Beranda blog Halaman 958

Macetnya Puncak di Akhir Pekan Usai PPKM Turun ke Level 3

Jakarta –

Kemacetan panjang terjadi di Puncak, Bogor, arah ke Jakarta di saat PPKM level 3. Warga pun sempat terjebak berjam-jam dalam kemacetan.

Sebagaimana diketahui, saat sejumlah PPKM di daerah telah turun ke level 3. Kota Bogor termasuk daerah yang turun ke level 3.

Kemacetan parah di kawasan puncak pun tak terelakkan di akhir pekan. Hal tersebut salah satunya diceritakan seorang warga bernama Lukman Nul Hakim. Ia terjebak macet kala sedang melintas ke arah Jakarta dari Cianjur.

“Macet sekali. Terutama dari arah puncak menuju Jakarta. Kepadatan di mulai Puncak Pass sampai Cimory,” ujar Lukman kepada detikcom, Minggu (29/8/2021).

“(Terjebak macet) sekitar 2-3 jam,” tuturnya.

Lukman menuturkan kendaraan didominasi pelat B. Kemacetan ia duga karena banyaknya volume kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta.

One way, kata Lukman, sudah mulai diberlakukan. “Ketika saya lewat, belum. Tapi setelah saya sampai Cimory River Side, baru mulai diberlakukan,” jelasnya.

Lukman sangat menyayangkan masih banyaknya pengendara yang tidak mempedulikan protokol kesehatan. “Iya sangat disayangkan, seolah abai dengan COVID yang saat ini masih melanda. Dan beberapa pengendara terlihat abai dengan prokes, salah satunya tidak menggunakan masker,” tegasnya.

Warga lain, Ghina Fikria Al Khoeriah, bercerita ia terjebak macet ketika hendak pergi ke daerah Ciloto.

“Saya kejebak macet dari zuhur kira-kira pukul 12.00 hingga 14.30,” terang Ghina.

Ghina menuturkan 70% kendaraan didominasi pelat B. Ia menduga macet terjadi karena membeludaknya wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata.

“Mungkin dikarenakan PPKM sudah turun level dan banyak warga yang sudah ingin berekreasi ke tempat wisata yang ada di sana,” imbuhnya.

Sementara itu, seorang warga bernama Toriq juga merasakan hal sama. Dia menyebut kemacetan sudah terjadi di Gadog.

“Lumayan padat dari keluar tol Gadog dan kebanyakan yang melintas jalur puncak pelat B kebanyakan,” ujar Toriq kepada detikcom, Minggu (29/8/2021).

Kala itu, Toriq hendak pulang ke rumahnya di Jalan Raya Puncak, dekat pom bensin Cibogo. Perjalanan yang normalnya hanya membutuhkan waktu 5 menit kini ditempuh hampir setengah jam.

“Lumayan dari Gadog sampai rumah, makan waktu 30 menit yang tadinya cuma 5 menit,” tuturnya.

Toriq mengetahui Bogor menerapkan PPKM level 3. Ia sangat bersyukur karena dengan turunnya level PPKM, roda perekonomian di jalur puncak bisa bergerak lagi.

“Satu sisi yang usaha usaha di jalur Puncak sudah tidak merasa sepi untuk penghasilan hariannya, satu sisi warga pun mulai bosan dengan PPKM, satu sisi aturan pemerintahnya sendiri kurang jelas, kalau saya pribadi sih ya tidak masalah sama sekali yang terpenting kan ekonomi masyarakat, khususnya jalur Puncak, sudah mulai membaik,” jelasnya.

Warga lainnya, Putri, bercerita ia terjebak macet saat berkendara dari Cianjur ke Bekasi. Kala itu ia terjebak macet hampir 2 jam.

“Saya kejebak macet dengan kendaraan bermotor sekitar 2 jam tapi tidak di satu titik, rata-rata kemacetan berada di titik pertigaan keluar bukit pelangi, pertigaan keluar Pasir Angin, Sentul, itu benar-benar stuck nggak jalan karena yang naik ke Puncak sangat padat,” tutur Putri.

Sama seperti Toriq, Putri menyebut kendaraan didominasi pelat B. “Puncak hampir 95% dipenuhi pelat B,” lanjutnya.

