Aktivis HAM, sekaligus Direktur Lokataru Foundation, Haris Azhar
JAKARTA, Tribunriau- Aktivis HAM, sekaligus Direktur Lokataru Foundation, Haris Azhar mundur sebagai saksi dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.
Haris rencananya jadi salah satu saksi di persidangan, pada hari ini, Rabu 19 Juni 2019.
“Saya nyatakan tak bersedia untuk hadir sebagai saksi dalam Sidang Sengketa Pemlihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi hari ini pada tanggal 19 Juni 2019,” ujar Haris dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Haris pun menjelaskan, alasannya menolak memberikan kesaksian pada sengketa Pemilu pada persidangan ketiga di MK ini, karena dua calon presiden baik dari capres nomor urut 01 Joko Widodo dan nomor 02 Prabowo Subianto memiliki catatan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Dia selaku bagian dari masyarakat Indonesia menuntut akuntabilitas dan kinerja pengungkapan pelanggaran HAM yang terjadi di masa lampau.
“Memandang dua kubu kontestan Pilpres 2019, baik kubu Bapak Joko Widodo maupun kubu Bapak Prabowo Subianto, memiliki catatan pelanggaran HAM. Di mana Bapak Joko Widodo selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, tidak menjalankan kewajibannya untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat,” ujarnya. (viva/red)
JAKARTA, Tribunriau – Tim kuasa hukum Novel berharap pemeriksaan Penyidik KPK Novel Baswedan bukan hanya sekadar formalitas untuk memperingati 800 hari kasus penyiraman air keras. Novel hari ini diperiksa oleh tim gabungan bentukan Kapolri Jendral Tito Karnavian.
“Kita tahu Senin kemarin itu 800 hari kasus Novel. Artinya lebih 2 tahun kasus ini juga belum terungkap dan kita harap pemeriksaan ini bukan hanya formalitas karena mau memperingati 800 hari kemudian ada pemeriksaan. Tidak seperti itu,” kata salah satu kuasa hukum Novel Arif Maulana di KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019).
Arif yang juga merupakan Direktur LBH Jakarta ini mengatakan tim kuasa hukum sangat menginginkan kasus tersebut segera diungkap. Untuk itu, Arif berharap dari pemeriksaan terhadap Novel itu tim gabungan segera mengungkap pelaku.
“Kita harap betul-betul pemeriksaan ini mengungkap siapa pelaku kekerasan kepada Novel. Karena ini ancaman bukan hanya pada Novel tapi kepada pejuang antikorupsi kepada upaya bangsa ini untuk memberantas korupsi di Indonesia,” ujar Arif.
Arif mengatakan tim kuasa hukum sebenarnya sangat mengkritisi adanya tim gabungan bentukan Kapolri ini. Meski demiikian, ia tetap akan menghargai kinerja tim tersebut sebagai bagian dari upaya pengungkapan kasus.
“Coba kita lihat apakah tim ini betul-betul berani objektif dan betul-betul temuannya bisa ditindaklanjuti dalam proses hukum. Kita berharap demikian karena sudah terlampau lama,” tambahnya.
Kuasa hukum Novel yang lain, Usman Hamid berharap hal yang sama. Ia ingin dalam pemeriksaan kali ini mendapatkan informasi terkait pelaku penyerangan terhadap Novel itu.
“Hari ini pertemuan dengan tim pencari fakta termasuk penyidik-penyidik, kita harapkan bukan sekadar pemeriksaan formal, tapi juga ada kabar kemajuan yang disampaikan tim pencari fakta Polri terhadap Novel terkait dengan siapa sebenarnya pelaku penyerang terhadap Novel dan aktor intelektual dibalik penyerangan itu,” kata Usman Hamid.
Sebab, ia menilai selama tim gabungan bentuk Kapolri itu bekerja belum ada kemajuan yang signifikan. Kemudian, ia membandingkan dengan kinerja tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus aktivis HAM Munir.
