Petani kubu keluhkan, Bantuan Alat pemanen padi Untuk Pubja Cahaya Tani Tidak Bertanggung Jawab

ROHIL, Tribunriau – Petani padi kepenghuluan sungai panji-panji pulau lalang kecil kecamatan kubu mengeluhkan kepada pengurus Bantuan Alat pemanen padi dari provinsi Riau untuk Atas nama Pubja Cahaya Tani yang tidak bertanggung jawab kepada petani untuk melakukan memanen padi.

“Pemegang Bantuan Alat pemanen padi dari provinsi Riau Tahun 2022 Oleh pubja Cahaya Tani dinilai Tidak bertanggung jawab kepada petaninya, sehingga kami mengalami kerugian, kami petani di kepenghuluan sungai panji-panji kecamatan kubu sangat kecewa dengan pengurus alat tersebut” Kata seorang petani Zainuddin,senin (23/6/2025) melalui whatshapp.

Lanjut Dia, Sekira 1 Hektar sawah saya jadi gagal panen, Padahal alat tersebut sudah memasuki lahan saya dua kali keliling dan tidak ada kendala dilapangan, kemudian Alat itu pergi begitu saja tanpa ada alasan yang jelas.

” Bantuan mesin tersebut Dari pemerintah provinsi Riau untuk digunakan petani se-penghuluan panji-panji, tapi seolah – olah Bantuan Alat mesin tersebut merasa milik pribadi oleh pengurus”, ungkap zainuddin.

Ia meminta kepada kementerian pertanian RI maupun pemerintah provinsi Riau melalui Dinas terkait, camat kubu untuk menegur pengurus Alat Bantuan panen padi yang dikelola oleh Pubja Cahaya Tani supaya tidak ada tebang pilih dalam melaksanakan panen padi dikepenghuluan panji-panji.

Ketua Pubja Cahaya Tani, Udan saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, oleh media ini mengatakan, bukannya kami tidak mau memanen padi nya, tapi kondisi sawahnya tidak memungkinkan.

Ia menjelaskan, Saat Alat panen padi memasuki sawah tersebut sehingga terjadilah terpuruk karena terlalu rawa, sehingga operator alat tersebut tidak sangup memasuki areal sawah.

“Kami mengunakan alat tersebut, semuanya kami laksanakan panennya di kepenghuluan itu, cuma hanya ada 1 Hektar yang tidak bisa kami panen karena lokasinya terlalu rawa”, ujar udan.

“Kami mengambil upah dari petani mengunakan alat bantuan tersebut sebanyak 12 persen dari hasil panen “, pungkasnya.