Beranda blog Halaman 888

40 Pegawai Pinjol Ilegal di Kalsel Diciduk, Ada WN China Jadi Konsultan

Jakarta

Sekitar 40 orang diciduk dari kantor jasa penagihan pinjaman online (pinjol) di Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Salah satunya ialah warga negara (WN) asal China.

Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Harisada mengatakan WN China tersebut berperan sebagai konsultan di kantor penagihan pinjol tersebut. Belakangan diketahui, WN China itu juga diduga melanggar aturan imigrasi.

“Ada 1 orang asing diamankan warga negara China dan akan kita serahkan ke Imigrasi Batulicin karena visanya sudah habis dan visa kunjungan. Posisi orang asing ini sebagai konsultan dari pinjol,” kata AKBP Gafur, Kamis (21/10/2021).

Penggerebekan dilakukan di sebuah ruko di Jalan Brigjen H Hasan Basri Desa Semayap, Kecamatan PL Utara, Kabupaten Kotabaru pada Selasa (19/10) pukul 14.00 Wita. Polisi masih mendalami kasus ini.

Polres Kotabaru menggerebek kantor jasa penagihan pinjaman online ilegal. Ada puluhan orang diciduk dari kantor tersebut. (dok Polda Kalsel)Barang bukti hasil penggerebekan kantor jasa penagihan pinjol ilegal (dok Polda Kalsel)

“Sampai saat ini kita masih melakukan pemeriksaan sekitar 40 orang lebih yang menjadi pekerja di perusahaan tersebut,” ucapnya.

Penggerebekan ini bermula dari adanya aduan masyarakat. Korban kasus ini berasal dari Kalsel dan luar daerah.

Perusahaan ini disebut baru berjalan 2 bulan dan kantor pusatnya di Jakarta. Perusahaan ini menawarkan pinjaman kredit dengan cara mudah melalui SMS atau WA dengan beberapa persyaratan.

Kepada debitur, perusahaan ini tak ragu menebarkan ancaman.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Sumber: DetikNews

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Ini Sektor yang Direlaksasi

Jakarta

Wali Kota Bogor Bima Arya menyambut baik keputusan pemerintah pusat yang telah mengubah metode penurunan status level PPKM untuk wilayah aglomerasi. Atas keputusan tersebut, Kota Bogor kini berubah status menjadi level 2 atau lebih baik dari sebelumnya yang tertahan cukup lama di level 3.

Perubahan metode tersebut dilakukan lantaran ada beberapa wilayah yang tertahan untuk turun level. Cakupan vaksinasi di salah satu wilayah aglomerasi belum mencapai 50 persen.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat dalam mempertimbangkan kembali sistem aglomerasi dalam penentuan level ini didengar. Sehingga Kota Bogor bisa turun ke level dua. Karena capaian vaksin kita baik (hampir 90 persen),” ungkap Bima Arya dikutip dari laman Pemkot, Kamis (21/10/2021).

Untuk itu, kata dia, Kota Bogor siap berkolaborasi dengan Kabupaten Bogor untuk sama-sama menuntaskan vaksinasi. “Kita menerima vaksinasi dari warga kabupaten dan non-KTP Kota Bogor lainnya yang mau divaksin ya dipersilahkan. Kita siap untuk membantu kabupaten sama-sama kita tuntaskan vaksinasi,” jelasnya.

Mengenai relaksasi level 2, Bima menyebut akan menyosialisasikan peraturan terbaru untuk disesuaikan oleh sektor-sektor di lapangan. Misalnya, mal sekarang sudah bisa menerima pengunjung anak-anak, kemudian juga tempat tempat publik, tempat hiburan bisa dibuka dengan pembatasan kapasitas.

“Ada beberapa lagi yang akan kita sosialisasikan untuk disesuaikan di lapangan. Namun dengan catatan, prokesnya tetap diperketat,” kata Bima.

Untuk diketahui dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 yang dikeluarkan Mendagri Muhammad Tito Karnavian pada 18 Oktober 2021 disebutkan bahwa:

– Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen. Kecuali SLB 62 persen, PAUD 33 persen.