Menurutnya, kemacetan terjadi karena warga sudah jenuh berbulan-bulan di rumah. Kemacetan yang terjadi pada Sabtu (28/8), terang Putri, berbeda dari biasanya.

“Seperti (kemacetan) mudik Lebaran, tapi saya lihat mereka juga masih tetap menjaga 3M saat di puncak kecuali di tempat makan,” jelasnya.

Sumber: DetikNews

KPK OTT Bupati Probolinggo dan Anggota DPR

Jakarta

KPK melakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Bupati Probolinggo di Jawa Timur, Puput Tantriana Sari. KPK turut mengamankan suami Puput yang juga anggota DPR RI, Hasan Aminuddin.

“Benar KPK telah melakukan giat penangkapan di sebuah kabupaten di Jawa Timur,” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, saat dimintai konfirmasi soal OTT terhadap Puput dan Hasan, Senin (30/8/2021).

Namun, dia belum menjelaskan detail kasusnya. Dia juga belum menjelaskan berapa orang yang diamankan.

Sementara itu, Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan ada sejumlah orang lainnya yang turut diamankan. Ali belum menjelaskan berapa barang bukti yang diamankan dalam OTT ini.

“Tim masih bekerja, dan perkembangannya nanti kami pastikan akan kami sampaikan lebih lanjut,” ujarnya.

Para pihak yang diamankan dalam OTT ini masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak tersebut.

(haf/knv)

Sumber: DetikNews

Pekerja Toko Ditangkap Polsek Mandau Terkait Dugaan Pencurian

Bengkalis (Duri), Tribunriau –  Entah apa yang merasuki pikiran RN (18), pemuda  yang tega mencuri barang majikannya sendiri, di toko tempat ia bekerja untuk menafkahi hidupnya, akhirnya ditangkap Tim Opsnal Polsek Mandau, Polres Bengkalis, Minggu (29/08/21).

RN (18) warga Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, diduga terlibat dalam pencurian sebanyak 17 Jeriken dan 2 liter cairan pembasmi hama (Pestisida) berbagai merek dagang.

Dari keterangan Kapolsek Mandau AKP Jaliper Lumbantoruan membenarkannya dan mengatakan, kasus itu berhasil diungkap tim opsnal Reskrim yang dipimpin oleh Iptu Firman.

“Telah ditangkap dan diamankan seorang lelaki berinisial RN (18) dalam perkara dugaan pencurian sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 363 KUHPidana,” kata Jaliper, Minggu malam.

Menurutnya, RN diamankan sekira pukul 16.00 WIB di Jl.Lintas Duri-Dumai Simpang ABC Duri 13 Desa Bathin Sobanga, Kecamatan Bathin Solapan, bukti laporan bernomor LP/205/VIII/2021/SPKT/RES-BKS/SEKMANDAU, oleh GP (27) selaku pelapor yang mengaku dirugikan.

“Awalnya, pada hari Sabtu (28/08) sekira pukul 15.00 WIB, diduga telah terjadi tindak pidana pencurian di toko UD Mitra Tani milik pelapor,” kata Jaliper.

Dilanjutkan Kapolsek, kejadian itu bermula saat pelapor bergegas pergi bersama saksi satu (1) menuju ke Kilometer (Km) 18. Sekira pukul 22.00 WIB, mereka kembali ke rumahnya dan mendapati gembok pintu gerbang dalam keadaan baik-baik saja. Akan tetapi sesampainya pada pintu kedua, gembok tampak dalam keadaan terbuka. Curiga akan hal itu, pelapor dan saksi segera melakukan pengecekan lebih mendetail.

“Ternyata sejumlah barang berupa pestisida (racun pembasmi hama tanaman) tidak lagi berada pada tempatnya alias hilang,” ujar Jaliper.

Ditambahkan Kapolsek, adapun sejumlah barang yang dilaporkan hilang berupa 6 jerigen pestisida merek Ruso, 6 jeriken merek Contakson, 2 jerigen merek Topwat, 3 jeriken merek Kresnakson dan 2 liter campuran racun merek Garlon. Total, sebanyak 17 jerigen dan 2 liter pestisida raib dari kediamannya.