“Bandingkan dengan tim pencari fakta terdahulu, sekadar contoh tim pencari fakta kasus Munir di dalam 3 bulan pertama itu sudah ada tersangka yang bisa ditetapkan oleh kepolisian. Jadi, kami merasa tim ini masih belum bekerja seperti yang diharapkan, seperti yang diidealkan, dan kami ingin mendengar apa bukti-bukti kemajuan yang mereka peroleh dalam pertemuan nanti,” ujarnya. (detik/red)
ROHIL, tribunriau – Ketua yayasan fastabiqul khairat Drs.Surya Arfan.Msi dalam laporannya, Rabu (19/6/19) pada acara pemancangan tiang pertama mesjid laksemana muhammad cheng Ho di Bagansiapiapi mengatakan, Desain pembangunan Masjid laksemana Muhammad Cheng Ho perpaduan Antara Teinghoa dan Melayu dimana luas lahan yang dihibahkan oleh pemerintah kabupaten Rokan Hilir seluas 2 Hektar.
Dijelaskannya, pembangunan mesjid laksamana muhammad Cheng Ho di bangun 2 lantai yang direncanakan akan dibuat seribu kubah sebagai simbol kabupaten Rokan Hilir dengan dilengkapi beberapa ornamen nantinya didalam masjid tersebut.
” Dana dibutuhkan sampai Selesai Bangunan tersebut diluar lahan, sebesar 10 Milyar lebih,” katanya.
Disamping Bangunan masjid akan dilengkapi dengan miniatur kapal Tongkang, pusat kajian , mualaf center, Gedung , taman bermain, gedung pertemuan dan manara dua buah dengan ketinggian sekira 25 meter atau 17 tingkat.
Dengan berbagai perlengkapan masjid laksemana muhammad Cheng Ho tersebut diharapkan akan dapat menjadi multi fungsi sebagai pusat pembinaan Mualaf.
” Mualaf yang ada di Bagansiapiapi lebih dari 200 orang yang belum pernah mendapat binaan dari kita, oleh itu diharapkan dengan kehadiran mesjid ini nantinya, akan menjadi pusat pembinaan bagi mualaf di Kabupaten Rokan Hilir, ” ujarnya.
Insya Allah dalam waktu dekat kami melalui DMI akan melakukan pendataan terhadap semua mualaf yang ada di Rokan Hilir ini Yang akan kita pusatkan pembinaanya di mesjid laksemana muhammad Cheng Ho ini.
Lanjutnya, Kemudian juga sebagai tempat tujuan musafir dilengkapi berbagai sajian kuliner, oleh-oleh kerajinan Rohil dan bisa dimanfaatkan pujasera sebagai sajian – sajian tersebut, ” tutup surya Arfan. (hen)
Bangkinang Kota ;(TRIBUNRIAU.COM) Mari kita menjadi mitra yang terdepan dalam menyukseskan program Keluarga Berencana di Kabupaten Kampar, apalagi di Kabupaten Kampar saat ini telah ada sebanyak 38 Kampung KB se Kabupaten Kampar. Oleh sebab itu mari kita menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program ini.
Demikian disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Pada acara pertemuan pemantapan peran PKK di Kampung KB se Kabupaten Kampar yang diadakan di Rumah dinas Bupati Kampar di Bangkinang kotapada hari Kamis, 20/06
Ditambahkan Muslimawati Catur Kegiatan ini bertujuan untuk bersilaturrahmi dengan pengurus PKK Desa walaupun saat ini jumlahnya terbatas dengan PKK Desa yang telah di tetapkan sebagai Kampung KB, kegiatan sekaligus menyamakan persepsi tentang sejauh mana peran kita dalam menyukseskan Kampung KB.
Di Kabupaten Kampar hingga saat ini ada lebih kurang 38 Kampung KB yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Kampar” Tambah Ketua TP PKK Kabupaten Kampar.
Saya berharap Kader PKK Sebagai mitra Pemerintah harus tetap semangat terkhusus desa yang ada di Kampung KB agar lebih aktif dari Desa yang tidak menjadi desa Kampung KB, karena pembinaan kampung KB dapat dilakukan secara terpadu” Kata Muslimawati Catur
Selaraskan 10 program Pokok PKK dengan 8 fungsi keluarga yang tertuang dalam dalam seksi yang ada di kelompok Kerja (Pokja), disinilah peran PKK dalam Kampung KB” Pinta Muslimawati Catur lagi.
