Ombudsman RI perwakilan Sumatera Utara (Sumut) terus mendalami dugaan penganiayaan petugas Lapas terhadap salah satu narapidana di Lapas Tanjung Gusta, Medan. Ombudsman pun memeriksa narapidana berinisial H, yang merekam video viral tersebut.
“Permintaan keterangan itu berlangsung di Lapas Gunungsitoli, Lapas tempat H dipindahkan,” jelas Kepala Ombudsman Sumut Abyadi Siregar, kepada wartawan, Senin (4/10/2021).
Abyadi menyebutkan pemeriksaan itu dilakukan pada Minggu (3/10) kemarin. Menurut Abyadi, sejumlah informasi penting terungkap dari keterangan H.
Informasi penting itu kata Abyadi, pihaknya mendapati terkait informasi penyebab penganiayaan. Selain itu, informasi penting lain adalah terkait bagaimana alat komunikasi handphone (HP) bisa dimiliki oleh banyak warga binaan.
“Ini menarik. Kita mendapat keterangan bagaimana modusnya HP bisa dimiliki warga binaan di Lapas Kelas-I Medan,” sebut Abyadi.
Selain soal HP yang dimiliki warga binaan, juga terungkap bagaimana modus narkoba masuk ke dalam Lapas. Dalam permintaan keterangan itu, juga terungkap bagaimana perilaku oknum-oknum sipir Lapas.
“Mohon maaf. Informasi yang lebih detail tentang semua ini belum bisa kami uraikan sekarang. Karena semua informasi ini adalah untuk kebutuhan penyusunan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Perwakilan Sumut,” ucap Abyadi.
Selain narapidana, sebelumnya Ombudsman juga telah memeriksa sejumlah pejabat di Lapas hingga Kanwil Kemenkumham. Mereka yang diperiksa yakni Kepala Pengamanan Lapas Kelas 1 Medan, Kalapas Kelas 1 Medan, Kadiv Pas hingga Kakanwil Kemenkumham Sumut.
Untuk diketahui video memperlihatkan punggung seorang pria tampak berwarna merah seperti lebam viral di media sosial (medsos). Peristiwa itu disebut terjadi di Lapas Kelas I Medan, Sumatera Utara.
Polisi menggunakan restorative justice terhadap tujuh warga yang diduga terlibat perusakan posko vaksinasi Corona atau COVID-19 yang digelar di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya. Ketujuh warga itu telah divaksin.
“Warga yang diamankan mereka dilakukan upaya restrorative justice secara persuasif dengan membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (4/10/2021).
Winardy mengatakan ketujuh warga tersebut bersedia menjadi inisiator atau semacam duta vaksinasi Corona. Dia menyebut langkah itu diambil karena warga tersebut telah mengerti tentang vaksinasi.
“Berkat edukasi dari seluruh pihak di Aceh Barat Daya, mereka kini sudah paham akan pentingnya vaksin dan sudah siap untuk divaksin. Bahkan mereka sekarang menjadi inisiator vaksin di PPI,” ujar Winardy.
Dalam video yang diperoleh detikcom, ketujuh warga tersebut telah disuntik vaksin Corona oleh petugas kesehatan. Mereka disuntik di kompleks PPI.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami siap divaksin dan menjadi inisiator vaksin serta kami telah divaksin,” kata ketujuh pria tersebut.
Sebelumnya, sekelompok warga mengacak-acak lokasi vaksinasi Corona yang digelar di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/9).
Winardy meminta Forkopimda Aceh Barat Daya terus memberikan edukasi-edukasi terkait pentingnya vaksinasi. Hal itu dinilai perlu dilakukan supaya insiden serupa tidak terulang.
“Kita berharap kejadian serupa tidak terulang,” ujar Winardy.
Menurutnya, insiden di PPI tersebut terjadi karena kurangnya edukasi tentang pentingnya vaksinasi. Selain itu, masyarakat juga tidak terima vaksinasi digelar di lokasi.