  “Atas peristiwa itu, pelapor mengalami sejumlah kerugian dan langsung melaporkannya ke Mapolsek Mandau,” tutur Jaliper. Diteruskan Kapolsek, berbekal laporan dan sejumlah keterangan, Iptu Firman kemudian mengerahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hingga sekira pukul 16.00 WIB, tim opsnal menerima informasi bahwa pelapor telah mengamankan seorang karyawan tokonya yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut.

“Mendapat keterangan itu, tim langsung meluncur ke lokasi. Saat diinterogasi, RN mengakui perbuatan yang disangkakan oleh pelapor terhadapnya. Ia juga mengaku melancarkan aksi itu bersama dua rekannya berinisial WR dan AR,” ujar Jaliper.

Terkait, sambung Kapolsek,  keberadaan barang-barang yang diduga dicuri, RN menyebut bahwa seluruhnya telah dibawa kabur oleh kedua rekannya tersebut. Atas informasi itu pula, petugas langsung melakukan pengembangan dan mengejar kedua terduga pelaku itu.

“Saat dikejar, WR dan AR berhasil kabur dan kini berstatus DPO.Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, RN langsung dibawa ke Mapolsek Mandau guna penyidikan lebihlanjut,” tutup Jaliper.(jlr).

Polisi Ungkap Ladang Ganja di Dairi Sumut, 1 Pemiliknya Ditangkap

Dairi

Polres Dairi mengungkap ladang yang ditanami narkotika jenis ganja di Kecamatan Parbuluan, Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Polisi mengamankan satu orang yang diduga sebagai pemilik ladang tersebut.

Ladang ganja itu tepatnya berada di Dusun Perluasan, Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Dairi. Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting memimpin langsung penangkapan serta pencabutan pohon ganja di perladangan tersebut, bersama personel polisi, camat setempat, kepala desa serta masyarakat pada Minggu (29/8/2021).

Petugas mengamankan seorang pemilik ladang berinisial KS (28) warga Kecamatan Parbuluan. Polisi juga mencabut 200 batang pohon ganja berbagai ukuran.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1572507980488-0’); });

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat yang telah menginformasikan tentang adanya perladangan yang ditanami ganja tersebut. Kami Polres Dairi mengharapkan kerjasama yang sudah terjalin baik dengan masyarakat tetap berkesinambungan,” kata Ferio dalam keterangannya.

Ferio menjelaskan pengungkapan ladang ganja itu berawal dari informasi masyarakat kepada personel Polsek Parbuluan bahwa ada ladang ganja milik seseorang.

Kapolsek Parbuluan AKP M Agus Santoso langsung berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Dairi. Petugas kemudian menuju ke lokasi melakukan pengintaian di ladang tersebut.

“Petutas mengamankan seorang tersangka berinisial KS. Setelah diinterogasi di lokasi, Ks mengaku bahwasanya ladang tersebut miliknya,” sebut Ferio.

Ferio ganja itu sudah ditanam KS sejak tiga bulan lalu. Ferio menyebut KS bakal dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subs 111 ayat 2 UU Narkotika akibat perbuatannya tersebut.

“Dia-nya mengakui menanam serta merawat ganja tersebut sampai lebih kurang 3 bulan lamanya,” ucap Ferio.

(eva/eva)

Sumber: DetikNews

Eks Pimpinan Turun Gunung Bicara soal Penyelamatan KPK

Jakarta

Para mantan pimpinan turun gunung bicara penyelamatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai mulai kehilangan kepercayaan publik. Hal itu dikarenakan adanya temuan Ombudsman RI dan Komnas HAM terkait maladministrasi dalam pelaksanaan TWK KPK alih status ASN.

Para mantan pimpinan itu berbicara dalam diskusi virtual bertajuk ‘Menyoal Masa Depan KPK Pasca Temuan Ombudsman dan Komnas HAM’, yang disiarkan di kanal YouTube ICW, Minggu (29/8/2021). Mantan wakil ketua KPK Mochammad Jasin menyebut pelemahan terhadap lembaga antirasuah itu dimulai sejak amandemen Undang-undang KPK tahun 2005.