“Mari kita menjadi terdepan dalam sukseskan program ini, hidupkan dasa wisma dalam mencari informasi, solusi maupun bentuk data masyarakat” tutup Muslimawati sembari membuka secara resmi pelatihan kader PKK Kampung KB.
Sementara itu Ketua Pelaksana acara Elvi Yanti Ketua Pokja IV TP PKK Kampar dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diperuntukkan bagi PKK Desa yang menjadi Kampung Desa yang digelar selama 1 hari yang diikuti sebanyak 38 orang ketua PKK desa desa se Kabupaten Kampar akan kita kita berikan pelatihan dan pemantapan” Kata Evi.
Kegiatan ini mendatangkan narasumber dari BKKBN Provinsi Riau, Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kampar dan PKK Kabupaten Kampar. (Shm)
Bangkinang Kota -(TRIBUNRIAU.COM) Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto yang diwakili Sekretaris Daerah Yusri membuka sosialisasi percepatan penurunan Stunting (Sangat pendek/ Pendek) di Kabupaten Kampar tahun 2019 di ruang rapat lantai III Kantor Bupati, Selasa(20/6)
Turut hadir sebagai narasumber Desrates Iskandar Koordinator Regional Sumatera Program INEY Program Kemendagri. dr Neng Kasmiati MH selaku Kasi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
Dalam sambutannya Yusri mengajak seluruh Dinas OPD untuk mengatasi pola asuh dan pola gizi yang dapat menyebabkan anak kurang tinggi/kerdil ataupun gizi buruk.
“Seluruh OPD terkait mari sama-sama kita tuntaskan bersama kita lakukan perbaikan dari seluruh sisi, penuntasan Stunting melalui program strategi yang terintegrasi” ungkap Yusri
Indonesia termasuk kedalam 17 negara di dunia yang mengalami beban ganda permasalahan gizi berdasarkan data Global Nutrition Report 2014.
Dalam pemaparan, Desra selaku narasumber menyampaikan 8 aksi integrasi dalam penanganan Stunting yang juga melibatkan 23 kementerian dan mengharapkan seluruh OPD beserta Pemerintah Daerah konsisten dalam memberikan penyuluhan terkait pola asuh dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi Stunting selain peningkatan gizi ibu hamil dan balita 1000 hari kehidupan.
Berdasarkan data entry ePPGBM tanggal 18 Juni 2019, dari 28.711 balita yang ditimbang, tinggi badan/usia maka ditemukan 6.581 balita masuk kategori Stunting (sangat pendek / pendek) atau setara 22,92%.
Saat ini masih ada10 desa yang masuk kedalam kriteria lokus diantaranya Bangun Sari, Tanjung Karang, Danau Lancang, Pulau Jambu, Pandau Jaya, Aur Kuning, Terusan, Gajah Bertalut, Sungai Bungo, Ranah Singkuang.
Tim Nasional Penanggulangan dan Penurunan Kemiskinan (TNP2K) telah menetapkan 100 Kabupaten/Kota wilayah prioritas tahun 2018 dan 60 Kabupaten/Kota pada 2019. Penetapan wilayah prioritas didasarkan pada data masalah gizi kronis (Stunting) menurut riskesdas 2013 dan tingkat kemiskinan. Di Provinsi Riau terdapat 2 Kabupaten termasuk prioritas diantaranya Rohul dan Kampar.(shm)
ROHIL, Tribunriau – Gubernur Riau ( Gubri) Drs.H.Syamsuar.Msi didampingi Bupati Rohil H.Suyatno.Amp resmikan pemancangan tiang pertama mesjid laksemana muhammad Cheng Ho, Rabu (19/6/19) di jalan sumatera laut ujung Bagansiapiapi kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Hadir pada peresmian tersebut Gubernur Riau Drs.H.Syamsuar.Msi beserta rombongan, Deputi kementerian RI, pimpinan anggota DPRD provinsi Riau, ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, forkapimda provinsi Riau, Bupati Rohil H.Suyatno,forkapimda Rohil, kepala OPD, kepala Bagian dilingkungan pemkab Rohil, tokoh masyarakat, Tokoh agama, pimpinan ormas, OKP Rohil, ketua DMI provinsi Riau, ketua Anak Bagan di perantauan.
