Beranda blog Halaman 950

Langgar Aturan PPKM, Holywings Kemang Ditutup 3 Hari

Jakarta

Holywings di Kemang, Jakarta Selatan (Jaksel), diberi sanksi usai kedapatan beroperasi hingga tengah malam dan menimbulkan kerumunan di tengah PPKM level 3 Jakarta. Sanksi tersebut berupa penutupan sementara selama 3 hari.

“Tempat Usaha Holywings Kemang, dikenakan sanksi Penutupan Sementara 3×24 jam oleh Petugas Satpol PP DKI Jakarta Minggu (5/9) setelah ditemukan terjadi pelanggaran ketentuan PPKM level 3 pada Sabtu Malam (4/9),” demikian keterangan dari Instagram resmi Satpol PP DKI Jakarta seperti dilihat detikcom, Senin (6/9/2021).

Satpol PP menyatakan sanksi pembekuan izin usaha sesuai Perda nomor 2 tahun 2020 dan Pergub nomor 3 tahun 2021 akan diberlakukan kepada manajemen Holywings jika kembali melakukan pelanggaran PPKM level 3. Pemprov DKI meminta semua pihak mematuhi aturan.

“Mohon kesadaran kepada semua pihak pelaku usaha untuk bersama mematuhi ketentuan dalam pengendalian penyebaran COVID-19 di ibu kota,” ujar Satpol PP DKI.

Sebelumnya, kerumunan di kafe Holywings Kemang dibubarkan oleh polisi. Jam operasional yang melebihi ketentuan itu diketahui saat Patroli Gabungan yang Dipimpin Karoops Polda Metro Jaya. Operasi itu dilakukan pada Minggu (5/9/2021) sekitar pukul 01.00 dini hari.

“Kita cuma imbauan aja supaya mereka pulang. Namanya PPKM level 3 kalau ada kerumunan kita imbau untuk pulang,” kata Kabagops Ditlantas Polda Metro Jaya, Dermawan Karosekali kepada wartawan.

Kerumunan di Holywings Kemang itu juga sempat viral di media sosial. Tampak pelanggan berkerumun di lokasi. Polisi juga mengimbau pengunjung untuk bubar.

Dalam video itu ada pengunjung yang menggunakan masker. Ada pula yang tidak menggunakan masker. Saat diminta untuk bubar para pengunjung pun mulai bergerak.

(haf/aik)

Sumber: DetikNews

Gerindra Ungkap Mediasi Ketua DPRD dan Bupati Solok Sudah Dilakukan

Jakarta

Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade buka suara mengenai kasus Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra yang mempolisikan Bupati Epyardi Asda dalam kasus dugaan pencemaran nama baik. Andre menyebut upaya mediasi telah dilakukan akan tetapi tak ada titik temu antara kedua pihak.

“Usaha perdamaian itu sebenarnya sudah pernah kami fasilitasi. Ini kan persoalan pribadi antara saudara Dodi sebagai Ketua DPRD dengan Bupati Epyardi Asda,” kata Andre Rosiade kepada wartawan, Minggu (5/9/2021).

Pada pertemuan itu, kata Andre, didapat sebuah kesepakatan bahwa Dodi meminta Epyardi meminta maaf secara terbuka. Akan tetapi permintaan itu tak kunjung dipenuhi oleh Epyardi.

“Lalu kami waktu itu DPD Gerindra Sumbar dan DPW PAN sudah coba memfasilitasi di mana Ketua DPW PAN sudah bertemu dengan Sekretaris DPD Gerindra Sumbar untuk membahas bagaimana penyelesaian permasalahan, lalu sudah disampaikanlah untuk tata cara melakukan perdamaian di mana perdamaian itu yang pertama pihak Dodi meminta Pak Bupati meminta maaf secara terbuka, baik di media cetak maupun media elektronik maupun media televisi, kalau tidak salah itu ya,” kata dia.

Andre juga menyinggung persoalan mosi tidak percaya dari Anggota DPRD Solok kepada Dodi Hendra yang menjabat sebagai Ketua DPRD Solok. Mosi tidak percaya itu diduga dikomandoi oleh Epyardi.

“Lalu yang kedua menghentikan mosi tidak percaya kepada saudara Dodi yang diduga dikomandoi oleh Bupati, itu tuntutannya waktu itu saudara Dodi. Tapi setelah itu tidak ada kabar. Jadi kita sudah coba membangun pribadi,” kata dia.