“Amandemen Undang-undang KPK didengungkan sejak 2005, memilih pemimpin tidak berintegritas yang bisa diajak kompromi, seperti pimpinan sekarang, tidak independen, alih status pegawai KPK, tes pegawai KPK melalui TWK, memecat pegawai. KPK ada tapi hanya berfungsi sebagai lembaga pencegahan dan tidak mampu memberantas dan mencegah korupsi. Ya contohnya dengan temuan-temuan Ombudsman dan Komnas HAM ini,” ungkap Jasin.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1572507980488-0’); });

Untuk itu, Jasin menerangkan penyelamatkan KPK bisa dimulai dari pembenahan internal KPK itu sendiri. Mulai dari penyusunan Undang-undang yang kuat yang didukung pihak eksekutif, legislatif, yudikatif dan masyarakat hingga memastikan kecukupan fasilitas operasional dan dana dalam menjalankan tugas.

“Syarat bagusnya kinerja KPK: didukung aturan Undang-undang kuat, eksekutif, legislatif, yudikatif dan masyarakat. Kemudian independen, pimpinan harus kompeten, taat hukum, berintegritas, profesional, berani, demikian dengan pegawainya. Kemudian fasilitas operasional kerja dan dana harus mencukupi sesuai kebutuhan serta program dan rencana jelas dalam pemberantasan korupsi dan pelaksanaan yang konsisten,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan pimpinan KPK Saut Situmorang menyinggung pentingnya peran dewan pengawas (dewas) KPK untuk mengawal dan menjaga kinerja internal KPK. Saut mengibaratkan dewas KPK seperti penjaga malam.

“Kalau mau seperti apa ke depan, kerja kerasnya kita bisa harapkan ke dewas. Ibaratnya seperti penjaga malam. Beda dengan pengawas internal seperti zaman dulu,” kata Saut.

Saut menyampaikan, penguatan peran koordinasi, supervisi, monitoring, pencegahan dan penindakan harus terus dilakukan bersamaan. Karena hal itu, kata Saut, sudah menjadi satu kesatuan.

“Jangan lupa kerja KPK itu koordinasi, supervisi monitoring, pencegahan, penindakan. Paket itu embrace satu sama lain. Jadi satu,” tuturnya.

(whn/dhn)

Sumber: DetikNews

Cerita Penumpang Saat Batik Air Mendarat Darurat di Kualanamu

Jakarta

Pesawat Batik Air rute Aceh-Jakarta mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara siang tadi. Penumpang pesawat tersebut menceritakan detik-detik kejadiannya.

Dilansir Antara, Minggu (29/8/2021), pesawat Airbus A-330 itu membawa ratusan penumpang saat mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang Sumatera Utara pukul 11.45 WIB.

“Kami sempat khawatir dengan kejadian ini, semoga kami dapat melanjutkan penerbangan dengan selamat sampai ke tujuan,” kata Hayatullah Fajri, seorang penumpang asal Meulaboh, Aceh Barat.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1572507980488-0’); });

Ia mengatakan, pesawat Batik Air tersebut berangkat dari Aceh menuju ke Jakarta sekira pukul 10.55 WIB siang, dari jadwal penerbangan semula sekira pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, Irfan seorang penumpang lainnya mengatakan mereka terkejut ketika pilot memutuskan pesawat yang ditumpangi tersebut, akan mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sesuai tujuan penerbangan di dalam tiket, kata dia, pesawat Batik Air tersebut memiliki jadwal penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.

(imk/imk)

Sumber: DetikNews

Kapolri Apresiasi Jumlah Isoter di Bali Tertinggi Se-Indonesia

Denpasar

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada warga dan Forkopimda Bali. Sebab, jumlah pasien terpapar Covid-19, yang dirawat di tempat Isolasi Terpusat (Isoter) di Bali paling tinggi untuk skala nasional atau se-Indonesia.

“Jumlah yang diisoter jauh lebih banyak daripada isoman, jadi yang di Isoter hampir 60 persen yang isoman 25 persen jadi ini angka isoter terbaik se-Indonesia,” kata Sigit usai meninjau langsung lokasi Isoter di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur Bali, melalui keterangan tertulis, Minggu (29/8/2021).