Dewan Mesjid Indonesia provinsi Riau oleh sekretaris DMI provinsi Riau Ustad Mizan Asnawi didampingi ketua DMI Rohil wasirwan Yunus menyerahkan piagam penghargaan berbasis religi kepada Bupati Rokan Hilir H.Suyatno selaku pembina .
Ketua Anak Bagan diperantuan, Abian dalam sambutanya, meminta bimbingan dan arahan Gubernur Riau dan Bupati Rohil dalam pembangunan Mesjid laksemana Muhammad cheng Ho.
Ia menjelaskan, Mesjid laksmana muhammad Cheng Ho adalah wujud keberagaman, kemajemukan yang ada di negara kesatuan indonesia, sekaligus kepedulian dan toleransi kami warga tionghoa kepada saudara kami melayu, jawa, padang, batak dan suku lainya yang ada di Rokan Hilir, walaupun kita berbeda tapi tetap satu bingkai NKRI, pancasila, Bhineka tunggal ika dan UUD 1945.
” Semoga pembangunan mesjid ini dapat berjalan dengan lancar supaya dapat bermanfaat bagi orang banyak terutama masyarakat Bagansiapiapi dan sekitarnya, untuk itu kami sangat memerlukan dukungan dan bimbingan dari Bapak/ibu semuanya, terutama teman-teman yang sukses kiranya tergugah hatinya agar tetap peduli dengan kampung kita sendiri,” harap Abian.
Selanjutnya sambutan Bupati Rohil H. Suyatno mengatakan, Rencana pembangunan mesjid laksemana muhammad Cheng Ho ini sudah lama digaungkan oleh teman kita dan saudara kita orang asli Bagansiapiapi yang merantau diperantauan dan telah sukses dalam melakukan kegiatan diluar provinsi Riau.
Tentunya pemerintah Daerah memberikan apresiasi dan terima kasih banyak kepada saudara kita yang peduli kampung halamannya.
Mungkin ini sebuah mesjid laksemana muhammad cheng Ho yang luar biasa dan ini baru pertama kali ditancapkan tiangnya di provinsi Riau.
” Saya sangat gembira sekali mendapat dukungan dari tokoh masyarakat, memang kalau ada segelintir orang itu biasalah, untuk kebaikan tidak ada masalah, niat yang tulus dan ikhlas teman – teman yang punya etikat baik untuk membangun sebuah mesjid, saya pikir agak sedikit menonjol, artinya apa?.. dari bentuk gambar saja seperti kelenteng dipadukan dengan kubah sesuai dengan Rohil Negeri seribu kubah,” ujarnya
Target dari pada pembangunan mesjid laksemana muhammad Cheng Ho selama sembilan Bulan sudah selesai,” kata suyatno.
Gubernur Riau Drs.H.Syamsuar.Msi, dalam sambutanya mengucapkan, syukur Alhamdullillah pada hari ini masih diberikan rahmat yang diberikan oleh Tuhan yang maha Esa, dimana kita diberikan dalam keadaan sehat dan walafiat pada hari ini dan bisa menghadiri acara pemancangan tiang pertama mesjid laksamana muhammad Chengho, mudah-mudahan Allah.SWT meridhoi sesuai apa yang diharapkan oleh Bapak abian tadi dan ini menjadi perhatian kita semua.
” Mudah-mudahan pembangunan mesjid muhammad Cheng Ho, bisa bermanfaat bagi kota Bagansiapiapi khususnya dan masyarakat Rokan Hilir pada umumnya,” harap syamsuar. (hen)
JAKARTA, Tribunriau- Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat, meminta Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto, untuk diam saat hendak meminta keterangan saksi fakta dari pemohon. Mereka sempat adu argumen hingga Arief mengancam Bambang akan dikeluarkan dari ruang sidang.
