Bengkalis (Pinggir), Tribunriau – Dengan adanya informasi dari masyarakat terkait pengerjaan proyek rehab jalan diduga asal jadi, wartawan media ini langsung investigasi ke lokasi, di Jalan Durian RT 05 RW 02 Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Rabu sore (16/10/24).
Sesampai dilokasi, wartawan tribunriau.com mendapati bahwa jalan tersebut +/- 50 meter sudah selesai dikerjakan pekerja sejak Senin (14/10/24), dan sudah ditimpa dengan pasir.Plang proyek tidak ada dipasang, sehingga masyarakat tidak bisa mengetahui kontraktornya dan nama perusahaan konsultan pengawas, termasuk berapa ketebalan, panjang, lebar, berapa anggaran dananya, dan berapa lama dikerjakan dan sebagainya.
Didapati juga, ada beberapa lubang ditengah jalan yang sudah selesai dikerjakan tersebut, dan ketika dicongkel pakai jari tangan sangat mudah terbongkar.
Yang anehnya lagi, Ketua RT 05 JP Siregar RW 02 Kelurahan Titian Antui ketika ditanyakan tentang proyek tersebut termasuk kontraktornya siapa, jawabnya, bahwa ia selaku Ketua RT setempat tidak mengetahui dari mana proyek tersebut, dan tidak tau siapa kontraktornya.
“Saya gak tau masalah plang itu, siapa kontraktornya, dan termasuk masalah besteknya.Hanya saja, pada hari Senin (14/10/24) kemarin pagi, datang kerumah mengaku sebagai mandor pekerja mengatakan kalau proyek tersebut dari PUPR (Pekerjaan Umum Penataan Ruang) dan mereka mau mengerjakan proyek jalan ini,” ungkapnya.
“Kalau panjangnya 100 meter lebihlah, lebarnya 4 meter kurang 20 centi meter.Saya dan masyarakat disini melihat ada pembangunan jalan ini, sangat senang dan kami tidak mengerti masalah lainya, dan mengenai lubang-lubang itu sudah saya tegur pekerja lapangan supaya diperbaiki,” ujarnya.
Ketika hal itu ditanyakan kepada Ketua Kerja tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, bahwa mereka hanya sebagai pekerja saja disuruh oleh PUPR Bengkalis, tidak mengerti mengenai plang proyek, dan mengakui semua pekerja dari Pulau/Kecamatan Bengkalis.
“Kalau mengenai lubang tersebut pak, karena baru selesai dikerjakan langsung keluar masuk mobil pick up kami mengangkut pasir, nanti kami perbaiki,” ujarnya.
Sementara, menurut masyarakat setempat berinisial Str mengatakan, bahwa jalan ini sepertinya akan mudah rusak, kwalitasnya masih diragukan.
“Itu yang berlubang sebenarnya kemarin kena hujan, dan kalau dicongkel dengan jari tangan terasa lembek dan mudah terbongkar.Bukan hanya ditengah-tengah jalan, dipinggirnya juga begitu mudah dicongkel dengan jari tangan. Kami masyarakat disini sangat apresiasi Pemerintah Bengkalis merehab jalan kami, cuma kami inginkan janganlah asal jadi, karena yang memakai jalan ini kami sebagai masyarakat disini setiap hari.Kami minta pemerintah agar tanggap keluhan masyarakat,” ucapnya.

Khairul selaku Kepala UPT.Perkimnah (Perumahan Pemukiman dan Pertanahan) Kecamatan Pinggir melaui chatting WA mengatakan,” saya tidak PPTK lagi bang, PPTKnya Ka.UPT Mandau sampaikan saja sama dia,” ujarnya.
Jumat (19/10/24) siang Ka.UPT Perkimnah Mandau Sri Isgina ketika dikonfirmasi melalui chatting WA, ia mengaku selaku PPTK proyek tersebut.Tidak ada jawaban ataupun penjelasan ketika diminta tanggapanya.
Sementara Kepala Dinas Perkimnah Kabupaten Bengkalis Supardi belum dapat dikonfirmasi sampai berita ini terbit.(jlr).