Andre kembali menegaskan bahwa upaya mediasi telah dilakukan. Akan tetapi permintaan yang diajukan Dodi Hendra agar laporan itu dicabut tidak dipenuhi Epyardi Asda.

“Jadi intinya upaya mediasi sudah kami upayakan jauh-jauh hari DPD Gerindra dan DPW PAN sudah mencoba membantu untuk memediasi, tapi ternyata hal-hal yang diminta saudara Dodi tidak direspons Pak Bupati, itulah informasinya,” ujar Andre.

Lebih lanjut, Andre menegaskan bahwa kasus itu adalah permasalahan pribadi. Partai Gerindra sebagai partai pengusung Dodi Hendra dan Partai PAN yang mengusung Epryadi tidak terlibat dalam masalah itu.

“Ini permasalahan personal Dodi dengan Epyardi Asda, bukan permasalahan partai PAN dengan partai Gerindra. Partai Gerindra dan PAN punya hubungan yang baik, komunikasi politik yang baik, baik tingkat pusat maupun di provinsi Sumatera Barat. Kami garisbawahi ini permasalahan pribadi,” jelasnya.

Simak juga ‘Saat Ketua DPRD Solok Angkat Bicara soal Ricuh Rapat-Anggota Nyaris Baku Hantam’:

[Gambas:Video 20detik]

Sumber: DetikNews

5 Fakta Baru Pembunuhan Wanita di Hotel Jaksel Tanpa Busana

Jakarta

Misteri mayat perempuan di salah satu kamar hotel di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel), yang diduga korban pembunuhan terungkap. Kurang dari 24 jam usai penemuan mayat, polisi berhasil menangkap pelaku.

Mayat perempuan tersebut ditemukan pertama kali oleh pegawai hotel pada Sabtu (4/9/2021) siang sekira pukul 14.00 WIB. Pegawai hotel awalnya curiga karena penghuni kamar tempat kejadian perkara (TKP) itu belum check out meski batas waktu telah habis.

Kecurigaan pegawai hotel seolah-olah terbukti dengan penemuan mayat perempuan tersebut. Pada sore harinya, pihak hotel melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Seusai mendapatkan laporan, polisi jajaran Polres Jaksel bergerak ke TKP. Sesampainya, olah TKP dilakukan.

Pada malam hari yang sama, sekira pukul 22.30 WIB, polisi mendapatkan informasi valid soal pelaku. Polisi pun bergerak cepat melakukan pengejaran dan membuahkan hasil.

Polisi berhasil menangkap pelaku di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dini hari kemarin, Minggu (5/9/2021). Pelaku ditangkap tanpa perlawanan.

“Sekitar pukul 23.00 WIB kita melakukan pengejaran, dan akhirnya sekira pukul 01.00 WIB, tanggal 5 September 2021, kita berhasil melakukan penangkapan tersebut, seseorang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana,” kata Kapolres Jaksel Kombes Azis Andriansyah, di kantornya, Minggu (5/9/2021).

Berikut 5 fakta baru di kasus penemuan mayat perempuan ini:

– Mayat Ditemukan Tanpa Busana

Polisi mengungkapkan sejumlah fakta dari hasil olah TKP penemuan mayat perempuan ini. Salah satu yang diungkap perihal kondisi mayat.

“(Mayat ditemukan dalam kondisi) tanpa busana,” ungkap Kapolres Jaksel, di kantornya, Minggu (5/9).

– Ada Memar

Selain soal busana, polisi juga membeberkan soal kondisi tubuh korban, apakah ada luka atau tidak. Menurut polisi, ada sejumlah luka memar di mayat wanita tersebut.

“Hanya memar saja di bagian pundak dan leher. (Lengkapnya) masih menunggu keputusan dari petugas kesehatan tim autopsi,” ucap Kombes Azis.

Ada sejumlah fakta lain dalam kasus ini. Baca di halaman berikutnya.

Tonton juga Muralku Sayang, Muralku Dilarang

[Gambas:Video 20detik]

Sumber: DetikNews

Waspada Potensi Hujan Petir di Jaksel-Jaktim Pada Siang dan Sore

Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca Jakarta untuk hari ini. Disebut, ada peringatan dini hujan disertai angin dan petir untuk wilayah Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

“Peringatan dini. Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di Jaksel, dan Jaktim, pada siang dan sore hari,” tulis BMKG dalam situsnya, Senin (6/9/2021).

