Desain pembangunan Mesjid Laksemana Muhammad Cheng Ho perpaduan Antara Melayu dan Tionghoa

ROHIL, tribunriau – Ketua yayasan fastabiqul khairat Drs.Surya Arfan.Msi dalam laporannya, Rabu (19/6/19) pada acara pemancangan tiang pertama mesjid laksemana muhammad cheng Ho di Bagansiapiapi mengatakan, Desain pembangunan Masjid laksemana Muhammad Cheng Ho perpaduan Antara Teinghoa dan Melayu dimana luas lahan yang dihibahkan oleh pemerintah kabupaten Rokan Hilir seluas 2 Hektar.

Dijelaskannya, pembangunan mesjid laksamana muhammad Cheng Ho di bangun 2 lantai yang direncanakan akan dibuat seribu kubah sebagai simbol kabupaten Rokan Hilir dengan dilengkapi beberapa ornamen nantinya didalam masjid tersebut.

” Dana dibutuhkan sampai Selesai Bangunan tersebut diluar lahan, sebesar 10 Milyar lebih,” katanya.

Disamping Bangunan masjid akan dilengkapi dengan miniatur kapal Tongkang, pusat kajian , mualaf center, Gedung , taman bermain, gedung pertemuan dan manara dua buah dengan ketinggian sekira 25 meter atau 17 tingkat.

Dengan berbagai perlengkapan masjid laksemana muhammad Cheng Ho tersebut diharapkan akan dapat menjadi multi fungsi sebagai pusat pembinaan Mualaf.

” Mualaf yang ada di Bagansiapiapi lebih dari 200 orang yang belum pernah mendapat binaan dari kita, oleh itu diharapkan dengan kehadiran mesjid ini nantinya, akan menjadi pusat pembinaan bagi mualaf di Kabupaten Rokan Hilir, ” ujarnya.

Insya Allah dalam waktu dekat kami melalui DMI akan melakukan pendataan terhadap semua mualaf yang ada di Rokan Hilir ini Yang akan kita pusatkan pembinaanya di mesjid laksemana muhammad Cheng Ho ini.

Lanjutnya, Kemudian juga sebagai tempat tujuan musafir dilengkapi berbagai sajian kuliner, oleh-oleh kerajinan Rohil dan bisa dimanfaatkan pujasera sebagai sajian – sajian tersebut, ” tutup surya Arfan. (hen)