“Mereka marah dan tidak mau mengikuti kegiatan vaksin yang diadakan oleh pihak Polsek Susoh, Koramil/04 Susoh, Pol Aiurud, dan Puskesmas Sangkalan, karena kegiatan vaksinasi tersebut menyebabkan pengunjung di PPI Ujung Serangga sepi dan mempengaruhi pendapatan mereka,” jelas Winardy.
Akibat insiden tersebut satu posko gerai vaksin, 9 vial vaksin (10 dosis), 33 vial vaksin Sinovac (2 dosis), alat medis berupa masker, handsanitizer, alat tensi, jarum suntik dan obat-obatan rusak serta tidak dapat digunakan lagi.
“Satu tenaga kesehatan atas nama Fanni Eprilia Tika (28) mengalami lebam di betis kanan bagian belakang akibat terkena benturan kursi plastik,” jelas Winardy.
Lihat Video: Kemenkes Sayangkan Insiden Warga Aceh Acak-acak Lokasi Vaksinasi
Sengketa lahan warga dengan Sentul City di Kabupaten Bogor semakin memanas. Terbaru, sejumlah warga diduga melakukan perusakan kantor Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, karena diduga tak terima atas upaya penggusuran oleh Sentul City.
Perusakan kantor desa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Sabtu (2/10/2021). Massa diduga merusak area depan gedung hingga ruangan kantor kepala desa.
Sejumlah pot bunga di depan kantor desa ikut dirusak massa. Ruangan kepala desa juga menjadi sasaran amuk warga.
Perihal sengketa lahan ini, ada perbedaan tanggapan antara pihak Rocky Gerung dan warga Bojong Koneng dengan pihak PT Sentul City. Apa bedanya?
Kuasa hukum Rocky Gerung dan warga Bojong Koneng, Nafirdo Ricky, menjelaskan tindakan warga yang merusak Kantor Desa Bojong Koneng. Dia menyebut tindakan itu bermula dari upaya penggusuran yang dilakukan pihak Sentul City ke lahan warga.
“Kedatangan warga ke kantor desa itu adalah dipicu karena dari hari Jumat kemarin, dari pihak Sentul dan kemungkinan juga ada kepala desa melakukan pengukuran. Namun, sudah dicegat sama warga,” kata Nafirdo, Minggu (3/10/2021).
“Namun kemudian pada hari Sabtu sekitar jam 10-11-an itu, bulldozer Sentul gerak lagi. Itu lahannya Pak Sudianto namanya itu diratakan oleh pihak Sentul City bersama pasukannya itu. Kita nggak tahu pasukannya itu dari mana cuman jumlahnya lebih banyak dari warga,” tambahnya.
Warga kemudian mendatangi kantor Desa Bojong Koneng untuk meminta bantuan. Nafirdo mengatakan pihak desa justru melarikan diri sehingga menyulut emosi warga yang datang.
Dua orang pria berinisial AHH dan JS mengaku anggota polisi Gowa ditangkap di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keduanya diamankan karena diduga membawa narkoba jenis sabu.
Peristiwa terjadi di sekitar Jalan Kerung-kerung, Makassar, Sulsel, pada Jumat (2/10) lalu. Polisi yang tengah melakukan patroli mengejar kedua pria itu karena mencurigakan dan benar saat diperiksa di sakunya ditemukan satu paket diduga sabu.
“Anggota patroli di Kerung-kerung dan Sapiria pada Jumat, mau didekati, dua orang itu lari dikejar sama anggota. Dipegang (lalu) digeledah ada sabunya di saku celana dia, dibuka ternyata diduga sabu, di situ mengaku saya anggota Polres Gowa,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Yudi Frianto, saat dihubungi, Sabtu (4/10/2021) dini hari.
Saat diinterogasi, dua pria itu mengakui membeli barang haram itu di sekitar wilayah Jalan Kerung-kerung. Dia juga mengakui bahwa narkoba jenis sabu itu dibelinya dengan seharga Rp 2 juta.
