Semesta Riau Kakan Kemenag Rohul Dukung Peluncuran Program Kartu Nikah oleh Kemenag RI

Kakan Kemenag Rohul Dukung Peluncuran Program Kartu Nikah oleh Kemenag RI

8
BERBAGI
Kemenag Rokan Hulu, Drs. H. Syahruddin M.Sy
Kemenag Rokan Hulu, Drs. H. Syahruddin M.Sy

ROKAN HULU, Tribun Riau- Menyikapi peluncuran kartu nikah oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Kepala kantor (Kakan) Kemenag Rokan Hulu (Rohul), Drs. H. Syahruddin, M.Sy, dirinya mendukung program kartu Nikah tersebut.

Menurutnya, terkait program kartu nikah yang akan diterapkan oleh Kemenag RI, tentunya ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan kartu nikah, seperti ketersediannya peralatan untuk mencetak kartu serta tenaga teknis.

Selain itu, jika kartu nikah tersebut telah diterapkan tentunya hanya bisa untuk pasangan nikah baru, karena untuk pasangan nikah yang lama masih menggunakan data manual.

“Kita belum mengetahui kapan kartu Nikah itu diterapkan di Rohul, karena kita juga masih menunggu arahan dari Kemenag Pusat,” sebut Syahrudin, Kamis (15/11/2018).

Syahrudin menyatakan, bahwa penerapan Kartu Nikah tentunya sangat baik dan pihaknya mendukung penuh perogram ini. Jika perogram ini diterapka tentunya akan memudahkan masyarakat untuk membawanya kemana-mana.

Kemudian, bila program tersebur diterapkan, maka tentunya akan menghindari dari pemalsuan data, pasalnya sudah menggunakan aplikasi dan ada barcode nya, sehingga tidak bisa dipalsukan datanya.

“Karena sistemnya sudah sperti E-KTP, tentunya akan tertata dan lebih baik lagi dalam penyimpanan data dan dokumen nikah sehingga sangat praktis,” ucapnya.

Ketika ditananya apakah dengan adanya Kartu Nikah, pasangan Pengantin juga akan mendapatkan Buku Nikah, ā€ˇSyahrudin mengaku, untuk buku nikah akan tetap diberikan, karena itu merupakan dokumen nikah.

“Kemudian mengenai SOP-nya, kita belum terima. Termasuk juga kapan program ini akan diterapkan, karena kita masih menunggu seperti apa teknisnya,” sebutnya.

Dijelaskan Syahrudin, untuk data perkawinan di 2016 berjumlah 3256 pasang, sedangkan di 2017 ada penurunan yakni 3021 pasang.

“Bila memang penerapan kartu Nikah ini diterapkan, pemerintah harus menyiapkan sekitar 3500 keping kartu nikah untuk di Rohul sebagai gambarannya,” ucapnya. (mad)