Pemko Batam Dinilai Hanya ‘PHP’ terkait Beasiswa Mahasiswa Tidak Mampu

Batam, Tribunriau– Pemerintah Kota (Pemko) Batam dinilai hanya Pemberi Harapan Palsu (PHP) terkait bantuan pendidikan bagi mahasiswa tidak mampu, Rabu (31/12).

Hal ini diungkapkan oleh orang tua dari salah seorang mahasiswa tidak mampu di Batam, dikatakannya bahwa tahun ini proposal permohonan bantuannya tidak ada kabar.

“Permohonan bantuan Mahasiswa anak saya sudah 10 bulan dimasukan melalui Dinas Sosial Pemko Batam, sampai sekarang, besok sudah tahun 2026, sama sekali tidak ada kabar beritanya, ditolak atau diterima,” ujar orang tua tersebut yang tak ingin identitasnya disebutkan.

Lebih lanjut, ia semakin bingung dengan program Pemko Batam yang katanya peduli dengan kualitas pendidikan, terutama untuk Mahasiswa tidak mampu.

“Inilah salah satu kebingungan kami sebagai warga Batam, dimana rasa peduli Pemerintah kepada rakyatnya?, kalau ditolak atau diterima, berkabarlah kepada kami, sehingga kami tau informasinya, dan alasanya ditolak, kami kena PHP alias hanya diberi Harapan Palsu oleh Pemko dan pejabat Batam,” ungkapnya.

“Kami orang Tua mahasiswa yang kurang mampu mengharapkan kepada walikota Batam Amsakar Achmad agar membantu kami orang yang tak mampu, mengapa kami tidak mendapatkan kejelasan yang pasti, coba beliau cek para pejabatnya yang bekerja mengurusi warganya dengan benar, jangan hanya memberi Harapan Palsu kepada kami!,” pintanya.

Untuk diketahui, 15 program prioritas Amsakar Acmad dan Li Claudia diantara komitmen terhadap kualitas pendidikan dalam mempercepat pembangunan Batam sebagai kota modern dan ramah investasi.

Bahkan, Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejatran Rakyat Pemko Batam, Yusfa Hendri pernah mengatakan bahwa akan memverifikasi bantuan untuk mahasiswa tidak mampu dalam program peningkatan pendidikan.

“Program peningkatan pendidikan, melalui jalur mahasiswa tidak mampu akan kita verifikasi melalui Dinas Sosial, bahwa mahasiswa dinilai berdasarkan layak atau tidak,” ungkapnya kepada Tribunriau.com di Disdukcapil Batam baru-baru ini.

Awak media ini juga melakukan croscek langsung ke Dinas Sosial untuk keberimbangan pemberitaan, namun salah seorang Kasi di dinas tersebut mengatakan bahwa program tersebut masih dibahas dan direvisi Perwako serta jawabannya terkesan berbelit-belit.

Padahal, Yusfa Hendri sebelumnya (28/12) sempat mengatakan jika anggaran untuk beasiswa di Batam masih tersisa. (pilian)