“Diinteogasi dia beli sabunya di Kerung-kerung. Ternyata dia tidak beli sekali, tapi berapa kali dengan harga satu gram Rp 2 juta,” ucap Yudi.
Hingga kini, kedua pria yang mengaku sebagai anggota Polres Gowa itu masih diperiksa di Mapolrestabes Makassar. Mereka juga telah diperiksa urinenya.
“Kemarin (Minggu) sudah diperiksa urinenya tapi belum dapat hasilnya. Sudah di BAP dia katakan untuk konsumsi,” pungkasnya.
Puluhan ibu dan anak-anak terjebak banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tim search and rescue (SAR) gabungan mengevakuasi korban ke wilayah lebih aman.
“20 KK wanita sama anak-anak sudah semua diamankan,” kata Dantim Basarnas Palopo Mickel saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (3/9/2021) malam.
Mickel mengatakan laporan banjir menerjang sejumlah kecamatan di wilayah Luwu, mulai diterima pihaknya sekitar pukul 18.00 WITA, petang tadi. Sebanyak 20 kepala keluarga yang merupakan ibu-ibu dan anak-anak di wilayah Sereti Kecamatan Lamasi kemudian langsung jadi sasaran evakuasi karena dinilai membahayakan.
“Laporannya kan banyak. Cuma yang teman-teman evakuasi dulu itu yang paling susah, betul-betul butuh penanganan cepat yah itulah di Lamasi, daerah Seriti karena korban sudah naik semua di rumahnya,” ucap Mickel.
“Jadi debit air sudah naik, dan korban juga sudah terjebak posisinya sementara mereka tidak bisa berenang,” imbuhnya.
Mickel mengatakan hujan lebat memang tak henti mengguyur wilayah Luwu Raya. Kiriman air dari pegunungan juga membuat bendungan meluap.
“Tiba-tiba banjir karena sudah masuk juga laporan bendungan di Lamasi itu meluap dan masuk lah ke perkampungan di rumah-rumah warga,” ujarnya.
Menurut Mickel, banjir sementara setinggi orang dada dewasa. “Setinggi dada dewasa itu, makanya teman-teman SAR gabungan masih di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian Basarnas Makassar Djunaidi mengatakan pihaknya belum bisa memastikan ada-tidaknya korban jiwa dalam bencana ini. Namun dirinya mendapat laporan bahwa ada sejumlah rumah warga yang hanyut diterjang banjir.
“Tim masih melakukan assesmen di lapangan untuk mendata jumlah korban yang terdampak serta wilayah mana saja yang membutuhkan evakuasi segera,” katanya dalam keterangan yang diterima detikcom.
Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap warga terdampak.
Kericuhan antara kelompok masyarakat suku yali dan suku kimyal di Yahukimo, Papua, menewaskan 6 orang dan 41 orang terluka. Sebanyak 52 terduga pelaku kericuhan pun telah diamankan polisi.
“Polres Yahukimo berhasil mengamankan 52 orang yang diduga sebagai pelaku. Saat ini ke 52 orang tersebut dalam pemeriksaan intensif penyidik Polres Yahukimo,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal, dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (3/10/2021).
Kericuhan bermula saat suku kimyal melakukan penyerangan terhadap suku Yali di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Minggu (3/10/2021) pukul 12.45 WIT. Kamal menyebut massa dari suku kimyal menggunakan 2 unit mobil minibus mendatangi suku yali untuk menyerang.
“Di mana massa suku kimyal yang dipimpin Kepala Suku Umum Kimyal Morome Keya Busup, dengan menggunakan 2 unit mobil minibus membawa alat tajam berupa busur panah dan parang mendatangi masyarakat suku yali dan melakukan penyerangan,” ucap Kamal.
Polisi yang mendapat informasi tersebut, mendatangi lokasi kejadian. Polisi langsung mengevakuasi masyarakat suku yali yang menjadi korban penyerangan.