Kejadian itu bermula pada saat Arief bertanya mengenai latar belakang saksi fakta kedua yang dihadirkan oleh pemohon, Idham Amiruddin. Saat itu, Idham mengatakan kepada Arief ia berasal dari kampung tapi akan menjelaskan permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) skala nasional.
“Kalau Anda dari kampung, mestinya yang Anda ketahui kan situasi di kampung itu, bukan nasional kan?” kata Arief pada sidang di ruang sidang MK, Jakarta Pusat, Rabu (19/6).
Mendengar itu, Bambang bersuara. Dia menganggap Arief sudah melakukan penilaian terhadap saksi yang ia hadirkan sebelum mendengarkan pernyataan saksi tersebut. Ia pun meminta Arief untuk mendengar kesaksian Idham terlebih dahulu.
“Bapak sudah menjudgement seolah-olah orang kampung tidak tahu apa-apa juga tidak benar,” kata Bambang.
“Bukan begitu,” kata Arief. “Dengarkan saja dulu apa yang akan dijelaskan,” sahut Bambang. “Begini Pak Bambang, saya kira saya sudah cukup, saya akan dialog dengan dia (Idham),” ujar Arief. “Tapi saya mohon juga,” tutur Bambang lagi.
Arief pun menyebutkan, “Kalau tidak diam, Pak Bambang saya suruh keluar.” Bambang kembali menjawab, “Saya mohon maaf Pak, kalau dalam tekanan terus saya akan menolak. Saksi saya, menurut saya, ditekan oleh Bapak.”
“Bukan begitu. Sudah, Pak Bambang sekarang diam. Saya akan dialog dengan saudara saksi,” jelas Arief mengakhiri adu argumennya dengan Bambang. (republika/red)
Suasana sidang sengketa Pemilhan Presiden (Pilpres) 2019 beragendakan mendengarkan keterangan saksi di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu(19/6). (foto: M Putra Akbar/Republika)
JAKARTA- Sebanyak 15 orang saksi fakta dan dua orang saksi ahli dihadirkan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Dua diantara 15 orang saksi tersebut ialah Said Didu dan Haris Azhar.
“Saksi sesuai dengan permintaan mahkamah sudah disiapkan, tapi kami siapkan cadangannya juga,” ucap Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (19/6) dilansir Republika.
Selain mereka, 13 saksi fakta lainnya, yakni Agus Maksum, Idham, Hermansyah, Listiani, Nur Latifah, Rahmadsyah, Fakhrida, Tri Susanti, Dimas Yehamura, Beti Kristiani, Tri Hartanto, Risda mardiana dan Hairul Anas. Untuk dua saksi ahli, yaitu Jaswar Koto dan Soegianto Sulistiono. “Mudah-mudahan bisa memberikan kesaksian yang terbaik,” kata Bambang.
Sebelum memberikan kesaksian, para saksi fakta dan saksi ahli yang dihadirkan pemohon ini diambil sumpah terlebih dahulu di hadapan majelis hakim MK. Hingga berita ini ditulis, majelis hakim sedang mendengarkan keterangan dari saksi fakta atas nama Agus Muhammad Maksum, Direktur IT BPN Prabowo-Sandi.
Agus mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan ketika mempersoalkan daftar pemilih tetap (DPT) sebelum Pemilu 2019. Ancaman itu diarahkan kepadanya dan keluarga.
“Pernah sampai ke saya, keluarga saya tentang ancaman pembunuhan,” ungkap Direktur IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) itu di hadapan majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di ruang sidang MK, Jakarta Pusat, Rabu (19/6).
