Lingkungan Tumpahan Stearin Akan Diuji Laboratorium, Walhi Riau Kecam Pencemaran Laut Dumai

Tumpahan Stearin Akan Diuji Laboratorium, Walhi Riau Kecam Pencemaran Laut Dumai

BERBAGI

DUMAI, Tribunriau – Terjadinya tumpahan stearin yang merupakan turunan dari kelapa sawit yang diduga milik PT Nagamas Palmoil Lestari ( NPO) pada Jumat (28/7/2017) dinihari langsung ditanggapi oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai. Beberapa staf DLH langsung ke lokasi kejadian di Dermaga Pokala, melihat penanganan material juga mengambil sampel.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, Satrio Wibowo atas kejadian ini menjelaskan, bahwa stafnyaa langsung meninjau kelokasi untuk melihat penanganan tumpahan material stearin oleh pihak perusahaan.

“Memang penanganannya sudah dilakukan sesuai standar operasional dengan memasang boom oil, membersihkan material meskipun dengan alat manual, itu sudah dilakukan,” terang Satrio Wibowo seperti dilansir Riau24.com.

Untuk melihat apakah tumbahan beberapa ton stearin ini mencemari lingkungan atau tidak, pihak DLH telah mengambil sampel material, juga air yang terkena stearin dan juga air yang tidak terkena stearin sebagai bahan perbandingan dalam uji laboratorium yang dilakukan di Medan.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau mengecam pencemaran yang terjadi di Laut Dumai dari tumpahan Stearin tersebut.

Dikatakan Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan sebagaimana dilansir GoRiau.com terkait hal itu, ini bukan persoalan baru di Dumai. Hampir seluruh perusahaan yang beroperasi di sekitar laut Dumai melakukan pencemaran.

“Kerja Dinas Lingkungan Hidup Dumai dipertanyakan pengawasannya. Pencemaran ini salah satu yang bisa dipidanakan. Seharusnya Dinas terkait tegas dalam melakukan pengawasan,” ujarnya.

Hal yang sudah sering terjadi ini seperti dibiarkan. Proses pengawasan operasional perusahaan tidak berjalan dengan baik. Izin perusahaan pun tidak dikaji ulang oleh pemerintah bagi perusahaan yang bermasalah.

Sebelumnya, pada 26 Juni 2016, Crude Palm Oil (CPO) PT Naga Mas tumpah ke Laut Dumai karena pipa penghubung dari tangki ke tangki pecah. Sehingga menyembur keluar dan mencemari Laut Dumai.

“Pengawasan yang lemah akan membuat perusahaan semakin terlena untuk melakukan kesalahan yang sama berulang kali, kalau tidak ada tindakan tegas. Pemerintah jangan segan-segan memberikan sanksi tegas untuk perusahaan yang menyalahi aturan,” ucap Riko.(R24/GR/Tn)