak mempercayai,” tulis @ReflyHZ. (isk)
Ketika sebagian parpol dan politisi tidak percaya KPU dan MK, nasehat saya cuma satu. Lain kali kalau memilih anggota KPU atau hakim konstitusi, carilah yang paling kuat integritas dan independensinya. Jangan hanya yg kuat lobi atau krn gampang ditundukkan.
— Refly Harun (@ReflyHZ) May 16, 2019