Sigit berharap, laju pertumbuhan Virus Corona akan semakin dapat ditekan. Sehingga, aktivitas perekonomian masyarakat di Pulau Dewata akan kembali pulih, setelah terpukul saat Pandemi Covid-19.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1572507980488-0’); });

Meski begitu, mantan Kapolda Banten ini mengakui ada beberapa hal yang harus diperbaiki ke depannya. Terutama soal sinkronisasi data antara daerah dengan pusat.

“Jadi mudah-mudahan dengan langkah-langkah ini pertumbuhan covid betul-betul bisa dijaga. Kemudian yang sedang diperbaiki terkait masalah tracing, ada proses sinkronisasi data antara pusat dengan daerah, sehingga kegiatan tracing, testingnya pun bisa dilaksanakan maksimal,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Lebih lanjut, Sigit juga memberikan apresiasi kepada Forkopimda Bali yang telah bekerja keras menekan laju pertumbuhan virus corona. Pasalnya, saat ini penyebaran Covid-19 di Bali, telah mengalami penurunan.

Sementara itu, Sigit meminta agar Forkopimda Bali mempertahankan tren positif yang sudah ada terkait dengan akselerasi program vaksinasi massal.

“Terima kasih vaksinasi sudah berjalan optimal tinggal sisanya bisa diselesaikan di akhir September. Sehingga dosis dua bisa 100 persen. Sehingga terjadi kelonggaran dan aktivitas ekonomi akan semakin meningkat. Dan ekonomi Bali kembali semakin baik dan seperti yang diharapkan masyarakat Bali,” ucap Sigit.

Dalam tinjauannya, Sigit bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menyempatkan diri untuk menyapa secara langsung pasien Covid-19 yang dirawat di tempat Isoter.

“Terima kasih hari ini saya bisa bertemu teman-teman semuanya dalam kondisi gembira, dan tentunya dengan gembira ini pasti akan mempercepat kesembuhan. Saya tanyakan, tenaga kesehatannya bagus ya?” tanya Sigit ke pasien yang dirawat di Isoter.

“Bagus,” jawab pasien dengan serentak.

Karena mendapat jawaban fasilitas dan pengawasan tenaga kesehatan yang bagus, Sigit meminta kepada warga untuk mau membantu mengajak keluarga serta kerabatnya yang terpapar Covid-19, untuk mau di rawat di lokasi Isoter.

“Kalau lebih enak dari isoman sampaikan ke saudara-saudara kita yang masih di isoman diajak ke Isoter semua, biar cepet sembuh,” ajak Sigit.

Tak lupa, Sigit menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk Forkopimda, personel TNI-Polri dan tenaga kesehatan yang terus berjuang untuk menekan laju pertumbuhan virus corona.

“Terima kasih pak Gubernur, Wali Kota, Bupati yang telah kerja keras bersama TNI, Polri seluruh nakes dalam kendalikan laju pertumbuhan Covid-19 di Bali,” tutup Sigit.

(mae/imk)

Sumber: DetikNews

Tokoh Agama Kritik Kerumunan Kepala Daerah Se-NTT yang Dihadiri Gubernur

Jakarta

Kerumunan di Pulau Semau, Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai kritikan. Kerumunan itu merupakan acara pertemuan Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama dengan para kepala daerah se-NTT.

“Bagi saya kerumunan ini contoh tidak baik bagi masyarakat terutama ketika penerapan PPKM tingkat 4 sedang berlangsung dan penularan Covid-19 mulai melandai,” ucap tokoh agama di Kupang, Pendeta Emi Sahertian, seperti dilansir kantor berita Antara, Minggu (29/8/2021).

Disebutkan kegiatan itu terjadi pada Jumat (27/8) di mana Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi turut hadir bersama dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Sahertian mengaku prihatin kerumunan ini justru dilakukan oleh pihak pemerintahan saat kalangan gereja telah mencoba menerapkan berbagai aturan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19 bahkan menutup kebaktian pada Minggu.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1572507980488-0’); });

“Namun pada sisi lain aktor-aktor pemerintahan menabrak peraturan itu dengan menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan,” katanya.

“Aturan kedaruratan untuk mencegah penularan dan menyelamatkan banyak nyawa masyarakat, bila dilanggar ini sekelas dengan tindakan kriminal,” imbuhnya.

Dia pun meminta penjelasan Pemprov NTT. Sebab, kegiatan ini menjadi contoh yang kurang pas.