Pada pagi hari, seluruh daratan utama Jakarta akan cerah berawan. Sementara itu, kepulauan seribu akan berawan.

Pada siang hari, hujan ringan akan terjadi di Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Namun, akan terjadi hujan petur di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Jakarta Utara akan berawan pada siang hari, sementata Kepulauan Seribu akan cerah.

Pada malam hari, hujan ringan akan terjadi di Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Sementara cuaca berawan akan terjadi di Jakarta Selatan dan Timur.

Pada dini hari, Jakarta Barat akan cerah berawan. Sementara itu, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara akan berawan. Sedangkan Kepulauan Seribu akan berawan tebal.

(aik/aik)

Sumber: DetikNews

Kebakaran Gudang di Sunter Agung Jakut Proses Pendinginan

Jakarta

Kebakaran Gudang Dunex, di Sunter Agung, Jakarta Utara, masih ditangani oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran, dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Saat ini, sedang proses pendinginan usai api dilokalisir.

“Status kebakaran, kuning, proses pendinginan oleh petugas. Waktu dilokalisir 23.26 WIB. Waktu pendinginan 02.20 WIB,” tulis keterangan dari Dinas Gulkarmat DKI Jakarta.

Gudang tersebut beralamat di Jl. Agung Karya VII, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Disebut, sampai saat ini, sudah diarahkan 21 unit.

Belum ada informasi mengenai ada tidaknya korban jiwa. Selain itu, belum diketahui penyebab dari kebakaran itu.

Sebelumnya diberitakan, Gudang Dunex terbakar pada Minggu (5/9), pada pukul 22.56.

“Alamat TKP, Jl. Agung Karya, Sunter Agung, Tanjung Priok. Objek Gudang C Dunex ( BI),” Kata Humas Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Mulat Wijayanto, dalam keterangannya, Minggu (5/9/2021).

(aik/aik)

Sumber: DetikNews

Ada Lagi Surat Gubernur Soal Buku, Gerindra Minta Mahyeldi Minta Maaf

Padang

Ditemukan lagi surat Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi tentang buku. Fraksi Gerindra di DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta Mahyeldi meminta maaf.

“Belum selesai kasus yang satu, muncul lagi surat baru. Ini yang membuat kita berpikir bahwa gubernur harus minta maaf. Jika tidak, kita akan berada di barisan bersama Fraksi Demokrat untuk mengusung hak angket” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumbar, Hidayat, kepada wartawan Minggu (5/9/2021).

Hidayat menyebut, kemuculan dua surat gubernur itu memberi indikasi adanya pemanfaatan jabatan oleh kelompok tertentu untuk mendapatkan keuntungan material. Padahal, awalnya Gerindra mengganggap surat soal sumbangan buku cuma kesalahan yang tidak disengaja.

“Kami mendapat informasi proses penerbitan surat dari Dinas PMPTSP ini terindikasi adanya intervensi dan tekanan dari pihak di luar kepemerintahan. Ini sudah gawat. Jangan-jangan masih ada Dinas lain yang sudah menerbitkan surat serupa” kata dia.

Atas dasar itu lah, Ketua Bapemperda DPRD Sumbar itu, meminta Gubernur Mahyeldi untuk memberikan penjelasan dan keterangan resmi kepada masyarakat.

“Gubernur harus segera menjelaskan, bukannya terus lari dan menghindar seakan-akan tidak ada masalah. Jelaskan dengan rinci bagaimana sesungguhnya, agar publik tidak berasumsi dan memiliki penilaian yang berpotensi meruntuhkan wibawa dan kepercayaan masyarakat terhadap Pemrov Sumbar. Kita meminta Saudara Gubernur benar benar memberikan contoh menerapkan nilai nilai kejujuran dan kebenaran serta tanggungjawab dengan melakukan penjelasan dan klarifikasi secara resmi,” katanya.

Hidayat meminta agar Gubernur Sumbar tidak melempar masalah ini kepada pihak lain. Jika tidak ada penjelasan secara langsung dari Mahyeldi, maka hak angket DPRD dinilai tepat.

“Bila gubernur terus mengelak, maka potensi dugaan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah patut dan memiliki alasan kuat untuk diuji melalui mekanisme Hak Angket yang dimiliki DPRD sebagaimana digulirkan Fraksi Demokrat,” terang Hidayat.

