Pendidikan Wabup Rohil Lantik Pengawas dan Kepala Sekolah

Wabup Rohil Lantik Pengawas dan Kepala Sekolah

BERBAGI

ROHIL, Tribunriau – Wakil Bupati (wabup) Rokan Hilir (Rohil) Drs. Jamiludin secara resmi melantik pejabat pengawas sekolah dan kepala sekolah sekaligus penyerahan surat keputusan pengangkatan koordinator wilayah bidang pendidikan dilingkungan pemerintah kabupaten Rokan Hilir, jum’at (6/9/19) di Gedung pertemuan H. Misran Rais Bagansiapiapi.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor : 226/PKPSDM-MP 2019 tentang pengangkatan koordinator wilayah bidang pendidikan Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Rokan Hilir .

Pada acara tersebut juga dilakukan Penyerahan piagam penghargaan kepada juara satu Guru berprestasi tingkat Nasional dan pinalis tenaga kependidikan berakreditasi tingkat Nasional ,serta penyerahan surat kuasa petugas kepala sekolah dilingkungan pemerintah kabupaten Rokan Hilir secara simbolis .

Wakil Bupati Drs Jamiludin mengatakan, Dalam agendanya pelantikan seharusnya hari kamis 5 september 2019, tapi kita sebagai umat islam kurang etis juga karena Bapak Bupati kita dapat kemalangan makanya ditunda, penundaan tersebut agar beliau bisa melantik , tapi alhamdulillah diamanahkan kepada saya sebagai wakil Bupati .

” Kita berharap kepada yang dilantik agar bisa meningkatkan mutu pendidikan. Bagus mutu pendidikan orang tidak bisa melihat Rokan Hilir ini sebelah mata ,nyatanya ditingkat Nasional Guru kita juga berprestasi .

Lanjutnya, ada juga Siswa Rokan Hilir yang berprestasi, sekarang diberangkatkan ke Negara Qatar satu orang.

” Saya ucapkan selamat kepada yang baru dilantik, semoga Allah SWT meningkatkan mutu pendidikan kabupaten Rokan Hilir, semoga yang dilantik menjalankan amanah dan sukses untuk kita semua, “ujar jamiludin.

wakil Bupati jamiludin didampingi kadis pendidikan H. M Rusli sarief,  kadis Badan kepegawaian Daerah Roy Azlan poto bersama Guru Berprestasi tingkat Nasional

Kepala Dinas pendidikan Rohil H. M. Rusli sarief menjelaskan, pada Hari ini kita melakukan mutasi sebanyak 86 kepala sekolah, dari 86 orang itu kita menganti kepala sekolah yang pensiun sebanyak 23 orang sisanya formasi.

” Kami dalam hal ini Atas Nama Bupati tentunya mutasi ini adalah sifatnya penyegaran , walaupun itu sifatnya penyegaran kami ingin mencoba menertibkan para sekolah kita sesuaikan dengan cakep, jadi evaluasi kita adalah sertifikasi cakep ,karena itu perintah menteri pendidikan,” ujarnya.

Untuk itu kami menganti kepala sekolah yang pensiun tidak ada kami datangkan dari sekolah lain , misalnya si A pensiun pengantinya adalah guru yang ada disekolah tersebut.

Tambah H. M.  Rusli sarief, Jadi evaluasinya adalah pangkat, siapa pangkat yang tertinggi disekolah itu kami angkat , karena selama ini ada kepala sekolah golongan 3A sementara yang dipimpinya itu 4A ,ini yang mau kita bersihkan, Insya Allah Tahun ini melalui jenjangan pangkat, jadi tidak ada lagi kepala sekolah lebih tinggi lagi dari pangkat Guru yang dipimpinya.

Untuk meningkatkan mutu kepala sekolah yang kita angkatkan ini ditahun 2020 saya ada menganggarkan Dana Cakep, nanti guru ini kita didik supaya dapat sertifikat Cakepnya itu sehingga bisa memenuhi persyaratan untuk Nasional.

” Penilaian – penilaian ini semata – mata kami serahkan kepada korwil, jadi ini evaluasi dan tugas korwil dilapangan, dari rekomendasi korwil kami evaluasi siapa yang tertinggi inilah hasilnya, nyatanya diri sikap yang kita lakukan ada kepala sekolah mengangap dirinya tidak mampu untuk memimpin sekolah itu ,ada 2 orang kepala sekolah mengajukan pengunduran diri, artinya apa?.., mentalnya belum siap , selama ini mungkin kepala sekolah ini pakai tawar – tawar , kami tidak ada pakai tawar-tawar siapa pangkat paling tinggi diangkat,”kata H. M.  Rusli sarief

Lanjutnya, Ada 2 orang kepala sekolah yang tidak mampu ,dia merasa tidak mampu dan mengundurkan diri ,maka saya usulkan tadi melalui Bupati dan wakil Bupati selagi Rokan Hilir ini ada jangan diangkat jadi kepala sekolah ,karena dia tidak siap.

Orang minta – minta jabatan malahan dia membuang jabatan, seharusnya di coba dulu dalam 6 bulan ,apabila tidak mampu baru dia mengundurkan diri, kita belum sempat mengevaluasi dia tapi dia sudah mengundurkan diri

Ia menegaskan, untuk berikutnya, dia tidak pernah diusulkan jadi kepala sekolah , jadi pada saat ini yang dua orang itu tetap jadi Guru biasa.

” Yang paling saya tegaskan disini tidak ada menjadi kepala sekolah pakai uang dan saya minta tolong kawal, kalau ada bukti bisa Bapak berikan kepada kami, hari ini juga kami berhentikan ,termasuk pegawai saya yang menerima, karena isu selama ini menjadi kepala sekolah disini sikian, ini yang mau diberantas, seandainya hal itu ada tolong beritahu saya beserta buktinya, karena saya tak mau katanya,” kata H. M.  Rusli sarief mengakhiri. (hen)