“Sementara itu untuk masyarakat yang mengamankan diri di Polres Yahukimo diperkirakan kurang lebih seribu orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak,” ujarnya.
Kemacetan terjadi di sejumlah titik di Tol Cipularang dan Cikampek menuju ke arah Jakarta. Kemacetan disebabkan karena banyaknya kendaraan menuju ke Jakarta di akhir weekend ini.
Petugas call center Jasa Marga, Fajar, mengatakan titik pertama kemacetan ada di Simpang Dawuan sekitar km 68 hingga ke km 62 arah Jakarta. Kemacetan kendaraan di titik ini disebabkan banyaknya kendaraan yang keluar-masuk rest area.
“Kepadatan di keluar-masuk rest area, volume lalu lintas masuk atau keluar rest area,” kata Fajar saat dihubungi, Minggu (3/10/2021).
Kemudian, kepadatan juga terjadi di km 52 Tol Cikampek arah Jakarta. Kemacetan hingga km 54 ini juga diakibatkan karena ramainya mobil yang keluar-masuk rest area.
Dilihat dari Twitter Jasa Marga, kemacetan di Tol Cipularang arah Jakarta terjadi di km 82 hingga km 80, selepasnya lancar. Kemudian macet lagi di daerah Sadang km 76 hingga Dawuan pada km 68.
Fajar mengatakan volume lalu lintas malam ini tinggi karena kendaraan dari arah Jawa Barat menuju Jakarta meningkat. Hal ini berkaitan dengan akhir pekan yang berakhir hari ini.
“Iya betul volume lalu lintas weekend ya, jadi hari minggu, minggu malam,” tuturnya.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan pengurus dan anggota partai politik merupakan kelompok masyarakat yang patut mendapatkan sosialisasi empat pilar MPR. Karena salah satu dari Empat Pilar MPR, yaitu UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengandung aturan menyangkut Partai politik.
Seperti, pasal 6A Ayat 2 tentang usulan pasangan calon Presiden dan Wakil presiden. Juga pasal 22 E ayat 3 tentang peserta pemilihan umum. Karena itu sudah seharusnya anggota dan pengurus partai politik mengetahui serta memahami Empat Pilar MPR RI.
HNW menilai pentingnya hal tersebut agar setiap anggota dan pengurus partai tahu peran masing-masing dalam kehidupan berdemokrasi juga mengetahui tata cara mencalonkan diri, untuk ikut serta dalam kontestasi pemilihan umum. Terlebih penting lagi agar mengetahui dasar dan ideologi negara, konstitusi tertinggi, bentuk dan semboyan negara.
“Presiden dan Wakil Presiden itu diusulkan oleh partai politik atau gabungan parpol. Tidak seperti kepala daerah yang bisa mencalonkan diri secara independen. Sedangkan untuk menjadi anggota DPR harus mendaftar melalui parpol,” kata HNW dalam keterangannya, Minggu (3/9/2021).
Pernyataan itu disampaikan HNW secara daring, saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR, kerjasama MPR RI dengan DPD PKS Kabupaten Indramayu. Acara tersebut berlangsung, di Aula Sekar Wangi, Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hari ini.
Sampai kapanpun, kata HNW, kegiatan sosialisasi Empat Pilar akan selalu penting. Apalagi saat ini banyak pihak yang ingin mengaburkan Pancasila, mengubah Pancasila menjadi Trisila dan Dwisila atau mengaburkan sila-silanya.
“Ketuhanan Yang Maha Esa, tapi ajaran agama malah diketawakan, dan dibuat lucu-lucuan. Sedangkan para ulama disalahkan, kyai dikriminalisasi dan dicelakai. Maraknya penyerangan terhadap ulama yang belakangan sering terjadi sama persis dengan masa-masa sebelum PKI melakukan pemberontakan pada tahun 1965, dan dilakukan oleh Lekra,” ujar HNW.