Ada Surat Lain Soal Buku

Surat minta sumbangan yang diteken Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi terkait penerbitan buku menjadi polemik. Ternyata, ada surat lain terkait penerbitan buku yang diteken Mahyeldi.

Surat tersebut dikeluarkan oleh DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Provinsi Sumatera Barat. Surat itu memuat ajakan agar pihak yang dituju memanfaatkan peluang bisnis terkait penerbitan buku.

Dilihat detikcom, Kamis (2/9/2021), surat bernomor S70/417/DPM-PTSP/2021 itu dikeluarkan pada 29 Juni 2021. Surat DPMPTSP itu berisi imbauan pemanfaatan ruang promosi untuk penerbitan buku berjudul Sumatera Barat Outlook 2021.

“Kami menghimbau bapak ibu pimpinan badan usaha milik daerah dan badan usaha milik swasta untuk memanfaatkan peluang bisnis tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tulis surat yang ditandatangani Gubernur Mahyeldi tersebut.

Kepala DPMPTSP Sumbar, Maswar Dedi, membenarkan surat tersebut. Dia mengatakan surat itu bukan ditujukan untuk mengumpulkan sumbangan seperti surat Bappeda yang sedang heboh.

“Ini bukan bagian dari buku itu. Beda buku. Kita bukan untuk pengumpulan uang. Hanya imbauan, bukan untuk mengumpulkan sumbangan,” kata Dedi.

(aik/aik)

Sumber: DetikNews

Mantan Anggota DPD RI Awang Ferdian Hidayat Meninggal Dunia

Samarinda

Mantan Anggota DPD RI, Awang Ferdian Hidayat meninggal dunia di kediamannya Jalan Basuki Rahmat Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kaltim. Diduga Awang meninggal dunia karena serangan jantung.

Anak pertama dari mantan Gubernur Kaltim periode 2008-2018 itu, meninggal pada Minggu (5/9/2021), sekitar pukul 19.00 WITa. Almarhum, dikabarkan meninggal saat berada di dalam kamar, sang istri Rima Hartati mengetahui saat hendak memasuki kamar Almarhum.

“Beliau dikamar saja, pas jam 7 malam, waktu ibu Rima (Istri Almarhum) masuk, beliau sudah tidak ada,” terang sekertaris pribadi Rima Hartati Johana saat dikonfirmasi, Minggu (5/9/2021).

Kediaman Awang Ferdian Hidayat di penuhi pelayat.Kediaman Awang Ferdian Hidayat di penuhi pelayat. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/Detikcom

Belum diketahui, penyebab meninggalnya mantan Anggota DPR RI. Namun, Johana menerangkan bahwa Almarhum memiliki penyakit jantung.

“Yang kita tau beliau punya penyakit jantung, dan pernah di pasangkan ring,” ucapnya.

Pada Minggu malam, kediaman almarhum ramai para pejabat, tokoh masyarakat, dan pihak keluarga datang untuk melayat di rumah duka. Salah satunya, Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Usai melayat, kepada awak media, Andi Haru mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya salah satu tokoh dan putra daerah terbaik di Kaltim.

“Kita tau beliau ini orang yang sangat gigih dalam segala hal, terutama dalam peran membangun Kaltim,” ucapnya.

Mewakili masyarakat Samarinda, Andi Harun, mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Awang Ferdian Hidayat yang begitu cepat.

“Semoga keluarga diberikan ketabahan, dan kami doakan seluruh amal almarhum di dunia di terima Allah,” Kata Andi Harun.

Awang Ferdian Hidayat berpulang di usia yang ke 43 tahun. Dia meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak. Rencana nya, almarhum akan dikebumikan Senin (6/9).

(aik/aik)

Sumber: DetikNews

Menkominfo Ajak Gotong Royong Hadapi Pandemi: Sekecil Apapun Berarti

Jakarta

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yakin Indonesia mampu melewati masa sulit karena memiliki dua modal sosial yang kuat yakni gotong royong dan kolaborasi. Dia mengapresiasi upaya semua pihak yang bahu membahu menghadapi pandemi yang saat ini menjadi tantangan global.

“Siapa pun bisa berupaya, bahu membahu berusaha bersama menghadapi pandemi COVID-19. Sekecil apapun pasti berarti,” ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Minggu (5/9/2021).

