Ekonomi Diduga Karena Harga Karet Anjlok, Seluas 1171.82 HA, Kebun Karet PTPN...

Diduga Karena Harga Karet Anjlok, Seluas 1171.82 HA, Kebun Karet PTPN V Di Tapung Hulu Terhenti Di Deres

BERBAGI

Tapung Hulu, (TRIBUNRIAU.COM) – Managamen PTPN V menghentikan menderes kebun karetnya seluas 1171.82 HA di kebun Tamora Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu, semenjak 1 Agustus 2019 silam.

Imformasi yang di himpun Tribunriau.com Jum’at 16/8/2019, dari karyawan yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, bahwa semenjak 1 Agustus 2019 silam kebun karet yang dua Avdeling ini diberhentikan menderesnya.

Ketika ditanya apa penyebab di hentikan menderes kebun karet yang cukup luas ini, ia menyampaikan,” dihentikan menderes karena harga karet sangat murah, sehingga harga jual.karet tidak bisa menutupi biaya produksi.”

“Lain lagi salah seorang karyawannya yang dijumpai sedang berada di kebun, meskipun kami tidak berhenti bekerja di PTPN V ini, namun kami tetap bekerja sementara di perkebunan sawit, ada yang tukang panen, dan memupuk, serta pekerjaan lainnya.”

“Tapi kami juga berharap kepada pihak perusahaan agar kami kembali bisa menderes karet seperti biasanya, kita takut nanti sebanyak ini karyawan yang bekerja menderes karet kemana nanti mau dialihkan, tentu juga mengancam pekerjaan kami’ jelasnya

Sementara humas kebun Tamora Herlambang yang dihubungi via selulernya jum’at 16/8/2019, menyampaikan soal kenapa kebun karet Tamora tidak di deres,”memang kabun karet Tamora seluas 1171, 82 HA dihentikan menderesnya semenjak 1 Agustus kemaren karna harga karet sekarang ini sangat murah, sehingga harga jual karet tidak sesuai dengan biaya produksi, kalau karet ini di deres terus bisa membuat perusahaan merugi” jelas Herlambang.

“Namun kami petinggi perusahaan disini akan memcoba meyakinkan pihak pimpinan di kantor pusat agar kebun karet Tamora ini bisa di deres lagi dan karyawan bisa bekerja lagi seperti biasanya. tambah Herlambang.(aan)