Agus mengaku mendapatkan ancaman tersebut sekitar April 2019. Tapi, setelah mendapatkan ancaman tersebut, ia tidak melaporkannya ke pihak berwajib karena beranggapan timnya sudah dapat melakukan pengamanan. Ia tidak memberi tahu semua orang akan adanya ancaman tersebut. “Satu saja saya sebut (yang ia beri tahu adanya ancaman tersebut), Pak Hasyim Djojohadikusumo,” ungkap Agus. (republika/red)
Simalinyang KKT ;(TRIBUNRIAU.COM) Tak berapa lama gelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Kampar ke 50 Tahun 2019 akan digelar, dimana selaku tuan Rumah adalah Kecamatan Kampar Kiri Tengah.
Bupati Kampar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs.Yusri, M. Si melakukan peninjauan pada hari Rabu, 19/06 terhadap kesiapan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an Tingkat Kabupaten Kampar ke 50 tahun 2019 yang dipusatkan di Halaman Kantor Camat Kampar Kiri Tengah yang tinggal hitungan hari tepatnya tanggal 4 Juli 2019.
Peninjauan di lakukan Sekda Kampar terhadap sarana dan prasarana Seperti pembangunan Astaka Utama, Ruang Dewan Hakim, Lokasi start pawai ta’aruf maupun sarana pendukung lainnya.
Pada kesempatan tersebut Sekda Kampar menekankan agar seluruh kepanitiaan agar dapat segera menyelesaikan pekerjaan, sehingga pada hari H tidak ada kendala dan dapat di selesai sesuai dengan jadwal” Pinta Sekda Kampar.
Selain itu Sekda Kampar pada kesempatan tersebut juga melakukan peninjauan terhadap kondisi Kantor Camat Kampar Kiri Tengah yang mana Perlu dilakukan perbaikan, begitu juga terhadap Puskesmas Kampar Kiri Tengah yang mana dalam kunjungan tersebut Sekda menyampaikan perlu menjaga kebersihan, kerapian maupun keindahan” Pinta Sekda Kampar yang didampingi oleh Camat Kampar Kiri Tengah Martius, Asisten III Setda Kampar Syamsul Bahri, Kadis Perhubungan Mahadi, Kadis Kominfo dan Persandian Arizon, Kakan Satpol-PP Nurbit, Kepala Dinas Pariwisata Zulia Darma, Ketua LPTQ. Kabupaten Kampar Yurmailis Saruji, Kabag Kesra Setda Kampar. Serta mewakili para kepala OPD.
Terakhir Sekda Kampar berpesan kepada Panitia baik Kabupaten maupun panitia Kecamatan agar dapat melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan, kaji Terus dimana kekurangannya sehingga pada hari H tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mari kita sukseskan pelaksanaan MTQ kali ini” Pintanya (shm)
Gelar Rapat Persiapan Pameran APKASI Otonomi Expo 2019, Akan Tampilkan Ciri Khas Kabupaten Kampar.
Bangkinang Kota ; (TRIBUNRIAU.COM) 1Pemerintah kabupaten Kampar melalui Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Kampar menggelar rapat persiapan guna mengikuti Pameran Asosiasi Pemerintah Kabupatenn/Kota Se Indonesia (Apkasi) Expo Tahun 2019.
Pada kegiatan tersebut Pemkab Kampar akan mengikuti pada ajang yang digelar pada bulan juli 2019 bertempat di Jakarta Internasional Convention Center (JICC) Jakarta dengan menampilkan Ciri khas Kabupaten Kampar baik kerajinan, souvernir maupun makanan tradisional Kampar.
Demikian diketahui saat rapat persiapan yang diadakan di Aula Rapat DPM-PTSP pada Rapat yang dipimpin oleh Kepala Dinas DPM-PTSP yang diwakili oleh Kabid Promosi Syofian Hadi pada hari Selasa, 18/06 di Bangkinang Kota.
“insyaallah kita akan mengikuti kegiatan tersebut dengan menampilkan ciri khas kampar sekaligus sebagai ajang promosi terhadap potensi Kampar baik potensi investasi, ekonomi maupun program kerakyatan” Kata Syofian Hadi yang di hadiri oleh instansi terkait seperti Dekranasda, TP PKK Kabupaten Kampar, serta instansi terkait lainnya.{shm)