Menurutnya, bagi setiap individu di lingkungan masyarakat dengan mematuhi dan disiplin protokol kesehatan sudah amat berarti di masa sekarang ini. Hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan masker dobel, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas harus terus dilaksanakan.

Kemudian masyarakat juga diminta untuk saling mengingatkan antar anggota masyarakat yang lengah menjalankan protokol kesehatan.

“Semua terlihat sederhana dan bisa dilakukan siapa saja, tapi sesungguhnya itu amat berarti dalam menghadapi pandemi seperti saat ini,” tutur Johnny.

Hal lain yang lain bisa dilakukan masyarakat adalah segera divaksinasi. Jika sudah melakukan vaksinasi, Johnny meminta masyarakat untuk turut mengajak keluarga, tetangga, kerabat, terutama kepada para lansia dan kelompok rentan lainnya, untuk ikut dan mau divaksinasi.

Dalam penyelenggaraan vaksinasi, dirinya menyambut baik kolaborasi yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah, TNI, Polri, pihak swasta, dan organisasi kemasyarakatan.

“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi bangsa Indonesia, mari kita bersama-sama, bahu membahu menghadapi pandemi,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro mengapresiasi inisiatif program vaksinasi COVID-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang kolaboratif dan inovatif.

Pemkot Surabaya bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya dan Entrepreneur’s Organization (EO) Indonesia East Chapter menggelar vaksinasi dengan menargetkan 20 ribu karyawan perusahaan, pengusaha, UMKM dan warga Surabaya.

“Sasaran vaksinasinya masif, hasil kerja gotong-royong dan peserta makin senang karena setelah disuntik dapat hadiah,” ujar dr. Reisa.

Menurut dr. Reisa, tekad Kota Surabaya sudah sesuai seruan Presiden Joko Widodo. Juga sesuai pesan WHO kepada seluruh masyarakat dunia: national unity and global solidarity, persatuan bangsa dan solidaritas dunia.

“Hanya dengan Bersama Kita Bisa Hadapi Pandemi ini,” tegasnya.

Menurutnya, vaksin adalah salah satu ikhtiar melindungi diri dari COVID-19, namun upaya lain, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus tetap dilaksanakan.

Ia juga mengatakan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjauhi kerumunan dan menurunkan mobilitas terbukti efektif menurunkan laju penularan dan penambahan kasus.

“Bagi Surabaya dan sekitarnya yang harus rendah level PPKM-nya. Tapi protokol kesehatannya, tetap tinggi disiplinnya. Yo iso yuk,” imbuh dr. Reisa.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Pemkot menyiapkan 20 ribu dosis vaksin Sinovac pada hari itu untuk melayani warga. Capaian vaksinasi dosis pertama di Kota Surabaya per 5 September 2021 pukul 12:00 WIB sekitar 89,96 persen. Lalu, untuk capaian vaksinasi dosis kedua sekitar 61,17 persen.

“Setiap ada vaksinnya, kita akan langsung lakukan vaksinasi untuk masyarakat,” ungkap Eri.

(akn/ega)

Sumber: DetikNews

Gaya Bobby Negosiasi Warga Penolak Pembangunan Panti Sosial di Medan

Jakarta

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengecek lahan yang bakal dibangun panti sosial di Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Bobby pun bernegosiasi dengan warga yang meminta agar gedung itu tidak dibangun di lokasi yang saat ini dijadikan lapangan bola.

Pantauan detikcom, Minggu (5/9/2021), Bobby tiba bersama rombongan di lokasi tepatnya di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan. Bobby lalu mengecek lahan tersebut.

Bobby berbicara dengan tokoh masyarakat setempat. Bobby menjelaskan soal program yang sedang dikerjakannya.

Salah satu warga setempat pun meminta agar program pembangunan panti asuhan dibangun di lokasi lain lantaran lokasi itu telah dijadikan lapangan sepak bola. Bobby bernegosiasi dan memberikan solusi bahwa lapangan akan dipindahkan tak jauh dari lokasi. Nantinya, fasilitas lapangan akan dibikin cantik oleh pihaknya.

Setelah itu, Bobby bersama masyarakat pun mengecek lokasi lapangan yang bakal dibangun.

