Semesta Riau Tempati Rumah Dinas, Bupati Afrisal Sintong Disambut Secara Adat

Tempati Rumah Dinas, Bupati Afrisal Sintong Disambut Secara Adat

BERBAGI

ROHIL, Tribunriau – Bupati Kabupaten Rokan Hilir priode 2021-2026, Afrisal Sintong beserta istri didampingi Wakil Bupati H.Sulaiman.SS.MH Beserta istri disambut secara adat menempati Rumah Dinas (mes Datuk Batu Hampar) oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Rohil, kamis (10/6/21) dijalan perwira Bagansiapiapi.

Penyambutan Bupati menempati rumah dinas dengan melakukan adat melayu, yaitu : Tepuk tepung tawar beserta upah -upah dengan diawali Hj.Nurlaili ( ibunda Afrisal sintong ) dan edison Sintong (abangda Afrisal sintong).

Dilanjutkan oleh Azhar syakban (Ayahnda H.Sulaiman), plt.ketua LAM Rohil Drs.Surya Arfan.MSi, majelis tinggi kerapatan Adat Melayu Datuk syamsuar dan suhaifi, ketua DPRD Maston, plt.kemenag Rohil H.Naini.

Hadir kapolres Rohil, Dandim 0321/Rohil, sekda Rohil kepala Dinas, kepala Badan , mantan Dewan Nasrudin Hasan, ketua Garda Nasdem jhoni charles.BBA.MBA, sekretaris Garda Nasdem provinsi Riau, penasehat Hukum Bupati dan wakil Bupati Sartono. SH.MH, keluarga besar Bupati dan wakil Bupati.

” Kami merasa tersanjung sekali penyambutan dari LAM Kabupaten Rokan Hilir, semoga Allah SWT yang akan membalas semua amal ibadah kita tentunya,” ujar Afrisal Sintong.

Dikatakanya, Dikabupaten Rokan Hilir ini, masyarakat melayu, tentunya identik dengan adat, harapan kami kedepanya , mari sama -sama LAM Rohil dengan pemerintah Daerah bekerja sama dengan kami, sampaikan kepada kami, apa kira -kira yang harus kita buat untuk LAM ini , jadi LAM ini kami mau ikut mendampingi kami nantinya dalam mengambil kebijakan tentunya dan untuk pembangunan yang ada dikabupaten Rokan Hilir ini .

” Perlu kami sampaikan kepada kita semua, bahwa lembaga adat, melayu itu identik dengan adat, maunya kami nanti adat ini betul -betul kita terapkan di kabupaten Rokan Hilir ini,” harapnya.

” Saya menilai selama ini, bukan saya bedakan antara kecamatan tanah putih dengan kecamatan Bangko ini, kecamatan Bangko ini berangsur -angsur LAM ini tidak ada lagi, ini yang menjadi tanda tanya, padahal orang kita melayu masih dikecamatan Bangko,” kata Afrisal sintong.

Tambah Dia, Didaerah kita juga tidak ada tanah adat atau tanah ulayat, yang banyak tanah orang luar, habis tanah di Rohil ini . Sementara kita tanya sekarang ini, pengurus LAM, pengurus majelis tinggi kerapatan adat, pucuk suku nenek mamak, tak punya tanah di Daerah kita sendiri, itu yang menjadi tanda tanya kami .

” Jadi tentunya kedepan bersama anggota DPRD bagaimana kita membuat perda tentang tanah ulayat, saya berharap kepada masyarakat Rokan Hilir, khususnya dari LAM, jadi kami mau tanah ulayat, kalau perlu nanti peraturan Bupati (perbup), tentu perda terlebih dahulu nanti baru kita buat perbupnya,” tegas Afrisal Sintong.

” Kalau kita melihat diluar Daerah identik dengan adat, kenapa daerah kita tidak, makanya kami berharap kedepanya, insya Allah kami dari pemerintah Daerah akan dukung nanti kebijakan – kebijakan yang dibuat LAM Kabupaten Rokan Hilir ini,” ujarnya. (hen)