– Kemudian tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Level 2 (dua) dengan maksimal 75 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan memperhatikan ketentuan teknis dari Kementerian Agama.

– Selain itu, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai dengan jam 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 75 persen. Khusus supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Anak di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua.

– Adapun kafe, resto, warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan jam 21.00 dengan maksimal pengunjung makan 50 persen dari kapasitas dan waktu makan maksimal 60 menit yang pengaturan teknis diatur oleh Pemerintah Daerah. Restoran/rumah makan, kafe dengan jam operasional dimulai dari malam hari dapat beroperasi sampai dengan maksimal jam 00.00.

Halaman Selanjutnya Relaksasi Perhotelan hingga Kegiatan Seni

Sumber: DetikNews

Kampus di Sulut Cetak Ijazah Ilegal, Wagub: Jangan Terbuai Tawaran Palsu

Manado

Polisi mendalami kasus Sekolah Tinggi Theologia Elohim Indonesia (STTEI), di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut), yang mencetak ijazah palsu dan menggelar perkuliahan secara ilegal. Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw minta warga untuk tak terbuai tawaran palsu.

“Jangan cepat terbuai dengan tawaran-tawaran palsu seperti ini,” ujar Steven, Kamis (21/10/2021).

Steven mengatakan penertiban kampus ilegal harus dilakukan oleh semua komponen. Menurutnya tindakan itu mencoreng sektor pendidikan di Sulut.

“Saya yakin masih ada praktek-praktek seperti ini. Pemprov mengapresiasi pihak kepolisian yang cepat bertindak. Kami dukung upaya-upaya penertiban lembaga-lembaga pendidikan yang nakal. Komponen masyarakat harus awasi praktek seperti ini,” ucapnya.

Dia mendorong Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera mengambil langkah tegas serta harus melakukan pengawasan ketat agar kasus serupa tidak terulang.

“Dikti sebagai institusi yang membawahi harus punya pengawasan yang ultra ketat,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Rektor Sekolah Tinggi Theologia Elohim Indonesia (STTEI) Marten alias MK ditangkap polisi. Polisi mengatakan Marten kini berstatus tersangka.

“Hasil gelar perkara kami yaitu Saudara MK kewenangannya sebagai rektor yang bertanggung jawab masalah aktivitas belajar-mengajar yang ilegal dan juga mengeluarkan ijazah tanpa hak,” ucap Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Utara (Sulut), Kompol Feri Sitorus, Rabu (20/10).

(idn/idn)

Sumber: DetikNews

Kritik Mengemuka soal Sanksi Wada Berujung Menpora Kirim Tim ke Eropa

Jakarta

Sejumlah pihak mengkritik pemerintah terkait sanksi dari World Anti-Doping Agency (WADA) kepada Indonesia. Menpora Zainudin Amali telah membentuk tim investigasi terkait sanksi tersebut, Zainudin mengatakan tim investigasi tersebut telah diberangkatkan ke Eropa untuk bernegosiasi.

Awalnya sejumlah pihak mengkritik insiden memalukan bendera Merah Putih tak bisa berkibar di Thomas Cup, sebagian mempertanyakan kinerja Menteri Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali. Kritikan itu datang dari sejumlah pihak seperti politisi hingga masyarakat.

Kini Menpora telah memberangkatkan tim investigasi ke Eropa untuk bernegosiasi, berikut ini perjalanan kasusnya.

Komisi X DPR Malu Kalau Merah Putih Sampai Dilarang di MotoGP Mandalika

Komisi X DPR menyebut akan memalukan jika Merah Putih juga dilarang di kejuaraan lain, termasuk MotoGP Mandalika. Komisi X menilai pihak Kemenpora harus berkomunikasi lebih lanjut dengan WADA terkait sanksi tersebut.

Untuk diketahui, Badan Antidoping Dunia (WADA) mengirim formal notice terkait status Indonesia yang dinilai tidak mengikuti standar test doping plan (TDP) pada 15 September 2021. WADA memberikan kesempatan 21 hari kepada Indonesia untuk memberikan klarifikasi. Jika klarifikasi tidak dilakukan, Indonesia akan menerima sanksi berupa pelarangan menyelenggarakan event olahraga internasional di Tanah Air ataupun pelarangan pengibaran bendera Merah Putih di luar negeri.