“Kegiatan berisiko ini akan bisa ditiru masyarakat, bahkan bisa mengancam jiwa sesama karena rentan penularan Covid-19 yang mulai melandai di NTT,” katanya.

Penjelasan Pemprov NTT

Dokumentasi kegiatan itu tersebar viral di media sosial. Dilihat dari video yang diunggah oleh akun Twitter Corr L.A @jagungtiti71, terekam acara di pinggir pantai. Terlihat ada kursi dan meja, serta panggung pertunjukan.

Dalam video berdurasi 23 detik tersebut, terlihat berlangsung konser musik. Lantunan keras musik dan nyanyian membuat beberapa orang yang sebagian besar berbaju putih dan celana hitam berjingkrak. Kebanyakan dari mereka memakai masker.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi memberikan pernyataan singkat saat dimintai konfirmasi. Menurutnya, acara itu bukanlah pesta.

“Acara pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Tidak ada pesta,” ujarnya.

Acara yang dimaksud oleh Josef adalah acara pengukuhan TPAKD Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT. Acara tersebut digelar pada Jumat (27/8), di Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Acara itu dihadiri oleh Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota dan Sekda se-NTT. Acara itu bermaksud untuk mendorong pengembangan sektor UMKM.

Josef tidak mengetahui soal acara konser musik dan sebagainya yang terekam dalam video tersebut.

“Saya jam 4.30 WIB setelah acara pengukuhan pulang ke Kupang,” ujarnya.

Sementara itu, Satgas Penanganan COVID-19 menyebut akan mengecek adanya peristiwa tersebut. “Saya perlu cek dulu,” kata Kepala Bidang Komunikasi Publik Satgas COVID-19, Herry Trianto, saat dihubungi terpisah.

(dhn/imk)

Sumber: DetikNews

Polres Bengkalis Grebek Rumah Dugaan Tempat Transaksi Narkoba, 2 Orang Diamankan dan 2 Orang Lari

Bengkalis, Tribunriau – Tim Satuan Reserse (Satres) Narkoba  Polres Bengkalis, telahberhasil melakukan penggerebekan sebuah rumah diduga tempat transaksi Narkoba,  di Jl. Panglima Minal Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Rabu (25/08/2021), sekitar pukul 14.00 Wib.

Tim berhasil mengamankan 2 orang laki-laki yang diduga selaku pelaku tindak pidana narkotika jenis shabu, dan mengaku bernama Nas (33) dan Ha (33). Nas adalah warga Kelurahan Senggoro, dan Ha merupakan warga Jl. Panglima Minal Desa Air Putih.

“Berikut barang bukti berhasil diamankan berupa, 1 bungkus shabu bruto 0,27 (nol koma dua tujuh gram), 1 unit Hp Vivo warna biru, dan 1 unit Hp Xiaomi warna gold,” kata Kapolres Bengkalis melalui Plt Kasat Narkoba Iptu Tony Armando kepada wartawan Jumat (27/08/2021) malam.

Diungkapkannya, bahwa penangkapan itu tindak lanjut dari laporan warga yang mengatakan, kalau di rumah itu sering dijadikan tempat transaksi Narkotika.

“Pada hari Rabu (25/08/21) jam 11 menjelang siang warga beri info, langsung saya instruksikan Kanit Narkoba Ipda Alek bersama tim opsnal lakukan lidik ke rumah itu. Jam 2 siang, tim berhasil menggerebek rumah itu dan mengamankan 2 orang tersangka,” terang  Tony.

Di penggrebekan itu, sambungnya, terlihat 4 orang laki-laki didalam rumah, namun 2 orang sempat melarikan diri ke belakang rumah. Dari keterangan Nas dan Ha, kedua orang itu bernama I dan M. Saat ini kedua orang itu dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Pada saat diinterogasi tim, kedua tersangka pun mengatakan bahwa Shabu tersebut didapat dari A (DPO),” kata Tony.

Diteruskannya, guna penyidikan lebih lanjut, tim pun membawa tersangka dan barang bukti ke Mapolres Bengkalis.

“Saat diperiksa penyidik, Nas dan Ha mengaku sebagai bandar sekaligus pengedar Shabu, yang sudah lama melakukan aksinya di wilayah Kecamatan Bengkalis,” jelas Tony.(jlr).

