Intsiawati Ayus Siap Perjuangkan Masalah Tanah dan Upah Buruh

Intsiawati Ayus, SH.MH sedang berdialog dengan warga
Intsiawati Ayus, SH.MH sedang berdialog dengan warga

DURI, Tribun Riau – Calon Legislatif Dewan Perwakilan  Daerah (DPD) untuk periode 2019-2024 dari dapil Riau  Intsiawati Ayus, SH.MH menemui konstituennya disalah satu rumah warga di Duri. Tepatnya di belakang kantor UPTD Dukcapil Mandau, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Jumat (12/10/18) sore.

Acara yang sederhana dimulai sekitar  pukul 17.00 Wib, yang banyak dihadiri kaum ibu itu, tidak begitu banyak waktu yang  diharapkan.Karena menurut Intsiawati, waktu yang ada hanya 1 jam, jadi pertemuan itu benar-benar dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak/ibu semua yang mau datang diacara pertemuan ini, semoga hasil pertemuan kita ini membuahkan hasil yang baik.Dan seperti inilah yang saya mau daripada membuat acara kampanye besar dengan biaya yang besar pula, tapi keluhan warga tidak saya tahu.Nah sekarang bapak/ibu bisa menyampaikan keluhannya kepada saya atau bertanya dipersilahkan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, legislator yang masih aktif di DPD RI periode 2014-2019 di gedung DPR-MPR RI itu mengatakan, bahwa dirinya selama 4 tahun bertugas sudah banyak yang dilakukannya untuk pembangunan Riau.Diantaranya masalah sengketa tanah Jl Sudirman Pekanbaru, masalah demo ribuan buruh yang menuntut haknya sampai ke Pekanbaru dan lainnya.

“Terakhir masalah tuntutan pesangon buruh PT Scopindo yang kena PHK sekitar 1 tahun yang lalu, ada juga dari Duri ini, apa ada keluarga dari bapak/ibu disini..?,  saya ikut memperjuangkannya sampai dibayarkan pihak perusahaan,” ungkapnya.

Kemudian dari hasil pertanyaan dan dialog interaktif bersama warga yang hadir, Intsiawati berjanji memperjuangkan terkait masalah surat tanah warga yang hilang dan masalah surat tanah yang memakan waktu lama pengurusannya, masalah upah buruh outsourcing yang masih rendah, pesangon tidak ada dan sebagainya.

“Yang penting bapak/ibu buat surat kepada saya, ceritakan semua permasalahannya, baik itu masalah tanah, upah buruh dibawah UMR (Upah Minimum Regional) maupun masalah lainnya, mari kita berjuang bersama-sama,” sarannya.(Jlr)