Sanksi resmi WADA pun jatuh, rencana penyelenggaraan event olahraga internasional di Indonesia seperti gelaran MotoGP Mandalika, Piala Dunia U-21, hingga Formula E juga terancam. Selain itu, dengan adanya sanksi resmi dari WADA ini, kesempatan Indonesia untuk ikut bidding berbagai turnamen internasional menjadi terancam.

“Kalau sampai MotoGP Mandalika saya kira memalukan kita sebagai bangsa. Sehingga Kemenpora dalam hal ini LADI harus segera berkomunikasi intensif dengan WADA tidak hanya puas dengan kata berjawab via surat,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Abdul Fikri Faqih menyebut wajar Menpora meminta maaf karena itu diperlukan. Namun, dia meminta Menpora tak sekadar meminta maaf, tapi bekerja secara nyata menghadapi permasalahan ini.

“Permintaan maaf itu perlu karena banyak yang kecewa. Tapi tentu harus diikuti dengan usaha diplomasi yang maksimal ke WADA. Agar sanksi segera dicabut,” katanya.

Selengkapnya halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews

Ini Arti Nama Unik Bocah ABCDEF GHIJK Zuzu yang Gegerkan Warga Sumsel

Palembang

Zulfahmi mengungkap makna dari nama anaknya ABCDEF GHIJK Zuzu. Menurut Zul, bukan tidak ada maknanya dia membuat nama itu, melainkan ada sebuah harapan disana.

“Ada sebuah harapan di nama panjang Adef. Bukan sembarangan saya membuat nama itu,” kata Zulfahmi, Rabu (20/10/2021).

Zul menjelaskan kata pertama dan kedua di nama itu bermakna huruf barisan abjad yang artinya bahasa sastra Indonesia. Dengan itu dia berharap agar anaknya bisa meneruskan cita-citanya yang tidak terwujud, yakni sebagai seorang penulis yang menguasai sastra Indonesia.

“Kalau yang ABCDEF GHIJK itu ya maknanya abjad. Dimana abjad di pelajari dalam pelajaran bahasa sastra atau bahasa Indonesia. Ya harapan saya dengan nama itu dia bisa menjadi seorang penulis sastrawan seperti cita-cita yang saya impikan dahulu,” ungkapnya.

Sementara, pada akhiran nama yaitu Zuzu, dia mengatakan itu juga memiliki arti, dimana Zuzu itu merupakan singkatan namanya dan nama istrinya.

“Ya adalah artinya, Zuzu itu singkatan nama kami nama saya dan nama istri saya. Nama saya kan Zulfahmi dan nama istri saya Zuhro Liani,” jelasnya.

(dwia/dwia)

Sumber: DetikNews

Pengantin Baru Ditemukan Tewas dalam Kamar Tidur di Babel

Bangka Selatan

Seorang wanita berinisial EA (25) di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung (Babel) ditemukan meninggal dunia di kamarnya. Korban merupakan pengantin baru.

“Betul, kurang lebih baru 1 bulan menikah,” jelas Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Chandra Satria Ap kepada detikcom, Rabu (20/10/2021) malam.

Peristiwa penemuan mayat dilaporkan pukul 15.30 WIB, warga setempat pun sempat dihebohkan. Tim identifikasi Satreskim langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

“Korban ditemukan tidak bernyawa pada pukul 15.00 WIB oleh saksi yang merupakan keluarga korban. Kondisi mayat terbujur kaku, memakai kaos putih, untuk bawahan ditutupi selimut tidur tanpa bawahan, di kasur,” ujar Chandra.

Lanjut Chandra, orang yang terakhir bertemu dengan korban adalah suami korban inisial MR (21) yang dijumpai saksi pada pukul 09.00 WIB.

“Kata saksi, suami korban Keluar dari kamar korban untuk pergi mengantar paket membawa motor korban dan tidak kembali sampai dengan saat ini,” tegasnya.

