Lingkungan Tumpahan Stearin, Pemberi Izin Bisa Memberikan Sanksi

Tumpahan Stearin, Pemberi Izin Bisa Memberikan Sanksi

BERBAGI

DUMAI, Tribunriau – Jumat (28/7/2017) dinihari sekitar pukul 04.30 WIB, Palm Stearin PT Naga Mas tumpah ke laut Dumai.  Sebelumnya, pada 26 Juni 2016, Crude Palm Oil (CPO) PT Naga Mas tumpah ke laut Dumai karena pipa penghubung dari tangki ke tangki pecah. Sehingga menyembur keluar dan mencemari Laut Dumai.

Terkait dengan hal itu, Kepala Seksi Wilayah II Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Eduwar Hutapea, seperti dilansir GoRiau.com mengatakan, sesuai dengan Permen LHK RI Nomor 9 tahun 2010 pemberi izin (Pemerintah Kota Dumai, red) bisa memberikan sanksi.

“Kalau Pemerintah Kota Dumai sebagai pemberi izin tidak memberikan sanksi tegas, akan ditingkatkan ke yang lebih tinggi, yaitu menteri,” jelasnya.

Tumpahan minyak tersebut bukan yang pertama kalinya. Namun tidak ada tindakan tegas terkait kejadian tersebut. Kalau pun pemberi izin tidak memberikan sanksi, lanjutnya, KLHK akan meningkatkan status pemberian sanksi.

“Kita belum bisa memberikan hasil investigasi di lokasi tumpahan minyak (palm stearin, red), tim dari Gakkum KLHK masih bekerja di lapangan,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi dilapangan, diduga ada terjadi kelalaian dalam pengawasan. Dimana tumpahan terjadi saat proses pemindahan dari tangki ke tangki. Dalam proses pemindahan, ada tangki kecil diantara tangki.

Karena tekanan yang cukup kuat, tangki kecil tak kuat menahan proses pemindahan. Juga tangki kecil diduga sudah keropos sehingga pecah sehingga Palm Stearin tumpah ke Laut Dumai.(GR/tn)