Hukrim Polisi Geledah Rumah Bandar Narkoba di Rokan Hilir

Polisi Geledah Rumah Bandar Narkoba di Rokan Hilir

242
BERBAGI

ROHIL, tribunriau – Tim gabungan jajaran polres, polsek Bangko, Kodim 0321/Rohil, satpol PP, BNK, MUI kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mendatangi jalan pusara 1 kelurahan Bagan Punak Bagansiapiapi, Rabu (26/6/19).

Kedatangan Tim gabungan dipimpin langsung kapolsek Bangko kompol sasli Rais. SH, dan kanit reskrim Iptu Raja Napitupulu, S.Ik melakukan pengeledahan di sebelah rumah tersangka Inisial S yang ditangkap ,selasa (25/6/19) malam pukul 23.30 malam.

Kanit Reakrim Iptu Raja Napitupulu pada saat press Release mengatakan, penangkapan inisial S adanya informasi dari masyarakat bahwa di Daerah tersebut sering terjadi transaksi Narkotika , penjualan Narkotika seperti menjual kacang goreng, itu yang dikatakan masyarakat.

Selanjutnya kami melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah mendapat informasi, lalu kita melakukan penangkapan terhadap saudara S ini, pada saat itu dia berada di depan rumah menunggu pembeli dengan posisi ada meja, diatas meja kotak aqua dan didalam kotak tersebut ada beberapa paket sabu dan uang, jadi seperti orang jualan.

” Pada saat kita amankan saudara S ini, kita mendapatkan 12 paket ,ada yang kecil dan ada yang besar dengan berat lebih kurang 11 gram, satu buah alat isap (Bong), satu buah kotak yang berisi sabu – sabu yang dubungkus sesuai edaran, uang sebanyak Rp. 1.335.000,” ujarnya.

Undang – undang yang dipakai untuk tersanga yaitu Nomor : 35 Tahun 2009 pasal 114 ayat 2.

” Saat melakukan penangkapan pertama ada mendapatkan suatu perlawanan orang tidak dikenal dengan melemparkan batu, jadi tidak sempat mengeledah rumahnya, karena situasi tidak memungkinkan karena penerangan juga minim jadi kami memutuskan dulu mengamankan tersangka, baru besok pagi kami mengadakan pengeledahan,” katanya.

Dari hasil pengembangan ada mendapatkan Barang tersebut dari inisial P dan D, tapi kita masih menjajaki lebih lanjut, karena belum jelas, sepertinya tersangka S berusaha menutupi, namun kita berusaha untuk mendalaminya lagi,” ungkap iptu Raja napitupulu

Selanjutnya kapolsek Bangko kompol Sasli Rais. SH, mengungkapkan, pengeledahan atas laporan masyarakat kecamatan bangko kabupaten Rokan Hilir banyak beredar Narkoba yang katanya seperti menjual kacang goreng.

Dijelaskanya, Dari hasil penyelidikan kita di TKP, yang kita amankan sekarang, karena pada saat waktu sebelumnya selama dua hari kita sudah memantau aktifitas mereka dan sudah terekam ,ada videonya dirumah tersebut, baik pagi, siang, malam, orang membeli dari luar pagar, kemudian disodorkan sabu – sabunya melalui jeruji Besi, jadi seperti itu menjualnya.

“Mudah – mudahan ini dapat menjawab keresahan masyarakat dan tentunya dengan harapan kedepan hal ini dapat menjadikan efek jera, juga dapat menghilangkan peredaran narkoba di kecamatan Bangko,” harap kapolsek Bangko.

Polisi mengharapkan kerja sama seluruh elemen masyarakat,terutama sekali masyarakat pemungkiman tersebut, karena ada beberapa kali melakukan penangkapan sepertinya ada semacam perlawanan,” katanya.

” Dari introgasi kita, memang yang bersangkutan sudah melakukan pembinaan salah satu wujudnya dengan memberikan bantuan ke warga, misalnya bagi masyarakat dirumahnya sudah tidak adalagi beras, tidak ada uang rokok di bantukan, bagi mereka yang ingin menghisap sabu -sabu diajak menghisap bersama – sama. Sekali atau dua kali hisap kemudian keluar dari rumah, jadi bantuan – bantuan seperti itu sehingga apabila terjadi upaya penangkapan oleh aparat seolah – olah mereka menyembunyi karema mereka sudah melakukan pembinaan sedemikian rupa kepada masyarakat sekitarnya.

Menurut pengakuan tersangka, Hal demikian sudah berlangsung sudah 1 Tahun lebih dengan penghasilan 1 hari sampai 10 juta, habis kemudian datang lagi, kalau pembelinya banyak 1 Hari bisa habis, jadi sudah berapa banyak masyarakat yang terdampak, karena dia tidak melihat siapa, baik itu anak – anak, Dewasa, orang tua, Nelayan, pegawai, siapa saja yang datang membeli, dia tetap jual,

Adapun Harga sabu – sabu yang dijual Ada yang paket harga 10 Ribu dan sampai jutaan. Saat ini inisial O masih DPO.

“mari kita bersama – sama untuk memberantas peredaran Narkoba karena dampaknya sangat luar biasa sehingga bisa menimbulkan kejahatan yang lain, seperti pencurian, jambret,” ajak kapolsek Bangko kompol sasli Rais. (hen)