Selanjutnya korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Bangka Selatan untuk dilakukan visum. Untuk hasil olah TKP tidak ditemukan alat apapun dari penyebab kematian korban.

“Tidak ditemukan alat apapun dari penyebab kematian korban dan tidak ada bercak darah sama sekali, untuk bekas luka menunggu hasil visum,” sebutnya.

Hingga saat ini polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Polisi sebut mayat korban terbujur kaku kurang lebih 12 jam sampai dengan saat ini.

(dwia/dwia)

Sumber: DetikNews

Ketum PPP Cerita Ditanya ‘Nomor Piro?’ saat Kasih Uang di Vaksinasi Ponorogo

Jakarta

Ketua Umum (Ketum) PPP Suharso Monoarfa bercerita mengenai pengalaman lucu saat dirinya berkunjung ke vaksinasi COVID-19 di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim). Suharso memberikan uang kepada salah satu orang tua yang dia nilai membutuhkan bantuan, tapi orang tua itu malah menanyakan nomor berapa yang harus dicoblos.

Suharso membeberkan momen itu terjadi saat dirinya bertemu dengan orang tua berusia 86 tahun di vaksinasi door to door di Ponorogo. Orang tua itu harus dibujuk dengan sembako terlebih dahulu supaya mau disuntik vaksin COVID-19.

“Ada orang tua umurnya kira-kira 86, orangnya sangat kecil, kurus. Waktu mau divaksin dia senang. Tapi waktu mau disuntik dia takut. Dia maunya disuntik di bokongnya. Sehingga akhirnya teman-teman dari polisi pegang dia. Akhirnya dibujuk nanti dikasih sembako. Akhirnya divaksin, kasih sembako,” ujar Suharso dalam diskusi virtual yang disiarkan oleh PPP, Rabu (20/10/2021).

Setelah memberikan sembako, Suharso juga memberikan orang tua itu sejumlah uang. Namun, reaksi orang tua itu justru membuat Suharso tertawa.

“Setelah itu saya kasih sumbangan uang, karena saya lihat patut dibantu. Saya kasih uang. Waktu saya kasih uang, bapak itu langsung ngomong gini, ‘nomor piro?’. Kita ketawa semua,” tuturnya.

“Ini bukan jalan legislatif. ‘Iyo tak tukune. Nomor piro tak tukune’. Ya allah ya rabbi. Saya bilang, jadi kalau masyarakat yang dalam posisi seperti itu, ini kemudian masuk di pemilihan, ya mungkin benar yang terjadi. Vaksinasi saja kita bantu, dia nanya ‘nomor piro?’. ‘Tak tunggune’. Saya bilang, ‘astaghfirullah, nggak pak. Boten, boten ini'”, sambung Suharso.

PPP Tahu Diri di Pilpres 2024

Sementara itu, Suharso turut menyampaikan posisi PPP di Pilpres 2024. Dia menjelaskan PPP tahu diri.

“Kami serius untuk soal elektoral, jadi kami tidak terlalu ramai, kita ini tahu diri mengenai pemimpin 2024. jadi kita ingin elektoral kita, kita perbaiki. Kita ingin membalikan suara-suara PPP yang dipinjam orang lain itu. Bukti pada tahun 1999 dan 2004, PPP pernah menjadi nomor 3. Di 2014, kita juga naik suaranya sebenarnya, tapi hanya menambah 1 kursi di DPR. Kemudian sebelumnya kita juga, sebenarnya yang paling krusial di tahun 2009 dan 2019,” terangnya.

Meski demikian, Suharso menegaskan PPP akan mulai kerja elektoral per hari ini. Namun, dirinya tetap tidak terlalu berharap pada suara di pemilu yang akan datang.

“Jadi mudah-mudahan kita bisa mengambil kembali. Dan kami benar-benar melakukan kerja elektoral mulai hari ini. Dan kami minta Eep Saifulloh untuk supervisi sampai di tingkat-tingkat dapil di kabupaten atau kota,” kata Suharso.

“Kemudian juga dalam kerja elektoral ke bawahnya juga terbukti di dapilnya. Tapi itu tidak automatically, tidak linier untuk diharapkan kita bisa mendapatkan suara, atau bahkan tambahan suara pada pemilu yang akan datang. Itu memang sesuatu yang perlu kita pelajari,” imbuhnya.