“Ya ini rencana sudah lama saya dapat info, saya cek juga ini, dari tahun 2015 perencanaannya akan dibangun panti sosial untuk kepentingan di Dinas Sosial demi kita memberdayakan masyarakat kita yang kurang beruntung yang selama ini kita temui di lampu-lampu merah, serta masyarakat yang mungkin gangguan kesehatan kejiwaannya kurang,” kata Bobby di lokasi.

Bobby menyebut di lokasi tersebut saat ini dipergunakan untuk kegiatan olahraga. Bobby pun berdiskusi langsung dengan tokoh masyarakat dan memindahkan lapangan itu ke tempat lain.

“Di sini memang ada sedikit fasilitas yang akan kita bangun, aset kita ini digunakan untuk kegiatan olahraga, ini kegiatannya sangat positif, sangat baik. Kita nggak mau program kita satu jalan tapi mengorbankan kegiatan yang lain. Lapangannya akan kita perbaiki, fasilitasnya kita lengkapi lagi, mungkin di lahan yang berbeda, tapi sangat dekat nggak lebih dari 100 meter. Lahannya punya Pemko Medan,” sebut Bobby.

Bobby menargetkan pembangunan panti sosial itu bakal selesai akhir tahun 2021. Dari perencanaan mungkin satu bagian dulu yaitu 24 meter dulu dari 90x 21 meter. Kapasitasnya untuk tahap awal 300 orang, namun total kapasitasnya mencapai 3.000 orang dengan berbagai fasilitas

Sementara lapangan bola bakal dikerjakan saat pembangunan gedung panti sosial mulai dikerjakan. Dia memberikan waktu dua minggu fasilitas olahraga selesai.

“Selama ini dibangun saya minta dinas olahraga, ketika ini sudah dikerjakan ini dibangun fasilitas olahraganya waktunya 2 minggu saya kasih waktu untuk membangun fasiltas olahraganya,” ucap Bobby.

(aik/aik)

Sumber: DetikNews

JA Warga Pematang Siantar Diduga Bandar Ganja Ditangkap Polisi

Bengkalis (Duri), Tribunriau – Seorang warga Kotamadya Pematang Siantar inisial JA (43) diduga sebagai bandar/pengedar daun ganja kering di Duri, berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Mandau, Polres Bengkalis,  Sabtu (04/09/21) sekira pukul 19.00 WIB.

 JA (43) yang beralamat di Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur, Kotamadya Pematang Siantar, Sumatera Utara itu, diamankan pihak Unit Reskrim Polsek Mandau di rumahnya, Desa Bathin Sobanga, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Dari tangan tersangka disita barang bukti 12  paket Narkotika jenis daun ganja kering siap edar dipaket di dalam plastik warna hitam, dan di dalam mangkok warna merah, serta di dalam plastik warna hitam berat seluruhnya -/+ 122 gram.Dan juga disita diantaranya  uang tunai sebanyak Rp 200.000, 1 buah gunting dan  1 buah pisau cuter.

Kapolsek Mandau AKP Jaliper Lumbantoruan melalui Kanit Reskrim Iptu Firman menerangkan, bahwa pada hari Sabtu (04/09/21) sekira pukul 18.00 WIB,  Tim Opsnal Polsek Mandau melakukan penyelidikan jaringan Narkotika di wilayah hukum Polsek Mandau.Dari hasil peyelidikan diketahui adanya seorang bandar narkotika jenis daun ganja kering  di desa Bathin Sobanga, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

“Selanjutnya tim opsnal  melakukan pengintaian dan berhasil mengamankan terduga pelaku JA dari dalam rumahnya. Dimana saat tim opsnal masuk kedalam rumahnya tepatnya didepan kamar, ditemukan ember warna kuning dan didalamnya diduga narkotika jenis daun ganja  -/+ seberat 122 gram dan dari tersangka disita uang tunai Rp 200.000,” kata Firman, Minggu (05/09/21).

Dilanjutkannya, pada saat diinterogasi, tersangka mengakui bahwa narkotika jenis daun ganja kering tersebut adalah miliknya.Tersangka juga mengakui bahwa ia mendapatkan narkotika jenis daun ganja kering tersebut dari seorang berinisial BY di Pematang Siantar, dan dari sana tersangka membawa ke Duri.

“Dari keterangan tersangka, bahwa narkotika jenis daun ganja kering tersebut akan digunakan sendiri dan juga untuk dijual.Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Mandau, guna proses penyidikan lebih lanjut,” terang Firman.(jlr).

Terbaru

Populer