Minta Musda XIII KNPI Kota Dumai Ditunda, Ini Alasannya

DUMAI – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Dumai Periode 2007 – 2010 Riski Kurniawan, ST, MSi meminta pelaksanaan Musyawarah Daerah KNPI Dumai ke XIII ditunda dan tidak dipaksakan karena sejauh ini belum ada disosialisasikan.

Menurut Riski, Musda KNPI direncanakan digelar Sabtu (28/8) akhir pekan ini terkesan dipaksakan dan jauh dari semangat KNPI sebagai laboratorium kader kepemimpinan generasi muda.

“Tunda dulu pelaksanaan musda ini untuk beberapa minggu kedepan guna memberi ruang lebih luas bagi kalangan pemuda yang ingin maju dalam helat itu, Bukan tiba-tiba membuka jadwal pendaftaran dan juga sangat terbatas,” kata Riski kepada wartawan, Kamis (27/8).

Dikatakan, KNPI ini bukan organisasi abal-abal, dan panitia dibentuk dianggap tidak siap, karena harusnya jauh hari sudah disosialisasikan luas agar semua organisasi kepemudaan berhimpun di wadah KNPI mengetahui kegiatan musda tersebut.

Sebelum pelaksanaan Musda KNPI, lanjutnya, ada beberapa tahapan yang mesti dilalui panitia pelaksana, diantaranya melakukan pendataan ulang terhadap organisasi kepemudaan yang berhimpun, sosialisasi agenda, penjaringan calon ketua dengan memberikan batas waktu yang wajar serta kesiapan lainnya.

“Segala sesuatu yang dipaksakan, hasilnya tidak baik. Kita melihat, seolah-olah sudah ada “putra mahkota” dipersiapkan. Berikan kesempatan sama kepada pemuda Dumai untuk menjadi ketua KNPI,” sebutnya.

Riski juga mengklaim sudah mendapat dukungan agar Musda KNPI ke XIII Dumai ini ditunda dari sejumlah mantan Ketua KNPI, diantaranya Ketua KNPI Periode 2010 – 2013 Achmad Khusaini dan Ketua KNPI Dumai Periode 1998 – 2004 Timo Kipda.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Pengurus Dewan Pimpinan Daerah KNPI Kota Dumai melalui Panitia Pelaksana Musda ke-XIII telah membuka penerimaan pendaftaran calon Ketua DPD KNPI Kota Dumai yang telah berakhir masa jabatan.

Pembukaan penerimaan calon Ketua DPD KNPI Kota Dumai dimulai dari Tanggal 26 Agustus 2021 pukul 13.00 Wib dan ditutup pada Tanggal 27 Agustus 2021 pukul 17.00 Wib.

Ketua Panitia Steering Committee (SC) Musda ke-XIII, Adel Iskosa Darmaja mengatakan, untuk peserta calon Ketua DPD KNPI Kota Dumai agar bisa melihat syarat pendaftaran dan mengisi formulir pendaftaran dan mengantarkan ke Sekretariat DPD KNPI Kota Dumai Jalan Patimura Kota Dumai.

“Ada beberapa syarat khusus harus dipenuhi calon peserta yang tertuang dalam AD/ART KNPI agar bisa dipenuhi oleh peserta calon,” kata Adel Iskosa.

Sementara Panitia Organizing Committee (OC) Musda ke-XIII Hendra Isolihin mengatakan, persiapan Musda sudah mencapai 90 persen, tinggal pematangan pelaksanan Musda yang akan dilaksanakan pada Hari Sabtu Tanggal 28 Agustus 2021 di Gedung Daerah Pendopo Sri Bunga Tanjung Jalan Putri Tujuh.

Dijelaskan, mengingat keadaan sekarang masih dalam pandemi COVID-19 maka untuk peserta Musda hanya diizinkan 1 orang mewakili OKP yang bisa masuk dalam acara.

“Seluruh persiapan untuk Musda ini sudah hampir rampung dan tinggal menyiapkan untuk persiapan yang lebih matang agar acara Musda ini berjalan dengan tertib dan lancar,” kata Hendra.

Sumber: CakraPos

Terbaru

Populer