(drg/dwia)

Sumber: DetikNews

DPC PPP Dumai Gelar Muscab, Tim Formatur Sudah Terbentuk

DUMAI- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Dumai menggelar musyawarah cabang (Muscab) V. Plt Ketua DPC PPP Kota Dumai, Hamdan Lubis, S.AP menyebutkan, tahapan Muscab saat ini sudah pemilihan formatur.

“Kita membentuk lima formatur, kelima formatur ini mengusulkan nama calon ketua. Formatur terdiri Pimpinan Anak Cabang (PAC) dua orang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) 1 orang, satu dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan satu Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” jelas Hamdan Lubis, Rabu (20/10/21) malam.

Lebih jauh dia menyebutkan, nama kelima formatur itu yakni dari unsur PAC Julpan Harahap, Asral, A.Md, utusan DPC H Salman, S.Sos dan Suharto, SH dari DPW serta DPP Dr.Ir. M Qoyum Abdul Jabbar.

“Kami diberi waktu selama 20 hari untuk menyelesaikan Muscab ini,” sebut dia.

Dia menjelaskan, DPW, DPC dan PAC sudah mengusulkan Salman sebagai nakhoda baru PPP Kota Dumai. Dia mengklaim, sosok Salman yang pernah menjabat Sekretaris DPC PPP Kota Dumai dua periode itu dipastikan sudah bisa jadi nakhoda baru PPP Kota Dumai.

Maka dari itu, ia berharap Anggota DPRD Kota Dumai itu dapat mengemban amanah jika terpilih sebagai Ketua PPP Kota Dumai.

“Kami harap Pak Salman meneruskan cita-cita DPW agar mengupayakan empat atau lima kursi di DPRD Kota Dumai. Karena sekarang ini masih tiga kursi,” harapnya.

Muscab itu dibuka langsung Ketua DPW PPP Riau, Syamsurizal. Hamdan mengimbau, nakhoda baru membawa PPP Kota Dumai dan menambah kursi di parlemen.

“Saya harap, Ketua PPP Kota yang baru fokus pada Pemilu, kami mau ada penambahan kursi di parlemen. Jangan pernah menghalangi orang kuat mencalonkan diri lewat PPP. Kalau perlu, rangkul mereka agar kita kuat,” imbaunya.

Sementara itu, legislator Kota Dumai Salman berharap PPP bisa menjadi pimpinan DPRD pada pemilu 2024.

“Insyaallah ke depannya bisa lebih baik dan bisa menjadi pimpinan DPRD pada pemilu 2024,” singkat Salman mengakhiri.*

Polda Kalteng Minta Maaf Admin IG Panggil Netizen ke Mapolda

Jakarta

Akun instagram humas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi sorotan di media sosial. Sebab, admin akun tersebut mencecar seorang netizen melalui direct message (DM) di Instagram.

Tangkapan layar DM dari akun humas Polda Kalteng pun beredar di twitter. Dalam DM tersebut terlihat admin menegur netizen yang berkomentar menggunakan kata ‘mampus’. Komentar ini diketahui diberikan dalam postingan terkait mutasi Aipda Ambarita.

Selain menegur, admin akun Humas Polda Kalteng juga meminta netizen tersebut untuk datang ke Kantor Humas Polda Kalteng. Keduanya juga tampak memperdebatkan arti dari kata ‘mampus’ tersebut.

Menanggapi hal ini, Humas Polda Kalteng melalui akun twitter resminya menyampaikan permohonan maaf.

“Saya Kabidhumas Polda Kalteng meminta maaf atas tindakan admin Humas Polda Kalteng yang kurang berkenan di hati sahabat netizen sekalian, kami mengucapkan terimakasih atas kritikan yang membangun p6olri dan Polda Kalteng untuk menjadi lebih baik dalam,” tulisnya.

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) Kombes Pol K Eko Saputro mengatakan admin Instagram Humas Polda Kalteng tidak melakukan koordinasi saat melakukan DM. Admin yang disebut berinisial Bripda BG, disebut terpancing emosi saat menjawab.