Pelaksanaan sosialisasi, menurut HNW, bisa diartikan melakukan penyegaran terhadap Pancasila. Karena dasar dan ideologi negara, hasil kesepakatan para bapak bangsa, termasuk kesepahaman para ulama dengan kaum nasionalis dan pemuka agama lain, ini terus menuai ujian, salah satunya adalah ujian dari faham-faham yang terus berdatangan dari luar.
“Panitia Sembilan yang menghasilkan Pancasila 18 Agustus 1945, adalah kesepakatan antara tokoh nasionalis, para ulama dan pemuka agama lainnya. Anggota Panitia Sembilan, ini antara lain, Soekarno Hatta, Moh Yamin, Ahmad Subarjo, AA. Maramis, Wahid Hasyim, juga Kahar Muzakir,” tutur HNW.
Karena itu, menurut HNW menjadi tugas seluruh bangsa Indonesia untuk menjaga dan melestarikan Pancasila dan tiga pilar lainnya agar terhindar dari upaya pengaburan oleh pihak tertentu agar tidak sampai di rusak atau malah diganti.
Pernyataan serupa disampaikan Anggota FPKS MPR RI Netty Prasetiyani Aher yang mengatakan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan semboyan Bhineka Tunggal Ika merupakan warisan para pendiri bangsa yang harus terus dipelihara dan dijaga bersama.
Oleh karena itu, jiwa nasionalisme dan solidaritas harus disosialisasikan pada masyarakat agar terwujud dalam keseharian dan jangan sampai, nilai-nilai dalam Empat Pilar hanya menjadi simbol yang tidak bermakna. Oleh karena itu, kata Netty, penanaman nilai empat pilar harus dilakukan sejak dini pada anak-anak.
“Keluarga menjadi tempat utama dan pertama untuk menanamkan nilai-nilai Empat Pilar seperti nasionalisme, solidaritas dan persatuan. Jadi, kita perlu memberi dukungan pada keluarga agar mampu menjalankan fungsinya dengan baik terutama di masa pandemi ini,” ungkapnya.
Ikut hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Ahmad Heryawan, serta Ketua DPD PKS Kabupaten Indramayu yang juga Anggota DPRD Indramayu H. Ruswa.
Kisruh sengkarut lahan warga dan PT Sentul City semakin meruncing. Sejumlah warga bahkan merusak gedung Kantor Desa Bojong Koneng di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Massa merusak area depan gedung hingga ruangan kantor kepala desa.
Pantauan detikcom di Kantor Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, terlihat kaca di bagian depan gedung tersebut mengangga imbas dirusak warga. Serpihan kaca pun masih berserakan di lokasi.
Bahkan sejumlah pot bunga di depan gedung pun ikut dirusak massa yang marah. Masuk ke dalam area gedung, sisa-sisa kerusakan masih berserakan.
Kantor Desa Bojong Koneng Dirusak Massa (Foto: Yogi/detikcom)
Ruangan kepala desa turut menjadi sasaran amuk warga. Meja di ruangan tersebut dirusak oleh massa. Serpihan kaca-kaca pun masih berada di lokasi.
Linmas di Kantor Desa Bojong Koneng, Syahrir, mengatakan massa yang merusak gedung desa berkisar puluhan orang. Dia tidak memastikan jumlah massa karena bergegas menyelamatkan diri.
“Saya kurang tahu (jumlah massa) orang saya langsung keluar ya. Ngeri kan,” kata Syahrir ditemui detikcom di lokasi, Minggu (3/10/2021).
Syahrir mengaku saat itu tidak ada petugas desa yang bertugas. Kegiatan di gedung hanya diisi ibu-ibu posyandu dan dihadiri langsung oleh istri dari lurah setempat.
“Cuman ada kegiatan ibu-ibu posyandu sama ibu Lurah ada,” ungkap Syahrir.
Menurut Syahrir, tidak ada korban luka dari perusakan yang dilakukan oleh massa. Barang-barang di lokasi pun hingga saat ini disebut tidak ada yang ikut digondol oleh warga.
“Nggak ada (barang hilang). Cuman dirusak aja,” jelas Syahrir.
Dihubungi terpisah, kuasa hukum Rocky Gerung dan warga Bojong Koneng, Nafirdo Ricky menjelaskan tindakan warga yang merusak Kantor Desa Bojong Koneng. Dia menyebut tindakan itu bermula dari mulai adanya upaya penggusuran yang dilakukan pihak Sentul City ke lahan warga.
“Kedatangan warga ke kantor desa itu adalah dipicu karena dari hari Jumat kemarin, dari pihak Sentul dan kemungkinan juga ada kepala desa melakukan pengukuran. Namun udah dicegat sama warga,” kata Nafirdo.
“Namun kemudian pada hari Sabtu sekitar jam 10-11-an itu, bulldozer Sentul gerak lagi. Itu lahannya Pak Sudianto namanya itu diretakan oleh pihak sentul city bersama pasukannya itu. Kita nggak tahu pasukannya itu darimana cuman jumlahnya lebih banyak dari warga,” tambahnya.
Warga yang terdesak kemudian mendatangi kantor Desa Bojong Koneng untuk meminta bantuan. Namun, Nafirdo mengatakan saat didatangi oleh warga pihak lurah justru melarikan diri sehingga menyulut emosi warga yang datang.
“Warga minta bantuan ke kelurahan, namun petugas kelurahan malah lurahnya kabur dari tempat. Itulah yang menyulut emosi dari warga, sehingga sempat terjadi kericuhan di keluruhan Bojong Koneng karena lurahnya kabur nggak menghentikan beko-beko atau bulldozer yang ada,” tutur Nafirdo.
Menhan Prabowo Subianto mem-posting foto di Instagram saat dirinya hormat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Merauke, Papua. Jokowi dan Prabowo sebelumnya menghadiri peresmian Rumah Sakit Jenderal TNI LB Moerdani.
Foto Jokowi dan Prabowo saling hormat itu diunggah di akun Instagram @prabowo seperti dilihat Minggu (3/10/2021). Jokowi tampak mengenakan kemeja berwarna putih dan Prabowo memakai kemeja berwarna cokelat.
Selain Prabowo, hadir juga dalam acara peresmian Rumah Sakit Jenderal TNI LB Moerdani itu Ketua DPR Puan Maharani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menhub Budi Karya Sumadi hingga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Jokowi dalam sambutannya berharap rumah sakit tersebut memberikan manfaat bagi warga.
“Alhamdulillah pada sore hari ini pembangunan rumah sakit Jenderal TNI LB Moerdani sudah selesai dan siap dimanfaatkan untuk melayani masyarakat utamanya masyarakat di Kabupaten Merauke. Rumah sakit ini dibangun sangat cepat sekali, kurang lebih 20-an hari,” kata Jokowi.
Jokowi mengatakan rumah sakit ini awalnya dibangun untuk mempercepat penanganan COVID-19. Selain itu, rumah sakit juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan PON XX di Papua dan untuk melayani seluruh masyarakat Papua.
“Saya melihat rumah sakit ini memiliki fasilitas yang lengkap, ada ruang rawat inap, isolasi karantina laboratorium IGD, OK dan radiologi dann juga farmasi yangat dibutuhkan untuk membantu penanganan-penanganan masyarakat yang sakit, dengan pelayanan kesehatan yang cepat, dan mudah dan terjangkau,” ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan di masa pandemi ini, fasilitas kesehatan di semua negara sanga dibutuhkan. Fasilitas kesehatan terutama dibutuhkan bagi masyarakat di daerah yang sulit terjangkau.
“Saya berpesan agar rumah sakit ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melayani seluruh masayrakat dengan pelayanan yang cepat dan nyaman,” ujar Jokowi.