“Ya dia menjawab saja, tidak koordinasi dengan saya, tidak lapor apa-apa. Dia secara pribadi menanggapi komen dari netizen. Mungkin dia emosi, dijawab di DM,” ujar Eko saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Eko mengaku sudah menegur anggotanya terkait hal ini. Dia mengakui kesalahan yang dibuat Bripda BG, serta menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

“Ya saya tegur anggota saya, saya arahkan kalau komen di medsos tidak seperti itu. Kalau dikritik itu, balas ucapkan ‘terimakasih masukkannya, kami akan memberikan pelayanan lebih baik lagi ke masyarakat’, bukan masalah emosi seperti itu,” kata Eko.

“Itu perbuatan anggota saya, dia memang salah. Saya atas nama Polda Kalteng meminta maaf kepada netizen tersebut, netizen tersebut juga baik, merespons, sama-sama minta maaf (karena sudah viralin). Melalui akun humas Polda Kalteng saya minta dibukakan maaf. (DM anggota) itu salah,” sambungnya.

Eko mengatakan Bripda BG nantinya akan membuat laporan yang berisi penjelasan terkait perbuatannya. Laporan tersebut akan diserahkan dan direspons oleh Propam.

“Nanti akan dibuat laporan oleh dia, laporan polisi, agar dia menjelaskan kenapa dia berbuat seperti itu. Setelah itu Propam akan memproses. Ya dia buat laporan, pada tanggal sekian, siapa, di mana, pukul berapa, melakukan kesalahan apa, kenapa, mengapa, saat itu kondisinya seperti apa. Nanti laporannya kami serahkan ke Propam untuk diperiksa apakah terpenuhi pelanggaran kode etik,” tuturnya.

(dwia/idh)

Sumber: DetikNews

Prokes Menuju Endemi, Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi

Jakarta

Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok Indonesia. Mengingat dalam beberapa waktu ke depan, ancaman virus COVID-19 diprediksi masih akan terjadi.

Meski saat ini Indonesia memasuki masa transisi COVID-19 dari pandemi menjadi endemi, pemerintah tetap meningkatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Hal ini meliputi percepatan vaksinasi, disiplin protokol kesehatan, penguatan testing, tracing, treatment (3T), serta pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto menjelaskan terdapat tiga tahapan pandemi COVID-19 menuju endemi. Pertama, pada tahap persiapan, ia menyebut upaya preventif harus dikuatkan dengan disiplin protokol kesehatan, vaksinasi lebih dari 70%, serta penguatan 3T oleh. Kedua pada tahap transisi, jumlah kasus cenderung terkendali dan angka kematian dapat ditekan.

“Pada tahap ini, kehidupan kita masuk grey area (area abu-abu, tidak pasti), semua demi menjaga prokes dan hidup berdampingan dengan COVID-19,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (20/10/2021).

Dalam Dialog Produktif Media Center KPCPEN, Selasa (19/10), ia melanjutkan tahap ketiga merupakan tahap endemi, yang berlaku untuk dunia internasional. Menurutnya, dengan persiapan dan transisi yang baik, maka seluruh dunia dapat serentak menuju ke tahap tersebut.

“Tahap endemi adalah setelah semua terkontrol dan harapannya, semua jadi lebih baik,” katanya.

Terkait hal ini, Agus optimis jika angka kasus semakin turun, maka Indonesia tidak akan mengalami gelombang ketiga pada akhir tahun. Selain itu, jika situasi COVID-19 tetap terkendali maka tahun depan ekonomi dapat pulih dan tumbuh di atas 5%.

“Saat ini, kita harus terus bangun suasana optimis,” tegasnya.

Memasuki November-Desember, Agus memprediksi kemungkinan akan terjadi penurunan imunitas warga yang mendapatkan vaksinasi di awal tahun. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan disiplin prokes dan kehati-hatian.

“Virus ini menguji endurance (ketahanan) kita semua untuk tetap disiplin prokes, serta bersama-sama mendorong upaya 3T,” ujar Agus.

Halaman selanjutnya upaya pengendalian pandemi jadi endemi

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer